NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 17

Vanya berjalan setengah berlari menyusuri koridor. Tangannya tak henti-henti merapikan kerah seragam dan mengusap pipinya yang masih terasa panas.

Rasanya seluruh tubuhnya lemas, seperti baru saja lolos dari terkaman singa. Ia berkali-kali mengatur napas agar tidak terlihat terlalu mencolok, meski detak jantungnya masih berpacu liar.

​Ting!

​Ponsel di saku roknya bergetar. Sebuah pesan dari Elsa masuk

"Woy, Van! Lo di mana? Gue udah di kantin pesen siomay. Buruan sini sebelum jam istirahat abis!"

​Vanya menarik napas panjang, mencoba menormalkan ekspresi wajahnya sebelum masuk ke area kantin yang riuh.

Begitu sampai di meja pojok, Elsa langsung melambai heboh.

​"Gila ya lo, lama bener! Habis dari mana sih? Eh..."

Elsa menghentikan ucapannya saat Vanya duduk di depannya.

Mata Elsa menyipit, menatap Vanya dengan penuh selidik.

"Muka lo... kenapa merah banget gitu? Terus rambut lo kenapa berantakan banget, Van?"

​Vanya gugup setengah mati.

Ia buru-buru merapikan anak rambutnya di balik telinga.

"I-itu... tadi gue lari-lari taukk! Takut jam istirahat abis!"

Elsa mencondongkan tubuhnya, lalu tiba-tiba matanya membelalak kaget saat melihat sesuatu di balik kerah baju Vanya yang sedikit miring.

"Vanya... itu di leher lo... merah-merah apa?!"

​Vanya refleks membekap mulut Elsa dengan tangannya yang gemetar.

"Ssshhh! Elsa, jangan berisik! Itu... itu tadi kegigit nyamuk"

​"Nyamuk apa bisa gitu,? atau....eh?"

bisik Elsa heboh setelah melepaskan tangan Vanya.

"Gila ya lo, berani banget di sekolah! Lo diapain sama si itu?!"

​"Enggak diapain! Gue cuma... cuma dibantu!"

Vanya menunduk, menyembunyikan wajahnya di balik piring siomay. Ia menusuk-nusuk bumbu kacang dengan perasaan campur aduk.

"Pokoknya jangan tanya-tanya lagi! Gue lagi pusing!"

​Sisa jam pelajaran setelah istirahat terasa sangat lama bagi Vanya.

Ia tidak bisa fokus mendengarkan penjelasan guru matematika di depan kelas. Pikirannya terus melayang pada kejadian di ruangan tadi.

Sentuhan Aiden, suara napasnya, dan bagaimana cara cowok itu menatapnya benar-benar menghantui otak Vanya.

​Sesekali Vanya melirik ke luar jendela, berharap bisa melihat Aiden lewat di lapangan. Ada rasa benci karena dikerjai, tapi ada rasa rindu yang aneh yang mulai merayap di hatinya.

​Drrtt... drrtt...

​Ponselnya bergetar lagi di bawah kolong meja. Sebuah pesan dari nomor yang belum disimpan, tapi ia tahu siapa pemiliknya.

bel pulang sekolah yang ditunggu-tunggu akhirnya berbunyi nyaring.

Para siswa bersorak riang, tapi Vanya justru merasa deg-degan. Ia buru-buru memasukkan bukunya ke dalam tas.

​"Van, balik bareng nggak?"

tawar Elsa sambil menggendong tasnya.

​"Gue... gue bareng Kak Aiden, Sa,"

jawab Vanya malu-malu.

​Elsa langsung bersiul panjang.

"Ciee, yang udah dapet pengawalan ketat! Ya udah, hati-hati ya"

Elsa tertawa sambil berlari keluar kelas sebelum Vanya sempat melempar kotak pensilnya.

​Vanya berjalan menuju parkiran belakang yang mulai sepi. Di sana, mobil sport abu-abu Aiden sudah terparkir manis.

Aiden bersandar di kap mobil sambil melipat tangan di dada, kacamata hitamnya membuat ia terlihat sangat maskulin dan dingin sangat berbeda dengan sosok yang jongkok di samping sofa tadi.

​Aiden melihat Vanya mendekat. Ia melepaskan kacamata hitamnya, lalu membukakan pintu untuk Vanya tanpa kata-kata. Saat Vanya masuk ke dalam mobil, aroma parfum Aiden kembali menyeruak, membuat Vanya teringat kembali pada kejadian panas itu.

​Begitu mobil melaju keluar dari gerbang sekolah, Aiden melirik Vanya yang hanya diam menatap keluar jendela.

​"Gimana tadi di kelas? Masih kerasa lemas?" tanya Aiden dengan nada datar namun penuh godaan.

​"Kak Aiden diem aja dehh! Gwehh masih marah!"

semprot Vanya manja, menyembunyikan rasa deg-degannya.

​Aiden justru menyeringai miring. Ia meraih tangan Vanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya tetap di setir. Ia mencium tangan Vanya dengan lembut.

"Marah aja sepuas lo. Yang penting nanti malem lo siap packing, karena besok pagi kita pindah ke apartemen."

​Vanya tertegun.

"Besok?! Cepet banget!"

​"Gue nggak mau nunda waktu buat dapet asupan segar setiap pagi,"

bisik Aiden sambil melirik Vanya dengan tatapan mesum.

1
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
Qaisaa Nazarudin
Kelas 2 SMA 17 Tahun dong,Aiden kelas 3 SMA 18 Tahun..
Qaisaa Nazarudin
Lah ternyata lingkaran mutualisme dong..saling membutuhkan,😅😅
Qaisaa Nazarudin
Diihh sok ngancam,ngebet banget mau di panggil mami papi..🤭🤭😂😂
Qaisaa Nazarudin
Nah kecurigaan ku benar belaka..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Nah kan nah kan.. pasti udah diJODOHIN nih dari orok,Mungkin cuman Aiden yang tau Perjodohan itu.
Qaisaa Nazarudin
Aneh,Kayak gak masuk akal aja alesannya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!