Nathan, seorang polisi yang gagal menjalankan tugasnya, menemui akhir yang tragis. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dengan mengirimnya kembali ke masa ketika ia baru memulai karier sebagai polisi.
Kali ini, Nathan bertekad mengubah nasibnya. Dengan bantuan sebuah sistem misterius yang memberinya hadiah setiap kali berhasil menangkap penjahat, ia akan memburu para kriminal satu per satu dan memperbaiki semua penyesalan di kehidupan sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Penangkapan (2)
Sebelum pengawal itu sempat terjatuh, Nathan melayangkan hantaman lutut yang telak ke arah dada lawan, disusul tendangan memutar ke wajahnya.
Pengawal berbadan besar itu langsung terkapar tidak sadarkan diri di atas tanah berlumpur.
Pengawal kedua merangkak keluar dari kursi penumpang depan, memegang pistol dengan tangan gemetar. "J-jangan bergerak!"
Nathan bahkan tidak menghentikan langkahnya. Ia terus berjalan maju dengan tatapan dingin.
Saat pengawal itu hendak menarik pelatuk, Nathan menendang batu kerikil di bawah kakinya tepat ke arah mata pengawal tersebut.
Pengawal itu teralih fokusnya dan memejamkan mata refleks.
Dalam hitungan detik, Nathan sudah berada di depan pengawal tersebut.
Tangan kanan Nathan menyapu senjata api itu hingga terlepas, sementara tangan kirinya memberi cengkeraman kuat pada leher lawan, lalu membanting tubuhnya ke atas kap mesin mobil yang panas.
BRAKK!
Pengawal kedua langsung kehabisan napas dan pingsan seketika.
Sang Direktur, yang merangkak keluar dari pintu belakang sambil memeluk erat koper berisi uang dan berkas rahasia, melihat kedua pengawal terlatihnya dilumpuhkan dalam hitungan detik. Matanya membelalak ketakutan luar biasa.
"J-jangan mendekat! Aku punya uang! Berapa pun yang kamu mau, aku berikan! Sepuluh miliar? Dua puluh miliar?! Tolong lepaskan aku!" ratap sang Direktur sambil merangkak mundur.
Nathan berhenti tepat di depan sang Direktur. Ia berlutut satu kaki, meraih kerah kemeja mahal pria itu, dan menariknya hingga wajah mereka saling berhadapan.
"Uangmu tidak bisa menghidupkan kembali nyawa orang yang sudah kamu bunuh," ucap Nathan datar.
PLAK!
Nathan mendaratkan satu pukulan keras ke rahang sang Direktur, membuat pria itu langsung tersungkur dan terkulai lemas di tanah, tidak berdaya.
Nathan menarik tangan pria itu ke belakang dan memasangkan borgol dengan kencang.
Suara sirine polisi meraung-raung memecah kegelapan malam.
Puluhan mobil polisi Distrik 1 mengepung area konstruksi tersebut. Lampu sorot merah dan biru menyinari lokasi kejadian dari segala arah.
Gavin turun dari mobil dinasnya dengan pistol teracung, diikuti oleh Reno, Niko, dan belasan anggota tim investigasi.
"Angkat tangan! Jangan ada yang bergerak!" berteriak Gavin dengan lantang.
Namun, langkah Gavin perlahan terhenti. Matanya membelalak tak percaya pada pemandangan di depannya.
Dua pengawal bertubuh kekar terkapar pingsan dengan luka parah di atas tanah.
Sebuah sedan mewah hancur menghantam dinding semen.
Dan di tengah semua kekacauan itu, Nathan berdiri tenang sambil memegang tali borgol sang Direktur yang sudah tidak berdaya.
Niko dan Reno melongo tidak percaya.
"Astaga... dia melumpuhkan mereka sendirian?" bisik Niko dengan mulut terbuka lebar.
Reno menepuk jidatnya. "Anak ini... benar-benar gila."
Gavin menelan ludah kasar. Rasa angkuh dan harga dirinya hancur seketika saat melihat Nathan menatapnya dengan raut wajah biasa saja, seolah-olah baru saja menyelesaikan tugas ringan.
"Komandan Gavin," panggil Nathan sambil menyerahkan ujung borgol tersangka. "Tersangka utama kasus pembunuhan dan pencucian uang sudah berhasil diamankan. Silakan urus sisanya."
Gavin menerima borgol itu dengan tangan yang sedikit gemetar, bingung harus mengatakan apa di depan seluruh bawahannya.
Tepat pada saat itu, sebuah layar transparan berwarna biru kembali muncul mengambang di udara, tepat di depan pandangan mata Nathan.
[Misi Selesai: Selesaikan kasus pembunuhan]
[Hadiah: Saldo Tunai 100.000.000 telah dikirimkan ke rekening pribadi]
Nathan tersenyum tipis, lalu berbalik membelakangi kerumunan polisi yang masih terpaku menatapnya.