NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Langkah kaki bermerek mahal itu terhenti di hadapan gerbang besi menjulang tinggi milik Mansion Hasanuddin. Di balik abaya hitam serta Khimar nya , Tania , sosok yang jiwa aslinya adalah Taniza menghirup udara Jakarta yang kontras dengan dinginnya benua Eropa.

Meskipun Akhtar dan Alina memanjakannya bak ratu, Tania tetap tumbuh menjadi gadis yang santun dan berhati lembut. Baginya, kepulangannya ke Indonesia bukan sekadar mudik, melainkan niat tulus untuk dekat dengan akar keluarga angkatnya.

Pintu jati utama berukir megah itu terbuka. Di ruang tamu utama yang mewah namun dingin, beberapa anggota dari tiga pilar keluarga besar Hasanuddin sudah berkumpul. Tatapan mata mereka melayang pada Tania, sebagian besar dingin, penuh selidik, dan sarat akan penolakan terhadap sosok anak angkat yang beruntung ini.

"Assalamu’alaikum, Kakek... Om, Tante," sapa Tania lembut, membungkukkan badan sedikit dengan senyum manis yang tulus, melangkah mendekat.

Sebelum keheningan yang canggung makin mencekam, seorang pria tua bertongkat kayu ukir berdiri dengan menggebu-gebu. Kakek Hamzah. Wajah sepuhnya yang tegas seketika melunak, matanya berkaca-kaca melihat cucu kesayangannya.

"Wa'alaikumsalam, cucu Kakek yang paling sholehah..." suara Kakek Hamzah bergetar, merentangkan kedua tangannya.

Tania menyalami dan mencium punggung tangan Kakek Hamzah penuh hormat sebelum memeluknya hangat. Bagi Kakek Hamzah, di antara tingkah polah anak-cucunya yang sibuk merebutkan warisan dan gengsi, Tania adalah ketenangan. Pakaian Tania yang selalu tertutup rapi, tutur katanya yang santun, dan ketulusannya adalah penyejuk hati sang kakek.

"Kakek sangat rindu, Tania. Kau makin anggun dan santun," puji Kakek Hamzah sambil mengelus lembut kepala Tania.

"Tania juga sangat rindu Kakek. Tania sengaja pulang... karena Tania ingin menetap di sini, merawat Kakek,, Tania akan melanjutkan kuliah di sini kek" tutur Tania pelan.

"Paling cuma akting," sebuah gumaman tajam memotong momen hangat itu.

Filio, gadis seusia Tania dengan pakaian stylish bernada angkuh, melangkah maju sambil bersedekap dada. Matanya menatap Tania dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan jijik. Sebagai salah satu cucu kandung dari keluarga Hasanuddin, Filio selalu merasa Tania adalah benalu yang mengambil porsi kasih sayang Kakek Hamzah.

"Jangan sok manis deh, Tania. Rumah ini sudah sempit, tak perlu tambah anak angkat yang mendadak sok berbakti cuma buat cari perhatian Kakek," cibir Filio tajam, melipat tangannya di dada.

Tania menunduk pelan, jemarinya meremas tepi abayanya. Sifat aslinya yang penurut dan tak suka konflik membuatnya hanya memilih diam, menahan denyut nyeri di dadanya.

"Cukup, Filio! Jaga bahasamu!" bentak Kakek Hamzah tegas, menghentakkan tongkatnya ke lantai marmar hingga terdengar gema nyaring. "Rumah ini milik Kakek! Siapa pun yang Kakek izinkan tinggal, tidak ada yang boleh melarang, termasuk kamu!"

Filio mendengkus kesal, memutar matanya malas, namun tak berani membalas sang kakek.

Tak lama, langkah kaki tergesa mendekat dari arah tangga utama. Seorang pemuda tampan dengan senyum hangat menyibak ketegangan di ruangan itu. Dialah saudara sepupu Filio satu-satunya figur di Mansion Hasanuddin yang sejak kecil selalu menganggap Tania sebagai adiknya sendiri, tanpa peduli status darah.

"Tania?" panggil pemuda itu dengan nada tak percaya sekaligus lega.

Mata Tania berbinar begitu melihat sosoknya. "Kak..."

Ia melangkah mendekat dan berdiri di hadapan Tania, menepuk pelan puncak kepala Tania dengan penuh kasih sayang seperti yang biasa ia lakukan dulu.

"Akhirnya kamu pulang juga. Jangan dengarkan yang lain. Kalau ada yang mengganggumu, bilang padaku," ucapnya sambil memberikan tatapan peringatan yang dingin ke arah Filio.

Filio hanya menghentakkan kakinya kesal lalu berlalu pergi menuju kamarnya.

Tania tersenyum tipis, merasa sedikit tenang..,

"Tapi Minggu depan kakak akan berangkat lagi ke Amerika, kamu di sini jaga kakek ya, nanti kalau kakak pulang,kakak akan membawakan mu hadiah" ucap pemuda tampan itu.

"Terimakasih kak, Kakak sangat baik pada Tania"Di mansion megah ini, ia memang dikelilingi oleh tembok ketidaksukaan dari keluarga angkatnya dan kebencian dari Filio. Namun, hadirnya Kakek Hamzah dan saudara sepupu yang mengayominya memberikan Tania alasan untuk bertahan.

____

Malam harinya Di sudut balkon lantai dua Mansion Hasanuddin yang menghadap ke taman belakang, angin malam bertiup cukup kencang. Pemuda itu yang ternyata adalah Ameer menatap lurus ke kegelapan malam, menyembunyikan sisi gelap kehidupannya dari dunia luar. Bagi keluarga besar Hasanuddin, Ameer hanyalah pemuda yatim piatu, putra dari almarhum kakak pertama Akhtar yang pergi menata hidup di Amerika setelah kematian orang tuanya yang sangat tragis. Tak ada satu pun dari mereka yang tahu bahwa di balik senyum hangatnya, Ameer adalah salah satu aset mematikan milik SECTOR 7, organisasi intelijen tingkat tinggi di Amerika.

Suara langkah kaki yang sangat pelan membuat Ameer menoleh. Suasana hatinya yang dingin seketika melunak saat melihat Tania berdiri di pintu balkon dengan gaun tidurnya dan jilbab instan yang tertutup rapat dan sopan.

"Tania... Kakak akan kembali ke Amerika, tugas kakak di sana masih lama, semoga kamu betah di sini," ucap Ameer lembut sambil membalikkan badan dan mengelus puncak kepala Tania yang tertutup jilbab.

Tania menatap Ameer dengan mata berbinar cemas. "Harus berangkat malam ini juga, Kak Ameer? Baru saja Tania sampai... Katanya Minggu depan"

"Panggilan pekerjaan, Tania. Kamu tahu kan bisnis Kakak di sana tidak bisa ditinggal lama?" ujar Ameer tersenyum tipis, berbohong demi melindungi rahasia besarnya. Padahal, sebuah enkripsi pesan darurat baru saja masuk ke jam tangan taksisnya, misi penting SECTOR 7 menunggunya.

"Ayah dan ibu juga kembali ke Eropa, Tania sendiri disini, mereka akan pulang tapi nunggu Tania ujian akhir semester" balas Tania dengan mata berkaca-kaca.

Ameer menggenggam kedua pundak Tania, menatap mata adik sepupunya itu dengan dalam. "Ingat pesan Kakak. Jangan terlalu polos. Om Danin dan Tante Chana bukan orang yang bisa kamu percaya sepenuhnya. Kalau ada apa-apa, langsung hubungi nomor rahasia yang sudah Kakak simpan di ponselmu. Paham?"

Tania mengangguk pelan meski hatinya diliputi kebingungan. Sifat dasarnya yang penurut dan selalu berpikiran positif membuatnya sulit mencerna peringatan Ameer. "Iya, Kak. Tania akan jaga diri baik-baik. Kakek juga ada di sini."

Ameer mengepalkan tangannya rapat-rahat. Ia tahu, dengan ketiadaannya di mansion ini, Tania akan menjadi target empuk. Namun, ia harus pergi. Sebelum melangkah pergi meninggalkan mansion menuju bandara, Ameer sempat melirik dingin ke arah sudut ruang tengah lantai bawah, tempat di mana Danin dan Chana sedang memperhatikan mereka dari jauh.

Sepeninggal Ameer, takhta kepemimpinan Hasanuddin Group kini sepenuhnya berada di tangan Danin, anak bungsu Kakek Hamzah sekaligus ayah dari Filio. Didampingi istrinya, Chana, yang berambisi besar menguasai seluruh harta kekuasaan keluarga, mereka merasa di atas angin. Bagi Danin dan Chana, Ameer yang berada jauh di Amerika dan tak berminat pada perusahaan adalah keuntungan besar, meski mereka tidak tahu Ameer sebenarnya memegang hak waris mutlak yang ditinggalkan almarhum ayahnya.

Di ruang makan mewah keesokan harinya, suasana terasa sangat menekan. Kakek Hamzah belum turun karena kesehatannya mendadak menurun pagi itu.

Danin meletakkan koran bisniskannya dengan kasar di atas meja kaca. Matanya yang tajam menatap Tania yang sedang melayani menyendokkan nasi untuk dirinya sendiri dengan canggung.

"Sekarang Ameer sudah pergi. Kak Akhtar juga sudah kembali ke Eropa untuk mengurus bisnisnya, Jangan berpikir kamu punya tameng lagi di rumah ini, Tania," pangkas Danin dengan suara berat dan dingin.

Chana, yang duduk di samping Danin sambil mengoleskan selai pada rotinya, tertawa sinis. "Mas Danin benar. Kamu itu cuma anak angkat dari Kak Akhtar. Seharusnya kamu sadar diri, tempatmu bukan di mansion ini, apalagi sampai membawa-bawa nama besar Hasanuddin. Dulu Akhtar cuma kasihan padamu."

Filio yang duduk di sebelah ibunya tersenyum puas, melipat tangan di dada melihat Tania yang kini menunduk dalam-dalam.

"Maafkan Tania, Om, Tante.. Tania di sini tidak ada niat untuk merebut apa pun. Tania hanya ingin dekat dengan Kakek dan merawat Kakek," bisik Tania pelan, menahan air mata yang hampir menetes. Hatinya yang lembut dan penurut terasa teriris, namun ia memilih untuk tidak membalas sepatah kata pun.

"Bagus kalau sadar diri!" cetus Chana tajam. "Mulai hari ini, jangan lancang ikut campur urusan keluarga ini. Dan ingat, urusan Kakek adalah tanggung jawab dokter, bukan anak kemarin sore seperti kamu!"

Tania meremas kuat Gamisnya di bawah meja. Di dalam kemewahan Mansion Hasanuddin, ia merasa begitu terasing dan terancam. Tanpa perlindungan Ameer dan dengan kondisi Kakek Hamzah yang makin lemah, Tania harus bertahan di tengah serigala-serigala berkulit domba.

1
Sri Supriatin
g sabar nunggu lanjutannya🤭👍👍👍
M⃟3💋AisyahRendra
Lihatlah Chana... Lihatlah Filio....
sebentar lagii, Ameer dan Tania akan Sah menjadi pasangan suami isteri, mungkin ya..kmu akan menghadirkan sosok Venera dihari yg sakral ini, tapiiii semua itu tidak akan membuat Ameer dan Tania goyah akan keputusan mutlak dr sesepuh Hasanuddin 😁 gaskuyyyy kakk, up lagiii yaaa.. krn kemarin aku tunggu dan bolak balik kesini ga ada muncul² 😆
Sri Supriatin
Tks thor upnya🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Bravo Tania sy support mendekati 17 aug. Merdeka😍😍😍
Sri Supriatin
akhirnya menuju bahagia n cepat sehat Tanisa 🙏🙏🙏
suti markonah
suatu saat kakek akan mendapatkan dua tania yg sm persis kek..yg 1 nya lg ngungsi di desa kaki gunung
Sri Supriatin
tks upnya Thor semangat Agustus n mereka /Heart//Heart/
Sri Supriatin
lanjut thor dimulai dgn bau2 cinta di desa n masion 🤣🤣🤣
suti markonah
tania jangan lupa stempel setrika panas di tubuh filio ya..klo bisa di muka nya..klo yg di siksa filio aku rela..tp klo yg di siksa taniza hatiku sebagai pembaca mendidih..
Sastri Dalila
😅😅😅
Sastri Dalila
🤭🤭
suti markonah
bab nya salah ketik ya thor?.harus bab 22
Meiny Gunawan
selamat pagi othor semangaatt ya💪 semoga sehat selalu😍
M⃟3💋AisyahRendra
jadi kalau Tania asli nikah sm Ameer kuat plus kuat 🤭 dan Dias sm Taniza 😅 tapi klo kebalik yaa gapapalah krn jodoh ga akan lari kemana.. gaskuy lanjut lagi kak, baca beberapa bab ini bikin aku tegang tahan napas krn dag dig dug hmm 🤣🤣
Anonim
lanjuuutt thor
Sri Supriatin
lanjuuut thoor😍😍😍
Sri Supriatin
cerita dong Taniza...please👍👍
Sri Supriatin
kasian Ameer...Tanianya sdh slmt...semoga cepat dipertemukan 🙏🙏
Meiny Gunawan
semangaattt othor..lanjoottt trsss😍😍
suti markonah
nanti yg jd pasangan ameer jd tania asli dong thorr?.klo aku maunya pasangan ameer nantinya tetep taniza..
suti markonah: terserah yg punya lapak dan cerita dehhh💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!