"Kamu di diagnosa kanker otak stadium 3,tapi masih gejala awal jadi tingkat kesembuhan masih ada 75 % lagi,asal secepatnya operasi"
"Jika aku tidak operasi?"
"Jangan gila,kau bahkan tidak akan bertahan sampai 5 bulan"
"Kalau begitu biarkan saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu restoran
Tanpa menoleh,Damar masuk ke dalam mobilnya meninggalkan dua satpam itu yang mengendikkan bahu.
"Entah siapa perempuan itu,tapi sepertinya dia cukup dekat dengan tuan Damar"
"Sudahlah,bukan urusan kita.Kita hanya di pekerjaan di sini"
Ya,plot twist nya adalah apartemen itu merupakan salah satu properti milik Damar pribadi yang di wariskan oleh keluarga nya.
***
ini Adeline sudah masuk ke sebuah restoran,Ia sudah duduk sendirian di sana selama lebih dari 30 menit.Itu karena Tristan tiba-tiba mengabarinya kalau Ia mendadak punya jadwal pemeriksaan pasien yang tidak bisa Ia tinggal.Namun berjanji akan datang cepat.
Sebenarnya Adeline juga hari ini ingin berbicara pada Tristan,jadi Ia akan dengan sabar menunggu di sana sembari menikmati pagi ini yang terasa jauh lebih menenangkan hati nya.
Ia kemudian mengambil sesuatu dari dalam tas nya,melihat kertas diagnosa kanker nya.Cukup lama Ia hanya memandang nya, kemudian tersenyum.
"Aku pasti sembuh"
"Dan aku berjanji akan menemukan kebahagiaan hidup yang sebenarnya", ucapnya dengan perasaan yang benar-benar sulit Ia jelaskan sekarang,namun kebahagiaan dan semangat itu terdorong karna mengetahui kalau ibu kandungnya masih hidup dan juga sahabatnya Tristan juga saat ini sudah ada di sisinya.
Jadi rasanya sekarang takdir akhirnya berpihak padanya.
Dan dengan adanya Tristan disisi nya sekarang,itu akan jauh lebih baik karna Ia akan mempunyai teman yang akan menemaninya melewati masa-masa sulit kedepannya untuk pengobatan yang jelas tidak akan begitu mudah jika di lalui sendiri.
Saat Ia tengah fokus pada kertas nya, pandangan nya tiba-tiba sedikit beralih pada beberapa orang yang baru saja datang dan duduk di meja belakang nya.
Entah itu kebetulan atau Pria itu dengan sengaja mengikuti nya ke sana.Ia ingin segera pergi tapi saat mendengar suara seseorang Ia menahan niatnya dan menoleh sedikit ke belakang.
Ternyata yang datang bersama nya adalah kakak tirinya dengan ibu tirinya juga mantan ibu mertuanya,tawa dan candaan mereka begitu jelas terdengar karena tepat berada di belakang nya.
Pada akhirnya Ia menahan niatnya untuk pergi, tidak ingin orang-orang itu melihatnya dan memilih duduk dengan tenang di kursi sofa yang kebetulan mempunyai sandaran yang panjang dan besar.
Ia mencoba tidak memperdulikan mereka, dan fokus pada ponselnya mencari tau tentang penyakitnya.
Tapi pada saat Ia akan fokus, beberapa orang di belakangnya itu sepertinya sedang membahas dirinya dan hal itu membuat nya sedikit tidak fokus.
"Ya,kau tau.sebelumnya aku cukup mengenalnya tapi aku tidak tau kalau dia menjadi istri Damar"
Ujar ibu tirinya itu terdengar seperti seorang yang prihatin."Dia bukanlah gadis baik-baik,dia itu sering pergi ke tempat-tempat tercela dan menghabiskan waktu bersama pria-pria kaya dan tua"
"Ya kalian,tau bagimana seorang anak perempuan tanpa kedua orang tua,dia pasti akan bebas"
"Bukan aku ingin menjelek-jelekkan nya,tapi kami pernah bertetangga"
Helena terdiam namun merasa itu sedikit tidak mungkin,melihat bagaimana sikap Adeline sejak pertama kali melihatnya hingga mereka lama tinggal bersama.Tapi di lain sisi jika itu benar,Ia sedikit merasa jijik.
"Ma,gak baik mengumbar aib orang lain",ujar Shakira mengingatkan ibunya dengan lembut dan tidak enak.
"Sayang,aku hanya memberitahukan fakta,agar mereka tidak salah paham dengan wanita sok polos itu.Aku kasihan dengan keluarga Pradipta yang sudah di tipu bertahun-tahun olehnya"
"Ma,udah cukup!"
***
pengen lihat adel bangkit dan melihat karma si dua perempua jahat itu
jangan mau Terima apapun dr mereka Adeline..