NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Dua tahun lalu, Rian dengan dingin meletakkan surat perceraian di hadapan Nadia. Saat itu, Nadia rela melepaskan segalanya demi mendukung impian suaminya. Namun Rian memandangnya rendah, menganggapnya tak berguna, dan memilih meninggalkannya demi wanita yang ia harap bisa mempercepat kesuksesannya.

Rian tak pernah tahu, wanita yang ia usir itu adalah pewaris tunggal Grup Arka—perusahaan raksasa yang namanya disegani. Nadia sengaja menyembunyikan identitasnya saat menikah, ingin dicintai apa adanya, namun justru diperlakukan semena-mena.

Setelah berpisah, Nadia bangkit kembali. Ia memimpin Grup Arka dengan tegas dan cerdas, menjadi CEO misterius yang dikagumi banyak orang. Sementara itu, Rian berjuang mengembangkan usahanya sendiri, tak sadar bahwa semua peluang besar yang ia cari kini berada di tangan mantan istrinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: KEBERHASILAN PERTAMA YANG MENGGETARKAN DUNIA BISNIS

Dua minggu berlalu dengan kerja keras tanpa henti. Berkat bantuan stok cadangan dari Grup Arka dan ketelitian yang kini Rian berikan pada setiap detail pekerjaan, kendala yang sempat mengancam proyek akhirnya teratasi dengan baik. Tak ada keterlambatan yang berarti, tak ada kesalahan yang membahayakan struktur bangunan. Setiap hari Rian datang lebih awal dan pulang paling akhir, memastikan setiap batu yang diletakkan, setiap sambungan yang disatukan, semuanya sempurna—seolah ia ingin menebus ribuan kesalahan yang pernah ia perbuat, lewat bangunan yang kokoh dan bernilai ini.

Sore itu, saat tumpukan semen terakhir sudah terpasang rapi dan rangka atap mulai terbentuk sempurna, petugas pengawas dari Grup Arka memberikan laporan resmi: tahap pertama pembangunan perumahan telah selesai dilaksanakan tepat waktu dan memenuhi standar kualitas tertinggi yang ditetapkan. Kabar itu langsung disampaikan ke meja kerja Nadia.

Rian berdiri di hadapan Nadia dengan napas sedikit terengah, baju kerjanya masih sedikit berdebu meski sudah diganti setelan yang lebih rapi, namun matanya bersinar penuh harap dan bangga yang sederhana. "Laporan lengkapnya sudah saya serahkan ke tim Ibu. Semuanya selesai sesuai jadwal, dan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada satu pun kekurangan yang berarti."

Nadia menatap berkas yang ada di tangannya, lalu perlahan mengangkat wajah menatap Rian. Di balik sikap tegasnya, ada sedikit rasa lega yang tersembunyi—bukan hanya karena proyek berjalan lancar, tapi karena ia melihat Rian mulai belajar bertanggung jawab, meski terlambat.

"Kerja bagus," ucapnya singkat namun tulus. "Saya tidak menyangka Anda mampu mengatasi kendala dengan secepat ini. Itu membuktikan bahwa jika Anda tidak terburu nafsu dan bekerja dengan kesungguhan, hasilnya akan berbeda jauh."

Pujian sederhana itu membuat dada Rian terasa penuh. Ia hampir saja melupakan rasa lelah yang menyelimuti tubuhnya. "Terima kasih, Ibu. Semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa dukungan dan kepercayaan yang Ibu berikan. Saya berjanji tahap selanjutnya akan saya kerjakan dengan lebih teliti lagi."

Berita keberhasilan tahap pertama ini menyebar begitu cepat ke seluruh kalangan pengusaha. Proyek perumahan yang sempat diragukan banyak pihak—karena kontraktornya masih terbilang baru dan belum memiliki nama besar—ternyata berjalan mulus dengan kualitas yang memukau. Nama PT. Rian Abadi tiba-tiba menjadi perbincangan hangat, bukan lagi sebagai usaha yang hanya mengandalkan koneksi, melainkan sebagai mitra yang mampu bekerja dengan profesional di bawah bimbingan langsung Grup Arka.

Berita itu bahkan sampai ke telinga Diana dan keluarganya. Awalnya Diana merasa bangga dan berusaha mengaku sebagian keberhasilan itu berkat dukungan koneksi keluarganya. Namun ketika ia mendengar bahwa semua keberhasilan ini murni karena kebijaksanaan dan kepercayaan yang diberikan langsung oleh Nadia Kirana Arka, rasa iri dan takut mulai merayap di hatinya. Ia sadar, posisinya di samping Rian perlahan mulai tergantikan oleh sosok wanita yang jauh lebih hebat, berkuasa, dan ternyata memiliki ikatan masa lalu yang belum sepenuhnya putus dengan pria yang ia miliki sekarang.

Sementara itu, dampak keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh Rian. Nama Nadia Kirana Arka semakin melambung tinggi. Banyak pengamat bisnis yang mulai memuji kecerdasannya dalam memilih mitra—ia tidak hanya memilih perusahaan besar yang sudah mapan, tetapi juga berani memberi kesempatan pada usaha muda yang berpotensi, asalkan memiliki tekad yang kuat.

Malam itu, saat Rian duduk sendirian di teras rumah kontrakannya yang lebih layak dibandingkan dulu, pikirannya kembali melayang pada sosok Nadia. Keberhasilan yang baru saja ia raih terasa hampa jika tidak bisa dibagikan pada orang yang dulu selalu mendukungnya dari belakang. Ia sadar, setiap kemajuan yang ia dapatkan sekarang selalu berhubungan dengan wanita yang dulu ia buang. Setiap langkah yang ia ambil kini seolah diarahkan kembali ke tempat yang seharusnya ia jaga dengan segenap hatinya.

Di kediaman mewah keluarga Arka, Nadia duduk di ruang kerjanya yang sunyi, menatap foto pernikahan mereka yang tersimpan rapi di dalam laci meja—foto yang hanya ia keluarkan saat ia benar-benar sendirian dan tak ada siapa pun yang melihatnya. Keberhasilan Rian memang membuatnya lega, namun ia tahu sangat jelas: kesuksesan yang diraih sekarang bukanlah tiket untuk kembali ke masa lalu. Itu hanyalah bukti bahwa Rian sebenarnya mampu menjadi pria yang baik, asalkan ia tidak buta oleh ambisi semata.

Dan malam itu, takdir kembali menuliskan babak baru yang tak terduga. Berita tentang kesuksesan ini sampai pula pada seorang teman lama mereka berdua—satu-satunya orang yang tahu betul siapa Nadia sebenarnya, dan bagaimana perlakuan Rian dulu terhadapnya. Orang itu kini mulai merencanakan sesuatu yang akan membuat rahasia yang selama ini disembunyikan perlahan mulai terbuka, membawa dampak besar bagi kehidupan mereka berdua yang kini sudah berjalan di jalur yang berbeda namun tak terpisahkan oleh takdir.

 

(Lanjut ke Bab 15?)

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ayu Gerimis: Siap, akan dilanjutkan segera ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!