NovelToon NovelToon
Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Sistem Raja Wisata: Gunung Legendaris Warisan Kakek

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"Dua ratus enam puluh juta rupiah," bisik Siska dengan suara serak.

Gadis itu menatap tumpukan uang kertas yang menggunung di atas lantai kayu loket.

Rizky mengangguk pelan sambil mengikat tumpukan uang terakhir menggunakan karet gelang.

Jepret.

"Ini adalah pendapatan kotor kita hanya dalam waktu satu hari," ucap Rizky tersenyum puas.

"Bos, aku seumur hidup belum pernah memegang uang tunai sebanyak ini," curhat Siska dengan tangan gemetar.

"Bahkan gaji ayahku sebagai pegawai negeri setahun penuh tidak sampai setengahnya."

"Maka bersiaplah menjadi orang kaya baru Siska, karena besok jumlahnya pasti akan bertambah," goda Rizky.

Rizky kemudian mengambil ponselnya dan memotret tumpukan uang tersebut untuk dokumentasi pribadi.

Cekrek.

"Besok pagi-pagi sekali aku akan pergi ke bank di pusat kota untuk menyetorkan semua uang ini," jelas Rizky.

"Aku juga akan mencari mesin penghitung uang otomatis dan mencari staf untuk berjaga besok."

Siska mengangguk setuju dengan mata yang sudah setengah tertutup karena sangat mengantuk.

"Bos, kita benar-benar harus segera merekrut minimal sepuluh orang karyawan baru besok," usul Siska sambil menguap.

Haaaah.

"Aku bisa mati berdiri kalau harus mengecap lima ribu tangan pengunjung lagi sendirian."

"Tenang saja, aku sudah mengunggah lowongan pekerjaan di internet sore tadi," jawab Rizky menenangkan.

Tiba-tiba, suara dering nyaring dari ponsel khusus layanan pelanggan memecah keheningan loket.

Kring kring kring.

Siska mengerutkan kening dan melihat nama yang tertera di layar ponsel tersebut.

"Bos, ini nomor tidak dikenal dari luar kota, mau diangkat atau dibiarkan saja?" tanya Siska ragu.

"Angkat saja, putar pengeras suaranya agar aku bisa ikut mendengarkan," perintah Rizky.

Siska menekan tombol hijau dan meletakkan ponsel itu di atas meja.

Tuuut.

"Halo, dengan layanan pelanggan Gunung Sumber Abadi, ada yang bisa dibantu?" sapa Siska profesional.

Suara tawa arogan seorang pria terdengar menggema dari balik telepon.

"Hahaha, layanan pelanggan dari sebuah tempat wisata kampungan yang baru saja beruntung viral," ejek suara pria tersebut.

Rizky langsung menatap tajam ke arah ponsel itu dengan wajah dingin.

"Saya adalah asisten direktur dari Taman Mega Ria di kota seberang," perkenal pria itu dengan nada merendahkan.

"Bos saya melihat video tempat kumuh kalian di internet sore ini."

Siska melirik ke arah Rizky dengan perasaan cemas karena dia sangat tahu reputasi Taman Mega Ria.

Itu adalah taman hiburan modern terbesar di provinsi ini yang memiliki aset triliunan rupiah.

"Lalu apa urusannya bos Anda dengan tempat wisata kami?" tanya Rizky memotong pembicaraan dengan suara berat.

Pria di seberang telepon mendengus kesal karena perkataannya dipotong begitu saja.

"Bos saya berbaik hati ingin menyelamatkan kalian dari kebangkrutan yang pasti akan segera terjadi lagi," ucap pria itu sinis.

"Kami menawarkan harga satu miliar rupiah untuk membeli seluruh area gunung berhantu itu secara tunai."

Rizky tertawa keras mendengar penawaran yang sangat konyol dan tidak masuk akal tersebut.

Hahaha.

"Satu miliar rupiah?" ulang Rizky dengan nada mengejek.

"Pendapatan kotor saya hari ini saja sudah seperempat dari tawaran konyol Anda itu."

"Dengar anak muda sombong, ini bukan sekadar penawaran bisnis biasa," ancam pria itu mulai terdengar emosi.

"Jika kamu menolak, Taman Mega Ria akan menggunakan semua koneksi dan kekuasaan kami untuk menghancurkan tempat wisatamu."

"Kami akan memastikan tidak ada satu pun bus pariwisata yang berani masuk ke desa terpencil kalian."

Rizky mencondongkan tubuhnya ke arah ponsel dan berbicara dengan nada yang sangat pelan namun mematikan.

"Silakan coba saja jika kalian berani menyentuh satu inci pun dari tempat wisataku," tantang Rizky tanpa rasa takut sedikit pun.

"Sekarang tutup teleponnya, kalian membuang waktu istirahatku yang sangat berharga."

Bip.

Rizky mematikan sambungan telepon itu secara sepihak dan melempar ponselnya ke atas meja.

Trak.

"Bos, mereka itu perusahaan raksasa, apa kita tidak terlalu gegabah mencari musuh seperti mereka?" tanya Siska dengan wajah pucat.

"Mereka yang mencari masalah duluan dengan kita Siska, bukan sebaliknya," tegas Rizky mengepalkan tangannya.

"Mereka panik karena melihat potensi ancaman nyata dari Gunung Sumber Abadi terhadap bisnis monopoli mereka."

Siska menelan ludahnya dengan susah payah menyadari seberapa besar skala konflik yang akan mereka hadapi.

Ini bukan lagi sekadar melawan preman desa seperti Juragan Darma yang hanya menggunakan otot dan golok.

Ini adalah perang bisnis tingkat tinggi yang melibatkan uang, kekuasaan, dan strategi pemasaran kotor.

"Kamu pergi tidur saja ke pondok atas sekarang Siska, biar aku yang berjaga di sini," suruh Rizky dengan nada lembut.

"Baik Bos, tolong bangunkan aku jam lima pagi besok," pamit Siska sambil memeluk jaket tebalnya dan berjalan keluar.

Setelah Siska pergi menaiki jalan setapak, Rizky langsung memanggil antarmuka sistem di dalam kepalanya.

"Sistem, berikan hadiah transisi arc yang kau janjikan sore tadi sekarang juga," perintah Rizky.

Ding!

[Memproses klaim Hadiah Transisi Arc Besar.]

[Selamat, Host mendapatkan Cetak Biru Bangunan Pusat Kontrol Wisata Terpadu Level 1.]

[Item ini akan menggantikan loket karcis kayu lama menjadi sebuah bangunan dua lantai yang modern.]

[Bangunan ini dilengkapi dengan delapan pintu palang elektronik otomatis untuk jalur masuk dan keluar pengunjung.]

Mata Rizky langsung berbinar terang membaca deskripsi luar biasa dari hadiah tersebut.

Ini adalah jawaban instan dari semua masalah antrean dan kekurangan staf kasir yang dia alami hari ini.

"Apakah pemasangannya akan memakan waktu lama dan menimbulkan suara berisik?" tanya Rizky memastikan.

[Proses pemasangan memakan waktu sepuluh menit dan akan menggunakan peredam suara gaib skala kecil.]

[Host disarankan untuk menyingkirkan semua barang berharga dari dalam loket kayu sebelum proses dimulai.]

Rizky bergerak sangat cepat memindahkan tumpukan uang ratusan juta itu ke dalam sebuah koper besar miliknya.

Sret sret.

Dia menyeret koper itu keluar dari loket kayu dan berdiri di pinggir jalan aspal dengan jarak yang cukup aman.

"Aku sudah siap, mulai proses pemasangannya sekarang Sistem!" perintah Rizky.

Ding!

Sebuah kubah cahaya biru transparan raksasa tiba-tiba muncul dari atas langit dan menutupi seluruh area depan gerbang wisata.

Kubah itu mengurung loket kayu lama beserta celah tebing yang menjadi pintu masuk utama selama ini.

Wushhh.

Angin berhembus sangat kencang dari dalam kubah membuat rambut Rizky berantakan tertiup ke belakang.

Meskipun anginnya terasa sangat kuat, anehnya tidak ada suara bising sedikit pun yang bocor ke luar dari batas kubah cahaya tersebut.

Rizky hanya bisa melihat siluet loket kayunya hancur lebur menjadi serpihan debu dalam hitungan detik.

Sebagai gantinya, pondasi beton padat mulai terbentuk dari dalam tanah dengan sangat cepat menyusun dinding bata putih bersih.

Kerangka besi baja menyatu membentuk tiang-tiang penyangga untuk lantai dua yang semuanya terbuat dari kaca gelap.

Di bagian bawah, delapan jalur masuk keluar berjajar rapi lengkap dengan mesin pemindai tiket berwarna perak.

Sepuluh menit berlalu dan kubah cahaya biru itu akhirnya pecah berkeping-keping menghilang ke udara.

Sringgg.

Rizky ternganga lebar melihat bangunan megah yang kini berdiri gagah di hadapannya.

"Ini bukan loket karcis lagi, ini benar-benar terlihat seperti stasiun kereta modern," gumam Rizky tidak percaya.

Bangunan dua lantai itu memiliki desain minimalis yang sangat kontras namun tetap menyatu dengan suasana alam pegunungan.

Lantai dasar difungsikan sebagai area tiket otomatis dan ruang informasi pelanggan.

Sedangkan lantai dua sepenuhnya dikelilingi kaca yang berfungsi sebagai ruang kerja dan ruang pantau utama.

Ding!

[Pemasangan Pusat Kontrol Wisata Terpadu Level 1 selesai.]

[Mulai besok, sistem telah menghubungkan mesin tiket elektronik dengan aplikasi pemesanan daring yang langsung masuk ke rekening Host.]

"Kau memang sistem yang paling tahu kebutuhanku," puji Rizky sambil menepuk dinding beton bangunan barunya.

Plak plak.

Rizky segera masuk ke dalam dan membawa koper uangnya menaiki tangga spiral menuju lantai dua.

Ruangan di lantai dua itu sangat luas dan dilengkapi dengan kursi kerja yang empuk beserta meja kayu besar.

Terdapat juga layar monitor di dinding yang terhubung langsung dengan kamera pengawas dari sistem di seluruh area wisata.

Rizky duduk di kursi itu dan memutar tubuhnya menghadap kaca jendela yang menampilkan pemandangan jalan raya di bawah sana.

"Taman Mega Ria pikir mereka bisa menghancurkanku hanya dengan ancaman telepon murahan," batin Rizky sambil tersenyum sinis.

"Aku akan membuat kalian semua menyesal karena berani mengganggu bisnis ini."

Malam itu, Rizky beristirahat di dalam ruang kerja barunya tanpa mempedulikan ancaman pengusaha luar kota sama sekali.

1
Eka Yudha
Bagus sih meskipun fiksi tapi ceritanya hidup
Rifqy Channel
kak nissa segera update ini gue suka pokoknya sampe 100 Bab pun gak apa-apa karena suka bangett
Nissa Safira: terima kasih kak atas dukungannya🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
i like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!