NovelToon NovelToon
Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Liburan Terakhir Suami Dan Keluarganya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:466.5k
Nilai: 5
Nama Author: Leni Anita

Naila Maharani, menikah selama 3 tahun hanya di jadikan pembantu gratisan di rumah nya sendiri.

Setiap tahun sang suami membawa seluruh keluarga nya berlibur ke pulau Bali saat tahun baru. Sedangkan Naila, dia tidak pernah di ajak.

Pada tahun ke tiga, Naila menyadari bahwa dia hanya di manfaat kan oleh suami nya dan juga keluarga nya.

Naila menjual rumah nya sendiri, agar mereka tidak bisa lagi pulang ke sana. Tidak hanya itu, Naila pun menyiapkan banyak kejutan untuk mereka semua.

Kejutan demi kejutan yang di berikan oleh Naila pada akhir nya membuat keluarga sombong itu hancur, ikuti kisah selengkap nya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

Pagi ini semua orang sedang berkumpul, mereka menikmati sarapan pagi sambil menikmati pemandangan pantai yang menyegarkan mata.

"Ibu seneng banget Van, akhir nya setiap tahun kita bisa liburan ke pulau ini!" Bu Rima berkata sambil menyeruput minuman nya.

"Tenang saja bu, setiap tahun kita pasti akan berlibur di sini!" Jawab Rivan sambil tersenyum.

"Ingat lah Van, jangan pernah kamu tambahkan uang belanja untuk Naila. Dia itu tidak melakukan apapun, hanya tinggal di rumah dan makan pun bergantung pada kita!" Kembali Bu Rima berkata bu.

"Tidak akan bu, kalian semua adalah prioritas ku!" Ucap Rivan lagi.

"Telepon istri mu Van, ingatkan dia jangan sampai dia keluyuran tidak jelas saat kita tidak ada di rumah!" Perintah bu Rima.

"Bagai mana dia bisa keluyuran bu, dia bahkan tidak punya uang. Aku tidak meninggal kan sebesar uang pun untuk diri nya!" Ujar Irfan sambil tersenyum.

"Tetap saja Van, kamu harus ingatkan dia. Jangan sampai dia tahu dunia luar, dia jadi tidak lagi patuh pada kita!" Bu Rima kembali memaksa.

"Baik bu!" Jawab Rivan.

Rivan lalu mengeluarkan ponsel nya, dia lalu menghubungi Naila dengan panggilan video.

"Hallo mas!" Sapa Naila di seberang sana.

"Hallo Nai, kamu di mana sekarang?" Tanya Rivan.

"Aku di rumah mas, di mana lagi?" Jawab Naila.

Lalu Naila mengarahkan kamera ponsel nya mengitari semua sudut rumah nya, dia menunjuk kan pada Rivan bahwa saat in dia sedang berada di rumah.

"Oh, bagus lah, kamu jangan kemana- mana ya, tetap lah tinggal di dalam rumah selama kami tidak ada!" Rivan kembali berkata.

"Baik mas!" Jawab Naila lagi.

"Kami saat ini sedang sarapan, View nya bagus banget!" Rivan memamerkan keadaan di sekeliling nya.

Naila terlihat mengangguk kan kepala nya, bu Rima sangat senang bisa berada di tempat ini dan membuat Naila tetap tinggal di rumah.

"Ya udah deh Nai, kami akan keluar sebentar lagi, mas matikan telepon nya ya!" Ujar Rivan.

Klik.

Sambungan telepon pun di matikan oleh Rivan, dan bu Rima lega karena dia melihat sendiri saat ini menantu nya ada di rumah.

"Naila tidak akan berani membantah perintah kita, bu!" Rivan berkata dengan bangga nya.

"Bagus lah, sudah seharusnya begitu!" Jawab bu Rima lagi.

Sementara itu di rumah, Naila hanya tersenyum kecut. Saat berada di sana pun, suami nya dan mertua nya sangat takut jika Naila keluar. Seperti nya mereka memang sengaja untuk membatasi Naila dengan suasana luar.

Dulu Naila mengira semua itu adalah bentuk kasih sayang mereka, tapi kini Naila sadar semua itu adalah cara agar Naila tidak bisa mengenal dunia luar lagi. Dengan begitu, mereka bisa menekan dan mengendalikan Naila.

"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan bu, setelah ini kalian tidak akan menemukan diri ku yang dulu!" Guman Naila.

Naila menghabiskan sarapan nya, rencana nya hari ini dia akan pergi ke kampung halaman nya. Dia akan menceritakan semua nya pada orang tua nya, dia tidak ingin menyembunyikan apapun lagi dari mereka.

Butuh waktu 4 hingga 5 jam untuk sampai di kampung halaman Naila, Naila sengaja menggunakan jasa travel saja. Dia sudah cukup lama tidak berkendara dengan jarak jauh, dia tidak ingin mengambil resiko.

Lewat tengah hari, Naila tiba di depan rumah orang tua nya. Dengan tangan bergetar, dia mengetuk pintu. Seorang wanita paruh baya membuka pintu, dan dia terkejut melihat kedatangan Naila.

"Naila, kamu datang nak? Ibu Rindu kamu!" Bu Lestari langsung memeluk erat tubuh anak nya.

"Naila juga kangen ibu!" Naila membalas pelukan dari ibu nya.

"Ayo masuk nak, pak lihat siapa yang datang!" Teriak bu Lestari.

Pak Doni yang sedang berada du halaman belakang, bergegas masuk saat mendengar teriakan dari istri nya. Dan wajah nya di penuhi dengan keterkejutan sekaligus kebahagian melihat kedatangan putri nya.

"Naila, kapan kau datang nak?" Pak Doni langsung menghampiri anak nya.

Naila mencium tangan laki - laki yang menjadi cinta pertama nya itu dengan takzim, Pak Doni celingak - celinguk mencari keberadaan Rivan, suami nya Naila.

"Rivan di mana nak?" Tanya pak Doni.

Naila terdiam, dan dia tidak mampu menjawab pertanyaan bapak nya. Lidah nya terasa kelu, pak Doni dan Bu Lestari saling melirik seakan memberikan kode.

"Ayo duduk dulu nak!" Bu Lestari membimbing tangan putri nya untun duduk.

Dari ekspresi wajah Naila, bu Lestari paham apa yang terjadi dengan putri nya itu. Tapi dia ingin mendengar langsung dari mulut Naila, selama 3 tahun menikah Rivan tidak pernah mengizinkan Naila untuk datang ke rumah orang tua nya.

"Naila, katakan pada kami nak, apa yang terjadi?" Tanya Pak Doni.

Naila lalu menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutupi nya, dia tidak mau menyembunyikan apapun lagi dari orang tua nya.

Setelah itu Naila menangis di dalam pelukan sang ibu, pak Doni sangat marah saat mengetahui apa yang menimpa putri nya selama ini.

"Maafkan Naila pak, bu. Naila tidak bisa menjaga dan mempertahankan rumah tangga Naila!" Naila berkata sambil menangis terisak.

"Naila, langkah yang kamu ambil sudah benar nak. Buat apa kau mempertahankan rumah tangga mu dengan laki - laki yang tidak biaa menghargai istri nya!" Pak Doni menenangkan anak nya.

"Pak, bu. Naila ingin menjual rumah itu, apakah boleh? Naila yakin mereka tidak akan mau kekuar dari rumah itu!" Naila berkata lagi.

"Silahkan nak, itu memang rumah mu. Kau berhak melakukan apa saja, bapak dan ibu tidak masalah!" Ujar Pak Doni lagi.

Pak Doni dan bu Lestari sengaja membeli rumah itu, saat Naila masih kuliah dulu. Mereka tidak ingin Naila tinggal di kontrakan, mereka ingin Naila hidup dengan tenang. Tapi kini rumah itu malah di kuasai oleh Rivan dan keluarga nya.

"Pak, bu, Naila yakin setelah ini mas Rivan pasti akan menanyakan keberadaan Naila pada kalian. Jika dia bertanya, jawab saja bahwa bapak dan ibu tidak tahu di mana keberadaan ku!" Naila berkata pada orang tua nya.

"Baik lah nak, kamu tenang saja. Kami akan melakukan semua yang terbaik untuk mu!" Jawab Pak Doni.

"Kamu pasti lapar nak, perjalanan ke sini cukup jauh. Ayo kita makan dulu!" Bu Lestari mengajak anak nya untuk makan siang.

"Baik lah bu!" Jawab Naila sambil mengangguk kan kepala nya.

Saat ini sudah lewat jam makan siang, dan bu Lestari yakin bahwa putri nya pasti belum makan. Dia tidak ingin putri nya sampai sakit, karena setelah ini Naila akan menghadapi banyak hal yang akan mengurus tenaga nya.

Mereka yakin, setelah ini Rivan dan keluarga nya tidak akan diam begitu saja. Mereka pasti tidak akan menerima semua pembalasan dari Naila.

1
Katherina Ajawaila
panggil Rt, bila perlu rw, kel peniu ngk malu di mana kk nta Naila kN ada yg cowok
Katherina Ajawaila
Naila mending minta. tolong suaminya Vina biar cerat aja, ribet kalau piara benalu yg ngk tau diri, jijik amat
Katherina Ajawaila
dasar mertua lanang sm menantu lanang ngapain aja modal mokondo , mending pada jd perwk lanang kalau mau hidup enak
Katherina Ajawaila
ayoo Naila terus tancap gas, jgn kendor biar plng dr bali langsung jd gembel semua nya, belagu kere aja ngk tau diri pantes ngk ada yg maju🤑
Katherina Ajawaila
keren ceritanya, baca nya juga laju aja, keluar toxic ngk punya malu modal lak" an sm anus doank itu sih, kel jorok menjijikkan 🥸
Sri Wahyuni
banyak typo
Dyah Wijayanti
rivan emang nggak pergi kerja......bisa pergi kesana kemari.....nggak logis ini
Dyah Wijayanti
cepet ajukan gugat cerai.....
Indah Rosiani Rosy
lagi lagi ada kata 'bahasa'...mgkn mksdnya bahwasanya gitu y 🤦🏻‍♀️
Zaenab 1122
ih geregetan bertele tele banget sih si Naila bukanya cepet ambil tindakan
A.R
sebaiknx Naila belajar bela diri untuk sekedar jaga2 dari keluarga toxic gtu
Yani Suryani
Yuni, bukan ibumu mendukung Siska tapi justru ibumu dalang di balik kekacauan ini
Yani Suryani
sudah tua makin menjadi", uang juga buat kebutuhan rumah juga di embat juga
Hj mia Mahyang
bodoh disuruh berhenti bekerja terus dijadikan babu bucin lu
Hj mia Mahyang
kok bodoh banget sih mau saja dijadikan budak sdh masak urus pula anak iparnya.ini namanya bodoh kebangetan
Yani Suryani
dasar orang" bodoh
Yani Suryani
Bu Rima ini tua bangka yg gak tau diri,pinter kalau menghasut orang, sedang Siska sendiri juga bego mau"nya dan terhasut, sudah punya sugar Daddy ngapain ngurusin Bu Rima,toh juga gak akan bisa balikan sama Rivan
entar masuk penjara baru nyahok lo
Rehaan Aamir
laaaahhh...D Bab Sblm Nya Nama Kk Nya Naila Ntu ALVIAN...Koq Tiba2 Jadi Rama Namanya🤣🤣🤣🤣Bisa Secepat Itu Ya Ganti Nama????Apa Naila Punya Banyak Kk Laki2????Padahal D Bab Awal Udah D Sebutkan Kl Naila Cmn Dua Bersaudara🤣🤣🤣
Cicih Sophiana
Makasih thor... tetap semangat dan sukses
Cicih Sophiana
wah udah end yah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!