NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:58.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Curiga Maharani

Malam sampai di sini karena terjadi keributan antara purnama dan juga Melda yang cukup besar, ratu ular tidak akan pernah mau mengalah kepada orang yang telah berbicara kasar seperti Melda itu sehingga pertengkaran di antara mereka terjadi dengan sangat parah, sehingga dia bertekad untuk mengalahkan Purnama itu.

Ada rasa tidak percaya di dalam diri Melda ketika dia tadi mendapat tendangan maut dari Purnama yang begitu kencang sekali, malah sekarang dia berambisi akan mencari polisi agar Purnama bisa kena tangkap karena telah menyakiti dia Sampai separah ini, masalah jadi kian bertambah karena percakapan yang tidak ada faedah menurut semua orang tadi di sekitar rawa.

Purnama sudah terlanjur kesal dan dia tidak ingin mencari keberadaan Nasya sama sekali, sebab dia harus menetralkan perasaan terlebih dahulu agar tidak semakin tenggelam dalam emosi yang begitu besar, nanti yang ada ketika berbicara dengan orang maka yang dia lakukan hanya membentak dan terus membentak walau orang itu tidak bersalah kepada dirinya.

Arya masih kebingungan karena dia juga tidak tahu kalau tadi Melda akan berbicara seperti itu di hadapan semua orang, jadi semua urusan berantakan seperti itu hanya karena satu orang yang tidak menjaga lisan dan Bu Apri harus menelan kepahitan begitu besar di dalam diri akibat tidak bisa menemukan keberadaan sang anak.

''Lain kali tidak usah didengar bila ada manusia yang berbicara seperti itu, mau kita jelaskan bagaimana juga dia tidak akan pernah bisa paham.'' Arya membuka suara ketika mereka sudah tiba di rumah.

''Kau pikir aku ini bisa dengan sangat sabar menerima semua omongan tidak berfaedah dari mulut dia itu?!'' Purnama membentak dengan sangat keras.

''Iya, aku tahu kalau dia itu memang salah tapi kalau kita meladeni juga tidak akan ada habisnya.'' Arya berkata dengan sangat lembut.

''Ini jadi nya kalian belum berhasil menemukan Nasya?'' Nolan bertanya kepada mereka berdua.

''Belum, itu Bu Apri pasti tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kepikiran nasib sang anak yang masih entah ada di mana.'' Arya berkata dengan keluh kesah begitu berat.

''Astaga, Kak! Kenapa kau lebih memikirkan perasaan orang yang tidak tahu diri itu?'' Nolan malah menyalahkan Purnama.

''Memikirkan? memikirkan apa yang kau maksud ini, kau bila memang tidak tahu maka lebih baik diam sebelum aku robek mulut kau itu!'' ancam Purnama sangat menyala.

''Kakak sudah lah, Kau itu dari dulu sampai sekarang selalu saja mengutamakan emosi.'' Arya berusaha untuk meredam emosi saudara sulung dia.

''Harus banyak istighfar kau itu biar tidak terkendali oleh hawa nafsu yang begitu besar di dalam diri.'' Nolan juga ikut berbicara kembali.

Braaaaak.

Braaaaak.

Semua buku yang ada di atas meja itu melanting semua karena Purnama memang sedang emosi berat terhadap Melda tadi, Jadi sekarang siapa saja yang ada di hadapan dia menjadi sasaran empuk dan akan terus diamuk sampai habis, terlebih lagi kedua adik dia malah menyalahkan dirinya akibat emosi yang begitu besar itu.

''Em habis sudah.'' Zidan yang suami Purnama saja langsung menjauh.

''Kak eh, kenapa kau sangat emosi sekali seperti ini?'' Arya mundur ketakutan karena dia tidak mau bila nanti sampai kena banting.

''Aku pusing mencari tahu tentang iblis itu dan tambah lagi dengan manusia tidak tahu diri seperti Melda, ini sekarang malah kalian menyalahkan aku seperti ini.'' bentak Purnama sehingga seluruh barang yang ada di dalam ruangan ini ikut bergetar.

''Habis lah, Sepertinya dia memang sangat emosi sekarang.'' Nolan menjauh karena dia juga tidak mau kena sasaran dari Purnama.

Nafas ratu ular saja sudah memburu seperti itu sehingga sudah pasti emosi dia sudah ada di ujung kepala dan siap membantai siapa saja yang berani menentang ucapan dirinya saat ini, Arya menduga Ini semua karena dia yang pusing memikirkan siapa sebenarnya yang telah mencari mangsa di dalam Rawa itu dan tambah lagi dengan omongan Melda tadi.

"Aku akan pergi untuk melihat keadaan Rawa itu.'' Samuel datang mendekat sembari memberikan rokok sebatang.

"Merokok saja dulu kau itu, Biar tidak terlalu emosi.'' Maharani juga datang mendekat.

''Ah sialan!'' Purnama segera menghidupkan rokok tersebut karena dia perlu menenangkan pikiran juga agar tidak terlalu stres berat.

Samuel sudah melangkah pergi karena dia yang akan melihat bagaimana keadaan rawa di sana dan apa mungkin memang ada sesuatu di dalam Rawa itu, sebab ratu ular sudah berusaha untuk mencari Namun ternyata tidak ada yang aneh dan itu semua hanya energi yang mereka miliki di dalam diri ini saja.

''Aku yang akan melihat bagaimana perkembangan dari Bu Apri karena wanita itu pasti akan merasa tertekan sekali.'' Maharani melangkah pergi meninggalkan rumah.

''Sama aku, Ran!'' Nilam berlari karena dia ingin pergi bersama dengan Maharani juga.

''Ah kalau sudah pergi berdua seperti itu mana mungkin akan membawa hasil!'' Nolan masih sempat julid juga kepada dua kuntilanak itu.

''Diam kau ular tidak berguna!'' bentak Nilam kepada Nolan.

Nolan melipat bibir karena mendapat bentakan maut dari dua kuntilanak yang sebenarnya memang agak gila itu kalau sedang tugas, namun walau meski mereka memiliki kelainan ketika sedang menjalani tugas namun sejauh ini mereka selalu membawa hasil yang tepat.

''Kita Emang mau ngapain ke rumahnya Bu Apri?'' Nilam bertanya dengan Maharani.

''Cuma lihat saja dan sekalian menjaga karena aku takut nanti dia bertingkah gila.'' ujar Maharani.

''Ah ke mana juga Nasya ini pergi kok sama sekali tidak bisa ditemukan seperti itu? padahal hanya bermain di Rawa kecil namun malah menghilang begitu saja!'' Nilam juga ikut merasa heran.

''Purnama dan Arya mengatakan Rawa itu sama sekali tidak memiliki energi dari iblis lain, aku kalau sudah seperti ini malah takut nanti ada penghianat di antara kita.'' Maharani menceritakan kecemasan yang ada di dalam diri dia saat ini.

''Hem? mendadak ke arah sana itu yang membuat aku juga jadi takut!'' Nilam sudah membayangkan apa yang akan terjadi nanti.

''Nah Makanya itu aku sekarang sudah menduga kira-kira siapa yang paling kencang untuk menghianati Purnama ini, Nefertari adalah tersangka utama.'' Maharani mengatakan apa yang ada di dalam hati.

Nilam menoleh sesaat karena dia kaget namun kemudian dia memikirkan ucapan Maharani itu mungkin saja ada benarnya juga, gadis itu mendadak saja datang di agensi dan seolah bertingkah dia sangat mencintai Arya lalu kemudian latar belakang dia juga berasal dari laut sehingga kemungkinan besar bila hanya Rawa kecil seperti ini hanya lah masalah biasa untuk dia.

Selamat sore semua nya, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autar Novita Jungkook ya.

1
ismi
jiahhhh benerkan andini palsu ,,yg asli masih didalam rawa
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!