"Meski Istri pertamanya telah pergi, aku tetap hanya akan menjadi Istri kedua."
***
"Nikahi Putraku dan lahirkan seorang Cucu untukku. Setelahnya, kamu harus pergi yang jauh," ucap Nyonya Mina membuat Lisha membulatkan matanya sempurna.
Dipaksa keadaan, membuat Lisha terpaksa menerima tawaran Nyonya Mina untuk menjadi Istri kedua seorang Presdir gondrong bernama Ansel.
Setiap harinya Kemalangan demi kemalangan datang tiada henti. Sanggupkah Lisha bertahan?
follow Ig Othor @Oniya_99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Di ruang makan.
"Pagi, Ansel Sayang. Bagaimana tidurmu? Nyenyak bukan?" Sapa Nyonya Mina saat Sang Putra datang.
"Hem ...." Jawab Ansel singkat, lalu menarik kursi untuk dia duduki. Pelayan pun menyodorkan sepiring omelet yang menjadi menu sarapan kesukaan Ansel setiap paginya.
"Oh iya, Lisha di mana, Sayang? Pasti dia kecapean, Bibik Lili, tolong panggilkan Lisha, ya." Titah Nyonya Mina.
"Tidak perlu." Cegah Ansel menghentikan langkah Bibik Lili.
"Kenapa, Sayang?" Nyonya Mina bertanya heran.
"Dia tidak ada di kamarku," jawab Ansel sambil melahap sarapannya.
"Kamu mengusirnya dari kamar?"
"Tidak," jawab Ansel.
"Lalu, kamu kemana'kan dia?" Raut wajah Nyonya Mina mulai berubah.
"Aku menjualnya." Jawab Ansel singkat, padat, dan tepat.
"Apa!" Teriak Nyonya Mina langsung berdiri saking kagetnya. "Apa maksudmu Ansel?" Sambungnya bertanya.
"Aku menjualnya, Mommy." Jawab Ansel tetap santai.
"Apa kamu gila? Bagaimana mungkin kamu menjualnya, Mommy menikahi kamu dengannya agar Mommy segera mendapatkan cucu. Kalau kamu jual dia ke pria lain, apa gunanya mommy melakukan semua ini!" Bentak Nyonya Mina emosi.
"Apa peduliku, itu urusan Mommy dan Eris. Tidak ada urusannya denganku." Jawab Ansel bangkit, segera pergi keluar rumah.
Ansel sama sekali tak menghiraukan ocehan Sang Mommy yang mengiringi kepergiannya hingga ke pintu utama.
"Itu dia perempuan yang Mommy cari sudah pulang." Ucap Ansel kala melihat Lisha yang baru tiba di Mansion. Lisha menundukkan wajahnya, dia datang dengan menggunakan supir suruhan Garvin.
"Lisha, dari mana saja kamu?" Bentak Nyonya Mina membuat Lisha bergetar ketakutan.
"Tentu saja habis bermalam dengan pria hidung belang, Mommy." Saut Ansel pergi dengan menyenggol bahu Lisha, hingga Lisha terhuyung karena tubuhnya yang lemah akibat belum sarapan.
Lisha mengepalkan tangannya erat, hatinya begitu terluka akan perkataan Ansel.
"Ada apa dengan eskpresi wajahmu, ha?!" Bentak Nyonya Mina tak suka melihat raut wajah Lisha yang tampak begitu membenci Ansel.
"Ayo masuk kamu!" Nyonya Mina menyeret Lisha masuk sambil berteriak memanggil Bibik Lili.
"Iya, Nyonya." Jawab Bibik Lili yang akhirnya datang.
"Cepat ambilkan pil KB!" Titahnya cepat.
Medenger itu, Lisha menatap Nyonya Mina dengan mata berkaca-kaca, lalu bertanya. "Untuk apa pil KB Nyonya?"
"Dengar ya, kamu itu aku nikahkan untuk menghasilkan cucu dari benih putraku, Ansel. Bukan dari pria lain diluaran sana." Nyonya Mina berkata sambil menunjuk-nunjuk wajah Lisha.
"Nyonya, saya tidak bermalam dengan pria mana pun." Jawab Lisha jujur.
"Jangan sok suci kamu," sautnya tak peduli.
"Ini Nyonya pil-nya," ujar Bibik Lili sambil mengulurkan satu tablet pil KB.
"Cepat minum ini!" Nyonya Mina memaksa Lisha meminum pil KB itu, Lisha yang tak ingin membuat masalah, akhirnya terpaksa mengalah dan segera meminum pil KB yang Nyonya Mina berikan.
"Sudah, Nyonya " jawab Lisha
"Bagus. Bibik Lili, sekarang bawa dan kurung Lisha di kamarnya. Jangan beri dia makan sama sekali untuk hari ini. Itu hukuman untuknya karena gagal menggoda Ansel." Kata Nyonya Mina mendapatkan anggukan oleh Bibik Lili.
"Ta-tapi, Nyonya. Kenapa saya harus di hukum? Saya mohon jangan Nyonya, saya berjanji akan melakukannya dengan baik sekali lagi. Saya mohon jangan hukum saya." Lisha menyatukan kedua tangannya memohon.
"Baiklah, kalau begitu hukumanmu akan aku pindah ke Ibumu." Sambung Nyonya Mina bertolak pinggang.
"Tidak, jangan Nyonya. Baiklah, Hukum saya saja," jawab Lisha pada akhirnya pasrah.
Lisha pun di bawa oleh Bibik Lili ke kamar Ansel.
"Eh tunggu, mulai sekarang tempatkan Lisha di kamar pembantu. Itu juga hukuman untuknya."
.
.
.
.
masih belum ada ekstra partnya kak..
apakah akan ada?
anyway, sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
masih dendam aku thorr sama ansel semuanya tidak tulus