NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KABAR BURUK

Suasana di ruangan itu agak pengap, hanya diterangi sebatang lilin kecil yang bergoyang tertiup angin malam.

Ara sedang berjinjit, berusaha meraih sebuah stoples kaca tebal berisi benih bunga langka di rak paling atas.

"Sedikit lagi... ah, kenapa ditaruh tinggi sekali sih kemarin," gerutu Ara pada diri sendiri.

Tiba-tiba, sebuah lengan kekar terulur dari belakang tubuhnya.

Dengan sangat mudah, tangan besar itu mengambil stoples kaca yang sejak tadi diincar Ara, membuat dada bidang pria itu menempel sempurna di punggung Ara, menyalurkan rasa hangat.

"Ini yang kamu cari?" tanya Lucian dengan suara baritonnya yang berat, tepat di samping telinga Ara.

Ara tersentak kaget, langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat.

Posisi mereka berdua menjadi sangat dekat di dalam ruangan sempit itu.

"Ian! Bisa tidak sih kalau datang itu ketuk pintu dulu atau bersuara? Hobimu suka sekali muncul seperti hantu!" seru Ara kesal dan juga gugup.

Lucian tidak menjauhkan tubuhnya, dia menurunkan stoples kaca itu ke meja di sebelah mereka, namun kedua tangannya tetap mengurung sisi tubuh Ara, mata tajam nya menatap lekat-lekat stoples tersebut, lalu beralih ke wajah Ara.

"Ruangan ini tidak ada pintunya, Nona kubis, dan untuk apa kamu mengumpulkan benih tanaman aneh ini di tengah malam?" tanya Lucian, menaikkan sebelah alisnya.

Ara mendengus malas, berusaha mengabaikan debaran aneh di dadanya akibat jarak mereka yang terlalu memangkas ruang.

"Ini bukan tanaman aneh, ini benih bunga matahari khusus yang minyaknya bisa dipakai untuk menenangkan saraf dan meredakan stres. Karena suamiku akhir-akhir ini hobi marah-marah, aku berniat menanamnya lebih banyak di kebun," jawab Ara, menjelaskan dengan jelas.

Lucian tertegun sejenak, lalu sebuah seringai tipis muncul di wajah tampannya.

"Oh, jadi benih ini disiapkan khusus untukku?" tanya Lucian, tersenyum miring.

"Jangan percaya diri dulu, Tuan Ian! Aku menanamnya juga untuk dijual ke kota karena harganya sangat mahal," elak Ara dengan cepat, memalingkan wajahnya yang mendadak terasa agak panas karena tatapan dari Lucian.

Lucian mengambil satu genggam benih dari stoples yang terbuka, memperhatikan bentuknya yang hitam berkilat dengan kerutan di keningnya.

"Bentuknya aneh, aku belum pernah melihat benih bunga matahari yang sebersih dan sepadat ini di," gumam Lucian, pelan.

Sebagai seorang Duke Muda yang sering mengawasi pasokan logistik militer, Lucian tahu betul kualitas tanaman.

Benih di tangan Ara ini terlalu sempurna, seolah-olah ditumbuhkan di tanah surga, bukan di tanah perbatasan yang tandus.

Ara yang menyadari kecurigaan Lucian langsung merebut kembali benih itu dari tangan suaminya dengan gerakan lincah.

"Tentu saja kamu tidak pernah lihat! Ini bibit unggulan yang ku rawat dengan cara khusus. Sudah, jangan banyak tanya, lebih baik kamu membantuku memilah benih-benih yang bagus ini," ucap Ara, mengalihkan pembicaraan.

Lucian mengalah, dia menarik sebuah kursi kecil yang ada di pojok ruangan lalu duduk di dekat meja kerja Ara.

"Bagaimana caranya? Aku tidak tahu mana yang bagus dan mana yang busuk," ucap Lucian, bingung.

"Lihat yang permukaannya halus dan agak berat saat dipegang, itu yang bagus yang kopong atau warnanya kusam, pisahkan ke wadah sebelah kiri. Mengerti, Kuli Kebun?" jelas Ara ikut duduk di hadapannya, menumpahkan isi stoples ke atas meja kain.

"Mengerti, Nona Kubis," jawab Lucian pendek, mulai menggerakkan jemari besarnya yang biasa memegang pedang untuk memilah benih-benih kecil itu dengan sangat hati-hati.

Suasana di dalam ruang penyimpanan itu mendadak menjadi tenang, hanya terdengar suara ketukan pelan benih yang dimasukkan ke dalam wadah kayu.

Ara sesekali melirik ke arah Lucian yang tampak sangat serius bekerja di bawah temaram cahaya lilin, garis rahang tegas dan siluet wajah pria itu terlihat berkali-kali lipat lebih menawan dari biasanya.

"Kenapa? Wajahku lebih menarik daripada benih tanamanmu?" tanya Lucian tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya dari meja, sadar kalau sejak tadi sedang diperhatikan.

Ara langsung gelagapan, buru-buru membuang muka sambil berdeham keras untuk menutupi salah tingkahnya.

"Uhuk! Siapa juga yang melihatmu! Aku cuma memastikan tangan besar mu itu tidak menghancurkan benih-benih mahal ku!" jawab Ara, melotot kan matanya galak.

Lucian tertawa rendah, suara tawanya terdengar sangat renyah di keheningan malam itu, membuat batin serigalanya benar-benar merasa damai seutuhnya hanya karena ditemani oleh omelan gadis di hadapannya.

"Sudah cepat jangan tertawa terus, setelah ini kita harus tidur, takut besok kesiangan," ucap Ara, melirik Lucian kesal dan juga malu.

"Menggemaskan," batin Lucian, tersenyum.

...****************...

Rutinitas pasutri baru itu setiap pagi berkebun.

Bayangin kalau orang-orang tahu, seorang Duke muda dan Putri seorang Raja sedang mencangkul tanah di kebun mereka.

Lucian baru saja selesai membantu Ara memindahkan beberapa karung pupuk alami ke dekat kebun kubis ketika dia melihat sebuah kode rahasia berupa ketukan burung di pagar pembatas belakang.

Lucian berdeham pelan, lalu menoleh ke arah Ara yang sedang sibuk mencatat persediaan obat herbal di teras gubuk.

"Nona kubis, aku ke belakang sebentar, mau memeriksa saluran air di dekat hutan," ucap Lucian beralasan.

"Iya, jangan lama-lama, setelah itu bantu aku memindahkan sisa pot yang ada di gudang, ya," jawab Ara menengadah dari catatannya, lalu mengibaskan tangan acuh tak acuh.

"Iya, Nona Kubis," jawab Lucian, lalu melangkah lebar menuju area hutan sepi di belakang gubuk Ara.

Begitu tubuhnya tersembunyi di balik pepohonan besar, sosok Patrik langsung melompat turun dari atas dahan pohon dengan wajah yang sangat pucat dan napas yang memburu.

"Ada apa, Patrik? Kenapa wajahmu panik begitu?" tanya Lucian, alisnya bertaut melihat tangan kanannya yang biasanya tenang kini tampak sangat gemetar.

"T-Tuan Muda... ini gawat," ucap Patrik dengan suara panik, buru-buru menyerahkan selembar gulungan kertas berlogo kelurga Alistair.

"Kondisi Nyonya Jasmine mendadak drop semalam, beliau jatuh pingsan dan sampai sekarang belum sadarkan diri," lapor Patrik, pelan.

Mendengar kalimat itu, jantung Lucian seperti berhenti berdetak seketika.

"Apa kamu bilang?! Ibunda pingsan? Bagaimana bisa?!" tanya Lucian, mengeram rendah.

"Lady Michelle tanpa tahu malu mendatangi kediaman Alistair dan membuat keributan besar dengan akting kehamilan palsunya, Tuan," jawab Patrik, buru-buru menambahkan informasi sebelum Tuan Mudanya mengamuk di tempat.

"Dan Tuan Besar Lucas hampir membunuhnya di tempat, tapi Nyonya Jasmine melarang nya, setelah lady Michelle di usir tiba-tiba Nyonya Jasmine jatuh pingsan," lanjut Patrik.

KRETEK

Batang pohon tempat Lucian bersandar langsung retak karena remasan tangan kekarnya, mata emas Lucian berkilat tajam memancarkan aura Alpha yang sangat pekat dan mematikan, menahan amarah yang luar biasa besar di dalam dadanya.

"Wanita ular itu, dia benar-benar mencari mati!" desis Lucian dengan suara rendah yang sangat berbahaya, rahangnya mengeras sempurna.

"Tuan Besar Lucas meminta Anda untuk segera kembali ke ibu kota Kerajaan Harper segera, Tuan Muda. Nyonya Jasmine terus menggumamkan nama Anda dalam pingsannya," ucap Patrik, menundukkan kepalanya dalam-dalam.

1
ryuka
araaa kanu mending jujurr 🤭🤭🤭🤭
kaylla salsabella
hayooo kok dia " nya mau di jodohkan🤣🤣
kaylla salsabella
cara nya gimana🤔🤔
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!