Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.
Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".
Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.
Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".
Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.
Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Malam semakin larut menyelimuti Akademi Naga Bintang.
Cahaya bulan purnama bersinar redup terhalang oleh awan mendung yang berarak pelan.
Angin dingin berhembus membawa aroma embun dari arah Hutan Kabut Hitam.
Di kamar VIP lantai tujuh, Chen Mo berdiri di balkon sambil menatap ke arah gedung perpustakaan utama.
"Waktunya mendengar dongeng sebelum tidur dari sang dewi es," gumam Chen Mo pelan.
Dia melompat melewati pagar balkon dan membiarkan tubuhnya jatuh bebas dari ketinggian lantai tujuh.
Wuuush!
Tepat sebelum tubuhnya menyentuh tanah, Langkah Hantu Asura diaktifkan.
Tubuh Chen Mo berkedip dan melebur sepenuhnya ke dalam bayangan malam.
Dia bergerak melesat dari satu atap gedung ke atap gedung lainnya tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
Bahkan sensor keamanan magis tingkat tinggi milik akademi tidak mendeteksi pergerakannya sama sekali.
Hanya dalam waktu kurang dari dua menit, Chen Mo mendarat mulus di atas atap datar perpustakaan utama.
Atap gedung itu sangat luas, didesain seperti taman gantung dengan bebatuan hias dan lampu taman yang temaram.
Di dekat ujung atap, Ye Qingxue berdiri membelakangi Chen Mo sambil menatap ke arah pusat kota provinsi.
Gadis itu mengenakan jubah putih panjang yang menutupi seragam elitenya, rambut peraknya berkibar pelan tertiup angin.
Chen Mo tidak langsung menyapanya, dia membiarkan Langkah Hantu Asura perlahan memudar.
Ting!
Suara mekanis yang sangat jernih tiba-tiba berbunyi di dalam pikiran Chen Mo.
[Anda telah berada di titik tertinggi pusat pengetahuan Akademi Naga Bintang.]
[Mendeteksi lokasi check-in khusus tingkat tinggi yang menyerap esensi bintang dan rahasia malam.]
[Apakah Anda ingin melakukan Check-in di lokasi ini?]
Chen Mo memiringkan kepalanya sedikit, tersenyum tipis di bawah bayang-bayang.
'Ya. Lakukan check-in,' batin Chen Mo dengan tenang.
Ding!
[Check-in Khusus Lokasi Atap Perpustakaan berhasil.]
[Mendapatkan: Pusaka Pertahanan Bayangan - Jubah Malam Kosmik (Item evolusi).]
[Mendapatkan: Poin Kelincahan x30.]
Seketika, sebuah jubah hitam transparan yang bertaburkan titik-titik cahaya seperti rasi bintang muncul di pundaknya.
Jubah itu terasa seringan udara dan langsung menyatu dengan pakaian kasual yang sedang dikenakan Chen Mo.
Dengan Jubah Malam Kosmik ini, keberadaannya di malam hari akan benar-benar terhapus dari deteksi visual maupun spiritual.
Kelincahannya juga melonjak mencapai angka 129, membuatnya lebih cepat dari kecepatan suara.
Srek.
Chen Mo melangkahkan kakinya dengan sengaja, membuat suara gesekan sepatu agar gadis di depannya sadar.
Ye Qingxue tersentak kaget dan langsung menoleh dengan posisi waspada.
Mata biru gadis itu membelalak melihat Chen Mo sudah berdiri hanya berjarak lima meter di belakangnya.
"S-sejak kapan kau berdiri di sana?!" tanya Ye Qingxue dengan suara yang sedikit bergetar.
Dia adalah murid Rank S+ dengan sensor spiritual yang sangat tajam, namun dia sama sekali tidak merasakan kedatangan pemuda ini.
"Sejak angin berhenti berhembus sekitar satu menit yang lalu," jawab Chen Mo santai sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.
"Kau memanggilku ke tempat berangin seperti ini pasti bukan untuk berlatih menahan napas, kan?"
Ye Qingxue menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang berdebar kencang.
Setiap kali dia bertemu dengan Chen Mo, pemuda ini selalu berhasil menghancurkan logika dan kesombongannya.
"Kau benar. Aku tidak punya waktu untuk basa-basi," ucap Ye Qingxue kembali memasang wajah sedingin es.
"Aku memanggilmu ke sini untuk membicarakan kekacauan yang kau buat di pasar gelap."
Chen Mo mengangkat bahunya pelan, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan.
"Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, Nona Es."
"aku tidur sangat nyenyak dan teat waktu di asrama barat setiap hari, Wang Bo bisa menjadi saksiku," elak Chen Mo dengan nada datar.
Ye Qingxue menyipitkan matanya, menatap lurus ke dalam pupil mata Chen Mo.
"Kau bisa menipu Utusan Asosiasi yang bodoh itu dengan taktik adu dombamu siang tadi, tapi kau tidak bisa menipuku."
"Penatua Sekte Besi Berdarah dan sepuluh pembunuhnya ditemukan mati dengan tulang yang hancur lebur tanpa jejak sihir."
Gadis itu melangkah mendekati Chen Mo, jarak mereka kini hanya tersisa dua meter.
"Lalu hari ini, di arena pertarungan, kau menghancurkan golem baja dan meremukkan tulang Gao Shun dengan metode yang sama persis."
"Kekuatan fisik murni dan manipulasi tekanan gravitasi. Itu adalah ciri khasmu, Chen Mo."
Analisis tajam dari Ye Qingxue memang sangat akurat, membuktikan bahwa gadis ini pantas menyandang gelar jenius.
Namun Chen Mo hanya mendengus pelan, merasa sedikit bosan dengan interogasi murahan ini.
"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan tebakanmu itu?" tantang Chen Mo santai.
"Melaporkanku pada komite? Menyerahkanku pada Sekte Besi Berdarah sebagai ganti rugi?"
Ye Qingxue menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak. Jika aku ingin melaporkanmu, aku sudah melakukannya sejak siang tadi saat Utusan Ma datang."
"Aku justru menutupi jejak digitalmu di sistem asrama agar mereka tidak bisa melacak keberadaanmu," ungkap gadis itu jujur.
Chen Mo sedikit memiringkan kepalanya, mulai merasa sedikit tertarik dengan arah pembicaraan ini.
"Seorang dewi akademi yang taat aturan tiba-tiba melindungi seorang pembunuh."
"Katakan padaku, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" tanya Chen Mo langsung pada intinya.