NovelToon NovelToon
KAISAR 12 ELEMEN S2

KAISAR 12 ELEMEN S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Poligami / Kultivasi / Militer / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:859.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: tri wardani

Cerita tentang kelanjutan Petualangan Evan Li yang akan terus berperang melawan semua musuh-musuhnya.

"Kemenangan Adalah Saat Semua Orang Yang Kamu Sayangi Tersenyum Dengan Bahagia"

"Darah Musuh Adalah Hidup Kami dan Tangisan Musuh Adalah Tawa Bagi Kami"

"Tidak Ada Yang Adil di Dunia ini Jika Kamu Tidak Memiliki Kekuatan Dan Kekuasaan"

"Jalan Penuh Mayat, Itulah Jalan Yang Kamu Lalui"

"Baju Berlumuran Darah, Adalah Permainan Kami"

"Kegelapan Berasal Dari Cahaya, Begitu Juga Dengan Kebencian Yang Berasal Dari Cinta"

"Selalu Ada Keindahan Yang Tersembunyi Dibalik Kegelapan"

"Makhluk Terkuat Adalah Dia Yang Selalu Tersenyum Walau Hatinya Sedang Terluka"

"Kalah Bukan Berarti Lemah, Menang Bukan Berarti Kuat"

"Tidak Ada Hukum Bagi Seseorang Yang Memiliki Kekuatan Dan Kekuasaan Mutlak"

"Terkadang Beberapa Manusia Memiliki Sifat Yang Lebih Buruk Daripada Binatang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tri wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 19 : Keadaan Pemimpin Sekte

Setelah mendengar perkataan Tetua Xianyi, Evan yang sedang terburu-buru memutuskan untuk menghentikan tindakannya. Segera Evan melepaskan pergelangan tangan Tetua Penegak Hukum dan menarik kembali niat membunuhnya.

Setelah Evan menarik kembali niat membunuhnya, Para Tetua yang sebelumnya merasa tertekan dan ketakutan kemudian berhenti gemetar dan merasa lemas.

"Kali ini aku akan melepaskan kalian. Jika kalian membuat masalah denganku lagi, aku pasti tidak akan melepaskan kalian dengan mudah!" ucap Evan memperingati mereka.

Mendengar peringatan dari Evan, Para Tetua hanya bisa patuh dalam ketakutan.

"Tetua Xianyi, Nenekku ada di dalam kamar ini bukan? Aku akan masuk lebih dulu untuk melihat keadaannya!" ucap Evan dan kemudian masuk ke dalam kamar meninggalkan Tetua Xianyi dan Para Tetua lainnya.

Melihat Evan telah masuk ke dalam kamar Pemimpin Sekte, Tetua Xianyi yang masih merasa tegang kemudian menghela nafasnya.

"Aku harap, semoga kejadian hari ini menjadi pelajaran untuk kita," kata Tetua Xianyi pada Para Tetua.

"Tetua Pedang, sejak kapan kamu bertemu dengan Evan? Bukankah dia telah dibuang oleh Kerajaan dan menghilang di hutan perbatasan sejak lama?" tanya Tetua Obat merasa penasaran.

"Sebenarnya aku sudah lama bertemu dengannya. Dia adalah Topeng Perak, suami Ruyin. Tetapi saat aku bertemu dengannya terakhir kali dia belum sekuat ini!" kata Tetua Xianyi memberitahu Para Tetua.

Mengetahui identitas rahasia Evan yang sebenarnya, seketika membuat Para Tetua merasa sangat terkejut.

"Apa? Topeng Perak adalah Evan?!" ucap Para Tetua bersamaan.

"Benar, Topeng Perak adalah Evan!" kata Tetua Xianyi meyakinkan mereka.

"Jika benar begitu, mengapa kalian merahasiakan hal ini kepada kami?" tanya Tetua Penegak Hukum sembari menahan rasa sakit pada pergelangan tangannya yang hancur.

"Bukan kami yang ingin merahasiakan hal ini kepada kalian, tetapi Evan lah yang meminta kepada kami untuk merahasiakan identitasnya!" ujar Tetua Xianyi menjelaskan kepada mereka.

"Sekarang bukan saatnya kita membicarakan hal ini, ada masalah yang jauh lebih penting yang harus kita lakukan!" lanjut Tetua Xianyi.

"Yah, masalah Pemimpin Sekte memang jauh lebih penting!" kata Tetua Obat membenarkan perkataan Evan.

"Baiklah, selain Tetua Penegak Hukum yang terluka, ayo kita masuk ke dalam untuk melihat keadaan Pemimpin Sekte!" ujar Tetua Xianyi.

Kemudian selain Tetua Penegak Hukum yang harus merawat lukanya, Tetua Xianyi dan Para Tetua lainnya pun masuk ke dalam kamar Pemimpin Sekte.

Setelah Para Tetua masuk ke dalam kamar, tampak Evan yang sedang mengamati keadaan Pemimpin Sekte yang sedang berbaring sekarat di atas tempat tidurnya.

"Tetua Xianyi, bisakah kau jelaskan padaku, apa yang terjadi pada Nenekku? Mengapa dia bisa menjadi seperti ini?" tanya Evan tanpa mengalihkan pandangannya dari Sang Nenek.

"Saat penyerangan yang dilakukan oleh Pasukan Istana Kerajaan sebelumnya, demi melindungi kami Pemimpin Sekte bertarung melawan seorang Ahli Racun Tingkat Senior dan berakhir terluka!" jawab Tetua Xianyi memberitahu Evan.

"Jadi maksud Tetua, racun yang ada di dalam tubuh Nenekku berasal dari luka pertarungannya dengan orang Tingkat Senior tersebut?" tanya Evan dan Tetua Xianyi menganggukkan kepalanya.

Setelah mendengar semua cerita tersebut Evan benar-benar merasa sangat marah dan geram.

*Kerajaan Xiao, Kerajaan Li, kalian sungguh telah melampaui batas kesabaran ku!* batin Evan merasa sangat geram sembari mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

"Tetua Obat, kamu telah merawat Nenekku sejak kejadian itu, bisakah kamu jelaskan padaku keadaan Nenekku dengan singkat?" tanya Evan.

"Seperti yang kamu lihat, Pemimpin Sekte terkena racun yang sangat kuat. Tanpa adanya tanaman obat tingkat tinggi yang dapat mengeluarkan atau menetralkan racun yang ada di dalam tubuhnya, mustahil bagi kita untuk menyelamatkan Pemimpin Sekte!" jawab Tetua Obat menjelaskan dengan singkat keadaan Sang Pemimpin Sekte.

"Hmmm....., tanaman obat, sepertinya aku memiliki satu tanaman obat yang bisa kita gunakan untuk menyelamatkan Nenekku!" kata Evan mengingat satu tanaman obat tingkat tinggi yang ia miliki.

"Benarkah kamu memilikinya? Tanaman obat tingkat tinggi yang dapat menyembuhkan racun bukanlah sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Setidaknya tanaman obat yang bisa mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh Pemimpin Sekte haruslah tanaman obat tingkat tujuh." ujar Tetua Obat.

"Jika tanaman obat tingkat tujuh aku memang tidak memilikinya. Tetapi tidak tahu, apakah tanaman obat tingkat delapan bisa menyelamatkan nyawa Nenekku?" ujar Evan menunjukan satu tanaman obat tingkat delapan di atas tangannya.

"Anak Bambu Tujuh Warna? Itu adalah tanaman obat penawar racun tingkat delapan. Darimana kamu mendapatkan Anak Bambu Tujuh Warna yang sangat langka ini?" tanya Tetua Obat dengan sangat bersemangat.

"Aku mendapatkannya saat memasuki Alam Fantasi Tujuh Bintang!" jawab Evan membuat Para Tetua sangat terkejut.

*Alam Fantasi Tujuh Bintang? Bukankah saat itu semua orang yang memasuki Alam Fantasi Tujuh Bintang hanya sedikit yang berhasil keluar?* batin Tetua Xianyi merasa heran.

"Bagaimana Tetua Xianyi, apakah dengan Anak Bambu Tujuh Warna ini kita bisa menyelamatkan Nenekku?" tanya Evan.

"Tentu! Dengan menggunakan Anak Bambu Tujuh Warna ini, kita memang memiliki peluang besar untuk menyelamatkan nyawa Pemimpin Sekte. Aku sungguh tidak menyangka kalau kamu benar-benar memiliki tanaman obat tingkat delapan, Anak Bambu Tujuh Warna!" kata Tetua Obat merasa sangat senang.

"Namun sayang sekali, kita masih membutuhkan seorang Alkemis tingkat tujuh untuk meracik tanaman obatnya. Tanpa adanya bantuan seorang Alkemis tingkat tujuh walaupun kita memiliki Anak Bambu Tujuh Warna, kita tetap tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan Pemimpin Sekte!" sambung Tetua Obat merasa putus asa kembali.

"Jika masalah membuat Pil obatnya, Para Tetua tidak usah merasa khawatir. Aku bisa melakukannya!" ucap Evan merasa percaya diri.

"Kau seorang Alkemis?" Tetua Obat dan Para Tetua lainnya merasa sangat terkejut.

"Yah, bisa dikatakan begitu!" ucap Evan meyakinkan mereka.

Melihat Evan yang begitu percaya diri, Para Tetua pun menghilangkan keraguan mereka dan mencoba percaya pada Evan sepenuhnya.

"Baiklah, kami percaya padamu!" ucap Tetua Xianyi.

"Baguslah!" ucap Evan merasa senang. "Sekarang bisakah Para Tetua mencarikan aku tempat untuk membuat pil?" pinta Evan.

"Baiklah, ikuti kami!" Tetua Xianyi menunjukkan jalan.

Kemudian Tetua Xianyi dan Tetua Obat mengantar Evan ke tempat pembuatan pil, sedangkan Para Tetua lainnya tetap berada di kamar untuk menjaga Sang Pemimpin Sekte.

Tak butuh waktu lama, Evan dan kedua Tetua akhirnya sampai ke suatu tempat yang tidak jauh dari kamar Pemimpin Sekte.

"Disini adalah ruangan alkemis pribadi milik Pemimpin Sekte. Aku yakin, Pemimpin Sekte pasti merasa senang jika kamu menggunakan ruangan pribadinya untuk membuat pil yang akan menyelamatkan hidupnya. Kamu bisa menggunakan semua yang ada di dalam ruangan ini selama proses pembuatan pil berlangsung!" kata Tetua Xianyi menjelaskan.

"Baiklah, kalau begitu, ayo kita mulai!"

...****************...

...****************...

...****************...

...****************...

1
Syahlani Lani
ok
Dwi Sariawan
gmna ending critax bos
joerick san
ga danta ente
MOHAN HABEJA
bll
Qim
tingkat 5
Andi Abel
lanjut ceritanya sampai selesai dong author🙏
ershi_tobelove
Bikin novel baru pun tetap sama nantinya alasan sudah lupa
seprio ardi
terlalu banyak nerbitin cerita ni author nya....TPI gak ada yg kelar...
Andi Kuswanto
Luar biasa
alow
eryco
Luar biasa
Galon Poca
Mana lanjutannya Woiiiii
Muhammad indra
lanjut thor
Reymundo Hidayat
hajar
Jimmy Candra
lanjutkan
Putra Jaya
jiahhh gt aja..
Marco Tianov
update episodenya
Yustina Nirkawati
payahhhh gak niat pikiran terlalu byk cabang
Ajoy Azlong
Luar biasa
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!