Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Apa Dia Kembali
Akhirnya Lavanya bersama dengan Mike menyelesaikan makan malam mereka bersama dan sekarang pasangan suami istri itu keluar dari Restaurant, Lavanya tiba-tiba saja menggandeng lengan Mike membuat Mike menoleh ke arahnya dengan Lavanya tersenyum.
"Apa tidak boleh?" tanya Lavanya takut salah jika menggandeng lawan suaminya.
"Kenapa tidak boleh," jawab Mike.
Lavanya tersenyum dengan keduanya kembali melanjutkan langkah mereka.
"Kamu setelah ini mau ke mana lagi? Mau langsung pulang ke rumah atau kita mau kemana?" tanya Mike.
"Memang kak Mike tidak lelah jika Lavanya ingin diajak ke tempat lain?" tanyanya.
"Kamu selamanya seperti wanita yang berada di dalam penjara, jadi menurut saya tidak ada salahnya meluangkan waktu lebih banyak kepada wanita yang tidak pernah ke mana-mana," jawab Mike.
"Sindirannya sedikit terdengar kejam," sahut Lavanya membuat Mike tersenyum.
"Jadi sekarang kamu ingin diajak ke mana?" tanya Mike.
"Kemana aja," sahut Lavanya.
"Baiklah!" sahut Mike dengan senang hati menemani istrinya teman itu untuk.
Lavanya juga demikian terlihat bahagia, terlihat senang di ajak oleh Mike, ternyata Mike mengajaknya ke tempat taman hiburan, taman hiburan yang berada di pusat kota dengan berbagai hiburan di malam hari, banyak keluarga anak-anak orang dewasa dan juga para remaja yang menikmati berbagai wahana yang ada di sana.
Lavanya terus memperhatikan di sekitarnya, wajahnya tampak ceria.
"Kenapa? Kamu baru pertama kali ke tempat keramaian seperti ini?" tanya Mike.
"Apa kak Mike berpikiran bahwa selama ini saya tidak pernah ke tempat-tempat ramai dan padahal semenjak menikah media dan hal-hal lainnya dengan penuh keramaian sudah menjadi kebiasaan," sahut Lavanya.
"Barangkali, tempat seperti ini baru saja kamu kunjungi," sahut Mike.
"Ya, kalau memang tempat seperti ini, memang benar apa adanya, ini tempat baru pertama kali saya kunjungi," jawab Lavanya membuat Mike tersenyum.
"Ayo kesana!" ajak Mike membuat Lavanya mengikut saja.
Lavanya dan Mike tampak menikmati suasana taman hiburan, Lavanya dan Mike bahkan mencoba beberapa wahana seperti naik mobil putar, bermain pukul palu dan bahkan banyak lagi yang dilakukan pasangan suami istri itu.
Keduanya juga tampak lepas melakukan semuanya tanpa ada tekanan dan paksaan, Mike juga terlihat nyaman kepada istrinya dan begitu juga Lavanya tidak terpaksa melakukan semua itu.
"Huhhhhh, tidak terasa sudah memasuki jam 10.00 malam, waktu benar-benar cepat berlalu," ucap Zivanna.
"Kamu benar, hmmmm kamu mau makan es krim tidak?" tanya Mike menawarkan.
"Boleh," sahut Zivanna tidak keberatan sama sekali.
"Baiklah, kalau begitu Kamu tunggu sebentar di sini. saya akan membelikan eskrim nya sebentar," ucap Mike.
"Baiklah," sahut Lavanya menuruti suaminya itu yang membuat Mike akhirnya berlalu dari hadapan Lavanya.
Lavanya kemudian mengambil tempat duduk untuk menunggu Mike, Lavanya kembali melihat di sekitarnya dengan menghela nafas.
"Aku tidak menyangka bisa sedekat ini dengan kak Mike, mungkin ini awal dari hubungan pernikahan kami. Lavanya kamu harus terus bersabar dan tetap berada di sisinya, jangan pernah berikan kesempatan apapun kepada wanita itu," batin Lavanya dengan menghela nafas.
Mata Lavanya tiba-tiba saja tertuju pada seseorang yang berdiri di di samping salah satu wahana permainan yang membuatnya mengerutkan dahi.
"Mas Damian...." ucap Lavanya mengenali sosok pria tersebut, tetapi masih tetap tidak yakin dan terus memperhatikan.
"Benarkah itu dia?" Lavanya benar-benar penasaran yang membuatnya berdiri dari tempat duduknya.
Orang yang dia Damian tiba-tiba saja meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!" panggil Lavanya mengejar Damian.
Lavanya mencoba untuk mencari-cari dan lagi-lagi memastikan apakah benar pria tersebut adalah orang yang dia kenal atau justru tidak.
Lavanya membalikkan tubuh membuatnya kaget.
"Kak...." ucapnya dengan memegang dadanya yang berdebar begitu kencang.
"Lavanya...." ucap Mike.
"Maaf kak, Lavanya pikir tadi siapa," ucapnya masih mengatur nafasnya.
"Memang kamu melihat siapa?" tanya Mike.
"Tidak! Lavanya tidak melihat siapa-siapa. Maaf Lavanya tidak tahu," ucapnya benar-benar gugup.
"Ini eskrim kamu!" Mike memberikan es krim tersebut kepada istrinya yang membuat Lavanya mengambilnya, tetapi tetap saja perhatiannya masih seperti mencari-cari seseorang.
"Lavanya kamu baik-baik saja bukan?" tanya Mike memastikan membuat Lavanya menganggukkan kepala.
"Iya. Kak," jawabnya.
"Kalau begitu ayo kita kembali!" ajak Mike.
Lavanya menurut dengan menyusul suaminya, tetapi tetap saja Lavanya masih menoleh ke belakang seolah-olah ada seseorang yang dia cari.
Lavanya sempat merasa terganggu dengan sosok seseorang yang dia kenali, tetapi merasa tidak mungkin bahwa apa yang kau pikirkan adalah benar, ketika menikmati es krim bersama dengan Mike, mood Lavanya kembali stabil dan melupakan orang yang telah dialihkan.
"Kamu menyukai es krimnya?" tanya Mike
"Suka, Lavanya memang menyukai rasa vanila. Makasih ya kak sudah membelikan es krim rasa kesukaan Lavanya," ucap Lavanya.
"Sama-sama Lavanya, saya juga mengucapkan terima kasih kepada kamu karena menemani saya hari ini," sahut Mike.
"Bukankah justru kebalikan yang adanya Lavanya yang ditemani dan diajak jalan-jalan," sahut Lavanya membuat mereka berdua tertawa kecil.
"Baiklah ini sudah malam, bagaimana kalau kita langsung pulang saja?" tanya Mike.
"Ayo!" ajak Mike dengan menganggukkan kepala dan kemudian mereka berdua langsung meninggalkan tempat tersebut, berjalan menuju parkiran dengan pintu yang telah dibuka oleh Mike.
Kemudian Mike menyusul memasuki mobil. Mike melihat bagaimana istrinya mengalami kesulitan saat memakai sabuk pengaman.
"Biar saya bantu!" Mike mendekati Lavanya dengan memakaikan sabuk pengalaman tersebut Lavanya seketika berhenti bernafas saat melihat kedekatan suaminya padanya yang mana wajah mereka juga bahkan hampir bersentuhan dan melihat bagaimana seriusnya Mike memakaikan sabuk pengaman tersebut.
Jantung Lavanya berdebar semakin kencang, ketika sabuk pengaman itu sudah tertancap, arah pandangan mata Mike tertuju padanya, wajah Lavanya seketika memerah di saat mendapat tatapan yang begitu dalam dari Mike.
Jarak wajah keduanya semakin dekat dengan nafas saling menerpa satu sama lain. Mike terlihat kesulitan menelan ludah, tiba-tiba arah pandangnya tertuju pada bibir cantik seperti buah persik milik Lavanya.
Sudah pasti itu menjadi tujuan Mike yang perlahan semakin mendekatkan wajahnya dengan matanya tidak berhenti mendapat bibir tersebut, hampir saja bibir keduanya saling menempel jika tidak Lavanya yang tiba-tiba saja mengalihkan pandangannya.
Mike menghentikan tujuannya dan kembali memperhatikan raut wajah gelisah dari istrinya itu.
"Maaf Lavanya," sahut Mike menyadari bahwa Lavanya sepertinya belum siap dan membuat Mike sadar diri dengan menjauh dari sang istri yang kembali pada posisi duduknya.
Meksi terlihat tenang, tetapi tanpa kekecewaan di wajah tampan Mike, ternyata setelah pendekatan yang mereka lakukan Lavanya tidak terlalu siap untuk memulainya.
Lavanya menoleh ke arah Mike, seketika suasana di dalam mobil menjadi hening, canggung. Mike juga tidak banyak bicara melajukan mobil tanpa berbicara apapun.
"Apa yang aku lakukan barusan? Apa aku membuatnya kecewa?" batin Lavanya menyadari telah melakukan kesalahan.
Ini adalah hal yang terjadi di awal-awal pernikahan mereka, Mike sering berusaha untuknya tetapi Lavanya tidak pernah siap.
Lavanya terus memperhatikan wajah dingin Mike yang tetap menatap lurus ke depan sembari menyetir tanpa menoleh lagi ke arahnya. Lavanya menjadi panik dan takut jika suaminya akhirnya mencari pelarian.
Bersambung.....
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga