NovelToon NovelToon
Asisten Pribadi Mantan

Asisten Pribadi Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Dirga dan Asha..

Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.

Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.

Namun takdir berkata lain..

Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.

Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..


Lima tahun berlalu..

Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..

Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.

apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Malam tadi Dirga memasang alarm di ponselnya pagi-pagi sekali..

Ia berencana untuk menyiapkan sarapan untuk ia dan juga Asha, namun Dirga sendiri sadar jika dirinya tidak bisa masak

Begitu ia bangun tidur, Dirga langsung membuka aplikasi online dan memesan beberapa makanan untuk nanti ia dan Asha makan

Namun bukan Dirga namanya jika tidak ingin terlihat keren di depan Asha

Pukul 06.00 Asha bangun karena bunyi alarm dari ponselnya, setelah mencuci muka dan mandi Asha turun untuk menyiapkan sarapan

Namun begitu Asha melewati meja makan, disana sudah tersusun rapih makanan yang menggugah selera

Diatas meja tertata ayam goreng, sayur, jus buah untuk mereka berdua

" Pagi Asha " ucap Dirga keluar dari dapur dengan menggunakan celemek

" Pagi Pak Dirga" sapa Asha dengan tersenyum manis

" Masih dirumah, kenapa harus Pak ? "

" Komen aja deh "

Dirga menghela nafas panjang

" Ini semua kamu yang masak ? " Asha menunjuk kearah meja makan

" Tentu, kamu nggak liat kalau aku masih pakai celemek ? "

" Liat ko, yaudah aku pergi ke dapur dulu buat ambil minum "

Dirga mengangguk dan segera duduk di kursinya

Saat Arsha hendak membuang sampah, ia melihat sebuah plastik dari salah satu rumah makan

Disana juga masih ada nota pembelian makanan tersebut

Asha membawa nota itu kehadapan Dirga

" Dirga.. "

" Ya, Sha ? "

" Ko isi nota ini persis sama makanan yang ada di meja ya "

Dirga mengusap wajahnya kasar, sedangkan Asha tak bisa menahan tawanya lagi

" Kalau aku masak beneran yang ada kita gagal sarapan lagi, Sha "

Asha mengusap pelan pipi Dirga

" Makasih untuk usahanya, Pak Dirga "

Dirga tersenyum dan memegang pipinya yang Asha usap

" Gue nggak mau cuci muka " ucap Dirga pelan, namun masih terdengar oleh Asha

Asha pun tertawa melihat tingkah konyol Dirga yang tidak berubah

Ditengah-tengah sarapan, ponsel milik Asha berdering panggilan masuk dari Naufal.

Asha pun mengangkat panggilan itu dan me loud speaker nya

" Pagi, Asha "

" Pagi Fal... "

" Udah sarapan belum, Sha ? "

" Ini lagi sarapan"

Dirga yang sedang sarapan pun ikut mendengarkan

" Sarapan sama mantan ? "

" Iyah nih "

Dirga meraih ponselnya Asha dengan cepat

" Hallo "

" Hallo Pak Dirga "

" Asha lagi sarapan "

" Iyah saya tau Pak, tadi kan Asha sudah bilang"

" Oya Pak Dirga kebetulan saya mau ngomong sesuatu "

" Ngomong apa ? "

" Saya punya uang 5 juta, kurang berapa lagi ya biar bisa 2 milyar ? "

Dirga menghela nafas berat

" Kurang banyak "

Dirga langsung mematikan panggilan Naufal

" Ko dimatiin sih ? "

" Ganggu "

" Yaudah sini balikin hpnya "

" Enggak "

Asha mencoba mengambilnya

" Sini Dir "

" Engga mau, nanti kamu telpon lagi "

" Enggak, sini balikin "

" Enggak mau "

" Dirgantara Mahessa "

" Asha Prameswari.. "

" Dirga nyebelin"

" Biarin "

Dirga pun menahan ponsel milik Asha, walaupun sang pemiliknya kini sedang menatap Dirga dengan sinis.

Sesampainya di kantor Asha berjalan di belakang Dirga..

Saat melewati lobby kantor, seorang perempuan cantik menyapa Dirga

" Selamat pagi, Pak Dirgantara. Semoga hari ini menyenangkan " ucap wanita itu dengan tersenyum manis

" Pagi " Dirga membalasnya dengan tersenyum

Asha menghentikan langkahnya..

Ia memperhatikan cara Dirga tersenyum kepada perempuan itu

" Cih, aku juga bisa kayak gitu " ucap Asha tanpa sadar

Asha dan Dirga naik menuju ruangan dengan lift, tak ada yang aneh saat ini hingga moment itu pun segera di mulai.

" Silahkan Pak Dirgantara, semoga hari ini menyenangkan" ucap Asha sambil mempraktikkan perempuan tadi

" Sha.. "

" Ya Pak Dirgantara? "

" Aneh "

Dirga menggeleng dan segera masuk kedalam ruangannya

Dirga belum menyadari apa yang akan ia hadapi selanjutnya, ia pun mulai bekerja seperti biasa

Tak lama pintu ruangan terbuka, Asha masuk dengan membawa segelas teh hangat untuk Dirga

" Selamat pagi Pak Dirgantara, silahkan tehnya."

" Terimakasih "

" Sama sama, semoga hari Pak Dirgantara menyenangkan "

Asha pun keluar dari ruangan Dirga

" Asha kenapa ? Nggak biasanya kayak gitu " ucap Dirga dengan bingung

Hal itu terus berlanjut hingga siang hari..

Seperti saat ini, Dirga sedang membawa laporan meeting kedalam ruangan Dirga

" Selamat siang Pak Dirgantara, ini laporan hasil meetingnya "

Saat itu diruangan Dirga ada Kevin, Bayu dan Reza. Mereka pun ikut merasakan ada yang aneh dari Asha

" Semoga hari Pak Dirgantara menyenangkan " Asha pun segera keluar dari ruangan Dirga

Dirga menggelengkan kepalanya

" Asha hari ini aneh " kata Dirga

" Iyah, tumben banget dia manggil Lo Dirgantara " ucap Reza

" Terus juga kenapa dia selalu bilang semoga hari Pak Dirgantara menyenangkan, udah kayak resepsionis kantor" ucap Bayu

Ucapan Bayu membuat Dirga menyadari sesuatu

" Oo gue tau " ucap Dirga sambil tersenyum tipis

" Apa ? " tanya Bayu

Dirga pun memiliki kesempatan untuk membalas Asha

...

Asha makan siang bersama Dirga dan ketiga sahabatnya

Awalnya tidak ada yang aneh, hingga Dirga memberikan kode kepada teman-temannya itu

" Oh ya Dir, tadi resepsionis dibawah nanyain Lo " ucap Reza

" Nanya apa ? "

" Katanya Lo itu udah punya pacar belum, gue jawab aja belum "

" Ohh "

Bayu ikut menimpali

" Cantik sih emang, apalagi body nya, beuh Dir.. "

Asha yang mendengar pura-pura tidak perduli, walaupun ia sudah ingin pergi dari sana

" Kalau kata gue sih ya, deketin aja ga sih Dir ? Siapa yang nolak CEO coba " ucap Bayu

" Boleh juga ide lo Bay " ucap Dirga dengan santai

Asha tiba-tiba bangun dari duduknya

" Saya udah kenyang pak, duluan ya "

" Loh kamu naik apa ke kantor Sha ? "

" Masih ada ojek online, di lanjut aja makan siangnya Pak Dirgantara"

" Semoga hari Pak Dirgantara menyenangkan "

Asha pun benar-benar pergi saat itu juga

Dirga dan ketiga sahabatnya itu tertawa lepas

" Fix kayaknya dia cemburu Dir " ucap Kevin

" Berarti dia emang masih sayang sama gue " ucap Dirga dengan bangga

..

Asha duduk diruangannya dengan rasa kesal

Setelah makan siang tadi, Asha enggan menemui Dirga

Bahkan saat Dirga meminta laporan pun, Asha menyuruh ob Untuk memberikan kepada Dirga

Hingga sore hari, disaat Asha sedang merapihkan beberapa berkas pintu ruangannya terbuka

Dirga masuk keruangan Asha tanpa permisi

" Sekretaris saya itu siapa ya ? " tanya Dirga begitu masuk

" Nggak tau " jawab Asha tanpa menoleh

Dirga mendekati meja kerja Asha, kemudian memutar kursi itu hingga membuat mereka saling bertatapan

" Pak Dirga mau ngapain? "

" Mau liat mantan saya yang Cemburu "

Asha memutar bola matanya

" Jangan ganggu deh Pak, saya lagi kerja. Sana pergi keruangan Pak Dirga "

Dirga tersenyum tipis

" Yang atasan itu kamu atau saya ? "

" Pak Dirga "

" Terus kenapa berani nyuruh saya ? "

Asha pun diam

" Kalau cemburu bilang aja Sha "

" Enggak, siapa juga yang Cemburu sih "

Dirga mengangkat wajah Asha yang sejak tadi menunduk

" Aku nggak mau wanita lain, Asha "

" Aku cuma mau kamu.. "

" Aku cuma ingin kamu, Asha Prameswari"

Jantung Asha berdebar dengan kencang..

Terlebih saat ini Dirga sedang menatap dirinya dengan lekat

Setelah tujuh tahun berlalu, debaran jantung itu masih sama saat mereka masih bersama

.....

Malam hari Asha dan Dirga duduk di halaman belakang dengan ditemani secangkir teh hangat

Asha menatap langit yang gelap sedangkan Dirga justru memperhatikan wanita yang ada disampingnya

" Sha.. "

" Ya..? "

" Kita belum bisa balik kayak dulu yah ? "

Asha menoleh..

Kemudian kepala nya menggeleng pelan

" Aku masih trauma kejadian tujuh tahun yang lalu "

" Dan aku masih butuh waktu buat sembuh Dir "

Dirga mengangguk singkat

" Nggak apa apa, aku ngerti Sha "

" Aku juga nggak akan maksa kalau memang kamu belum siap "

Asha menyandarkan kepalanya di pundak Dirga

" Dirga.. "

" Hmm..? "

" Aku cuma mau kamu tau satu hal "

" Apa ? "

" Dari dulu aku nggak pernah berhenti sayang dan cinta sama kamu Dirga "

Dirga menggenggam tangan Asha

" Dulu aku berpikir kita nggak akan pernah ketemu lagi "

" Tapi ternyata Tuhan masih baik "

Dirga mengusap lembut punggung tangan Asha

" Sha.. "

" Aku emang ga bisa janjiin kamu untuk hal kedepannya"

" Tapi selama aku masih hidup, aku nggak akan biarin kamu pergi lagi Sha "

" Walaupun ada yang meminta kamu pergi lagi, aku akan ikut sama kamu Sha "

Mata Asha mulai panas..

Perlahan airmata mengalir membasahi wajahnya

" Mulai detik ini, jangan pernah merasa sendiri ya Sha "

" Ada aku, Dirgantara Mahessa yang akan jagain kamu "

Asha memeluk lengan Dirga dengan erat

Seolah ia takut akan kehilangan pria itu kembali

Begitu juga dengan Dirga

Ia tau ia harus menunggu lagi, namun ia tak masalah asal ia masih bisa melihat Asha disampingnya

1
partini
satu kata buat kamu Dirga STUPID
partini
ya sat set lah cari tau
Angga Gati
lanjut kak👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!