NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia

Pewaris Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Kecelakaan itu telah membuat Ayuna harus kehilangan ingatannya. Mirisnya dia harus hidup terpisah dari orang tua kandungnya. Dia dibesarkan oleh orang tua angkat dengan penuh tekanan. Suatu hari dia terlibat skandal dengan pria asing hingga membuatnya melahirkan dua bocah kembar.

Perseteruannya dengan orang tua angkat membuatnya tak betah dan memutuskan untuk pergi dan hidup bertiga dengan anaknya.

Mampukah Ayuna hidup dalam kekurangan dengan menafkahi kedua anaknya?

Siapa kira-kira pria yang seharusnya bertanggung jawab atas kelahiran dua bocah kembar tersebut?

Yuk, ikuti kisahnya ekslusif di Noveltoon.

Follow Instagram me: Ika Novelis
Facebook:Ika Dwi Indrawati, Ika Dw (Author)

Tiktok: ikaindrawati73, penulis.novel76

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Pengakuan

"Apa benar yang dikatakan oleh mamamu, Erlangga?" Aditya menajamkan matanya meminta jawaban yang jujur mengenai dugaan yang menyeret nama baik keluarganya.

"T—tapi mama tahu dari mana aku memiliki anak?" Bukannya menjawab Erlangga malah meminta penjelasan dari ibunya. Dia masih belum bisa berpikir jernih sebelum mendapatkan penjelasan atas tuduhan itu.

"Kamu tinggal jawab, iya atau tidak! Nggak usah berbelit-belit!" Aditya yang sudah tersulut emosi ingin sekali menggambarnya, hanya saja ia masih butuh penjelasan dari pelakunya.

"Iya, aku memang pernah melakukan hal keji itu, tapi kejadiannya sudah cukup lama, sekitar enam tahun yang lalu, dan kejadian itu bukan murni keinginanku. Aku dijebak oleh seseorang hingga menghabiskan malam panas dengan seorang wanita yang tak kukenal. Hingga kini aku belum mengetahui siapa wanita itu."

Akhirnya Erlangga memberanikan diri untuk bicara jujur, meskipun itu cukup melukai perasaannya sendiri. Hatinya tak bisa lepas dari Luna Wijaya, tapi raganya sudah diberikan pada seorang wanita lain hanya untuk menuntaskan hasratnya, dan ia sadar apa yang dilakukannya itu kesalahan besar, secara tak langsung ia sudah mengecewakan gadis yang begitu dicintainya.

"Bodoh," sungut Hana. "Hanya orang bodoh yang tidak bisa menemukannya. Kau memang tidak berniat untuk menemuinya, Erlangga!"

Erlangga menarik nafasnya. "Sungguh ma! Aku tidak berbohong! Aku memang sudah melakukan pencarian terhadap wanita itu, dan bahkan sampai detik ini," bantahnya.

"Dan kalau ketemu sama wanita itu apa yang akan kau lakukan?" tanya Hana.

"Aku ingin meminta maaf. Sebagai kompensasinya aku akan berikan dua puluh persen dari asetku. Kurasa itu sudah sepadan."

"Lalu bagaimana dengan anak yang dilahirkannya? Apa kau tidak ingin mengakuinya?"

Erlangga mengatupkan bibirnya sesaat. Ia tak yakin sudah memiliki anak dengan wanita lain, sedangkan kejadiannya itu hanya sekali saja.

"Aku rasa Mama sudah tertipu! Mana mungkin aku memiliki anak dengannya, bahkan kejadiannya itu hanya sekali. Sudahlah ma! Jangan karena omongan orang Mama jadi benci sama anak sendiri."

"Tutup mulutmu Erlangga," sergah Hana. "Sekarang bukan waktunya untuk membela diri. Jelas-jelas kamu sudah bersalah, dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu!"

"Tunggu-tunggu ma! Ini Mama dapat informasi dari mana sih?" tanya Aditya.

"Dari nara sumbernya langsung," jawab Hana. "Dari awal aku sudah yakin kalau si kembar itu cucuku, makanya kuselidiki asal usulnya sampai aku curi helaian rambutnya buat dicocokkan dengan Erlangga, dan ternyata benar, bocah kembar itu cucu kandungku, dan bapaknya di sini enak-enakan tanpa pernah berpikir untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Malang sekali nasib cucuku!"

Erlangga bangkit dari tempat duduknya dan berniat untuk menghubungi seseorang. Dia masih ragu dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Dia juga sudah sepakat untuk mencaritahu sendiri siapa wanita yang pernah terlibat skandal bersamanya.

("Halo Sofyan, bagaimana? Apa kamu sudah temui manager hotel itu?")

("Hm..., sudah Tuan," jawab Sofyan.)

("Lalu...?")

("Mungkin jika anda tahu kebenarannya, anda bakalan terkejut.")

("Apa? Gimana maksudnya?")

("Jadi wanita yang bersama Tuan itu orang yang sekarang bekerja di perusahaan Kusuma Group. Dia...,")

("Cepat katakan!")

("Nona Ayuna.")

("Apa? Ayuna? Kamu serius?")

("Menurut manager hotel wanita itu bernama Ayuna. Saya juga memiliki data-datanya secara lengkap.")

("Tapi bagaimana kamu bisa menyimpulkan kalau wanita itu adalah Ayuna? Memangnya apa yang dilakukan oleh Ayuna di hotel itu?")

("Dulu nona Ayuna bekerja di hotel sebagai home skiping. Dia mengundurkan diri setelah kejadian itu.")

Mengingat Ayuna sudah memiliki anak bisa dipastikan kalau ucapan Sofyan itu benar. Bahkan Sofyan pernah bilang padanya kalau anak-anak yang dimiliki Ayuna memiliki kemiripan dengannya. Apa mungkin wanita itu sengaja menyembunyikan rahasia itu darinya?

("Ya sudah, untuk rencana selanjutnya bisa disambung besok. Istirahatlah.")

Erlangga langsung mematikan sambungannya dan kembali menemui orang tuanya.

"Ma, sekarang aku mau tanya sama Mama, siapa wanita yang Mama maksud itu? Apa sebelumnya Mama pernah bertemu dengannya?"

Erlangga mengambil tempat duduk di sebelah ibunya meskipun tempat itu kurang aman untuknya.

"Jelas saja aku mengenalnya. Kau saja yang terlalu bodoh," cerocos Hana. "Kalau kau laki-laki pintar tak sulit untuk bisa mendapatkannya. Kau hanya dibutakan oleh Luna Wijaya, sedangkan Luna tidak ada kabarnya sampai detik ini."

"Cintaku memang  hanya untuk Luna, ma! Tapi apapun itu Aku tetap akan bertanggungjawab atas anakku yang ada pada wanita lain. Kalau memang mama tahu siapa wanita itu tolong kasih tahu aku. Aku akan datangi dia dan aku akan bertanggungjawab untuk menebus kesalahanku padanya."

Hana sedikit lega, setidaknya tak sulit untuk membujuk putranya.

"Baik, aku pegang ucapanmu!"

Hana menyodorkan secarik kertas padanya. "Ini alamat wanita itu. Dan disinilah anak-anakmu tinggal."

Erlangga mengambil kertas itu dan membacanya. Deg,,

'loh, bukannya ini alamat Ayuna?'

"Kenapa?" tanya Hana saat Erlangga menoleh padanya.

"Mama serius ini alamatnya?"

"Iya serius lah! Aku tadi kan ke sana buat cari alamat ini. Kenapa? Kamu pernah datang ke alamat ini?"

Erlangga mengangguk. "Iya ma, ini kan alamatnya Ayuna, pegawaiku!"

Erlangga mengulas senyuman tipis dengan menggenggam erat kertas itu. Selama ini Ayuna selalu ingin menghindarinya, itu berarti dia memang sengaja tidak ingin diketahui rahasianya.

"Awalnya aku juga terkejut mendapatinya di kontrakan itu, tapi saat dua bocah kembar yang menolongku itu keluar dan memanggilnya mami hatinya langsung tergetar. Iseng-iseng aku usut kepribadiannya, dan ternyata dia dipaksa melayani laki-laki brengsek yang tak memiliki hati nurani, dan itu kamu!"

Aditya dan anaknya yang lain geleng-geleng kepala. Mereka tak menyangka Erlangga bisa melakukan hal serendah itu. Bahkan selama ini mereka mengira Erlangga tak memiliki hasrat terhadap seorang wanita.

"Kurang ajar kamu Erlangga! Bisa-bisanya kamu sembunyikan rahasia ini dari kami! Kamu ingin lari dari tanggungjawab jawab huh?! Kamu ingin memperlakukan keluarga?"

"Maaf pa, bukan gitu maksudnya. Aku hanya~~

Tukas Aditya memotong penjelasannya. "Aku juga pernah muda seperti kalian, tapi aku belum pernah buat malu orang tua! Kalau sudah seperti ini apa yang akan kamu lakukan?"

"Menikahinya," jawab Erlangga dengan penuh keyakinan.

Aditya terkekeh. "Lalu apakah wanita itu mau sama kamu?"

"Ya pasti mau lah," bantah Erlangga. "Aku kurang apa coba? Ganteng pasti, kaya juga pasti. Wanita mana yang bakalan menolakku!"

"Terus bagaimana hubungan kita dengan keluarga Wijaya? Bukankah kita sudah sepakat untuk berbesanan?"

Hal yang membuat Aditya bingung bagaimana jika sampai Wijaya marah karena gagalnya perjodohan anak-anaknya? Sedangkan perjanjian itu terjadi lebih dari sepuluh tahun, biarpun Luna Wijaya sudah tiada dan tergantikan oleh Laras Wijaya.

"Perjodohan itu aku sepakati karena cintaku pada Luna," bantah Erlangga. "Kalau Luna tak kembali aku bisa menikahi wanita lain, yang penting bukan Laras Wijaya, karena dia bukan keturunan langsung dari keluarga Wijaya, dan itu tak ada hubungannya denganku!"

1
Rohmi Yatun
sukaaa cerita nya. sat set.. tdk bertele2 👍.. lanjut thor
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Rohmi Yatun
masih teka teki ni.. 🤔sebenarnya apa yg terjadi di masa lalu
Rohmi Yatun
mampir Thor.. sepertinya cerita nya menarik ni.. 👍
Ika Dw: terimakasih kak... 🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!