NovelToon NovelToon
Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Menyamar Sebagai Pria, Aku Hamil Anak Musuh!

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Identitas Tersembunyi / Menikah dengan Musuhku
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Sejak kecil, Evelyn dipaksa hidup dengan identitas palsu sebagai Evan—seorang laki-laki. Demi menyelamatkan harta keluarga dari tangan anak haram ayahnya, ia dididik layaknya pria dan dikirim menyusup ke perusahaan musuh untuk menjadi mata-mata.

Namun takdir berkata lain. Di sebuah kapal pesiar, ia terjebak dalam satu malam panas bersama Damian, sang bos besar yang juga musuh bebuyutan keluarganya. Dalam kabut obat dan gairah, Damian tak pernah tahu siapa wanita yang menemaninya malam itu.

Evelyn pergi membawa rahasia besar: ia hamil. Ia menghilang ke luar negeri, dikucilkan oleh ibunya sendiri, hingga tiga tahun berlalu. Kini ia kembali bukan lagi sebagai Evan si pekerja keras, melainkan bersama buah hatinya yang bernama Axel.

Damian yang tak pernah berhenti mencari sosok wanita misterius itu, perlahan mulai menyambung benang merah. Dan saat ia melihat kemiripan yang tak terbantahkan antara si kecil Axel dengan dirinya sendiri, permainan baru pun dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19 ~ Membawa Darah Dagingnya

Mobil terus melaju hingga akhirnya memasuki area keberangkatan internasional.

Begitu kendaraan berhenti, Pak Darto segera turun dan mengeluarkan koper dari bagasi.

"Semua barang Tuan sudah lengkap," ucapnya seraya menyerahkan gagang koper kepada Evelyn.

Evelyn mengangguk pelan. "Terima kasih, Pak Darto."

Pria paruh baya itu membungkukkan badan hormat. "Semoga perjalanan Tuan lancar."

Evelyn sempat terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata lirih. "Tolong sampaikan kepada Mama... aku akan segera kembali."

Pak Darto tersenyum tipis. "Baik, Tuan. Nyonya pasti akan senang mendengarnya."

Evelyn mengangguk pelan. Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia menarik koper itu dan melangkah menuju pintu keberangkatan.

Setiap langkah terasa semakin berat. Bukan karena ia akan meninggalkan tanah kelahirannya.

Melainkan karena ia tidak tahu kapan ia bisa kembali.

Evelyn menyerahkan paspor dan tiket kepada petugas pemeriksaan.

Setelah seluruh proses keberangkatan selesai, ia berjalan menyusuri lorong menuju ruang tunggu.

Suasana bandara begitu ramai.

Orang-orang datang dan pergi dengan tujuan masing-masing.

Sementara Evelyn hanya duduk diam di salah satu kursi, menggenggam boarding pass di tangannya.

Tak lama kemudian, suara pengumuman terdengar melalui pengeras suara.

"Perhatian kepada seluruh penumpang penerbangan tujuan London, dipersilakan segera menuju gerbang keberangkatan."

Evelyn perlahan berdiri.

Inilah saatnya.

Ia menarik napas panjang, lalu melangkah menuju gerbang keberangkatan tanpa pernah menoleh ke belakang.

Beberapa menit kemudian, ia telah duduk di kursi dekat jendela di dalam kabin pesawat.

Suara pramugari mulai terdengar menjelaskan prosedur keselamatan penerbangan.

Evelyn hanya menatap kosong ke luar jendela. Landasan pacu terbentang luas di hadapannya.

Tak lama berselang, suara mesin pesawat mulai meraung semakin keras. Pesawat perlahan bergerak meninggalkan garbarata, kemudian melaju menuju landasan.

Beberapa detik kemudian kecepatannya terus bertambah. Hingga akhirnya roda pesawat terangkat meninggalkan permukaan bumi.

Evelyn memejamkan matanya perlahan. Bersamaan dengan itu, pesawat terus membelah langit, membawa Evelyn meninggalkan segala rahasia, kebohongan.. Menuju kehidupan baru di London.

••

••

Beberapa bulan setelah kepergian Evan, Damian tidak pernah berhenti mencari sosok pelayan wanita yang ditemuinya di kapal pesiar malam itu.

Namun, semua usahanya berakhir sia-sia.

Tak ada identitas.

Tak ada rekaman.

Seolah wanita itu benar-benar menghilang ditelan bumi.

Di sisi lain, kondisi Foster Group perlahan mulai kembali stabil setelah kegagalan proyek kerja sama dengan perusahaan Singapura.

Meski begitu, penyelidikan internal tetap berlangsung.

Tim teknologi informasi akhirnya menemukan bahwa salah satu jaringan komputer yang menyimpan dokumen proyek sempat mengalami akses ilegal. Jejak digital pelakunya telah dihapus dengan sangat rapi, seolah dilakukan oleh seseorang yang benar-benar memahami sistem keamanan perusahaan.

Tidak ada bukti yang cukup untuk menunjuk siapa pun sebagai pelakunya.

Namun, bagi Damian... Hanya ada satu pihak yang paling diuntungkan dari kegagalan proyek tersebut.

Harley Group.

Sejak hari itu, nama perusahaan tersebut menjadi target utama pengawasannya.

Damian bersumpah, cepat atau lambat... Ia akan mengungkap siapa dalang yang telah menghancurkan kepercayaan dan merugikan Foster Group.

Sore ini, Damian memilih kembali ke apartemennya. Sejak beberapa hari terakhir, tubuhnya terasa tidak nyaman.

Mual datang tanpa sebab.

Kepalanya terasa berat.

Bahkan aroma kopi yang biasanya menenangkan kini justru membuat perutnya bergolak.

Baru beberapa langkah memasuki apartemen, Damian tiba-tiba menghentikan langkahnya.

"Huek..."

Pria itu buru-buru menuju wastafel dapur dan memuntahkan seluruh isi perutnya.

"Brengsek..." gumamnya pelan sambil mencengkeram tepi meja.

Beberapa menit kemudian, Haris yang mengantarnya ikut menyusul kedalam, dan melihat langsung kondisi sang Tuan yang semakin hari terlihat semakin parah.

"Tuan!"

Damian mengangkat satu tangan. "Aku tidak apa-apa."

"Maaf, Tuan. Kali ini saya tidak bisa membiarkan Anda seperti ini."

Tanpa menunggu persetujuan lagi, Haris segera menghubungi dokter keluarga Foster.

••••

Tak lama kemudian dokter datang, sementara Damian telah terbaring diatas ranjang dibantu oleh Haris.

Tanpa banyak bicara, dokter tersebut langsung memeriksa tubuh Damian menggunakan alat medis yang ia bawa.

Selesai melakukan pemeriksaan, Dokter Ardi perlahan melepaskan stetoskop dari lehernya, lalu menuliskan beberapa catatan di atas lembar pemeriksaan.

Raut wajahnya tampak tenang, namun sorot matanya menyiratkan sedikit kebingungan.

"Tanda-tanda vital Tuan Damian normal," jelas Dokter Ardi sambil menutup buku catatannya. "Tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, semuanya dalam batas wajar."

Haris yang berdiri di samping ranjang langsung mengernyit.

"Kalau begitu kenapa saya terus mengalami mual dan muntah, Dok?" tanya Damian heran.

Dokter Ardi terdiam sejenak, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

"Sejujurnya... ada satu kemungkinan yang terlintas di benak saya," ucapnya hati-hati.

Damian yang sejak tadi bersandar di kepala ranjang perlahan mengangkat pandangannya.

"Kemungkinan apa?" tanyanya datar.

Dokter Ardi tersenyum tipis.

"Namun saya sendiri belum berani memastikannya. Karena kasus seperti ini sangat jarang terjadi."

Dokter Ardi menghela napas pelan.

"Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Couvade Syndrome atau sindrom kehamilan simpatik."

Damian mengernyit.

"Sindrom kehamilan?" ulangnya datar.

"Iya," jawab Dokter Ardi. "Beberapa pria dapat mengalami gejala yang menyerupai wanita hamil. Misalnya mual, muntah, pusing, perubahan nafsu makan, bahkan sulit tidur."

Haris yang berdiri di samping langsung membelalak. "Jadi, maksud dokter.. Tuan Damian..?" tanyanya spontan dengan ragu.

Dokter Ardi terkekeh pelan. "Bukan benar-benar hamil, tentu saja. Hanya gejalanya yang menyerupai."

"Lalu apa penyebabnya?" tanya Damian.

"Hingga saat ini belum ada penjelasan pasti," jawab Dokter Ardi. "Namun, kondisi seperti ini umumnya dialami oleh pria yang memiliki ikatan emosional kuat dengan pasangan yang sedang mengandung."

Ruangan mendadak sunyi.

"Tapi..." lanjut Dokter Ardi sambil menggeleng pelan, "kasus seperti itu hampir selalu terjadi pada pria yang sudah menikah atau setidaknya memiliki pasangan tetap."

Dokter itu menatap Damian sejenak.

"Sedangkan setahu saya, Tuan Damian masih lajang."

"Itulah sebabnya saya belum berani memastikan. Bisa saja ini hanya kelelahan atau stres akibat pekerjaan. Untuk memastikannya, saya sarankan Tuan menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit."

Damian tidak langsung menjawab. Tatapannya justru kosong, seolah memikirkan sesuatu.

Malam di kapal pesiar itu kembali terlintas di benaknya. Wanita misterius. Dan satu malam yang tidak pernah berhasil ia lupakan.

Perlahan, rahangnya mengeras. Sebuah kemungkinan yang selama ini tak pernah ia pikirkan tiba-tiba muncul di benaknya.

Bagaimana jika... Wanita itu benar-benar mengandung anaknya?

DEG. Jantung Damian berdegup lebih keras daripada sebelumnya.

Jika dugaannya benar... Berarti di suatu tempat, mungkin sedang hidup seseorang yang membawa darah dagingnya.

❤️

1
You `ka
ayo ikutin Damian... semoga kali ini damian tau siapa evan
You `ka
ternyata Arlos dalangnya. dia nggak sadar karena perbuatannya Evelyn hamil dan harus pergi ke London...
You `ka
iya .. Daddy Axel sangat tampan 🤣🤣
gemess sama Axel
You `ka
sebenarnya Tuan Harley gengsi untuk mengakuinya kalau dia tidak rela jauh dari Axel
Zhao_Xena: mana iya, lagi...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
yakin kamu Damian.. kalau tau nanti Evan ternyata putra Harley dan wanita yang bersama kamu dikapal.. gimana reaksinya..😆😆
You `ka
opa maluu....ucukk.. ucukk.. gamesnya sama Axel..😆😆
You `ka
jantungan nggak tuh Tuan Harley..🤣🤣🤣
Zhao_Xena: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
You `ka
tetap semangat thor.... makin kesini makin buat penasaran ceritanya...💪💪
Zhao_Xena: terimakasih banyak
total 1 replies
You `ka
ayo cari mereka Damian 💪💪😆😆
You `ka
lanjut💪
You `ka
haduh.. dag-dig-dug aku yang baca. takut ketahuan...😭😭
You `ka
Damian akan sangat kecewa mungkin akan melakukan hal yang tidak bisa kamu bayangkan Evelyn, jika kamu benar-benar mengkhianatinya.

tapi jadi Evelyn juga pasti tidak akan mudah, dibawah tekanan keluarga,.dia harus melakukan semuanya
You `ka
mungkin lebih baik memang pergi Evelyn.. tinggalkan keluarga toksik itu
You `ka
hamil pasti..🫣🫣
You `ka
pasti sekarang Damian dan Haris merasa sama-sama merasa sudah gila 😆😆
You `ka
🤣🤣🤣🤣 Damian merasa tertarik pada Evan..
Cty Badria
satu kata untuk Evelyn ...bodoh mau di jadikan pion. kl ketauan jadi buronan. bpk dazal enak aja ongkang2 kaki...
You `ka
jangan-jangan Evelyn hamil yah??🫣🫣
Zhao_Xena: coba tebakkk...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
🤣🤣🤣 justru kalau pingsan nanti kamu bisa tau.. dia laki-laki atau perempuan..
Zhao_Xena: waduhh
total 1 replies
You `ka
Tuan Harley kayak pilih kasih, padahal yang seharusnya memimpin bukannya Evan, sebagai keturunan yang sah..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!