NovelToon NovelToon
Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Mo Yuuran, seorang permaisuri yang dikenal bengis dan kejam, pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, menjatuhkan Kaisar Zi Xuan dari tahtanya demi cinta butanya kepada Bo Wen. Ia rela mengorbankan segalanya, bahkan mengkhianati pria yang mencintainya dengan sepenuh jiwa.

Tapi kenyataan yang terungkap di akhir hidupnya jauh lebih kejam dari apa pun yang pernah ia lakukan.

Bo Wen, pria yang ia cintai mati-matian, ternyata bersekongkol dengan keluarganya sendiri, kakak dan orang tuanya untuk membunuhnya. Selama ini, Mo Yuuran hanyalah alat. Sebuah pion yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan Kaisar Zi Xuan, satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya, bahkan terobsesi.

Saat napas terakhirnya terenggut dalam pengkhianatan, penyesalan memenuhi hatinya. Tapi, takdir memberinya kesempatan kedua.

Mo Yuuran terbangun kembali di masa lalu sebelum semuanya hancur. Dengan ingatan akan kematian tragisnya, ia bersumpah untuk mengubah segalanya. Termasuk menjadi ibu tiri yang baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kaisar Zi Xuan

Malam itu, kamar Permaisuri diselimuti cahaya temaram dari lampu minyak yang bergoyang pelan. Aroma dupa lembut memenuhi ruangan, menciptakan suasana tenang.

Setelah selesai membersihkan diri, Mo Yuuran duduk di depan cermin perunggu. Ia mengenakan jubah tipis berwarna putih, memperlihatkan garis lehernya.

Di belakangnya, Xia Lu dengan telaten menyisir rambut panjang hitam sang Permaisuri. Setiap tarikan sisir dilakukan dengan hati-hati, seolah takut melukai majikannya.

“Yang Mulia terlihat lelah hari ini,” ucap Xia Lu pelan, mencoba membuka percakapan.

Mo Yuuran hanya tersenyum tipis melalui pantulan cermin. “Sedikit tapi tidak apa-apa.”

Belum sempat percakapan berlanjut, pintu kamar tiba-tiba terbuka tanpa permisi. Suara kayu berderit cukup keras, membuat Xia Lu langsung menoleh dengan wajah tidak senang.

“Beraninya—” tegurnya, namun kata-katanya terhenti begitu melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.

Wajahnya langsung pucat, dan ia buru-buru menundukkan kepala dalam-dalam. “Salam hormat hamba, Yang Mulia Kaisar!”

Kaisar Zi Xuan berdiri tegap, aura dingin langsung memenuhi ruangan. Tatapannya tajam, wajahnya tanpa ekspresi, seolah es yang tak bisa mencair.

Ia hanya mengangguk singkat, lalu berkata dengan suara penuh tekanan, “Keluar.”

Xia Lu sempat ragu sejenak. Ia melirik Mo Yuuran melalui cermin, seolah meminta izin.

Mo Yuuran mengangguk pelan tanpa berkata apa pun. Ekspresinya tenang, namun matanya menyimpan sesuatu yang sulit ditebak.

“Baik, Yang Mulia,” jawab Xia Lu cepat.

Ia memberi hormat sekali lagi kepada Kaisar dan Permaisuri, lalu segera keluar dari ruangan. Pintu tertutup perlahan di belakangnya, meninggalkan keheningan yang menyesakkan.

Begitu pintu benar-benar tertutup, Mo Yuuran langsung berdiri dari duduknya. Tanpa ragu sedikit pun, ia berlari menuju Kaisar Zi Xuan.

Kaisar yang awalnya hendak membuka mulut untuk berbicara langsung terdiam. Tubuhnya membeku saat Mo Yuuran memeluknya erat, tanpa peringatan.

Grep!

Mo Yuuran menutup matanya, wajahnya bersandar di dada pria itu. Ia menghirup dalam-dalam aroma khas yang begitu familiar aroma yang dulu ia abaikan, namun kini terasa menenangkan.

Untuk sesaat, waktu seakan berhenti.

Kaisar Zi Xuan tertegun, matanya sedikit melebar. Tangannya yang semula terangkat untuk menolak, justru tertahan di udara.

Zi Xuan merasa nyaman dengan hal ini. Namun kesadaran segera kembali menghantamnya.

Dengan wajah kembali dingin, ia meraih kedua lengan Mo Yuuran dan melepaskan pelukan itu dengan tegas. Tubuh wanita itu terdorong sedikit menjauh darinya.

“Apa yang kau lakukan?” tanyanya tajam, suaranya dingin tanpa kehangatan sedikit pun.

Mo Yuuran mengerutkan kening, jelas tidak mengerti reaksi itu. Ia menatap pria di hadapannya, lalu menjawab dengan nada yang terdengar wajar.

“Tentu saja memeluk suamiku,” katanya, seolah itu adalah hal paling biasa di dunia.

Namun bukannya melunak, wajah Kaisar Zi Xuan justru semakin mengeras. Tatapannya menjadi lebih tajam, bahkan sedikit penuh ejekan.

“Suami?” ulangnya pelan, hampir seperti mencemooh. “Sejak kapan kau menganggapku seperti itu?”

Mo Yuuran terdiam sejenak, namun tidak mengalihkan pandangannya.

Kaisar Zi Xuan melangkah lebih dekat, menundukkan sedikit wajahnya agar sejajar dengannya. Aura dingin yang ia bawa semakin menekan.

“Apa yang kau rencanakan lagi, Mo Yuuran?” tanyanya, nada suaranya penuh kecurigaan. “Apa kau belum puas menyakitiku?”

Ia tertawa kecil, namun tawa itu tidak mengandung kebahagiaan sedikit pun.

“Atau .…” lanjutnya pelan, “kau datang lagi untuk melarikan diri dariku dengan cara lain?”

Mo Yuuran hanya diam. Tatapannya tertuju pada wajah pria itu, memperhatikan setiap garis dingin yang terbentuk dari luka masa lalu.

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar melihat betapa dalamnya rasa sakit yang pernah ia sebabkan.

Kaisar Zi Xuan mengangkat dagunya dengan satu jari, memaksanya menatap lurus.

“Jangan bermain sandiwara di hadapanku,” katanya dingin. “Aku sudah muak dengan semua kepalsuanmu.”

Suasana di antara mereka menegang, udara terasa semakin sesak.

“Jika kau datang untuk berpura-pura lembut lagi,” lanjutnya kejam, “maka simpan saja itu untuk pria yang benar-benar kau cintai.”

Ada jeda singkat, sebelum kata-kata berikutnya keluar seperti pisau yang mengiris.

“Karena bagiku .…” suaranya merendah, penuh luka yang disembunyikan, “kau tidak pernah lebih dari pengkhianat. Tapi kau tidak akan bisa lari dariku, karena tubuhmu hanya milikku meski kau mencintai pria lain.”

Mo Yuuran tidak membalas. Ingatan Mo Yuuran tiba-tiba berkelebat di benaknya, begitu jelas seolah baru terjadi kemarin. Saat itu, ia, Kaisar Zi Xuan, dan Bo Wen masih menjadi murid di akademi militer yang sama.

Di masa itu, Bo Wen selalu tampil sebagai pria yang lembut dan penuh perhatian. Senyumnya hangat, kata-katanya menenangkan, membuat Mo Yuuran tanpa sadar menyerahkan hatinya.

Berbeda jauh dengan Zi Xuan.

Pria itu dingin, tegas, dan tidak segan menggunakan kekuatan serta statusnya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Di mata Mo Yuuran saat itu, Zi Xuan hanyalah sosok kejam yang tidak memahami perasaan orang lain.

“Aku bodoh,” gumamnya sangat pelan, hampir tak terdengar.

Ia dulu percaya, hidupnya akan bahagia jika bersama Bo Wen. Namun kenyataannya, pria yang ia pilih justru menjadi sumber kehancurannya.

Tanpa peringatan, Mo Yuuran melangkah maju.

Sebelum Kaisar Zi Xuan sempat bereaksi, ia menarik kerah pria itu dan langsung mencium bibirnya. Gerakannya tidak kasar, justru pelan, seolah penuh penyesalan yang tak terucapkan.

Kaisar Zi Xuan membeku. Untuk sesaat, ia benar-benar tidak bergerak. Tubuhnya kaku, pikirannya kosong, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Namun hanya sesaat. Dengan kasar, ia menarik tubuh Mo Yuuran menjauh darinya. Tatapannya kembali tajam, penuh kecurigaan dan amarah yang tertahan.

“Cukup!” bentaknya dingin. “Trik apa lagi yang kau inginkan sekarang?”

Napas Mo Yuuran sedikit terengah, namun ia tidak mundur. Ia menggeleng pelan, menatap lurus ke dalam mata pria itu.

“Aku tidak punya trik,” jawabnya jujur. “Aku hanya ingin memperbaiki semuanya.”

Kaisar Zi Xuan mendengus sinis.

“Memperbaiki?” ulangnya dengan nada meremehkan. “Kau pikir semuanya bisa diperbaiki semudah itu?”

Ia melangkah mendekat, aura dinginnya semakin menekan.

“Setelah semua yang kau lakukan?” lanjutnya tajam. “Setelah kau memilih pria lain di depanku?”

Mo Yuuran terdiam, tetapi kali ini ia tidak menghindar. “Ya,” jawabnya pelan. “Aku tahu aku salah.”

Jawaban itu justru membuat wajah Zi Xuan semakin gelap.

Tanpa peringatan, ia mendorong tubuh Mo Yuuran dengan keras. Tubuh wanita itu terhuyung dan jatuh ke atas ranjang di belakangnya.

Suasana seketika menegang.

Kaisar Zi Xuan berdiri di depan ranjang, menatapnya dengan mata penuh konflik antara amarah, luka, dan sesuatu yang tidak ingin ia akui.

“Jangan mempermainkanku lagi, Mo Yuuran,” ucapnya dingin. “Kesabaranku ada batasnya.”

1
tinie
ya lagian jadi pelayan aja
belagu tidur nyenyak dikasur empuk
eeh justru anak kaisar malah dikasih kasur tikar
RheaAdelya
😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini siapa yg tak tau malu
mama_im
mantap👍👍🤣🤣🤣
FAISHAL GAMING
luar biasa
💟노르 아스마💟
whuuuhhhh...keren!!!👏👏👏👏
Allfa Rizky
suka sama cerita spt ini FL nya Badas keren banget gak menye-menye,, sar set eksekusi man taappp
Allfa Rizky
sadiiisss,, tpi kereenn Badas
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Uuuhhh mantaaapp itu baru Permaisuri /Applaud/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Drowsy//Scream/ Tumaaaann mang enak disiram aer nanaasss
SENJA
mantabs🔥
SENJA
yaelaaah kurang lah segitu😳
SENJA
lu yang mati 😤
SENJA
udah langsung hukum langsung siksa
SENJA
siksa udah buseh dah ga beres nih 😤
SENJA
emang ga ada ingatan yuran sebelumnya?
Vika Lestari
uf lagi kaka🙏
Sribundanya Gifran
lanjut
Maydian li Maydian
lanjut thor 😍
Atik Kiswati
mantap....🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!