NovelToon NovelToon
Menikah Karena Anak

Menikah Karena Anak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Lestari

Ini hanyalah kehaluan dan kegabutan author saja. Dan sedang belajar menulis cerita. Semoga kalian suka dengan ceritanya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangannya🙏

🌹🌹🌹

Fatmawati biasa di panggil Wati gadis cantik, dengan hidung mancung, bibir mungil dan berkulit putih. Berusia dua puluh enam tahun adalah gadis sebatang kara yang telah di tinggal selamanya oleh kedua orang tuanya. Wati mempunyai kekasih yang bernama Reno pria berusia dua puluh sembilan tahun yang bekerja di tempat yang sama dengannya. Mereka berdua sudah lama menjalin kasih.

Hingga suatu hari tempatnya bekerja kedatangan seorang pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan bak pahatan patung dewa Yunani idaman kaum wanita.

Siapakah gerangan pria berusia tiga puluh lima tahun yang gagah, tampan dan rupawan itu?.

Adakah yang akan terjadi antara Wati dan Reno kekasihnya?.

Simak ceritanya di sini. Jangan lupa tinggalkan jejak Like,Vote,Comment & Hadiah.

Follow ig : srilestarikolopaking

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MKA 20

“Sekarang kamu sudah tenangkan?,” tanya Tuan Jaka.

“Alhamdulillah sudah Mas.”

“Tadi kamu lagi tunggu apa di pinggir jalan?.”

“Aku tadi lagi tunggu angkutan umum lewat. Aku ingin main ke Cafe tadi, kangen sama teman-temanku di sana,” jawab Wati jujur.

“Oke kita ke sana. Sekalian Mas ada perlu dengan Pak Eka,” sahut Tuan Jaka sambil menstater mobilnya dan menjalankannya keluar dari pelataran rumah sakit.

Saat dalam perjalanan.

“Sayang, tadi kenapa kamu sampai ketakutan seperti itu?. Ada yang mengganggumu kah?.”

“Ng – Ngga Mas,” jawab Wati dengan gugup.

“Syukurlah kalau tidak ada yang mengganggumu. Mas tidak mau kamu stres karna ada yang mengganggu pikiranmu hingga akhirnya akan berimbas pada kandunganmu. Kalau ada yang mengganggu pikiranmu bilang saja sama Mas, oke?.”

“Iya Mas.”

Mobil pun memasuki pelataran parkir Cafe. Tuan Jaka turun dari mobilnya dan membuka pintu mobil untuk istrinya dan menggenggam tangan Wati masuk ke dalam Cafe.

“Selamat siang Tuan. Selamat siang Nyonya,” salam para karyawan Cafe menyambut kedatangan Tuan Jaka dan Wati.

“Selamat siang,” balas Tuan Jaka dan Wati dengan wajah merah karna malu dirinya sekarang di panggil Nyonya oleh teman-temannya dan Pak Eka Manajernya dulu karena ia telah menikah dengan Tuan Jaka.

“Pak Eka, nanti ada yang mau Saya bicarakan. Tolong nanti ke ruangan Saya ya.”

“Baik Tuan Jaka.”

Tuan Jaka berjalan menuju ruang kerjanya sambil tetap menggenggam tangan Wati. Sambil berjalan Wati mengedarkan pandangan matanya mencari di mana keberadaan Reno mantan kekasihnya. Ia tidak menemukan keberadaan pria itu.

Tiba di dalam ruangan Tuan Jaka, Wati menjatuhkan dirinya di atas sofa.

“Mas, apa yang kamu lakukan?,” tanya Wati saat melihat Tuan Jaka berlutut di depannya.

Tiba-tiba di raihnya kaki Wati dan di lepaskannya sepatu yang dikenakan istrinya. Tuan Jaka menaikkan kaki istrinya ke atas sofa agar istrinya bisa meluruskan kaki-kakinya dan rebahan di sofa. Mata Wati berkaca-kaca mendapatkan perhatian seperti itu dari suaminya.

“Kenapa kamu melakukan ini semua padaku Mas?. Kenapa kamu sangat baik padaku?. Sedangkan kamu tahu aku tidak mencintaimu. Dan kita menikah karna terpaksa, tepatnya kamu yang memaksaku menikah denganmu,” tanya Wati dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.

Tuan Jaka mendongakkan kepalanya melihat istrinya.

“Semua aku lakukan karna aku sangat-sangat mencintaimu Sayang. Aku rela melakukan apa saja untuk kebahagiaanmu. Maafkan aku yang telah merebutmu dari pelukan kekasihmu. Aku akan menunggu sampai kau membuka pintu hatimu dan mencintaiku.”

“Namun bila hatimu masih mencintai Reno kekasihmu aku ikhlas melepaskanmu kembali ke dalam pelukannya. Ia juga sangat mencintaimu dan masih mengharapkanmu kembali. Aku tidak akan pernah melarangmu untuk bertemu dengan anak-anak kita bila memang kita harus berpisah nanti.”

Wati tersentak mendengar perkataan suaminya.

“Jadi maksud Mas, Mas akan mencampakkanku setelah aku melahirkan nanti?. Jadi di mata Mas, aku hanya sebagai mesin penghasil anak saja?,” tanya Wati dengan emosi.

“Kamu salah paham Sayang. Bukan itu maksud Mas. Sudahlah nanti Mas jelaskan lagi kalau emosimu sudah turun. Sekarang lebih baik kamu istirahat dulu sebelum bertemu dengan teman-temanmu,” ujar Tuan Jaka dengan lembut pada Istrinya.

Setelah jam makan siang, Pak Eka menghadap Tuan Jaka dan Wati keluar dari ruangan Tuan Jaka memberikan privasi untuk mereka berdua. Ia menghampiri mantan teman-teman kerjanya yang sedang bersantai setelah di sibukkan dengan ramainya pengunjung Cafe saat jam makan siang tadi.

Wati berbincang-bincang dan bersenda gurau dengan teman-temannya. Saat asyik bersama teman-temannya, Wati melihat Reno masuk dari pintu belakang Cafe. Ternyata hari ini jadwal Reno masuk siang. Tatapan mereka saling bertemu dan menatap sejenak. Wati pun langsung mengalihkan tatapan matanya ke arah lain ketika melihat Reno melangkah ke arahnya.

“Wat ... Bisa kita bicara sebentar?,” tanya Reno yang sudah ada di hadapannya.

Teman-temannya yang lain memperhatikan ke arah Wati dan Reno bergantian saat melihat Wati tidak merespons permintaan Reno. Karna merasa tidak enak dengan teman-temannya akhirnya Wati mengiyakan permintaan Reno. Ia dan Reno pamit dengan teman-teman yang lain dan keluar melalui pintu belakang Cafe.

Saat di luar Cafe.

“Ada apa Mas Reno?. Apa yang mau kamu bicarakan?,” tanya Wati.

“Bagaimana dengan permintaan aku tempo hari?.”

“Aku tidak bisa Mas. Meskipun aku belum mencintai Tuan Jaka tapi aku tidak bisa meninggalkannya. Aku tidak bisa menyakiti hatinya. Dia pria yang baik. Selama ini ia tidak pernah bertindak kasar padaku. Ia menyayangiku dengan tulus.”

“Walaupun caranya salah untuk mendapatkanku, tapi itu juga bukan kesalahannya sepenuhnya. Aku juga bersalah, karna kecerobohanku semua terjadi. Mungkin kita memang di takdirkan tidak dapat bersama. Dan aku tidak mungkin meninggalkan anak-anakku di saat mereka sudah lahir nanti.”

“Aku tidak ingin anak-anakku kehilangan kasih sayang seorang ibu karna aku sudah merasakan bagaimana tidak enaknya kehilangan kasih sayang orang tua. Aku tidak mau egois dengan hanya mementingkan kebahagiaanku saja.”

“Lebih baik aku mengorbankan perasaanku sendiri untuk kebahagiaan anak-anakku. Meskipun aku masih mencintaimu, tapi aku tidak bisa meninggalkan Tuan Jaka. Maafkan aku, Mas Reno. Aku harap kamu bisa mengerti dan bisa menemukan penggantiku,” jawab Wati panjang lebar pada Reno mantan kekasihnya.

“Aku tidak bisa, Wat!. Aku tidak bisa melupakanmu, aku sangat mencintaimu dan aku menerima apa pun keadaanmu. Kamu tidak perlu meninggalkan anak-anakmu, kamu bisa membawa mereka untuk hidup bersama kita. Aku akan menyayangi mereka seperti anak-anakku sendiri.”

“Mas tidak sekaya Tuan Jaka, tapi Mas akan berusaha keras memberikan yang terbaik untukmu dan anak-anak. Meskipun mereka bukan darah daging Mas sendiri. Kembalilah padaku, Wat. “Mas mohon ...,” ucap Reno dengan menggenggam tangan Wati.

Wati hanya bisa menghela nafas berat mendengar ucapan Reno mantan kekasihnya.

Pintu belakang Cafe pun terbuka.

“Sayang, di sini kamu rupanya!.”

“Ma – Mas Jaka,” ucap Wati dengan gugup dan cepat menghempaskan tangannya yang di genggam Reno. Ia takut suaminya salah paham melihat ia berdua dengan Reno. Apalagi Tuan Jaka sempat melihat tangannya di genggam Reno.

“Maaf Mas sudah mengganggu kalian mengobrol. Silakan di lanjutkan obrolannya. Mas tunggu kamu di ruangan Mas. Setelah itu kita pulang. Kamu harus istirahat,” ujar Tuan Jaka sambil berbalik dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Wati hanya bisa melongo melihat kepergian suaminya. Ia tadi sempat berpikir Tuan Jaka akan marah melihatnya bersama dengan Reno. Tapi kenyataannya tidak. Dengan terburu-buru Wati masuk menyusul Tuan Jaka dan meninggalkan Reno tanpa mengucapkan sepatah kata.

Reno hanya menatap kepergian Wati dengan wajah sendu. Sakit hatinya melihat orang yang ia cintai mengejar pria lain di depan matanya, meskipun itu suaminya. Ia hanya bisa berharap Wati mau memikirkan permintaannya dan kembali padanya. Dan ia akan berusaha mencoba mendapatkan kekasihnya kembali. Karna Wati juga masih mencintainya.

1
Zouisar
Menarik
Sri Lestari: terima kasih banyak atas dukungannya, mohon maaf bila masih banyak kekurangan dalam penulisan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
Bilqis Ridha Shabira
Great
Sri Lestari: terima kasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!