NovelToon NovelToon
Rintihan Hati Nadira

Rintihan Hati Nadira

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:130.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Kehidupan Nadira semakin menderita sejak kejadian malam itu. Mulai dirinya yang ternyata hamil di luar nikah, di keluarkan dari kampus secara tidak hormat. Semua orang mengecapnya sebagai wanita tidak baik. Pupus sudah impiannya selama ini untuk bisa lulus kuliah dan bekerja kantoran. Yang ada dirinya harus hidup penuh penderitaan. Leon yang merupakan ayah dari anak yang di kandungnya pun tak mau bertanggung jawab.

Hingga pada akhirnya kedua orang tua Leon tahu kelakuan anaknya. Mereka terpaksa menikahkan Leon dengan Nadira. Setelah menikah pun kehidupan Nadira jauh lebih menderita dari sebelumnya, karena Leon memperlakukannya dengan buruk.

Suatu hari mantan kekasih Leon yang bernama Vanesa meminta kembali menjalin hubungan dengannya. Hampir setiap hari Leon dan Vanesa bermalam bersama di rumah yang sama dengan Nadira. Hati Nadira semakin sakit saat melihat kemesraan mereka. Biar bagaimana pun Leon adalah suaminya dan tak pantas berselingkuh di depan matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemukanmu

Setelah berpikir panjang akhirnya Nadira menerima ajakan Devan untuk berlibur ke kota. Ia juga kasihan kepada Bu Ela yang selama ini sering mengajak pergi ke kota tetapi ia malah menolak. Alasan Nadira tentu karena takut jika nanti bertemu dengan Leon dan keluarganya.

Saat ini mereka sedang berada di perjalanan menuju ke kota. Sepanjang jalan Asila tampak berceloteh. Bocah kecil nan cantik itu memang terlihat pintar.

"Papah, kapan kita sampai? Cila ingin pelgi ke tempat pelmainan anak-anak," ucap Asila dengan logat cadel ala anak kecil.

"Putri papah tidur dulu saja. Nanti kalau sudah sampai pasti papah bangunkan," ucap Devan sambil mengusap gemas pucuk kepala Asila.

"Baik, Papah." Bocah kecil itu tampak patuh.

Devan memang meminta Asila memanggilnya Papah. Ia lakukan karena Asila yang sering kali menanyakan keberadaan papahnya kepada Nadira. Teman seusianya selalu bermain bersama papahnya, sedangkan ia hanya punya ibu. Nadira sedih setiap kali anaknya bertanya soal papahnya. Untung saja Devan mengaku sebagai papahnya, walaupun sebenarnya Nadira sedikit mempermasalahkan. Nadira pun ikut senang melihat Asila yang tak murung lagi karena tahu jika memiliki papah, walaupun sebenarnya Devan bukanlah papahnya.

Di jok belakang, Ningsih terlihat cemburu melihat interaksi mereka. Sebisa mungkin ia mencoba untuk melupakan semuanya. Devan, lelaki tampan dan mapan yang beberapa tahun ini ia kagumi, nyatanya tidak bisa bersanding dengannya. Ningsih pun sadar diri jika ia tak pantas untuk Devan.

"Nak, kamu kenapa?" Bu Ela melihat Ningsih menitihkan air matanya.

"Ningsih baru bangun tidur, Mah. Jadi sudut mata Ningsih sedikit basah," ucap Ningsih.

Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya mereka sampai juga di ibukota. Sejak tadi Bu Ela menatap bangunan menjulang tinggi di sepanjang jalan. Tak menyangka karena akhirnya bisa menginjakan kakinya di ibukota.

Devan menghentikan mobilnya di parkiran apartemen. Mereka semua bergegas keluar lalu mengikuti Devan menuju apartemennya.

"Terima kasih, Nak Devan. Sudah sangat baik kepada kami dan membiarkan kami untuk menginap disini," ucap Bu Ela saat mereka sudah sampai di dalam apartemen.

"Sama-sama, Bu. Kebetulan disini juga ada pembantu yang bisa melayani kalian. Hanya saja pulang pergi, tidak tinggal disini. Em sepertinya saya tidak bisa berlama-lama karena harus pergi ke rumah sakit, ada kerabat yang sedang sakit," ucap Devan sambil menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Hati-hati, Nak," ucap Bu Ela.

Setelah kepergian Devan, kini Nadira dan Ningsih pergi ke dapur untuk memasak. Sedangkan Bu Ela bermain bersama Asila. Untung saja bahan makanan di dalam kulkas sangat lengkap, jadi mereka langsung saja memasak.

....

....

Saat ini Leon baru sampai di mansion utama, tempat tinggal orangtuanya. Semenjak kebusukan Vanesa terkuak, Bu Salma memang langsung pindah ke rumah utama. Vanesa juga sudah bercerai dengan Leon. Bahkan Leon mengancamnya agar tidak melakukan tindakan berbahaya kepada keluarganya.

"Akhirnya kamu datang juga. Semenjak kamu bercerai, kamu hanya menyibukan diri dengan bekerja. Bahkan sampai lupa mengunjungi mamah. Move on dari wanita tidak tahu diri itu. Kamu harus melanjutkan masadepanmu, Nak. Cari keberadaan Nadira! Mamah yakin sekarang anakmu sudah besar," ucap Bu Salma kepada putranya yang baru duduk di hadapannya.

"Beberapa bulan ini Leon sudah mencoba mencari keberadaannya. Leon sadar kalau tak seharusnya terus terpuruk. Biar bagaimana pun Nadira masih istri sahku. Tapi belum ada kabar apa pun dari anak buah Leon, Mah," jelas Leon.

"Apa kamu mencintainya?"

"Aku mencintainya, aku menyesal karena selama ini sudah membuatnya terluka," ucap Leon penuh penyesalan.

"Bagaimana mungkin keberadaannya tidak bisa diketahui? Pasti ada orang di balik ini semua yang menutupi identitasnya," ucap Bu Salma.

"Sepertinya begitu, apalagi orang suruhanku sudah mengecek setiap terminal bus dan bandara tetapi tidak ada jejak apa pun."

Tentu mereka akan sulit untuk mencari keberadaan Nadira, karena selama ini Nadira berada di kampung paling pelosok di jawa tengah. Tempat terpencil di tengah hutan. Sudah pasti keberadaannya sulit di ketahui. Apalagi Nadira tak pernah kemana-mana keculi ke pasar.

"Tetapi mamah tidak mau tahu, kamu harus terus mencarinya. Mamah ingin Nadira dan anaknya kembali ke keluarga kita. Pasti hidupnya di luar sana cukup sulit. Apalagi terakhir kali mamah tahu kalau dia tinggal di rumah kardus."

"Kenapa mamah tidak pernah bilang kalau Nadira sempat tinggal di rumah kardus?" tanya Leon.

"Memangnya kalau mamah bilang sejak dulu, kamu akan peduli? Apalagi setelah kejadian kecelakaan itu kamu berbulan-bulan di rumah sakit. Bahkan psikismu yang sedang terguncang karena Vanesa, membuatmu semakin lama dalam masa pemulihan," ucap Bu Salma.

"Sepertinya aku harus segera pergi," ucap Leon lalu melangkah pergi dengan sedikit tergesa-gesa.

"Leon ..., " panggil Bu Salma tetapi Leon terus melanjutkan langkahnya.

Di tempat lain, yaitu di sebuah mall, Nadira sedang mengawasi anaknya yang sedang bermain di area bermain anak-anak. Ningsih dan Bu Ela pun sedang duduk tak jauh dari mereka sambil menikmati minuman dingin. Sedangkan Devan sedang sibuk menerima telepon dari asistennya.

Devan menghampiri Ningsih, Bu Ela dan juga Nadira untuk berpamitan. Sebenarnya ada rasa enggan untuk pergi karena masih ingin berlama-lama dengan mereka. Namun, pekerjaannya sangatlah mendesak.

Tak lama, Asila pun sudah terlihat lelah bermain. Nadira mengajaknya pergi. Ningsih dan Bu Ela pun berjalan persis di depannya. Mereka akan pergi ke salah satu restoran yang ada di mall itu untuk makan siang.

"Ning, Bu, silakan kalian pilih menu duluan!" pinta Nadira dan mereka berdua yang duduk di depannya langsumg melihat-lihat daftar menu.

"Mah, Cila mau es klim," ucap Asila dengan nada cadelnya.

"Sila sayang, kamu jangan makan es krim loh. Ingat pesan mamah tidak?" Nadira mencoba membujuk anaknya.

Bocah kecil itu mengerucutkan bibirnya. Jika keinginannya tidak terpenuhi maka bocah itu memang selalu mengambek. Namun, tidak sepenuhnya Nadira menuruti semua keinginan anaknya, karena ia tak mau jika nanti anaknya manja.

"Nenek, mamah tuh pelit," ucap Asila mengadu kepada Bu Ela.

"Sila sayang, apa yang dikatakan oleh mamah itu benar. Kamu jangan terlalu sering makan es krim loh. Apalagi Sila belum makan," ucap Bu Ela.

"Maaf ya mamah, Cila nda akan lewel lagi. Nda minta es klim lagi," kata Asila sambil memegangi lengan baju Nadira.

Bocah kecil itu memanglah terlihat pintar. Di usianya yang baru tiga tahun lebih, tapi sudah tahu banyak hal. Termasuk berlatih bernyanyi bersama ibunya.

Setelah memesan, Nadira izin ke toilet. Sedangkan anaknya sedang berceloteh manja bersama Ningsih.  Hanya beberapa menit saja ia sudah keluar lagi dari toilet. Nadira berjalan tergesa-gesa dan tak sengaja menabrak seseorang.

"Maaf, saya tidak sengaja." Nadira sedikit menunduk karena terlihat tak enak.

"Nadira," ucap lelaki di depannya dan tentu saja membuat Nadira mendongkakkan kepalanya.

"Maaf aku harus pergi." Nadira melangkah pergi dari sana menghiraukan lelaki itu yang tak lain adalah Leon.

1
nisacantik
ko ga terusan kan lucu tentang arsila
Adi Iyem
y banyak benar , demam bayar 50 juta
muhammad affar
jgn bikin lupa ingatan Thor
Sri Fauziahanwar
wihhh...kayakny cila jodoh doni yg tertunda wkwkwkwk....om danteng cuma punya cila yg lain nda boleh!!
Lee Mba Young
kl nadira minta maaf makin besar kepala si Leon udah bohong ma istri gk minta maaf malah istri nya suruh minta maaf ma arini. Gila tu Leon pling clbk ntar itu apa lagi ayah arini ngomong nitip krn sebatang Kara, hai arini bukan bayi kl sebatang Kara gk bisa hidup toh sdh lewat gadis jd bisa hidup sendiri lah ngapain malah wasiat nitip in ma mantan yg sdh punya kluarga gk etis apalagi Leon smp gk jujur ma nadira.
hrs Leon yg minta maaf ma nadira krn bohong
Lee Mba Young
jng mudah luluh nadira lihat suamimu beberapa malam keluar pasti nemui arini dan sudah bohong pake HP di kunci jng lngsung minta maaf tp cek dulu HP suamimu trus yg teges bisa aja itu cm alasan Leon mnjauh kan arini tp ntar tiba tiba nemui. gk mungkin arini gk punya maksud lihat tiba tiba ayah arini minta Leon menjaga trus arini mau jd OG semua pasti punya niat lo. jng mudah percaya apalagi Leon sdh berani bhong itu sdh jd tanda Tanya besar. sekarang pelakor banyak yg macak polos.
Siti Aisyah Aisyah
lnjut up lg thor
Ama: hehe besok
total 1 replies
Sri Fauziahanwar
sabar leon wkwkwkwk...
Azrilali Ali
akhirnya bertemu jg..
Amallia 2
baik
Amallia 3
mantap
Ama
bagus
Azrilali Ali
ceritanya bagus,semangat bt author
Ama: makasih kka
total 1 replies
Azrilali Ali
sabar ya nadira
Azrilali Ali
jahat bgt Dion,
Putri Chaniago
moga diakhir cerita Nadira pisah dari Leon ,
g suka bila lelaki yg sudah selingkuh tetap diterima istrinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!