NovelToon NovelToon
Putri Yang Dirahasiakan

Putri Yang Dirahasiakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Tamat
Popularitas:149.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ka Joe

LAPTOP YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT NOVEL SEDANG RUSAK. DAN SEMUA MATERI BAHAN NOVEL ADA DILAPTOP ITU. JADI SAYA SELAKU AUTHORNYA MENYATAKAN NOVEL INI TELAH TAMAT :". SAYA JUGA TIDAK PUNYA CUKUP UANG UNTUK MEMBELI LAPTOP BARU. KALAUPUN DISERVIS JUGA PERCUMA

KANG SERVIS : MENDING BELI BARU LAGI AJA MBAK. SAYA SAMPAI HAPAL SAMA NIH LAPTOP LOH MBAK
SAYA : GAK PUNYA UANG MAS. :"

TERIMA KASIH YANG SUDAH MENJADIKAN NOVEL INI "FAVORIT". NOVEL INI HANYA KEISENGAN BELAKA KARENA SAYA SANGAT SUKA BERHALU FANTASI HEHE :".

SAMPAI JUMPA DICERITA HALU FANTASI KERAJAAN SELANJUTNYA. SEMOGA KITA BISA BERTEMU LAGI DENGAN TEMA FANTASI KERAJAAAN YANG LAIN. 😗😚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ka Joe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19

Beberapa bulan kemudian dimulai mendatangi tempat hiburan (pelacuran) untuk menenangkan pikirannya. Pria tampan yang sangat mencintai istrinya itu berubah menjadi pria yang suka sekali bercinta dengan banyak wanita.

Banyak sekali wanita datang menginap dan tidur dirumah itu. Bahkan jika dia meninggal pun, tidak ada satu pun harta kekayaannya yang akan dia wariskan kepada siapapun

Felix : Menikah dengan wanita penari? Lalu dimana anak-anak mereka?

Nenek : Tidak ada yang mengetahui keberadaan anak-anak mereka. Banyak yang mengatakan bahwa mereka dibunuh dengan keji oleh ayah mereka sendiri. .

Felix : Lalu siapa pria itu?

Nenek : Tunawisma seperti kami tidak mengetahui pemilik rumah ini. Lagi pula kami juga tidak membutuhkan informasi seperti itu.

"Aku harus mencari tahu pemilik rumah ini. Kehidupan sosialku diantara para bangsawan memang sangat kurang. Apalagi menghadiri pesta" Batin Felix.

Felix mulai melihat-lihat rumah itu dengan baik. Dia juga berjalan-jalan mengelilingi rumah itu.

Felix : Tidak ada petunjuk apapun. Seperti sebuah kesengajaan untuk menghilangkan jejak pemilik

Banyak sekali tunawisma yang tinggal disitu. Bahkan hampir memenuhi seluruh rumah. Sangat pas jika tempat ini disebut sebagai tempat penampungan para gelandangan

Leo : Paman. Ayo kita makan.

Felix : Paman? Aku?

Leo : Tentu saja. Ayo cepat. Aku sudah lapar.

Leo yang menjemput Felix dihalaman depan. Dia mengajaknya untuk segera makan siang bersama.

Nenek : Ini roti susu yang saya janjikan kepada anda, Tuan. Dan ini roti panggang untuk kalian berdua.

Lea & Leo : Lalu Nenek? Mana makanan untuk Nenek?

Nenek : Nenek sudah makan ditempat kerja. Jadi makanlah. Roti panggangnya masih hangat. Roti susu ini masih bersih dan bisa dimakan. Jadi Tuan tidak perlu takut keracunan.

Felix : Kenapa kau selalu memanggilku "Tuan"? Pakaianku kotor dan lusuh seperti ini tidak cocok dengan sebutan "Tuan".

Felix penasaran dengan Nenek yang memanggilnya dengan sebutan Tuan. Nenek juga berbicara formal kepadanya.

Nenek : Bukankah anda seorang Tuan Muda yang sedang menyamar?

Ekspresi Nenek tersenyum mengatakan hal itu. Sepertinya Nenek mengetahui identitas asli dari Felix. Bahkan Nenek juga mengetahui bahwa dia sedang menyamar.

Felix : Tuan Muda? Mana mungkin aku-..

Nenek : Saya sudah sering melihat banyak Tuan Muda bangsawan yang menyamar. Bagaimana mungkin dengan wajah tampan anda seperti itu, anda bukanlah Tuan Muda.

Felix : Menyamar? Apa para bangsawan sering melakukannya ?

Nenek : Tentu saja. Penyamaran mereka  begitu profesional. Setiap penyamaran memiliki tujuan yang berbeda. Tenang saja saya tidak akan mengatakannya pada siapapun.

Felix terkejut bahwa dari awal sang Nenek mengetahui penyamarannya. Tetapi untung saja Nenek tidak mengetahui sosok pria didepannya ini adalah seorang Kaisar.

Nenek : Jika boleh saya tahu, Tuan akan pergi kemana? Mungkin saya bisa memberikan informasi mengenai tempat tujuan Tuan.

Dengan niat tulus tanpa terselubung. Nenek bersedia memberikan bantuan informasi jika Felix membutuhkan. Namun Felix tidak bisa mengatakan bahwa dia akan pergi ke istana.

Tetapi ada satu pertanyaan yang ingin sekali Felix ketahui.

Felix : Bukankah kekaisaran ini diserang oleh negara Kanba?

Setelah Felix mengajukan pertanyaan itu. Semua mata tunawisma melihat ke arah Felix. Suasana menjadi hening dan menakutkan. Aktivitas para tunawisma juga ikut terhenti setelah mendengar pertanyaan itu.

Nenek : Astaga.. anda ingin mengetahui masalah itu?

Dengan berbisik Nenek menjawab pertanyaan Felix.

Nenek : Lebih baik kita keluar saja. Ini masalah sangat sensitif di seluruh kekaisaran.

Lea : Nenek mau kemana?

Nenek : Ada yang harus Nenek bicarakan dengan paman ini.

Leo : Aku ikut.

Nenek : Leo disini saja. Jaga Lea. Lagipula Lea masih makan. Nenek cuman sebentar, setelah itu Nenek akan menemani kalian lagi.

Nenek dan Felix pergi keluar. Mata sinis para tunawisma terus menatap Felix. Bahkan semuanya menghindari Felix.

Mereka pergi ke halaman depan. Nenek yang melihat sekeliling. Memastikan bahwa tidak ada orang disekitarnya.

Felix : Kenapa kita harus keluar? Bukankah ini masalah-..

Nenek : Tolong kecilkan suara anda, Tuan. Akan saya ceritakan kejadian saat itu.

Pada saat Negara Kanba menyerang kekaisaran dengan brutal dan secara tiba-tiba. Mereka merusak, menghancurkan, membunuh, menyiksa bahkan menculik wanita, seorang Ibu, dan anak kecil.

Dan para tunawisma yang berada di rumah kosong itu merupakan korban dari kekejaman Negara Kanba yang menyerang pada saat itu.

Banyak dari istri, anak, ibu mereka yang diculik oleh Negara Kanba. Mereka kehilangan rumah, harta benda dan semangat untuk tetap hidup.

Untung saja perang terjadi tidak begitu lama. Para prajurit kekaisaran menyelesaikan peperangan itu hanya dalam waktu 2 bulan. Walaupun ini terdengar aneh. Dengan waktu sesingkat itu bisa menyelesaikan perang yang secara tiba-tiba.

Beberapa orang menganggap waktu 2 bulan begitu singkat. Namun tidak bagi para tunawisma. Bahkan 1 hari saja terasa sangat lama untuk mereka agar tetap hidup dan selamat dari brutalnya penyerangan.

Lalu dalam waktu 5 bulan kemudian hingga saat ini. Kekaisaran telah memperbaiki, dan menyelesaikan bekas-bekas penyerangan. Namun sayangnya, Kekaisaran tidak bisa memperbaiki perasaan terluka para korban yang kehilangan keluarganya.

Nenek : Sepertinya Kekaisaran tidak mengetahui bahwa banyak korban yang kehilangan tempat tinggal mereka.

Felix : Kenapa mereka tidak melaporkan ini kepada pihak istana?. Dengan begitu mereka akan mendapatkan tempat tinggal pengganti.

Nenek : Mereka tidak memiliki keberanian untuk melaporkan diri. Mereka masih berduka atas kepergian keluarganya. Sepertinya Tuan bukan berasal dari Negara ini. Apa Tuan berasal dari Negara lain?

Felix : Aku juga dari negara ini. Tapi pada saat itu aku melarikan diri dari kejaran para prajurit Negara Kanba.

Nenek : Oh benarkah? Kalau begitu anda harus segera kembali ke keluarga anda. Mereka pasti sangat mengkhawatirkan anda.

Felix : Apa kalian akan tetap tinggal disini?

Nenek : Tentu saja. Selama rumah ini tidak dirobohkan dan tidak dijual. Kami akan tetap tinggal disini

Felix : Hmm begitu ya.

Nenek : Jika anda ingin bertemu dengan kami. Datanglah ketempat ini. Itupun jika anda mengingatnya

Felix : Itu... sebenarnya aku..

Nenek : Jangan. Jangan katakan identitas anda. Tidak sebaiknya anda memberitahu identitas anda kepada orang asing seperti kami

Felix : Kalau begitu aku berangkat.

Nenek : Hati-hati, Tuan.

Setelah Nenek menjelaskan peristiwa yang terjadi saat perang membuat Felix semakin geram dengan Negara Kanba. Walaupun info yang di dapat dari Nenek tidak secara menyeluruh namun Felix telah memahami inti kejadian.

Felix berkeinginan mengungkapkan identitasnya kepada Nenek namun dihentikan. Akhirnya Felix pergi meninggalkan Nenek, Lea dan Leo.

Felix mempercepat jalannya untuk bisa segera sampai di istana. Tidak butuh waktu lama dia berhasil sampai di depan istana.

Istana megah dan sangat indah. Apalagi dengan pantulan sinar matahari membuat istana menjadi sangat cantik. Siapa yang akan percaya jika istana indah ini sudah diserang oleh musuh negara Kanba.

Felix : Apa para Kanba tidak menyentuh istana? Kenapa masih berdiri kokoh?

Felix berdiri di pintu gerbang istana. Dia terkejut bahwa istana yang dia khawatirkan sama sekali tidak hancur sedikit pun. Bahkan menjadi semakin berkilau dan indah.

Felix : Penjagaannya semakin di perketat. Aku harus lewat jalan rahasia.

Prajurit keamanan istana semakin diperketat. Biasanya hanya ada 2 prajurit keamanan yang berjaga di pintu gerbang istana. Namun saat ini mereka menaruh 10 prajurit.

Tidak hanya itu. Prajurit keamanan istana juga berpatroli mengelilingi istana.

Felix : Itu dia pintunya.

Felix menemukan pintu rahasia yang selama ini dia gunakan untuk penyamaran. Tidak ada yang mengetahui pintu ini selain Felix dan seseorang yang terpisah dari kejaran prajurit Kanba saat itu.

1
pat_pat
lanjut mangats 🔥

mampir juga yuk ke Broken Angel
Ajeng Ratna
sama aku jga mikirnya gth
anak orang { Hiatus }
lanjut
Susanti Susi
di tunggu selanjutnya thor semangat bagus ceritanya
rustamnian rustamnian
seru
Susan Meliwaty
jangan bertele" thor ,,,
dialur cerita yg semestinya cerita nya yg serius
wei- chan
OMG, lagi dong kak up nya
Min sari
up up up
anak orang { Hiatus }
lanjut
Adhillah Naurah
next
Cahya Cahyarani
crazy up thor plis....
popcrone
AKHIRNYA UPDATE
Min sari
up up up up
Adhillah Naurah
kpn update
Adhillah Naurah
lanjut thor
popcrone
update
Erza velsasius
banyak rinta gan odele jika jadi ratu begitupun felix dehk kan thor...
semangat ya
Adhillah Naurah
ternyara odele sama lea saling kenal
Kozume kenzou(hiatus😺)
The Next
gadispengembala98
oke lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!