NovelToon NovelToon
DENDAM Cinta Dua Dunia

DENDAM Cinta Dua Dunia

Status: tamat
Genre:Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Horor / Tamat
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Setelah kekalahan Tujuh tahun yang lalu, dia kembali ke kampung halamannya bersama seorang wanita yang merupakan istrinya.

Walaupun demikian, dia masih saja memikirkan mantan kekasihnya. Menikah tak membuatnya puas, tak membuatnya melupakan masa lalu, masih saja memikirkan gadis yang dulu dicintainya.

Bunga desa yang kini sudah menjadi istri orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Bunga

"Dewi, keluar!" perintah Raka sekali lagi. "Jangan sampai aku kehilangan kesabaran karena kau tidak menurut."

"Tidak menurut?" tanya Dewi pelan.

Raka mengepalkan tangannya, ia sungguh sedang kesulitan menahan amarahnya kepada Dewi.

"Aku selalu menurut Mas, aku tidak pernah membantah apa yang kau inginkan. Tapi aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya kau sembunyikan."

"Kau tidak perlu tahu karena tidak ada hubungannya denganmu." ucap Raka masih menunjuk keluar.

"Tentu saja ada Mas! Setiap malam kau melihat langit memikirkan sesuatu yang sudah jelas bukan aku. Dan akhirnya aku tahu apa yang sering engkau pikirkan." Dewi mengarahkan telunjuknya pada dinding yang terdapat banyak foto Bunga. "Dia."

Raka tercekat ketika istrinya menunjuk foto-foto Bunga. Meski dalam keadaan marah namun rasa bersalah tetap ada di dalam hatinya.

"Aku juga sudah bertemu dengannya." ucap Dewi kemudian keluar dari kamar tersebut, sesuai dengan permintaan Raka.

Dengan perutnya yang besar ia masuk ke dalam kamar yang merupakan kamar orang tua Raka ketika itu. Dewi tahu persis tentang semua itu, karena masih tersimpan beberapa pakaian milik ibu Raka.

Dewi duduk di atas ranjang dengan air mata berjatuhan. Seorang wanita hanya memiliki air mata untuk meluapkan kesedihan, tapi tak punya tenaga untuk berlari dari kenyataan. Begitu lah Dewi saat ini, hamil besar dan tak akan mampu jika sendiri tanpa Raka bersamanya. Meskipun ia tahu cinta Raka tak sepenuh hati dengan Dewi, tapi perhatian dan tanggung jawabnya tetap selalu ia penuhi.

Wanita mana yang tak teriris hatinya jika mengetahui suaminya mencintai wanita lain.

Wanita mana yang tidak menangis jika tahu suaminya setiap malam memikirkan orang lain.

Di tambah lagi dengan pertemuan tadi pagi dengan Bunga.

"Dia sangat cantik." gumam Dewi sambil menghapus air matanya. Tapi kemudian ia mengingat jika ada pula seorang laki-laki yang setia menemani wanita itu, bahkan memeluk pinggangnya ketika membeli ikan di pasar tadi pagi. Sepertinya pria itu adalah suaminya.

Dewi jadi penasaran dengan wanita itu, ingin tahu bagaimana sebenarnya kisah mereka sehingga Raka belum bisa melupakan wanita itu hingga saat ini. Bahkan setelah Dewi mengandung anak mereka.

Terdengar suara pintu di buka, bisa di tebak jika yang masuk adalah Raka.

Raka mendekati Dewi dan berdiri di hadapan wanita yang menunduk sedih itu. "Tidak perlu dipikirkan tentang apa yang kamu lihat, lebih baik kau fokus saja dengan kehamilan ini." mengulurkan tangannya mengelus perut Dewi. "Ingatlah dia butuh ibu yang kuat, jadi jangan menangis."

Dewi mendongak wajah Raka menatap wajah pria tiga puluhan itu dengan pasrah.

"Aku menyayangi mu Dewi Lestari. Kau sedang mengandung anakku, jadi tidak perlu berprasangka atau membayangkan hal yang hanya menyakiti perasaanmu." sambungnya lagi.

"Aku hanya ingin tahu Mas, sebagai wanita tentu saja hatiku diliput rasa penasaran juga cemburu. Aku ingin tahu siapa dan seperti apa wanita yang membuatmu sulit melupakannya. Dan aku sudah tahu sekarang, juga sudah bertemu dengan wanita itu." jelas Dewi menghembuskan nafas yang sempat menyesak.

"Di mana kau bertemu dengannya?" tanya Raka tak bisa menyembunyikan rasa penasaran di dalam hatinya.

"Di pasar tadi pagi ketika aku membeli ikan, dia memberikan ikan yang besar itu untuk segera ku bawa pulang dan dia menunggu setelah aku. Dia berbelanja bersama suaminya yang tidak pernah melepaskan walaupun sedang belanja, mereka selalu berdua."

Mendengar kalimat terakhir membuat masam wajah Raka laki-laki itu tak pernah bisa menyembunyikan rasa tak suka pada siapapun terlebih lagi sudah menyangkut Bunga. Hatinya masih saja cemburu walau berusaha mati-matian untuk tidak mengakui.

"Aku juga sudah bertemu suaminya. Jadi, tidak perlu kau memikirkan tentang dia." Raka memilih keluar dari kamar itu, meninggalkan Dewi sendiri.

"Aku tahu Mas, kau masih mencintainya. Bahkan kata-kata cinta itu tak pernah kau ucapkan ketika bersamaku."

Dewi hanya bisa menangis. Siang yang harusnya ia habiskan untuk tidur, kini menjadi tangisan yang membasahi bantal miliknya.

Tapi tidak hanya menangis, Dewi berpikir jika sesuatu harus dilakukan untuk mempertahankan Raka bersamanya. "Mbah Diman pasti bisa membantuku."

Sedangkan di luar sana, Raka jadi sibuk memikirkan ucapan-ucapan istrinya tentang Bunga. Jujur saja jika Raka rindu sekali dengan wajah cantik Bunga. bahkan jika ada kesempatan ingin sekali menyapanya dan melihat senyumnya.

Raka jadi memikirkan bagaimana cara untuk melihatnya walau sekilas.

"Oh, iya. Kalau tidak salah di Dudung kemarin bercerita bahwa dia menempati salah satu rumah kontrakan milik Gibran dan tempatnya dekat sekali dengan rumah Gibran ." Raka tersenyum senang, mengusap wajahnya lalu kembali tersenyum penuh arti.

Ia membelokkan mobilnya menuju arah yang berbeda. Tujuan untuk membeli sepeda motor itu berubah menjadi pergi ke rumah teman lama, sekalian ingin melihat mantan kekasihnya walaupun hanya menonton dari rumah tetangga.

Raka tersenyum-senyum sendiri.

Benar saja jika rumah Dudung hanya berjarak satu rumah dari rumah Gibran dan Bunga.

"Akhirnya kau datang juga." Dudung menyambut Raka dengan tawa dan memeluk teman lama tersebut.

"Aku akan menetap di desa ini lagi bersama istriku." jelas Raka sambil duduk di depan rumah Dudung.

"Aku penasaran dengan istrimu, di sosial Media saja aku tidak pernah melihatnya." ucap Dudung kepada Raka.

"Dia ada di rumah, sedang hamil." jelas Raka namun menoleh ke arah rumah di sampingnya.

Dudung terkekeh dengan tingkah Raka, dia paham sekali jika tujuan laki-laki itu bukan untuk berjumpa Dudung sepenuhnya, melainkan melihat Bunga.

Menyadari sikap Dudung yang sedikit tertawa, Raka juga ikut tertawa. "Pingin lihat, bagaimana wajahnya setelah tujuh tahun." jelas Raka tak menutupi maksud kedatangannya.

"Ada kok, biasanya sebentar lagi dia keluar, menjemput Tiara di rumah Bule." Dudung menunjuk rumah bersebrangan yang merupakan rumah orang tua Gibran.

"Oh." jawab Raka tapi semakin memanjangkan lehernya melihat ke rumah Bunga lagi.

Dan tak lama kemudian seorang wanita cantik keluar dengan dress panjang menyentuh kaki, rambutnya di kuncir sederhana berjalan menuju rumah ibu mertuanya.

Raka keluar terburu-buru menuju warung di rumah yang berbeda, berpura-pura membeli sesuatu lalu keluar dan bertemu Bunga seolah tidak sengaja.

"Bunga?" tegur Raka seolah terkejut padahal yang sebenarnya sangat terkejut adalah Bunga.

"Mas." ucapnya seperti berbisik namun masih dapat terdengar oleh Raka.

Raka tersenyum. "Apa kabar Bunga?" tanya Raka tak melepaskan pandangan di wajah Bunga.

"Baik Mas." Jawab Bunga. "Maaf Bunga sedang terburu-buru." Bunga tersenyum kaku, lalu segera meninggalkan Raka yang masih terlihat rindu, tak puas hanya melihat saja.

Raka masih menatap punggung Bunga hingga menghilang masuk di balik pintu rumah mertuanya. Pandangannya jelas sekali masih mengagumi juga rindu ingin memiliki.

Dari kejauhan, tepatnya di samping rumah Bunga, Gibran menyaksikan bagaimana Raka memandangi istrinya. Tatapannya juga sikapnya masih seperti dulu, dapat dipastikan jika Raka belum melupakan Bunga.

"Kau masih saja menginginkan istriku." gumam Gibran menatap Raka yang berjalan menuju rumah Dudung, tapi beberapa kali ia berbalik menoleh rumah ibunya, dimana Bunga berada.

1
Cella
menarik
Cella
berarti joko udah ng ada lagi ya thor?
Dayang Rindu: Iyah kak, musnah dari pandangan mata manusia, tapi Tidak mati dalam dunianya.
total 1 replies
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣🤣🤣
estycatwoman
nice
estycatwoman
alhamdulillah happy ending wlau masi digantung 😊

Tapi ada bbrp koreksi yg bkin kurang nyaman , typo namanya bkin bingung thor cerita 👉Iyan -Melati kan dh end ,ni kan 👉Bunga-Gibran .
Aq kira ni lanjutan crta anak iyan melati tpi kok bukan 🤣

Smga next tme bisa lbih teliti lagi . 🙏

Ditggu crta horor laenya 😊
Semngt makasih 👍💯❤
estycatwoman: oh gtu tho malah baru tau soalnya jrang bca komenan gk smpet karna kdang bca nvel smbl krja jaga tko biar gk ngantuk klo rda sepi 😅
total 2 replies
Ika Riana
ceritanya bagus banget kak author suka banget sama Alur ceritannya
Biah Kartika
pernah merasakan seperti mba Dewi, sabar ya mba Dewi tapi jangan main dukun juga untuk mendapatkan cinta suaminya 😊
Biah Kartika: Hai juga, alhamdulillah baik
total 2 replies
MasWan
sangat bagus, bnyak pelajaran dan hikmah
Dayang Rindu: terimakasih @ MasWan sudah baca Karya receh ini sampai akhir
total 1 replies
MasWan
kok aku yg nyesek,, saat akhir cerita
Dayang Rindu: Perpisahan memang selalu sedih MasWan. 😁😁😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
berarti Arya ganteng maksimal ya kak thor.. 😚
Ai Emy Ningrum: sy ( pura pura ) paham 😂😂😂😂😂
total 13 replies
Ai Emy Ningrum
QS Ar - Rum ayat 21
Ai Emy Ningrum: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
iissshh.. Adit, daripada minta sama jin mending minta sama doraemon aja, minta kipas otomatis dari kantong ajaibnya, kl jin nanti minta macem2 looh, doraemon paling cuma minta dorayaki doang.. 😁😁😁
Ai Emy Ningrum: waw 😍😍
total 7 replies
Indriyani Pkl
kenapa otak tiara joko melulu dia kan jin, malah g' mikirin angga, adit g' suka dg sifatnya ini beda dg angga dan adit
Ai Emy Ningrum
haduuhh si Tiara ini,mas Joko mlulu yg dipikirin 🙈 ..buruan bantu tuh Kyai,Adit sama bapak nya Angga..😫😩😫😩
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: siap2 di sentil mas Joko, mental bisa sampe sungai amazon looh 😂😂
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
yg super super itu cuma ada di film, Adit.. kalau dlm dunia nyata ada nya suparman doang 😸😸😹😹😹
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: 😙😙😚😚😚
total 27 replies
Ai Emy Ningrum
Adit laper ...meriyang....merindukan makan siang ayah 😙😚😗
Ai Emy Ningrum: 🏇🏻🏇🏻🏇🏻🚵🏻‍♀️🚵🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🚴🏻‍♀️🏄🏻‍♀️🚣🏻‍♀️🏊🏻‍♀️🏄🏻‍♀️
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
aaaaa... Joko benar2 berkorban demi Tiara, rela hancur jadi debu 😐😑
Ai Emy Ningrum: sampe segitu nya yah.. 😐 jgn jd debu knp ga jd kupu2 ajah 🥴🥴
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tenang Dit walo dr segi pengalaman, pngetahuan km hnya seujung kuku nya mas Joko...tp soal kegantengan ,Adit lebih tamvan 😍😍 mas Joko mah kliyatan ganteng pas udh tuwir..Adit dr kecil bhkan dr orok udh ganteng maksimal 🤪
Ai Emy Ningrum: udah kodrat nya terlahir ganteng Adit mah 😁
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
yah bgitulah ...kalok ada mau dgn kakak nya..kudu baik2 dgn adik nya..seperti hal nya mas Joko yg memuji muji Adit 😗😙😚
Ai Emy Ningrum: mantaap 😍😍...cewek2 jaman now kan udh bedain mana Supra mana Ninja 🏍️😎😎
total 6 replies
Meci
suka tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!