NovelToon NovelToon
Putri Yang Di Abaikan

Putri Yang Di Abaikan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:10.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: devi oktavia_10

Sahira Gadis cantik ramah dan murah senyum, namun tak banyak yang tahu di balik senyum manisnya, dia banyak menyimpan luka.


Terlahir dari keluarga kaya raya tidak membuat Sahira hidup bahagia, dia di abaikan oleh ke dua orang tuanya.


Sahira selalu di suruh mengalah dari adik perempuannya.


Kekasih yang sangat dia cintai ternyata sudah berselingkuh dangan adik kandungnya sendiri, dan itu di dukung oleh orang tuanya, tanpa melihat perasaan Sahira yang hancur


Dan lebih sakit lagi, Sahira di paksa menikah dengan laki laki yang tidak di ketahui asal usulnya.


Bagaimana kelanjutan kisah sahira, yuk.... Ikuti ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Di pagi hari, matahari sudah bersinar terang, dua insan manusia yang telah menghabiskan malam pertamanya, nampak masih tertidur pulas dan saling berpelukan dalam satu selimut.

Egghhh... Terdengar lenguhan dari mulut Sahira dan badannya mulai menggeliat, mata indahnya mulai bergerak gerak, menandakan wanita yang baru melepas keperawanannya itu, mulai terbangun dari mimpi indahnya.

"Aduh... Berat sekali, badan ku kok rasanya sakit semua ya." gumam Sahira dan berusaha menggeliat melepaskan diri dari pelukan sang suami.

"Sayang, kamu sudah bangun? " tanya Galang dengan suara serak bangun tidurnya.

Badan polos mereka saling bergesekan di dalam selimut sana, membuat adik kecil Galang kembali terbangun dari tidur lelapnya.

"M-mas." gugup Sahira merasa malu dengan apa yang mereka lakukan tadi malam hingga dini hari tadi, dan sekarang dia kembali merasakan sesuatu menegang menusuk pahanya.

Tangan Galang yang tadinya hanya diam memeluk hangat dada sang istri, kini jari jemari itu mulai nakal dan merayap bak cicak di dinding, memegang buah apel yang mungkin nanti bisa berubah menjadi buah semangka.

"Kenapa hmm..." tanya Galang mengecup curug leher sang istri.

"Aku mau pipis." gugup Sahira dia pun ikut menengang merasakan sensi yang di ciptakan oleh sang suami.

"Apakah ini masih sakit? " tanya Galang memegang inti sang istri.

Wajah Sahira lansung merah padam, saat sang suami dengan tanpa dosa menyentuh miliknya dan bertanya tanpa dosa, membuat dia sangat malu setangah mati.

"Kok, diam. Malu ya? " kekeh Galang.

"Mas..." rengek manja Sahira.

"Hahaha.... Kenapa masih malu malu sih, sayang. Mas sudah melihat seluruh tubuh mu dan mas sudah absen semuanya tanpa terkecuali, kenapa harus malu, kita suami istri bukan orang lain." kekeh Galang kembali memeluk tubuh polos istrinya itu.

Ada keinginan untuk menggagahi sang sang istri di pagi nan dingin di puncak itu, namun Galang sangat tau, istrinya masih kecapean, dan inti istrinya pasti masih sakit, apa lagi semalam dia menggauli istri cantiknya tidak se kali namun berkali kali, Galang tidak tega membuat istri cantiknya semakin kelelahan, dia menahan hasratnya mati matian.

"Yok, mas antar ke kamar mandi, kamu lansung berendam dan bersihkan diri ya." ucap Galang membuka selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua.

Sahira di buat kaget, karena tubuh polosnya terekspos di depan suaminya, dengan reflek Sahira menutup ke dua asetnya dengan tangan mungilnya itu dan wajah memerah semu.

"Mas." pekik Sahira.

"Haha... Ngak pa apa, jangan malu, nih lihat. Mas aja santai." kekeh Galang tanpa malu menunjukan tubuh polosnya pada sang istri.

"Ihs... Dasar tidak tau malu." pekik Sahira menutup matanya karena melihat timun import suaminya itu sudah berdiri menjulang bak tiang listrik, siap untuk mencari sarangnya.

Galang terkekeh mendengar umpatan sang istri, namun dia cuek saja, dan membopong tubuh polos sang istri dengan entengnya kedalam kamar mandi.

"Mas." Sahira kembali memekik, dan reflek mengalungkan tangannya di leher sang suami.

"Ihs... Kenapa hobi banget sih teriak teriak." kekeh Galang.

"Mas sih bikin aku kaget mulu." celetuk Sahira menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami.

Galang hanya terkekeh melihat tingkah istrinya itu, kaki panjang Galang terus melangkah membawa sang istri ke dalam kamar mandi.

"Mandi lah, mas keluar dulu, atau mau di mandikan, atau mau mengulang yang tadi malam di sini? " tanya Galang menaik turunkan ke dua alisnya.

"Aku mau mandi sendiri, mas keluar aja." usir Sahira.

"Yakin ngak mau di mandikan? " goda Galang lagi.

"Ngak! " ketus Sahira malu.

"Hahaha... Baiklah baiklah, mas keluar, jangan lama lama ya, udaranya masih dingin." ucap Galang mengelus puncak kepala sang istri.

Setalah Galang keluar, Sahira lansung menuntaskan hajatnya yang sudah mendesak dari tadi.

"Ahh... Lega." gumam Sahira.

Galang lansung membersihkan tempat tidur mereka, sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi.

Dia sudah memakai celana kolornya, dan tersenyum melihat bercak darah yang ada di atas seprai itu, dan Galang lansung melepas seprai itu dan menggantinya dengan yang baru, seprai yang ada darah perawan sang istri dia simpan dengan baik, sebagai kenang kenangan.

"Sayang, masih lama? " tanya Galang, karena istri cantiknya belum juga keluar dari dalam kamar mandi.

Cek lek...

Pintu kamar mandi terbuka dengan lebar dan menampakkan Sahira yang keluar dari dalam kamar mandi dengan langkah sedikit berbeda, dan juga bibir yang maju dua senti.

"Kenapa habis mandi cemberut gitu, siapa yang bikin kesal di sana." heran Galang mantap mata sinis sang istri.

"Mas yang bikin kesal." omel Sahira mendelikan mata.

"Lah, kok mas sih, mas aja masih di sini. " heran Galang.

"Kenapa mas meninggalkan banyak jejak di tubuh ku, kan aku jadi kaya macan tau." sungut Sahira.

"Oh.. itu, hahaha.... itu kan tanda cinta dari mas, sayang, kan jadi keren kamu, ngak usah pakai tato lagi." kekeh Galang dengan gelak tawanya.

Memang dia memberi banyak tanda di tubuh istrinya itu, karena saking gemesnya melihat tubuh putih mulus nan sintal itu, membuat Galang ingin melahapnya saja.

Sahira hanya memutar mata malas.

"Lalu yang ini gimana cara menutupinya, banyak gini." keluh Sahira memperlihatkan leher jenjangnya yang penuh dengan tanda cinta suaminya itu.

"Ngak usah di tutupi, biarkan saja orang melihatnya, bahwa istri cantik mas ini sudah ada yang punya. " santai Galang.

"Astaga mas, tanpa di kasih tanda, aku memang sudah ada yang punya." sewot Sahira.

Galang hanya terkekeh, dan masuk ke kamar mandi, tampa mendengar ocehan istri cantiknya itu.

"Huu... Dasar drakula." gerutu Sahira memandangi lehernya yang penuh tanda cinta itu, dan tidak bisa di tutup dengan sempurna.

"Jangan marah marah mulu, nanti makin cantik loh."

Cup...

Galang melabuhkan satu kecupan dan sedikit lum*tan di bibir manis istri cantiknya itu.

"Manis." kekeh Galang membersihkan sisa salivanya di bibir sang istri.

"Dasar ngak ada puasnya." cibir Sahira.

"Ngak akan pernah puas, sayang." kekeh Galang merangkul tubuh istrinya.

"Yuk, kita cari sarapan di luar." ajak Galang.

Bersambung.....

Haiii... Jangan lupa like komen dan vote ya... 😘😘😘

Kasih bintangnya jangan tanggung tanggung ya, lansung kasih binta 5 aja😁

Semoga mamak bisa up doble hari ini, walau otak mamak lagi gegana.

Baru beberapa hari yang lalu mamak ke hilangan ibu, dan sekarang bapak mamak juga lagi di rawat karena masih belum bisa menerima kehilangan istri tercintanya.

Dan hari ini mamak mau tugas jaga orang tua mamak dulu di rumah sakit.

Do'a kan mamak selalu kuat dalam cobaan ini ya... 🥺🥺🥺

Makasih...

1
Mahendra
panggilnya kaka ato mas y 😂
Putri Marsiah
ya Allah kapan dimanjain sama pasangan
ikan sapu
walau tulisan nya banyak tipo tapi oke lah masih bisa di mgengerti
ikan sapu
wkwkwk langsung ada tawaran si alina😄😄😄
Anime aikō-kā
p...
Amiera Syaqilla
assalamualaikum author😁
Ragil Saputri
moga aja para bodyguard Galang tau kelakuan Bu Hana, biar kapok mereka, karma-mu lagi jemput Bu Hana,🤣🤣🤣
Ragil Saputri
moga aja para bodyguard Galang tau kelakuan Bu Hana, biar kapok mereka, karma-mu lagi jemput Bu Hana, siap-siap aja yaaa 🤣🤣🤣
Ragil Saputri
nah loh ketemu hilal jodoh tu.....
Ragil Saputri
oooh no....jgn mau Tasya, tu perkutut dh celap-celup sembarang sarang, mending Lo ma Wawan ajah yg jelas-jelas akan meratukan wanitanya, spt Sahira n Arum, aman dkt wawan
Ragil Saputri
yaudah sih Tasya buat Wawan ajah kayaknya deh ya, biar kalian ntar bisa jalan rame-rame, kan jadi tambah seru🤗🤗🤗
Ragil Saputri
salut sama Wawan, ini bru sahabat sejati, Lop yu puul Wawan, ya udah Wan, akoh mau kok jadi tulang rusukmu 🤭🤭🤭
ikan sapu
kok siakan terus tor sialan dong🤣
ikan sapu
mampus kau bima keduluanan Hira ngadu ke mm kamu telat lah kau mau memfitnah Hira
ikan sapu
makin kebakaran jenggot lah itu keluarga Sahira yg gila kalok tengok foto cincin nya Sahira dan Galang berlian pulak aduh panas panas panas rasain tu punya anak bukan di sayang malah di buang 😄😄
Ragil Saputri
enak banget ya ngaku-ngaku sodara trus minta duit 1 M, lha kayak minta duit seribu bt bli permen, apalagi minta ana perusahaan, woyyyy ngaca om, om tiri
Ragil Saputri
Galang "BADAS"... libat abis calon pelakor Lang, jgn beti celah
ikan sapu: ani ani uuuuui gak punya malu cem betul nya alina si ulat bulu
total 2 replies
Ragil Saputri
setuju ma, ini Bru namanya orang tua yg GK sembarang menyetujui apa mau si anak, masukin aja ke pesantren biar dini terbuka tu hatinya
Ragil Saputri
aaaaaaa so sweet, bikin Asnah, ikut pelukan dong biar kayak Teletubbies 🥰.... akhirnya ada bibit Galang yg nyangkut di rahim Sahira, auto tambah ngereok gak tu Bu Nana ma di pelakor🤣🤣🤣🤣
Siti Solikah
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!