NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Libur

Operasi berlangsung selama hampir lima jam, ketegangan di dalam ruangan itu begitu pekat, namun Kayla seolah terserap ke dalam dunia medis yang selama ini hanya ia baca di buku teks, meski punggungnya terasa kaku dan tangannya mulai pegal luar biasa karena harus mempertahankan posisi retractor, namun ia tidak mengeluh sedikit pun.

​Arthur bekerja dengan ketelitian seorang pemahat, setiap gerakan instrumen di tangannya begitu efisien. Sesekali, Arthur melirik ke arah tangan Kayla yang tetap stabil, tidak bergoyang sedikit pun meski prosedur ini sangat melelahkan bagi seorang pemula.

​"Asisten dua, perhatikan area arteria cerebri ini. Bersihkan lapangan pandang dengan suction secara perlahan," perintah Arthur.

​Kayla bergerak dengan presisi, ia melakukan apa yang diminta tanpa ragu, memberikan ruang bagi Arthur untuk mengangkat sisa jaringan tumor yang menempel pada pembuluh darah vital.

Arthur terdiam sejenak melihat ketangkasan Kayla, lalu melanjutkan jahitannya. ​"Tumor terangkat total, lapangan operasi bersih. Kita mulai penutupan," ucap Arthur lantang dan memberikan sinyal lega bagi seluruh tim di ruangan itu.

Setelah proses penutupan selesai dan pasien dipindahkan ke ruang pemulihan, tim mulai keluar dari ruang operasi untuk melakukan dekontaminasi. Kayla melepas maskernya, wajahnya terlihat sangat lelah namun matanya berbinar puas dan keringat membasahi dahinya.

Beberapa residen senior yang tadi sempat meragukannya menghampiri Kayla saat sedang mencuci tangan. ​"Kerja bagus, Kayla. Aku tidak menyangka koas bisa se-stabil itu memegang retractor selama lima jam. Kamu bahkan tahu kapan harus bergerak tanpa instruksi berlebih," puji salah satu residen senior dengan tulus.

"Terima kasih, Kak," jawab Kayla dengan senyum rendah hati.

​Di sudut wastafel, Arthur sedang mengeringkan tangannya dan ia mendengar pujian itu. Setelah para residen pergi, Arthur berjalan mendekati Kayla, Arthur berdiri cukup dekat sehingga Kayla bisa merasakan aura kepuasan dari suaminya.

"Aku tidak salah memilihmu hari ini, kamu melakukan tugasmu lebih baik dari beberapa residen yang pernah membantuku, aku bangga padamu, Dokter Muda Kayla," ucap Arthur pelan hingga hanya Kayla yang mendengarnya.

​Hati Kayla rasanya ingin meledak kegirangan atas pujian dari sang suami, "Terima kasih, Dok. Semua karena bimbingan Dokter yang sangat keras," goda Kayla pelan.

​Arthur mendengus pelan, hampir menyerupai tawa kecil. "Istirahatlah, makan yang benar. Aku harus menemui keluarga pasien," ucap Arthur dan diangguki Kayla.

Setelah seminggu yang penuh dengan ketegangan, air mata dan drama ruang operasi, akhirnya hari libur yang dinanti tiba. Apartemen yang biasanya terasa dingin kini menghangat dengan cahaya matahari pagi yang menembus jendela besar di ruang tengah.

​Tidak ada jas putih, tidak ada stetoskop dan yang paling penting tidak ada embel-embel Dokter dan Koas.

Kayla baru saja keluar dari kamar dengan pakaian rumahannya yang santai yakni kaos kebesaran dan celana pendek. Kayla menemukan Arthur sudah duduk di sofa, namun pemandangannya sangat asing. Arthur tidak sedang membaca jurnal medis atau laporan pasien, ia sedang duduk santai dengan kaos oblong hitam, memegang sebuah buku.

​"Mas, gak baca hasil MRI hari ini?" goda Kayla sambil berjalan menuju dapur.

​Arthur menurunkan bukunya sedikit, menatap Kayla dengan tatapan lembut yang hanya ia tunjukkan di rumah. "Hari ini MRI dilarang masuk ke apartemen ini, aku ingin menjadi manusia biasa selama 24 jam," ucap Arthur.

"Hahaha, tumben," ucap Kayla.

Setelah itu, Kayla pun mulai sibuk membuat sarapan untuk dirinya dan juga suaminya, karena Kayla tidak bisa memasak bebagai macam masakan, sehingga Kayla hanya memasak nasi goreng.

Tak lama kemudian, nasi goreng buatan Kayla pun jadi. "Mas, ayo makan, nasi gorengnya udah jadi," ucap kayla.

Arthur pun menutup bukunya dan menuju meja makan, Arthur duduk berhadapan dengan Kayla. Meja makan yang biasanya diisi dengan diskusi kasus medis yang berat, kini hanya dihiasi suara denting sendok dan tawa kecil. Arthur menikmati nasi goreng buatan Kayla, ia mengunyahnya perlahan sambil menatap Kayla yang tampak jauh lebih rileks tanpa beban laporan rumah sakit.

​"Mas, rasanya gimana? Enak gak?" tanya Kayla antusias dan menunggu testimoni dari lidah Arthur yang biasanya sangat pemilih.

​Arthur menelan makanannya, lalu mengangguk pelan. "Lebih enak dari nasi goreng kantin rumah sakit. Setidaknya, ini dibuat dengan tenang, bukan dengan terburu-buru karena ada panggilan cito," jawab Arthur dan Kayla pun tertawa mendengarnya.

Setelah sarapan, Arthur tidak membiarkan Kayla mengerjakan semuanya sendiri. "Biar aku yang mencuci piring, kamu istirahat saja atau siapkan baju, kita akan mencuci pakaian hari ini," ucap Arthur sambil menggulung lengan kaos hitamnya.

​Melihat sang Kepala Departemen Bedah Saraf yang biasanya memegang pisau bedah kini memegang spons cuci piring adalah pemandangan yang sangat menggemaskan bagi Kayla, ia segera mengambil ponselnya dan memotret Arthur secara diam-diam.

​"Kalau orang-orang rumah sakit lihat ini, reputasi sang maestro bedah saraf Mas bakal hancur dalam sekejap," ucap Kayla dan tawanya pun pecah membayangkannya.

​Arthur hanya menoleh sekilas dengan senyum tipis, "Reputasiku hanya berlaku di gedung rumah sakit, di luar itu aku bukan siapa-siapa," jawab Arthur.

Setelah urusan dapur selesai, Arthur dan Kayla pun melanjutkan pekerjaan lainnya, di mana Arthur membantu Kayla menjemur pakaian di balkon. Sinar matahari pagi yang hangat menerpa wajah mereka, menciptakan momen damai yang sangat langka, Arthur dengan telaten mengibaskan pakaian satu per satu sebelum menjemurnya, sementara Kayla memperhatikannya dengan senyum yang tak kunjung pudar.

​"Mas ternyata pintar juga ya menjemur baju," ucap Kayla.

​"Dulu waktu kuliah di luar negeri, aku melakukan semuanya sendiri, Kayla. Jadi ini bukan hal baru bagiku," jawab Arthur tanpa mengalihkan pandangannya dari jemuran.

"Papa Bastian kan orang kaya, masa Mas masih nyuci sendiri pas kuliah gak pakai mesin cuci?" tanya Kayla.

"Entahlah, aku gak kepikiran buat pakai mesin cuci dulu," ucap Arthur.

"Makanya di rumah Mas gak ada mesin cuci, aku aja selalu pakai mesin cuci," ucap Kayla kesal.

"Buat apa mesin cuci, ada pembantu yang datang dan bawa ke tempat laundry," ucap Arthur.

"Aku belum kenal pembantu di apartemen ini loh, Mas. Soalnya kan Mbaknya cuma kerja pas hari biasa, dari jam 10 sampai jam 3 sore, sedangkan aku berangkat jam 7 dan pulangnya jam 6 atau bahkan lebih malam. Kalau pas liburan Mbaknya libur, jadi belum sempat kenalan," ucap Kayla.

"Namanya Mbak Ratna, dia itu pembantu di rumah Papa dan aku gak percaya sama orang lain makanya Mama yang nyuruh Mbak Ratna buat bantu disini juga, nanti kalau kamu ke rumah Papa pasti ketemu Mbak Ratna," ucap Arthur.

"Oh gitu ya," ucap Kayla.

.

.

.

Bersambung.....

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhh Joshua ternyata bawa masalah datang ke tempat itu, moga ga ada yang mencalakai Arhtur Kayla maupun sekitar RS
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hukum alam bekerja sesuaibapa yang kamu lakukan pada Arthur Joshua.. mungkin hilangkan sifat angkuhmu itu dan hidup lebih baik lagi maka kebaikan juga akan datang padamu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya yang di tunggu² hadir juga.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
setuju kata Arhtur mungkin sebagai penebus LDR kalian selama 5tahun itu harus lebih sabar lagi sekarang menunggu baby yang belum hadir.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Moga cepet jadi ya Thur Kay... biar rame sekalian di kasih Twins juga ga apa² Thor.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semoga Cuti totalnya dapet hasil.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Arhtur ga ada jeda istirahat, apalagi dia baru pulang dari negara konflik yang tenaganya terkuras habis tanpa jeda di tambah pengobatan paska penyekapan dan pulang² langsung Cuss sibuk kerja jadi wajar kalau pengaruh ke hormon dan Sp3rm4.
kalau bisa harus di kurangin kesibukannya jangan sampe str3s dan harus cari dan dapat dokter lagi untuk menghandle keringanan Arthur di RS.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mungkin karna rfek sama² kecapekan jadi sp3rm4nya c41r Kay makanya agak susah jadi.🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semangat berjuang Dr. Celine buat pasien² yang membutuhkan mu.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semoga keingina kalian memiliki momongan cepat di kabulkan Author ya.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pasangan yang kompak.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
keputusan yang yepat Kayla sesuai pendapat Arthur.👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Arthur terbaik.👍👏👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm Singa jantan siap mengaum karna pawangnya di perlakukan se'enaknya.. 🤭🤭
siapkan lagi mentalmu Dr.Citra kali ini bakal ada badai lebih besar buat anda.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya setelah 5tahun, Gooll juga.🤭🤭🤭
moga cepet hadir calon babynya syukur² twins.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ternyata Dr. Hendara belum tahu tah di kira sudah tahu pas Arthur minta ambil alih jadi konsulen masa koasnya Kayla.
untungnya Dr. Hendra netral jadi semua aman.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
dokter Citra namanya doang yang bagus tapi profesinya sebagai dokter ga bisa di andalkan karna menganggap ny4w4 pasien itu ny4wa ayam kali ya murah banget sampe dia ngepelein keselamatannya.. pengen di tabok pake cobek tuh muk biar sadar ga angkuh dan bikin kesalahan terus.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeeuuhh sampe dagdigdug baca bab ini, mikirnya RT mereka bakal ada masalah setelah Arthur kembali di tambah judul bab lagi jadi tambah parno.🤣🤣🤣
untungnya ngga terjadi.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya kembali juga Arthir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!