NovelToon NovelToon
Dangerous Obsession : Undercover Love

Dangerous Obsession : Undercover Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hais Tauahh

Elara Sterling, seorang agen lapangan CIA yang tangguh dan perfeksionis, mengemban misi paling berbahaya dalam kariernya: mendekati dan menghancurkan Dante Moretti, pewaris tunggal kekaisaran mafia Moretti yang kejam dan sulit diprediksi.

Rencana Elara sederhana menyusup, mengumpulkan bukti silsilah keluarga yang ilegal, lalu menghancurkan organisasi Dante dari dalam. Namun, saat Elara terjerat dalam situasi hidup dan mati di tengah udara, di mana pengkhianatan muncul dari rekan terdekat Dante sendiri, garis batas antara musuh dan sekutu mulai kabur.

Dante Moretti bukanlah monster tanpa hati seperti yang digambarkan oleh laporan agensinya. Ia adalah seorang pria yang jiwanya telah dipaksa mati oleh kekejaman ayahnya sendiri, Franco Moretti. Di balik ancaman senjata dan rahasia kelam masa lalu yang menghantui mereka, Elara menemukan bahwa dirinya bukan hanya sekadar mengamati target, melainkan terjebak dalam obsesi yang membakar.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hais Tauahh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 | PERMAINAN

Setelah Elara menampar Dante di tengah pelataran kampus, keheningan yang mencekam menyelimuti area tersebut. Suara tamparan itu terdengar nyaring, seolah merobek udara yang sudah terasa tegang.

​Dante terdiam. Wajahnya miring ke samping, meninggalkan bekas kemerahan di kulitnya yang pucat. Ia tidak bergerak. Ia tidak membalas. Ia hanya merasakan denyut panas di pipinya sebuah sensasi yang asing, namun entah mengapa, membangkitkan sesuatu yang jauh lebih gelap di dalam dirinya.

​"Jangan pernah sentuh aku lagi," desis Elara dengan napas memburu, matanya berkilat penuh kebencian dan keberanian yang nekat. Tanpa menoleh ke belakang, ia pergi meninggalkan Dante yang mematung.

​Vito, tangan kanan Dante, segera melompat keluar dari mobil, wajahnya merah padam karena murka melihat tuannya dipermalukan di depan umum. Ia menarik pistol dari balik jasnya dan mengarahkannya tepat ke punggung Elara yang menjauh.

​"Bos, dia sudah melewati batas. Biarkan aku menghabisinya sekarang," geram Vito.

​Namun, sebelum Vito bisa menarik pelatuknya, Dante mencengkeram Pergelangan tangan Vito dengan kekuatan yang membuat tulang pria itu berderak. Dante memutar tangan Vito hingga pria itu berlutut kesakitan, lalu ia mendekatkan wajahnya ke telinga Vito.

​"Jika kau berani mengarahkan senjatamu ke arahnya lagi," bisik Dante, suaranya sedingin es kutub yang mampu membekukan darah siapa pun yang mendengarnya, "aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa menggunakan tanganmu itu seumur hidupmu."

​Vito gemetar ketakutan, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Maafkan saya, Bos saya hanya ---- "

​"Dia milikku," potong Dante dingin. Ia melepaskan Vito dengan kasar dan menatap punggung Elara yang menghilang di balik gerbang kampus.

​Dante menyentuh pipinya yang tadi ditampar, lalu tersenyum tipis senyum yang penuh dengan kegilaan. Selama ini, semua orang tunduk padanya karena takut. Semua orang gemetar di hadapannya. Namun Elara? Elara baru saja menantang predator paling ditakuti di dunia ini, dan anehnya, Dante tidak marah. Ia justru merasa terobsesi.

​Ia kembali ke mobilnya, menatap Vito yang masih berlutut. "Jangan pernah biarkan siapapun menyentuhnya. Jika dia terluka, kau yang akan menanggung nyawamu sebagai gantinya."

​Dante melajukan mobilnya pergi dari kampus tersebut. Di dalam mobil, ia tidak lagi memikirkan misi, tidak memikirkan musuh, atau kerajaan bisnisnya. Pikirannya hanya dipenuhi oleh wajah Elara yang menantang dan keberanian gadis itu untuk menyakitinya

​Dante tahu, ia telah menemukan sesuatu yang lebih berharga dari emas dan lebih berbahaya dari senjata nuklir. Ia telah menemukan wanita yang tidak bisa ia beli, tidak bisa ia takuti, dan yang paling membuatnya gila mungkin tidak bisa ia miliki tanpa menghancurkan dunia di sekeliling mereka.

●●●●

Elara melangkah keluar dari kampus dengan detak jantung yang belum stabil. Ia sadar, Dante Moretti tidak akan membiarkannya pergi semudah itu. Sepanjang jalan menuju markas agensi, Elara terus memacu mobilnya, mencoba melakukan manuver tajam untuk memastikan tidak ada ekor. Ia berhasil mengecoh sebuah mobil sedan hitam di persimpangan jalan, namun perasaannya tetap tidak tenang.

​Sesampainya di gedung agensi, ia berlari masuk. Ruangan rapat sudah penuh. Damian Thorne (Direktur) berdiri di depan layar, sementara Chloe menatap Elara dengan seringai yang membuat Elara ingin mencabut nyawanya saat itu juga.

​Setelah rapat yang terasa mencekik itu berakhir, Damian menatap tajam ke arah Elara.

" Elara, ikut aku ke ruangan."

​Di dalam ruangan kerja Damian yang kedap suara, ketegangan terasa begitu nyata. Damian menutup pintu, menguncinya, lalu membalikkan badan dengan sorot mata yang penuh selidik.

​"Kau terlihat kacau, Elara. Dan laporan tentang 'insiden' semalam di area industri belum masuk ke mejaku," ucap Damian dingin. "Apa yang sebenarnya terjadi?"

​Elara memaksakan ketenangan. "Hanya kesalahpahaman dengan preman jalanan, Pak. Tidak ada yang perlu dilaporkan."

​Damian mendekat, mempersempit jarak hingga Elara bisa mencium aroma sandalwood pria itu. "Jangan berbohong padaku. Kau melakukan kontak fisik dengan target, bukan?"

​Elara terdiam. Ia terjebak. "Aku ingin mengundurkan diri dari misi ini," ucapnya tegas, mengabaikan debaran jantungnya.

​Damian tertawa getir, tawa yang tidak menunjukkan rasa humor sedikit pun. Ia memukul meja dengan keras, membuat Elara tersentak. " Mengundurkan diri? Kau tidak punya hak untuk itu, Elara. Kita sudah sejauh ini. Atau mungkin kau sudah terpesona dengan 'kekasih barumu' itu?"

​Elara merasakan amarah meluap. "Itu hanya akting untuk melindungiku di klub malam! Dia bukan kekasihku!"

​Damian menatapnya lekat-lekat, rahangnya mengeras. "Dante Moretti bukan pria yang bisa kau permainkan. Jika dia sudah tahu siapa kau, berarti misi ini bukan lagi soal pengumpulan data ini soal hidup dan mati. Dan aku akan memastikannya tetap menjadi prioritas."

​"Dia bukan sekadar target, Damian ! Dia tahu identitasku, dia tahu di mana aku kuliah, dia tahu segalanya!" Elara hampir berteriak.

​Damian terdiam sejenak, lalu mendekat ke telinga Elara dan berbisik dengan suara yang penuh ancaman, "Bagus. Itu artinya dia sudah terpancing. Aku tidak peduli jika kau harus menggadaikan nyawamu atau menjual hatimu padanya, Elara. Tugasmu adalah membawa kepalanya ke hadapanku. Jika kau gagal, aku sendiri yang akan memastikan kau tidak pernah keluar dari agensi ini dalam keadaan hidup."

​Elara terpaku. Ia menyadari satu hal pahit: ia bukan hanya sedang diburu oleh Dante Moretti sang mafia, tetapi ia juga sedang dimanipulasi oleh Damian yang tak kalah kejamnya. Ia terjepit di antara dua pria yang sama-sama berbahaya.

​"Paham?" tanya Damian, menatap Elara dengan mata yang tidak memancarkan empati sedikit pun.

​Elara menelan ludah, harga dirinya terinjak-injak oleh egonya sendiri. Ia terpaksa mengangguk. "Ya, Pak."

​"Bagus," Damian tersenyum sinis.

" Kembalilah bekerja, agen. Dan jangan sampai Moretti mencium kelemahanmu sedikit pun."

​Elara keluar dari ruangan itu dengan perasaan hancur. Ia baru saja menandatangani kontrak kematiannya sendiri, dan ia tahu, Dante Moretti pasti sudah menunggu di luar sana untuk melihat bagaimana Elara akan menari mengikuti irama permainan maut mereka selanjutnya.

●●●●

1
Anonim
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍
ada saja
ciee cemburu😍😍😍
ada saja
😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
hmmm 😍😍😍
Anonim
next😍😍😍😍
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
pokoknya😍😍😍
Anonim
lanjut deh
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
Anonim
makin gemes😍😍😍
Tiara
next😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍
Tiara
lanjut😍😍😍p0ki🤭
Tiara
lanjut😍😍😍
Anonim
lanjut
Anonim
lanjut😍😍😍pokoknya
Anonim
lanjut😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!