NovelToon NovelToon
The Lecturer'S Secret Wife

The Lecturer'S Secret Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Saya terima nikahnya Yuna bin Adnan..."




​Suara berat Labib saat mengucapkan kalimat itu tadi malam masih terngiang jelas di telinga Yuna. Pernikahan mendadak ini adalah wasiat terakhir almarhum ayahnya, sahabat karib Labib meskipun usia mereka terpaut jauh. Ayah Yuna tahu hidupnya tak lama lagi karena sakit, dan ia memercayakan putri tunggalnya pada satu-satunya pria yang ia tahu punya integritas tinggi: Labib.

​"Yuna Anindya."

​Suara berat itu memecah lamunan Yuna. Ia tersentak, mendongak, dan mendapati seisi kelas kini tengah berbalik menatapnya. Di depan sana, Labib sedang memegang daftar absensi, menatapnya lurus tanpa ekspresi ragu sedikit pun. Profesional. Seolah tadi malam ia tidak menyematkan cincin di jari manis Yuna.

​"Ya, Pak. Hadir," sahut Yuna pelan, mengangkat tangannya sedikit.

​Labib mengangguk sekilas, lalu beralih ke nama berikutnya tanpa jeda. Tidak ada perlakuan khusus. Memang itu yang Yuna inginkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perut Yang Berdemo

​Suara geseran gantungan baju terakhir di dalam lemari menandakan tugas Yuna merapikan barang selesai. Kamar utama yang tadinya kaku dan terlalu maskulin kini mulai sedikit berwarna dengan kehadiran beberapa pernak-pernik milik Yuna.

​Kruuuk...

​Yuna refleks memegangi perutnya. Wajahnya merona merah sendirian di dalam kamar. Rasa sedih karena merindukan rumah dan rasa tegang karena sekamar dengan dosen galak ternyata tidak bisa bernegosiasi dengan urusan cacing di perutnya. Sejak siang tadi setelah kelas Pak Labib berakhir, ia memang belum sempat memasukkan makanan apa pun selain air putih.

​Dengan langkah ragu, Yuna membuka pintu kamar dan turun ke lantai bawah. Aroma gurih yang sangat menggoda langsung menyapa indra penciumannya begitu ia menginjakkan kaki di ruang tengah. Aroma bawang putih ditumis dan bumbu rempah yang kuat.

​'Katanya mau pesan makan malam?' batin Yuna penasaran.

​Yuna berjalan perlahan menuju dapur bersih yang terletak di bagian belakang rumah. Di sana, ia tertegun.

​Labib sudah menanggalkan kemeja rapinya, menyisakan kaus polos hitam yang pas di tubuh tegapnya. Yang membuat Yuna mengerjapkan mata tidak percaya adalah pemandangan di mana dosen paling ditakuti satu fakultas itu sedang memakai celemek abu-abu, dengan lihai mengayunkan spatula di atas wajan. Gerakannya memotong sayuran di talenan bahkan terlihat sangat presisi—tipikal seorang arsitek.

​Yuna berdiri mematung di ambang pintu dapur, merasa sangat tidak berguna. Sebagai anak perempuan satu-satunya, Yuna harus mengakui sebuah kenyataan pahit: dia adalah anak manja yang benar-benar tidak tahu cara memasak. Jangankan membuat hidangan berat, membedakan jahe dan lengkuas saja kadang ia harus bertanya tiga kali pada ibunya. Selama ini, almarhum ayahnya dan ibunya memang terlalu memanjakannya dalam urusan dapur karena ingin Yuna fokus pada sekolah dan kuliahnya.

​Kruuuk...

​Sialnya, suara perut Yuna kembali berbunyi, dan kali ini cukup keras di tengah keheningan dapur.

​Labib mematikan kompor, lalu berbalik. Pria itu menaikkan sebelah alisnya, menatap Yuna yang kini menunduk dalam-dalam sambil meremas ujung kausnya, menahan malu yang luar biasa.

​"Perutmu sudah berdemo," ucap Labib datar, namun ada nada geli yang tersembunyi di balik suaranya. Pria itu melepas celemeknya dan meletakkannya di kursi. "Kebetulan saya batalkan pesan makanan di luar tadi. Di kulkas masih ada bahan segar, jadi saya putuskan untuk masak sendiri."

​"Ma-maaf, Mas... Yuna nggak bantuin," cicit Yuna pelan, masih tidak berani menatap mata suaminya. "Yuna... Yuna sebenarnya nggak bisa masak sama sekali."

​Labib berjalan mendekati meja makan, membawa sepiring nasi goreng gila yang aromanya luar biasa wangi, lengkap dengan telur mata sapi yang pinggirannya renyah sempurna.

​"Saya tahu," jawab Labib santai sambil menarikkan kursi untuk Yuna. "Ayahmu pernah cerita kalau anak gadisnya ini paling anti masuk dapur. Jangankan masak, menyalakan kompor gas saja kamu sering ketakutan, kan?"

​Wajah Yuna makin memerah. Pria 31 tahun di depannya ini ternyata sudah memegang "kartu AS" kelakuannya di rumah sejak dulu.

​"Saya sudah terbiasa hidup sendiri sejak kuliah, jadi memasak bukan hal sulit untuk saya," lanjut Labib, menduduki kursi di seberang Yuna. Ia menyodorkan sendok dan garpu ke hadapan istrinya. "Duduk dan makanlah. Saya tidak mau besok kamu pingsan di kelas saya hanya karena kelaparan."

​Yuna akhirnya duduk dengan canggung, menerima sendok itu. "Terima kasih, Mas Labib."

​Saat suapan pertama masuk ke dalam mulutnya, mata Yuna langsung melebar. Rasa gurih, manis, dan sedikit pedas berpadu dengan pas. Nasi goreng buatan dosen galak ini jauh lebih enak daripada nasi goreng langganannya di dekat kos-kosan kampus.

​"Enak?" tanya Labib, yang sejak tadi memperhatikan ekspresi wajah Yuna sambil meminum air putihnya.

​"Enak banget, Mas!" jawab Yuna jujur dan antusias, melupakan sejenak rasa canggungnya.

​Melihat binar di mata Yuna yang sempat redup selama sembilan hari terakhir, sudut bibir Labib terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat jarang—bahkan tidak pernah—ia tunjukkan pada siapa pun di area kampus.

​"Habiskan. Setelah ini, kamu yang punya tugas mencuci piringnya," kata Labib, kembali ke mode tegasnya. "Anggap saja itu bagi tugas karena kamu tidak bisa memasak."

​Yuna tersedak kecil, lalu mengangguk cepat. "Siap, Mas! Kalau cuma cuci piring, Yuna bisa kok!"

​Di bawah lampu dapur yang hangat malam itu, Yuna menyadari satu hal. Di balik dinding es dan sikap galak Pak Labib yang ditakuti ribuan mahasiswa, pria berumur 31 tahun yang kini berstatus sebagai suaminya itu memiliki sisi hangat yang perlahan-lahan mulai terbuka, khusus untuk dirinya sendiri.

1
Rian Moontero
mampiiirrrrR🤣
Sri Afrilinda
so sweet😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!