NovelToon NovelToon
GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tawaki

Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi

​Gerbang Kota Azure Wood berdiri megah, membentang luas bagaikan raksasa yang tertidur. Dinding batu hitamnya bukan sekadar batuan biasa; permukaannya diukir dengan ribuan pola susunan阵法 (Zhenfa - Array Formasi) yang memancarkan aura pertahanan tingkat tinggi. Bagi mata orang awam, itu hanyalah gerbang, namun bagi mata Lin Tian yang telah mengalami transformasi fisik suci, dia bisa melihat denyut nadi energi spiritual yang mengalir di setiap inci batu tersebut. Kota ini bukan sekadar pusat perdagangan, melainkan sebuah benteng pertahanan yang dirancang untuk menahan serangan Beast Spiritual tingkat tinggi.

​Antrean di depan gerbang sangat panjang. Ribuan pemuda berusia 15 hingga 18 tahun, semuanya membawa mimpi menjadi murid Sekte Pedang Azure, berdesakan di bawah terik matahari. Suara riuh rendah memenuhi udara; ada yang sedang memamerkan senjata mereka, ada yang dengan sombong membicarakan tingkat kultivasi mereka, dan ada pula yang terlihat cemas sambil terus memegang tas pinggang mereka yang berisi tabungan keluarga.

​Ye Chuan, yang berjalan di samping Lin Tian, menarik tudung jubahnya sedikit lebih rendah untuk menutupi wajah cantiknya yang menarik perhatian banyak orang. Meskipun dia adalah murid sekte, dia tampak enggan menjadi pusat keramaian.

​"Saudara Lin, kita tidak perlu ikut mengantre di barisan umum," bisik Ye Chuan sambil berjalan menuju jalur khusus di sisi paling kanan gerbang, di mana dua penjaga berbaju zirah perak berdiri dengan tombak bersilang.

​Kedua penjaga itu tampak sangat angkuh. Mereka mengawasi setiap pendaftar dengan pandangan meremehkan. Ketika melihat Ye Chuan dan Lin Tian mendekat melalui jalur khusus, salah satu penjaga mengangkat tombaknya, menghalangi jalan mereka.

​"Jalur ini hanya untuk anggota sekte atau mereka yang memiliki rekomendasi resmi dari Tetua. Jangan coba-coba memotong antrean, bocah!" seru penjaga itu dengan nada kasar, matanya menatap Lin Tian dengan penuh kecurigaan.

​Ye Chuan berhenti melangkah. Ekspresinya yang lembut tadi mendadak berubah menjadi dingin dan berwibawa. Dia mengangkat tangan kanannya, dan di sana, Token Pedang Azure berwarna perak berkilau terang, memancarkan aura esensi pedang yang unik dari sekte mereka.

​"Apakah token ini cukup untuk membuat kalian menyingkir?" suara Ye Chuan tenang namun menusuk.

​Melihat token itu, wajah kedua penjaga tersebut berubah drastis. Warna angkuh di wajah mereka sirna, digantikan oleh kepucatan. Mereka segera menarik tombak mereka dan membungkuk dalam-dalam. "Mohon maaf, Kakak Senior! Kami tidak tahu Anda sedang bertugas membawa... tamu istimewa. Silakan masuk!"

​Lin Tian hanya terdiam, mengikuti Ye Chuan yang melangkah melewati gerbang dengan punggung tegak. Begitu mereka masuk, suasana di dalam kota jauh lebih hidup. Jalanan selebar sepuluh meter terbuat dari batu pualam yang halus, dikelilingi oleh bangunan-bangunan megah bergaya klasik dengan dekorasi ukiran naga dan awan. Energi spiritual di dalam kota ini jauh lebih pekat dibandingkan di Desa Angin Sepoi, membuat setiap napas yang diambil Lin Tian terasa menyegarkan dan memicu Dantiannya untuk berputar secara alami.

​"Selamat datang di Kota Azure Wood, pusat dari wilayah selatan," ucap Ye Chuan sambil menoleh ke belakang. "Meskipun kita sudah masuk, ujian sebenarnya baru akan dimulai besok pagi di Alun-Alun Pusat. Malam ini, Saudara Lin bisa menginap di Penginapan Awan Putih. Itu adalah properti yang berafiliasi dengan sekte kami. Kamu bisa gunakan token itu untuk mendapatkan kamar gratis."

​Lin Tian mengangguk, namun sebelum dia sempat menjawab, sebuah suara tawa yang nyaring dan terkesan meremehkan terdengar dari arah belakang mereka.

​"Wah, wah, lihat siapa ini? Si putri es dari Sekte Pedang Azure yang menghilang selama dua hari karena diburu Beruang Hitam, kini kembali dengan membawa seorang 'pengawal' kampungan?"

​Lin Tian dan Ye Chuan serentak menoleh. Seorang pemuda berpakaian jubah sutra merah dengan sulaman api di dadanya berjalan mendekat. Di belakangnya, lima orang pengawal dengan aura yang cukup kuat (Ranah Pemurnian Meridian level awal) mengikuti dengan gaya sombong. Pemuda itu memiliki wajah yang cukup tampan, namun tatapan matanya penuh dengan hawa nafsu dan kesombongan yang meluap.

​Ye Chuan mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Gu Wei? Apa urusanmu denganku?"

​Lin Tian merasakan aura permusuhan yang sangat kental dari pemuda bernama Gu Wei ini. Bahkan dari namanya, Lin Tian bisa menebak bahwa dia berasal dari klan yang sama dengan Gu Chen dan mantan kepala desa Gu Hong.

​Gu Wei tertawa kecil, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya tersisa dua meter. Dia memandang Lin Tian dari ujung kepala hingga ujung kaki, lalu meludah ke tanah. "Klan Gu di Desa Angin Sepoi baru saja mengirim pesan menggunakan burung elang. Mereka bilang, ada seorang bocah sampah bernama Lin Tian yang telah menghancurkan kultivasi pamanku dan sepupuku, Gu Chen. Awalnya aku tidak percaya, tapi melihatmu berdiri di samping Ye Chuan... sepertinya kamu orangnya."

​Gu Wei memutar-mutar cincin giok di jarinya, senyum sinis tersungging di bibirnya. "Aku adalah sepupu dari Gu Chen. Namaku Gu Wei. Di Kota Azure Wood ini, aku adalah murid dari Sekte Api Langit. Kamu pikir dengan masuk ke sini dan dilindungi oleh Ye Chuan, kamu bisa lolos dari hukuman klan-ku?"

​Ye Chuan melangkah maju, memposisikan dirinya di depan Lin Tian. "Gu Wei, ini adalah area di bawah yurisdiksi Kota Azure Wood. Jika kamu berani membuat keributan di sini, para Penegak Hukum Kota akan menangkapmu."

​Gu Wei tidak peduli. Dia tetap menatap Lin Tian dengan tatapan mematikan. "Penegak Hukum? Mereka tidak akan peduli dengan kematian seekor semut desa. Dengar, bocah. Kamu punya dua pilihan: berlutut sekarang, potong tanganmu sendiri, dan aku akan membiarkanmu mati dengan cepat. Atau, aku akan membuatmu menderita dalam siksaan yang membuatmu memohon untuk mati selama tiga hari tiga malam."

​Lin Tian, yang sejak tadi terdiam, perlahan melepaskan tangannya dari gagang pedang di punggungnya. Dia melangkah maju, melewati bahu Ye Chuan, berdiri tepat di depan Gu Wei. Ekspresinya datar, namun kilatan emas di matanya mulai memancar, tanda bahwa Fisik Suci-nya mulai bereaksi terhadap niat membunuh lawan.

​"Pilihan yang sulit," jawab Lin Tian dengan suara dingin. "Tapi bagaimana jika aku memberikan pilihan ketiga? Kamu berlutut di sini sekarang, akui bahwa klanmu hanyalah sekumpulan bandit pengecut, dan mungkin aku akan mengampuni nyawamu agar kamu bisa kembali ke klanmu untuk melaporkan kekalahanmu yang selanjutnya."

​Suasana di jalan utama kota itu seketika menjadi beku. Para pejalan kaki yang tadi lalu lalang mendadak berhenti, membentuk lingkaran besar untuk menonton pertunjukan tersebut. Mereka semua terbelalak tak percaya. Seorang remaja dari desa terpencil berani menantang Gu Wei, seorang jenius dari Sekte Api Langit yang memiliki reputasi sebagai sosok yang kejam?

​"Hahaha! Kamu dengar itu?!" Gu Wei tertawa terbahak-bahak hingga suaranya memenuhi jalan. Namun, tawa itu berhenti seketika. Wajahnya menjadi bengis. "Kamu benar-benar mencari mati dengan cara yang paling lambat, ya?"

​Gu Wei tidak menunggu lama. Tangan kanannya bergerak secepat kilat. Energi api merah menyala menyelimuti telapak tangannya, membentuk cakar api yang sangat panas. Ini adalah teknik Cakar Api Penghancur milik Sekte Api Langit. Dengan sekali serang, dia ingin merobek dada Lin Tian dan membakar jantungnya.

​Serangan itu sangat cepat, jauh lebih cepat daripada serangan Gu Hong. Namun, bagi Lin Tian yang persepsinya telah meningkat drastis setelah menembus batas tubuh perunggu, gerakan Gu Wei terlihat seperti gerakan lambat di matanya.

​Lin Tian tidak menggunakan pedangnya. Dia hanya menggerakkan tubuhnya sedikit ke kanan, membiarkan cakar api Gu Wei menyapu angin kosong. Dengan kecepatan yang sama, Lin Tian melancarkan serangan balasan. Dia tidak memukul, melainkan menampar pergelangan tangan Gu Wei dengan aliran Qi emas yang terkonsentrasi di ujung jari-jarinya.

​BUM!

​Pukulan telapak tangan Lin Tian mengenai titik meridian utama di pergelangan tangan Gu Wei. Energi api merah yang menyelimuti tangan Gu Wei mendadak kacau. Api itu meledak kembali ke arah lengannya sendiri, menyebabkan Gu Wei menjerit kesakitan saat kulitnya terbakar oleh apinya sendiri.

​"Ugh! Tanganku!" Gu Wei terhuyung-huyung mundur, wajahnya memucat ketakutan. Dia tidak menyangka bahwa teknik pertahanan dan balasan yang digunakan Lin Tian mampu membalikkan serangannya sendiri.

​"Masih mau mencoba pilihan yang keempat?" tanya Lin Tian dengan nada tenang, namun sarat akan aura intimidasi yang membuat Gu Wei gemetar hebat.

​Gu Wei menatap tangannya yang terbakar, lalu menatap mata emas Lin Tian yang dingin. Dia menyadari satu hal: remaja di depannya ini bukanlah orang biasa. Dia memiliki fondasi yang jauh lebih mengerikan dari apa yang diceritakan oleh pesan dari desa. Namun, harga dirinya sebagai anggota klan besar tidak mengizinkannya untuk lari.

​"Kamu... kamu menggunakan trik kotor! Pengawal! Hajar dia sekarang juga! Jangan beri ampun, bunuh dia di tempat!" teriak Gu Wei sambil memegang tangannya yang terbakar.

​Kelima pengawal di belakang Gu Wei segera melesat maju. Mereka semua adalah praktisi Ranah Pemurnian Meridian level awal. Dengan serempak, mereka mengeluarkan senjata berupa tombak pendek berlapis logam hitam yang memancarkan aura dingin.

​Ye Chuan sudah bersiap menghunus pedangnya, namun Lin Tian menyentuh lengannya, memberi isyarat agar gadis itu tetap diam. "Biar aku yang mengurus ini, Ye Chuan. Aku butuh pemanasan sebelum ujian besok."

​Lin Tian menarik napas panjang. Dia membiarkan Sutra Sembilan Transformasi Langit berputar di seluruh jalur meridiannya. Kali ini, dia tidak lagi menyembunyikan kekuatannya. Aura emas yang selama ini dia tekan, kini memancar keluar dengan intensitas tinggi, menyelimuti tubuhnya seperti baju zirah cahaya.

​Para pengawal itu melompat dari berbagai arah, mengincar titik vital Lin Tian. tombak-tombak mereka bergerak membentuk jaring maut. Namun, Lin Tian justru memejamkan matanya sejenak, lalu membukanya dengan kilatan emas yang menyilaukan.

​Langkah Bayangan Langit: Tarian Seribu Pedang!

​Tubuh Lin Tian berubah menjadi kabur. Dia tidak lagi terlihat sebagai satu sosok, melainkan menjadi bayangan-bayangan emas yang menari di antara sela-sela serangan para pengawal. Setiap kali bayangannya berpapasan dengan seorang pengawal, suara hantaman keras terdengar, diikuti oleh suara patah tulang.

​DUAK! DUK! BRAAAK!

​Hanya dalam waktu tiga tarikan napas, kelima pengawal itu sudah terkapar di tanah dengan posisi yang tidak wajar. Senjata mereka hancur berkeping-keping, dan mereka mengerang kesakitan, tak mampu lagi berdiri.

​Lin Tian berdiri di tengah-tengah kekacauan, napasnya sedikit terengah-engah namun ekspresinya tetap dingin. Dia menatap Gu Wei yang kini sudah terduduk lemas di atas tanah, wajahnya dipenuhi keringat dingin dan ketakutan yang luar biasa.

​"Jadi, pilihan mana yang ingin kamu ambil sekarang, Tuan Muda dari klan besar?" suara Lin Tian bergema di jalan utama, terdengar begitu dingin hingga membuat kerumunan penonton menahan napas.

​Gu Wei tidak bisa berkata apa-apa. Lidahnya terasa kelu. Dia telah bertemu dengan banyak jenius dari sekte-sekte besar, namun dia belum pernah melihat seseorang yang mampu mengalahkan lima praktisi Ranah Pemurnian Meridian dalam waktu sesingkat itu tanpa mengeluarkan senjata.

​"Kamu... kamu akan menyesal! Klan Gu tidak akan melepaskanmu! Sekte Api Langit juga akan mengejarmu sampai ke ujung dunia!" teriak Gu Wei, berusaha mempertahankan harga dirinya meski kakinya gemetar hebat.

​Lin Tian berjalan mendekati Gu Wei, lalu menatapnya dari atas. "Terserah. Namun, jika kamu ingin hidup besok pagi untuk mengikuti ujian, aku sarankan kamu segera pergi dari hadapanku sebelum aku berubah pikiran dan memutuskan untuk menghapus kultivasimu seperti yang kulakukan pada sepupumu."

​Mendengar kata-kata itu, Gu Wei tidak menunggu sedetik pun. Dia segera bangkit dengan sisa tenaga yang ada, menyeret pengawalnya yang masih bisa bergerak, dan melarikan diri dari kerumunan dengan wajah yang hancur total harga dirinya.

​Kerumunan penonton mulai berbisik-bisik. Nama "Lin Tian" mulai terdengar di bibir para calon peserta ujian lainnya. Ye Chuan, yang menyaksikan semuanya dari balik punggung Lin Tian, tersenyum kagum. Dia tahu bahwa hari ini, Lin Tian baru saja mengumumkan kehadirannya di Kota Azure Wood dengan cara yang paling spektakuler.

​"Kamu membuat masalah besar, Saudara Lin," kata Ye Chuan sambil berjalan mendekatinya. "Sekte Api Langit tidak akan tinggal diam setelah ini."

​Lin Tian menyarungkan kembali tangannya ke belakang punggung, menatap gerbang kota yang megah. "Jika aku takut dengan masalah, aku tidak akan pernah meninggalkan desa. Lagipula, jika mereka mengirim orang yang lebih kuat, itu hanya akan membantuku untuk menjadi lebih kuat lagi."

​Ye Chuan tertawa kecil. "Kamu benar-benar gila, tapi aku suka sifat itu. Ayo, sudah waktunya kita pergi ke penginapan. Kamu butuh istirahat sebelum hari esok yang sangat panjang."

​Mereka berdua berjalan menjauh dari kerumunan, meninggalkan tatapan-tatapan penasaran dari ribuan pendaftar lainnya. Lin Tian tahu bahwa esok pagi, tantangan sebenarnya bukan hanya dari Gu Wei atau klan-klan besar, melainkan dari ujian itu sendiri. Dia harus menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa di bawah kulit remaja desa ini, bersemayam kekuatan seorang Dewa Bela Diri yang akan mengguncang langit Benua Azure.

​Malam itu, di dalam kamar Penginapan Awan Putih yang mewah, Lin Tian tidak beristirahat. Dia duduk di atas tempat tidur, memejamkan mata, dan mulai memutar kembali ingatan-ingatan dari Cincin Ruang Angkasa Roh Abadi. Dia merasakan ada sesuatu yang kurang dari teknik pedangnya. Meskipun kekuatan fisik dan densitas Qi-nya sudah luar biasa, dia masih kekurangan teknik bela diri kelas atas untuk memenangkan ujian seleksi sekte.

​Tiba-tiba, sebuah gulungan tua berwarna biru kusam menarik perhatiannya di dalam dimensi cincin. Itu adalah Teknik Pedang Tujuh Bintang. Teknik ini bukan teknik pedang biasa, melainkan teknik yang dikembangkan oleh seorang kultivator legendaris di masa lalu yang mampu membelah awan dengan satu ayunan. Lin Tian memfokuskan pikirannya, membaca setiap baris aksara kuno di dalamnya. Teknik ini sangat sulit; setiap gerakan membutuhkan koordinasi antara pernapasan, detak jantung, dan aliran Qi yang sempurna.

​"Satu bintang, satu langkah. Tujuh bintang, satu dunia," bisik Lin Tian.

​Dia mulai mempraktikkan gerakan dasarnya di dalam kamar, mengayunkan tangannya seolah-olah memegang pedang. Meskipun tidak ada pedang sungguhan di tangannya, setiap ayunannya menciptakan gelombang udara yang sangat tajam, hingga memotong udara di depannya. Malam itu, Lin Tian menghabiskan waktunya untuk terus mengasah teknik tersebut, mengulang-ulang gerakan yang sama hingga ribuan kali, sampai dia merasa bahwa gerakan itu sudah menyatu dengan aliran darahnya.

​Di tengah malam, ketika dia sedang asyik berlatih, sebuah bayangan hitam melintas di luar jendela kamarnya. Lin Tian berhenti bergerak, matanya yang tajam menatap ke arah jendela yang tertutup rapat. Dia merasakan adanya hawa pembunuh yang sangat halus, namun sangat nyata.

​"Tamu tak diundang, ya?" gumam Lin Tian. Dia tidak langsung keluar, melainkan menunggu di sudut kamar, bersiap dengan pedang besarnya yang sudah terselip di punggungnya.

​Tiba-tiba, jendela kamar itu hancur berkeping-keping. Tiga sosok berbaju hitam melompat masuk dengan belati beracun di tangan mereka. Mereka adalah pembunuh bayaran tingkat rendah yang disewa oleh klan Gu untuk memastikan Lin Tian tidak bisa melihat matahari esok hari.

​Lin Tian tidak memberikan mereka kesempatan untuk bersuara. Dengan satu gerakan Langkah Bayangan Langit, dia sudah berada di belakang salah satu pembunuh tersebut dan menghantam tengkuknya dengan pinggiran telapak tangannya yang dialiri Qi emas. Pembunuh itu jatuh tersungkur tanpa mengeluarkan suara.

​Dua pembunuh lainnya terkejut, namun mereka segera menyadari posisi Lin Tian. Mereka menyerang secara bersamaan dengan belati yang berkilau karena racun. Lin Tian tetap tenang, dia menarik pedang besarnya dari punggung dan mengayunkannya dengan gerakan Tirani Sembilan Penjuru yang baru saja dia pelajari.

​TRANG!

​Pedang besar itu menghantam belati mereka, melepaskan energi yang membuat kedua pembunuh itu terhempas hingga menembus dinding kamar. Mereka jatuh ke lorong penginapan dengan luka serius. Lin Tian tidak mengejar mereka; dia tahu bahwa dengan suara keributan ini, penjaga penginapan dan para ahli sekte yang menginap di sana akan segera datang.

​Benar saja, dalam hitungan detik, suara langkah kaki terdengar dari lorong. Lin Tian kembali ke posisi semula di atas tempat tidur, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Ketika pintu kamar dibuka oleh penjaga penginapan, mereka hanya mendapati kamar yang berantakan dengan jendela yang hancur, namun tidak ada jejak Lin Tian di sana. Pembunuh-pembunuh itu pun telah melarikan diri melalui atap bangunan.

​"Apa yang terjadi?!" teriak penjaga penginapan.

​Lin Tian keluar dari kamar mandi dengan wajah bingung, seolah-olah dia baru saja terbangun karena suara keributan. "Aku tidak tahu! Aku sedang tidur, lalu tiba-tiba jendela pecah dan ada beberapa orang berpakaian hitam yang menyerangku. Tapi mereka segera pergi begitu aku mencoba melawan."

​Para penjaga penginapan dan para tamu yang penasaran hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Mereka melihat dua lubang besar di dinding lorong, bukti nyata bahwa ada perkelahian hebat yang terjadi. Ye Chuan pun datang, wajahnya terlihat cemas.

​"Saudara Lin! Kamu baik-baik saja?" tanyanya sambil memeriksa kondisi Lin Tian.

​Lin Tian tersenyum tipis. "Aku baik-baik saja. Sepertinya klan Gu benar-benar ingin aku mati sebelum matahari terbit."

​Ye Chuan menghela napas, matanya memancarkan rasa marah yang sangat besar. "Mereka telah melewati batas. Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Besok saat ujian seleksi, aku akan melaporkan kejadian ini kepada Tetua Sekte. Kamu tidak perlu khawatir lagi, Lin Tian."

​Lin Tian mengangguk, namun di dalam hatinya, dia tahu bahwa dia tidak bisa terus bergantung pada perlindungan sekte. Dia harus menjadi kuat, sekuat yang dia bisa, agar tidak ada lagi yang berani mencoba mengusik hidupnya. Dia kembali ke kamarnya yang rusak dan duduk bersila di tengah kekacauan itu. Malam itu, tekadnya semakin bulat. Besok adalah ujian seleksi, dan dia akan menunjukkan kepada klan Gu, Sekte Api Langit, dan seluruh dunia, siapa sebenarnya Lin Tian.

​Dengan pikiran yang mantap, dia kembali melanjutkan latihannya, mengulang kembali Teknik Pedang Tujuh Bintang hingga setiap inci tubuhnya meresap dalam teknik tersebut. Dia tahu bahwa ujian esok hari bukan hanya sekadar tes kekuatan, melainkan tes untuk menentukan masa depannya di dunia bela diri yang luas dan berbahaya ini. Dan satu hal yang pasti: dia tidak akan membiarkan siapa pun menghalangi jalannya untuk menjadi yang terkuat.

​Fajar menyingsing, mewarnai langit Kota Azure Wood dengan warna oranye yang indah. Lin Tian berdiri di depan cermin, melihat pantulan dirinya. Dia bukan lagi remaja desa yang lemah. Dia adalah seorang praktisi bela diri yang siap mengguncang dunia. Dia mengambil pedang besarnya, memasangkannya di punggung, dan melangkah keluar dari penginapan menuju alun-alun kota, di mana puluhan ribu kandidat sudah berkumpul, siap untuk mengikuti ujian yang akan mengubah nasib mereka selamanya.

1
Alia Chans
Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉
Herman: mimin ucapkan terimakasih kak atas komentar nya. jangan lupa ikuti terus cerita nya. semoga gak bosen bosen ya. 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!