NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Tiba-Tiba Jadi Istri Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Berawal Dari sebuah kutukan. dari Hana yang mengutuk habis Tokoh kedua wanita bernama Elsa. Elsa (20thn) seorang gadis yang di jadikan jaminan hutang oleh orang tuanya. Elsa yang di dalam cerita di katakan terpaksa menikah menjadi istri kedua juragan Tama. pria tua. tak terima...pada akhirnya memilih berselingkuh pada bawahan Tama yang bernama Ardana. Nasib malang menimpa hana, gadis itu di tarik masuk oleh takdir, masuk kedalam buku Novel _The Jurag's Wife_ dan menjadi Tokoh Wanita yang sudah dia maki habis-habisan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman 30

Tama memejamkan matanya, rahangnya mengeras menahan kuat amarah yang nyaris meledak di dadanya.

​"Ardana, sedang apa kamu di situ?" tanya Tama dengan nada suara yang teramat rendah, namun sarat akan ancaman.

​Ardana tersentak terkejut. Pria muda itu menoleh ke samping dan langsung mendapati tuannya berdiri menatapnya. "Juragan...! Oh, maaf. Tadi saya cuma menemani Non Elsa. Kasihan dia tertidur sendirian di sini," ucap Ardana santai, tanpa menunjukkan raut wajah bersalah sama sekali.

​Mata elang Tama menatapnya tajam, seolah ingin menguliti pemuda itu hidup-hidup. "Sekarang pergilah ke kamarmu, kalau kamu masih ingin bekerja lagi denganku," usir Tama mutlak.

​"Oh iya, baik, Juragan," sahut Ardana, masih bertingkah biasa seolah tak ada hal berat yang terjadi. Sebelum beranjak, pria muda itu menunduk sedikit ke arah kursi gantung. "Elsa... aku balik ke kamar ya," bisik Ardana teramat rendah, yang hanya mampu didengar oleh dirinya sendiri. Setelahnya, Ardana lantas berjalan cepat meninggalkan gazebo menuju kamarnya.

​Tama terus memandang punggung Ardana yang menjauh dengan tatapan tajam yang tak terbaca. Setelah memastikan pria itu benar-benar pergi, Tama melangkah perlahan mendekati Elsa yang masih tertidur lelap di atas kursi gantung. Tama kemudian merendahkan tubuhnya, terduduk bersimpuh tepat di depan Elsa. Pria itu memandang wajah pulas sang istri muda dengan tatapan yang begitu dalam.

​"Maaf ya, El... Om enggak nepatin janji sama kamu," ucapnya teramat rendah, suaranya terdengar serak di tengah kesunyian malam. "Om jahat ya...?" gumamnya lagi.

​Tangannya dengan lembut terulur, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik itu, lalu mengusap pipi Elsa penuh kehati-hatian. Setelahnya, jemari besar Tama perlahan bertaut dengan tangan mungil Elsa. Tama menunduk, mencium punggung tangan Elsa dengan sangat lembut dan lama.

​"Om sayang sama kamu... Kalau dulu karena Om anggap kamu cuma sebagai adik, tapi sekarang... kamu adalah istri Om," ucap Tama menyuarakan isi hatinya.

​Tak ingin jauh dari wanita itu, Tama perlahan ikut naik ke atas kursi gantung yang berayun pelan. Pria besar itu mengambil posisi senyaman mungkin, lalu menarik tubuh mungil Elsa agar masuk ke dalam pelukan hangatnya. Tanpa terasa, sebulir air mata mengalir dari sudut mata Tama.

​Dalam pejamnya, sekelebat bayangan seorang gadis kecil yang selalu memeluk dan menciumnya di masa lalu kembali berputar nyata di pelupuk matanya.

​'Om! Kalau pulang kampung jangan lupa oleh-olehnya dong...! Aku kan nungguin,' ucap anak kecil itu dengan celotehnya yang begitu imut dan menggemaskan.

​'Om Tama enggak lupa kok. Ini, Om bawain kue pia kesukaan Adik...' balas Tama muda, yang saat itu baru berusia dua puluh tahun.

​Anak perempuan berumur lima tahun itu seketika tersenyum girang menerima bingkisan favoritnya.

​'Wah, makasih Om ganteng...! Eca sayang Om ganteng... sayang, sayanggg sekali...' jawab gadis kecil itu dengan riang.

​Tama tertawa kecil menyadari kepingan masa lalu yang indah itu. Pria itu lantas menunduk, mengecup pucuk kepala Elsa, dan dengan gerakan yang begitu posesif, dia mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri di bawah dinginnya angin malam.

​'Om enggak bakal ngelepasin kamu, Eca,' batin Tama berkata, menyuarakan sebuah tekad yang tak akan tergoyahkan oleh siapa pun.

••••••••••••••••

Di sudut ruangan yang remang-remang, terlihat seorang pria sedang memandang lekat gambar sketsa seorang wanita. Pria itu adalah Ardana. Jemarinya mengusap pelan sketsa wajah Elsa yang digambarnya sendiri.

​"Elsa... Aku merindukanmu!" ucap Ardana lirih.

​Ardana membawa kertas gambar itu ke depan wajahnya, lalu menciumnya dengan penuh obsesi seperti orang yang tak waras. "Dulu, aku pernah bersumpah! Sebelum kita berpisah... aku bersumpah, di kehidupan kedua, aku akan merebutmu secara paksa dari pria tua itu. Kita akan memulai hidup baru," ucapnya dengan nada rendah yang bergetar.

​Di tengah kesunyian kamarnya, Ardana tiba-tiba tertawa kencang. Tawa yang terdengar mengerikan dan penuh kejahatan. "Tama bodoh! Dulu kamu menyia-nyiakan Elsa, sekarang pun sama... Aku bersumpah, di kehidupan kali ini, aku akan merebut wanitaku darimu, Tama... Akan kurebut dia dan membawanya pergi jauh dari hidupmu!" Kata-katanya menggema dingin, memenuhi setiap sudut kamar yang sunyi.

1
Wahyuningsih
kok q syuka bingit ama mak lampir menyebalkn skli... thor buat istri pertama di ceraikn krna jht bingit sellu cari gara2 ama elsa
Wahyuningsih
lanjut thor.... dtnggu upnya yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk inaaak menunggu.... srhag sellh jga keshtn tetp 💪💪💪💪 n makaciiiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus langsung di skak mat
Wahyuningsih
dtnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 up thor tk enak menunggu... sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
Wahyuningsih
mampir q thor
Ummanya Hil_Ziy: Makasih Beb' sudah singgah di lapak baruku. di jamin cerita ini, gk kalah seru juga dengan lapakku yang lain😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!