NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ingatan tentang Theodore

Mobil Vando melaju pelan meninggalkan salah satu kantor cabang.

Pikirannya masih dipenuhi telepon misterius yang diterimanya pagi tadi. Perintah untuk menghilangkan semua jejak membuat kepalanya berdenyut sejak tadi.

Tanpa sadar, mobilnya melintas di depan gerbang SMA Nusa Bangsa.

Refleks, kakinya menginjak rem.

Ciiit ...

Mobil berhenti di bahu jalan. Tatapannya terpaku pada papan nama sekolah yang selalu megah, karena memang terkenal diisi oleh anak-anak dengan orang tua yang berprestise elite kota.

"Di sini..."

Suara itu keluar lirih.

Kenangan hampir sepuluh tahun lalu kembali menyeruak tanpa diundang.

.

.

"Vando." Jaya, sang ayah menepuk bahu Vando yang saat itu telah menjadi mahasiswa tingkat tiga.

"Kamu harus bisa mendekati putri semata wayang Teddy Wijaya itu! Jika kamu berhasil mengambil hatinya, maka jabatan ayah akan cepat melejit.

Vando yang tau Teddy Wijaya adalah atasan sang ayah, terpaksa mengikuti permintaan orang tuanya itu.

"Setiap hari, kamu harus menyempatkan waktu untuk menjemput Milka, setiap pulang sekolah, ya. Selain membuat mereka tenang karena dijemput orang yang dikenal, juga bisa membuatmu dekat dengan gadis itu. Siapa tau, dia juga bisa menyukaimu," ucap Jaya, telah menyusun rencana masa depan untuknya.

"Baik, Yah."

Sejak hari itu, hampir setiap sore ia datang ke sekolah untuk menjemput Milka yang masih menjadi siswi baru di kelas sepuluh.

Gadis itu selalu keluar gerbang dengan senyum cerah.

"Mas Vando!"

Ia akan berlari kecil menghampirinya sambil melambaikan tangan. Rambutnya dikuncir dua. Pipinya bulat. Tasnya bahkan tampak hampir sebesar tubuhnya.

Suatu sore, seorang siswa laki-laki mencoba menghampiri Milka. "Hai, namamu siapa?"

Belum sempat mendapat jawaban, siswa itu telah mendapat pukulan telak oleh Vando. Hingga membuatnya lari dan menjauh.

Hal itu terus terjadi. Ia mulai paham, ternyata Milka termasuk gadis yang banyak disukai para siswa sekolah. Meski bagi dirinya, Milka hanya lah bocah ingusan, tetapi demi misi mendapatkan hati Teddy Wijaya, terpaksa terus melakoni menjadi seorang supir gadis kecil bernama Milka.

Beberapa hari kemudian, seorang siswa kelas dua belas tampak mengikuti Milka yang telah melambaikan tangannya pada Vando.

Wajahnya tiada henti menatap gadis ingusan itu. Namun, demi harapan menjadi menantu atasan sang ayah, Vando mulai merasa terusik jika siswa-siswa itu masih mencoba mendekati targetnya. Dengan cepat ia berdiri di antara Milka dan mendorong bocah remaja yang kala itu hampir menyamai tingginya.

Namun, tubuh siswa itu ternyata cukup kuat. Dorongannya hanya membuat siswa itu mundur satu langkah.

"Lu jangan deketin dia! Milka itu calon istri masa depan gua!" ucapnya penuh ambisi.

Namun, Milka menarik tangan Vando untuk menjauhi siswa yang tak ia kenal itu. "Mas, jangan, Mas ..." pintanya.

Sejenak, ia menatap siswa itu, ternyata dia juga menatap Vando dengan dingin. Siswa itu tak membalas sepatah kata pun. Ia hanya berbalik dan pergi.

Sejak hari itu, mereka tak pernah lagi bertemu.

.

.

Vando tersentak dari lamunannya. Matanya membelalak. Ia mulai menyadari tatapan dingin siswa berseragan putih abu-abu itu

"Di-dia Dokter Theodore ..."

Ia menggenggam kemudi dengan sangat erat.

"Jadi ... Siswa itu, adalah Dokter Theodore Arlov Darmawan."

Selama ini ia terlalu sibuk mengejar proyek miliaran rupiah di AD Medical hingga tak pernah benar-benar menghubungkan nama dan wajah pria itu dengan masa SMA.

Baru sekarang semuanya terasa menyambung. Ponselnya tiba-tiba bergetar.

[ Satu pesan masuk dari nomor terenkripsi. ]

Kening Vando berkerut. Ia membukanya. Sebuah foto langsung memenuhi layar.

Theo dan Milka duduk berhadapan di kantin rumah sakit. Yang paling menusuk matanya bukan meja makan itu. Melainkan jemari Theo yang sedang mencubit pelan dagu Milka.

Di bawahnya terdapat sebuah pesan.

[ Waspadai mereka. ]

[ Target penyidik telah teridentifikasi. ]

[ IPTU Milka Tera Wijaya terlihat melakukan komunikasi intens dengan Direktur Pelayanan Medis AD Medical, dr. Theodore Arlov Darmawan. ]

[ Keduanya diduga memiliki hubungan yang cukup dekat. ]

[ Kemungkinan terjadi pertukaran informasi. ]

[ Lakukan pengawasan. Jangan bertindak tanpa instruksi. ]

Napas Vando memburu. Bukan isi pesannya yang membuatnya marah. Melainkan foto itu.

Jemarinya gemetar. Rahangnya mengeras. Urat di pelipisnya menonjol.

"Theodore..."

"Jadi selama ini..."

"...kamu memang belum menyerah."

Ingatan demi ingatan saling bertabrakan. Theo di masa SMA. Theo di restoran. Theo yang mengantar Milka pulang. Theo di AD Medical.

Dan kini ...

Theo yang menyentuh dagu istrinya. Semuanya menyatu menjadi satu kesimpulan yang keliru.

"Kalian, ternyata sedang bermain di belakangku."

"Kurang ajar!"

Dengan kasar ia melempar ponselnya ke jok sebelah. Ia sama sekali tidak menyadari.

Foto itu dikirim bukan karena organisasi mengetahui Milka adalah istrinya.

Bagi mereka, Milka hanyalah seorang penyidik yang terlihat semakin dekat dengan petinggi AD Medical.

Namun di dalam kepala Vando, foto itu telah berubah menjadi bukti perselingkuhan.

*bersambung*

1
MomyWa
plin plan amat lu jang, cemen
MomyWa
apa yg kau takutkan vando? lu udah bikin anak, tp egoisnya masih mau sm prawan
MomyWa
namanya yg haram emang gitu
MomyWa
lokasi dikawal penuh sama theo
MomyWa
emang kapan kamu nangis?
Dewi kunti
dah tak bagi vote ya,up lagi dong
Dewi kunti: aamiin,,semangaaaattt
total 2 replies
Anbu Hasna
karma beut ya...
dulu bapaknya Theo nyusahin Bapaknya Milka, sekarang Milka nyusahin Theo, tapi gpp, Theo suka direpotin Milka 🤣🤣🤣
Anbu Hasna: Anda yg bikin Theo jadi merepotkan diri 🤣🤣
total 2 replies
Dewi kunti
berpapasan,jangan dipisah itu bukan pengulangan kata pas😤
SoVay: iye iye, ini udeh dganti buguyu 🙈
total 3 replies
MomyWa
main tebak2an siapa yg duduk itu? si black cobra apa white scalpel?
MomyWa
wkwkwkw...gombalannya mameeen, pengen diinget terus
MomyWa
bagi Milka, Theo 'B' aja 😂
Aidil Kenzie Zie
Naga di suruh awasi Bu Polisi malah kehilangan jejaknya 😡😡😡 siap-siap kena amuk Bos mu 🤭🤭🤭
SoVay: pasti dijagain juwita hatiku ❤️
total 1 replies
MomyWa
ke mana dong milka setelah kabur dr rumah?
SoVay: ke suatu tempat ❤️
total 1 replies
MomyWa
gmn nih, kok smpai kecolongan?
MomyWa
hahaha, senyam senyum dia
MomyWa
tidak semudah itu ferguso
Dewi kunti
klo dinovel mafia nya ganteng2 ,body bagus2, klo didunia nyata ganteng standar perut buncit🙈🙈🙈🙈🙈
Dewi kunti: yg selera yg pingin dunia nya aman🙈🙈🙈🙈
total 4 replies
MomyWa
suka karakter cewennya gak menye2.. perselingkuhan dibuat kayk myelidikin ksus pmbunuhan 🤪
MomyWa
pengen nyanyi: maju tak gentar, mengusir sitanggang 🤪
MomyWa
gak jd dapat, cerai ja, mumpung baru seumur jagung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!