NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Penolong yang Tak Bernama

Disisi Elzia gadis itu sedang bersiap-siap karena ingin menonton di Arena balap, ia sudah memberitahukan kepada sahabatnya bahwa ia tak bisa ikut dan sahabatnya hanya mengiyakan saja,

Elzia turun ke lantai bawah di ruang tamu terlihat begitu sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 23,17 wib itu Artinya semua orang terlelap dalam mimpinya

Elzia berjalan menuju garasi dan mulai menghidupkan mesin mobilnya, ia mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan menuju Arena balap.

Ketika ia sampai di Arena balap ternyata pertandingan nya sudah mulai dari sepuluh menit sebelum Elzia sampai

" Ternyata benar-benar Ramai " Guman Elzia sambil berjalan ke arah Arena

Elzia mengerutkan keningnya ketika melihat ke arah pertandingan benar-benar wajah yang tidak dikenali nya, ia tau karena motornya.

"Ternyata Orang asing semua " Guman Elzia melihat sekeliling nya. Elzia mulai fokus melihat ke arah Arena balap.

Pandangan Elzia tertuju lurus pada lintasan. Di sana, sepuluh motor tampak melaju gila-gilaan, saling beradu kecepatan demi merebut garis finis yang sudah di depan mata. Namun, perhatian Elzia mendadak terkunci pada dua pembalap di posisi terdepan. Bukannya fokus memacu mesin, keduanya justru terlibat aksi brutal—saling menendang satu sama lain di atas motor yang melesat dalam kecepatan tinggi.

BRUMMM! BRAAAAAKKKKKK!

Raung mesin yang memekakkan telinga seketika tenggelam oleh suara hantaman yang begitu dahsyat. Salah satu pembalap kehilangan kendali setelah menerima tendangan telak. Motornya oleng, terseret di atas aspal dengan percikan api yang mengerikan, sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan.

Netra Elzia membelalak sempurna. Jantungnya mencelos melihat tubuh yang terkapar tak berdaya di tengah kepulan asap. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung berlari menghampiri korban kecelakaan tersebut.

"Tolongin bawa ke mobil aku " Ucap Elzia panik karena darah korban itu keluar terus

Sedangkan beberapa langsung melepaskan helm full face milik orang itu yang ternyata laki-laki

Beberapa dari orang penonton itu langsung mengangkat tubuh pemuda itu ke mobil milik Elzia

Setelah berasa semuanya selesai Elzia langsung menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan tinggi takutnya pemuda yang dibelakang itu sekarat

Setelah beberapa menit Akhirnya Elzia sampai di rumah sakit milik Eliza, hanya Elzia yang tau bahwa Rumah sakit itu milik kembaran nya

"Suster tolongin pemuda itu Sus " Ucap Elzia sambil membuka pintu mobilnya

Beberapa perawat langsung membawa pemuda itu ke ruang UGD

"Permisi kak boleh isi Formulir milik pasien dan tolong hubungi keluarga atau kerabat pasien " Ucap Perawat itu dan Elzia hanya mengangguk saja

"Jika boleh tau kak nama pasien siapa" Tanya perawat itu kembali

"Saya tidak tau sus, dan saya juga tidak mengenalnya em begini saja Sus coba anda cari di pakaian pemuda itu siapa tau ada dompet yang berisikan KTP atau apa " Ucap Elzia yang memang tidak mengenal pemuda itu

"Baik kak kalo begitu saya pamit dulu jika kami menemukan identitas pasien akan kami memberi tahukan kepada Anda " Ucap perawat itu sedangkan Elzia hanya mengangguk kan kepalanya.

Selang beberapa menit suster itu kembali sambil membawa dompet milik pemuda tadi.

"Permisi kak ini dompet milik pasien apakah anda mengenalnya " Ucap perawat tadi dan menyerahkan dompet milik pemuda tadi

Elzia mengambil dompet itu dan membuka dompet itu disana sudah ada KTP milik pemuda itu

"Saya tidak mengenalnya Sus tapi akan saya usahakan buat mencari keluarga pasien " Ucap Elzia dan perawat itu hanya mengangguk kan kepalanya, kemudian ia kembali ke meja kasir

Elzia kembali melihat KTP itu disana audah tercetak nama: KENO ASLAN B.

kemudian Elzia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang

Tut.. Tut.. Tut..

"Hm" Dehem orang seberang sana

Sedangkan Elzia memutar bola matanya malas jika bukan karena keadaan penting mungkin ia tidak akan menelpon orang itu siapa lagi jika bukan Kakaknya Eliza si gadis kulkas

" Kak aku minta tolong, soalnya aku lagi di rumah sakit "ucap Elzia pada Eliza meskipun harus menahan diri untuk tidak mengomel

" Apa ada sesuatu pada dirimu? "Tanya Eliza datar

" Bukan Aku tapi seseorang yang kecelakaan dan gue bawa kerumah sakit " Ucap Elzia sedangkan Eliza hanya mengangguk meskipun tak dilihat

"Apa yang bisa ku bantu? " Tanya Eliza datar

"Tolong carikan keluarga pemuda itu ntar aku krim foto KTP nya " Ucap Elzia dan dijawab deh emangnya dan langsung mematikan telepon nya

" Dasar kakak lucknut jika bukan keadaan gini gue gak mau telepon ni kakak kulkas " Dumelnya tapi walaupun sedang mendumel ia tetap mengirim foto KTP itu pada kembarannya

Tidak sampai lima belas detik bunyi noftikasi ponsel nya berbunyi

Elzia membuka ponselnya disana Eliza sudah mengirimkan data serta nomor milik pemuda itu

" Cepat juga ternyata " Guman Elzia kemudian Elzia langsung menuju kasir tadi dan menyerah data dan nomor keluarga pemuda tadi

Perawat itu segera menekan nomor kontak darurat keluarga pasien. Sambil menunggu, ia melirik jam dinding dengan cemas.

Tut... Tut... Tut...

"Halo, selamat siang. Apa benar ini dengan keluarga dari Saudara Keno Aslan?" tanya perawat itu begitu sambungan terhubung.

"Iya benar, saya ayahnya. Ada apa, ya?" sahut suara berat di seberang sana, terdengar tenang namun mulai menyimpan Sedikit riak cemas.

"Begini, Pak. Anak Bapak baru saja mengalami kecelakaan parah di lintasan. Saat ini korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Queenliza dan sedang ditangani secara intensif di ruang IGD," jelas perawat itu secepat mungkin.

"APAAAA?!"

Tut.

Pekikan syok yang begitu melengking itu seketika terputus. Panggilan dimatikan secara sepihak dari seberang sana. Sang ayah pasti tengah didera kepanikan luar biasa dan langsung berhamburan menuju rumah sakit tanpa sempat mengucap sepatah kata pun.

Sedangkan di keluarga Betrino sedang Berkumpul dan bercanda tawa

Tiba-tiba ponsel milik Jordan berbunyi ia melihat nomor baru dan ia enggan untuk mengangkat nya

"Angkat aja mas siapa tau penting" Ucap Amira istri Jordan

Jordan mengangguk dan mengangkat panggilan itu. Setelah beberapa menit

"APAAAA" Teriak Jordan yang dimana membuat keluarga yang berkumpul itu kaget dengan teriakan Jordan

"Ada apa Jor" Tanya Faris ayah dari Jordan, ia sudah begitu Tua untung tidak memiliki penyakit Jantung jika tidak mungkin sudah koit

"Kau mengagetkan kami semua kak " Ucap sudara Jordan sedangkan yang lainnya mengangguk mengiyakan

"Ada apa mas kenapa tiba-tiba teriak" Ucap Amira yang merupakan istrinya

Setelah mengatur napasnya Jordan melihat kearah Keluarga nya yang juga sedang menatapnya

"Keno kecelakaan pah " Ucap Jordan yang membuat mereka disana kaget dengan ucapan Jordan

"Jor kamu tidak berbohong kan? " Ucap Maya yang merupakan ibu dari Jordan

" Enggak mah Keno sekarang berada dirumah sakit Queenliza, tidak mungkin pihak Rumah sakit berbohong " Ucap Jordan kepada ibunya

"Tunggu apalagi cepat kita ke rumah sakit " Ucap Faris berdiri, meskipun umurnya sudah tua tapi tubuhnya masih segar bugar

Kini mereka semua menuju Rumah sakit Queenliza dengan kecepatan tinggi

Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai Di Rumah sakit, Jordan dengan cepat berjalan menuju kasir Rumah sakit tersebut

"Sus dimana anak saya Sus" Ucap Jordan panik bercampur khawatir

"Apakah bapak keluarga dari pasien yang bernama Keno Aslan? " Tanya perawat itu dan dibalas anggukan oleh Jordan

"Begini pak anak bapak masih berada di Ruangan UGD karena anak bapak kecelakaan nya lumayan parah dan banyak kehilangan banyak darah " Ucap perawat itu menjelaskan

Amira berjalan mendekati suaminya dan mengelus punggung suaminya ia kembali menatap perawat itu

"Jika boleh tau siapa yang sudah membawa putra saya ke sini Sus? " Tanya Amira menatap ke arah perawat itu

"Seorang gadis nyonya tapi ia sudah sudah pulang karena hari semakin larut malam " Ucap perawat itu sedangkan Amira hanya mengangguk kan kepalanya

' semoga saja kita bertemu ' batin Amira berharap untuk bertemu dengan penolong putranya

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!