"Kenapa semua orang bertanya, kapan nikah... kapan nikah. Nanti jika sudah saatnya aku akan menikah juga." rutuk Zahira kesal.
Seorang gadis yang sudah berusia 25 tahun. Belum menikah sehingga kedua orang tuanya mencarikan jodoh untuknya.
Gadis itu bernama Zahira Banafsha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Imam sempurna
Selesai sholat Ashar dengan di Imami Adam, Zahira langsung menuju dapur. Melihat bahan-bahan apa saja yang tersedia di kulkas.
"Masak apa ya enaknya? Ibunya Kak Adam kan nggak boleh makan yang bersantan." Gumam Zahira nampak berpikir.
"Lebih baik masak sayur sop aja deh."
Zahira menanak nasi terlebih dahulu. Setelah itu mengiris bahan-bahan untuk sayur sop. Membuat perkedel kentang juga lalu menggoreng ikan mujaer, tempe, tahu dan tidak lupa juga membuat sambal. Zahira begitu sibuk berkutat di dapur hingga ia lupa untuk mengabari orang tuanya di rumah.
Sekitar satu jam lamanya bertempur di dapur akhirnya masakannya pun selesai. Tidak lupa juga mencuci peralatan masak yang tadi di gunakan agar tidak menumpuk. Jadi, nanti tinggal mencuci piring bekas makan saja.
"Aduh, lupa lagi belum ngabari Emak kalau aku pulangnya nanti." Zahira menepuk keningnya. Bisa-bisanya tidak ingat sama sekali.
Tanpa menunggu lama lagi, Zahira langsung menelpon adiknya. Menyuruh Akmal untuk memberitahukan sang Ibu jika dirinya masih berada di rumah Adam untuk ikut makan malam bersama. Setelah Ibu Zahira berkata tidak masalah, Zahira mengakhiri panggilannya.
***
Waktu Maghrib sudah tiba. Lagi-lagi Adam yang memimpin sholat. Zahira dibuat kagum dengan suara merdu Adam. Adam begitu fasih melantunkan ayat-ayat Al-qur'an.
"Calon Imam sempurna." Batin Zahira tersenyum lucu sambil melipat mukenanya.
Selesai sholat Zahira menghidangkan hasil masakannya di meja makan di bantu oleh Adam. Ayah menuntun Ibu menuju meja makan.
"Harum sekali masakan calon mantu Ibu." Puji Ibu mencium aroma makanan, membuat Zahira tersenyum.
"Semoga Ibu, paman dan Kak Adam suka dengan hasil masakanku ini." Ucap Zahira.
Melihat calon Ayah mertuanya yang mengambilkan makanan untuk Ibu. Membuat Zahira juga ingin mengambilkan makanan untuk Adam. Tapi ia tidak punya keberanian itu. Hanya bisa diam saja saat Adam mengisi piringnya dengan nasi dan lauk.
"Enak sekali Nak, masakan kamu pas di lidah." Kata Ayah setelah menguyah makanannya.
"Kamu pintar sayang dalam memasak, kamu juga tahu jika Ibu belum boleh makan yang bersantan." Sambung Ibu setelah mengunyah makanannya.
"Alhamdulillah kalau makanan ini enak. Sebenarnya tadi saya bingung mau masak apa? Tapi mengingat kondisi Ibu dalam masa pemulihan, jadi saya membuat masakan yang sederhana ini." Jawab Zahira.
"Tuh lihat, Adam saja sampai nambah makannya." Kekeh Ibu melihat putranya yang begitu lahap sekali bahkan sampai nambah lagi.
"Adam lapar Bu, Ibu tahu sendiri kan jika Adam suka dengan sayur yang bening." Jawab Adam jujur.
Memang benar Adam sangat menyukai sayur yang bening-bening, jika sayur yang bersantan Adam kurang suka. Entahlah mengapa demikian. Apalagi masakan Zahira ini sangat enak menurutnya. Di tambah ikan mujaer yang di goreng garing dengan adanya sambal maka makin terasa nikmatnya.
Zahira senang jika keluarga Adam menyukai masakannya. Setelah selesai makan Zahira mencuci piring bekas makanan.
"Perlu aku bantu." Suara berat Adam berdiri di sampingnya.
Zahira menoleh. "Tidak perlu Kak, lagian ini juga sudah selesai." Jawab Zahira lalu mengelap tangannya dengan serbet.
Mereka menghampiri Ayah dan Ibu yang lagi duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.
"Paman, Ibu.. Zahira pamit pulang ya." Ucap Zahira.
"Sekali lagi terima kasih ya Nak, kamu bersedia masak makan malam untuk kami. Pasti kamu juga capek mau istirahat karena besok harus kerja lagi." Ucap Ibu.
"Iya Bu sama-sama, saya juga senang bisa memasak untuk kalian." Jawab Zahira tersenyum.
"Lagi pula saya tidak begitu capek." Sambungnya.
"Ayo aku antar kamu pulang." Sahut Adam lalu melangkah keluar.
"Saya pamit ya Bu, Assalamu'alaikum." Zahira menyalami tangan kedua calon mertuanya.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Ayah dan Ibu.
Zahira mengikuti langkah Adam keluar rumah. Adam mengambil motor matic milik Ayahnya untuk mengantar Zahira pulang. Jarak rumah mereka tidak terlalu jauh, sekitar dua menit sudah sampai di rumah Zahira. Begitu sampai Zahira langsung turun dari motor.
"Kak Adam nggak mau masuk dulu gitu, ketemu Emak sama Bapak." Zahira menawari Adam untuk masuk ke dalam rumahnya walau hanya sebentar.
" Tidak usah, aku langsung pulang saja mau istirahat." Jawab Adam datar.
"Ya udah, kalau gitu selamat istirahat ya Kak." Ucap Zahira dengan senyum manisnya.
"Eh'hm.." Adam berdehem singkat melihat senyum manis Zahira untuknya.
.
.
.
Bersambung...
kemunafikan dalam novel ini yang di benarkan oleh wanita2
*pelakor dilaknat tapi pebinor dibela
*pelakor suka pada suami orang dianggap menjijikan sedangkan pebinor suka pada istri orang hal biasa
*pelakor diperlakukan sangat2 kasar tapi pebinor dibela
*suami cemburu dibilang cemburu buta dan salah suami tapi istri cemburu dibilang dibilang normal dan tetap salah suami
*istri boleh cemburu sedangkan suami tidak boleh
*istri boleh baik pada lelaki lain tapi suami tidak boleh
*istri boleh lembut pada lelaki tapi tapi suami tidak boleh
*istri boleh membela pria lai tapi suami tidak boleh
*suami membela pria lain dinggap keslahan fatal tapi istri membela pria lain adalah hal biasa
Thor novel mu hanya menunjukkan keegoisan mu dan kemuna..kan mu dalam berkatya
contoh pria munafik adalah
melaknat pebinor tapi lembut pada pelakor
contoh wanita munafik adalah melaknat pelakor tapi lembut pada pebinor
dan dari novel kelihatan jelas cara kau memperlakukan pelakor dam pebinor
sekian dan Terima kasih
tapi saat posisi pemeran utama wanita yang tidak tegas pada pebinor, semua reader wanita bungkam dan anggap itu bukan masalah besar
ini pebinor diperlakukan lembut
ini kehebatan wanita kalau buat novel
otomatis semua reader langsung ngegas, menghujat dan melaknat habis habisan
tapi kalau pebinor yang berulah
para reader tenang2 aja kayak tidak ada masalah