NovelToon NovelToon
My Possessive Bodyguard

My Possessive Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bayangan orang-orang untuk status putri tunggal keluarga pengusaha ternama, adalah gadis anggun yang penuh pesona dan wibaya seorang penerus tahta.

Tapi nyatanya, itu tidaklah berlaku untuk Larissa Moretti. Meskipun ayahnya seorang pengusaha kaya raya yang tersohor di Kolombia, serta memiliki ibu yang anggun dan lemah lembut.

Gadis itu sama sekali tidak mewarisi sikap ibunya, gadis itu adalah gambaran gadis jalanan yang urakan, suka membuat masalah hingga membuat sang ayah menggeleng-gelengkan kepalanya yang hampir pecah.

Puluhan bodyguard yang di sewa ayahnya selalu mengundurkan diri bahkan sebelum mereka bekerja satu Minggu mengawal gadis urakan itu.

Hingga untuk terakhir kalinya, sang ayah menyewa bodyguard melewati agensi terbaik di Kolombia, dan menyewa seorang bodyguard yang memiliki reputasi terbaik disana.

Gavin Kingsley, pria berumur 30 tahun dengan perawakan super atletis dan yang paling membuat Larissa tertegun adalah wajahnya yang tampan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Sayembara Mencari "Pawang"

...Jam dinding tua di sudut ruangan telah menunjukkan pukul tiga dini hari....

...Bau kopi instan murahan, asap rokok dari ruang penyidik, dan aroma keringat dingin bercampur menjadi satu, menciptakan suasana pengap yang sangat tidak nyaman bagi siapa saja yang terbiasa hidup dalam kemewahan....

...Namun, di salah satu kursi kayu keras ruang tunggu, Larissa Moretti duduk dengan santai seolah-olah dia sedang berada di ruang tunggu bandara untuk pergi berlibur....

...Gaunnya sedikit berantakan, rambut cokelat bergelombangnya agak acak-acakan, tapi sepasang mata hazelnya tetap jernih, penuh energi, dan sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah....

...Di sebelahnya, Bianca masih sesekali terisak kecil dengan sapu tangan yang sudah basah, sementara di kursi seberang, Rodriguez sang pengawal tambun, duduk lunglai dengan kompres es menempel di dahi kirinya yang membengkak sebesar telur ayam....

...BRAKK!...

...Pintu ganda ruang tunggu kantor polisi dihantam terbuka dengan kasar dari luar....

...Langkah kaki yang berat, mantap, dan mengintimidasi langsung menggema, seketika membungkam bisik-bisik para petugas polisi yang sedang bertugas....

...Masuklah Marco Alexander Moretti. Pria berusia 45 tahun itu mengenakan setelan jas abu-abu arang buatan penjahit terbaik di Milan, Italia....

...Postur tubuhnya tegak, dadanya bidang, dan rahangnya yang kokoh ditumbuhi jambang tipis yang mulai memutih di beberapa bagian, menambah kesan berwibawa dan berbahaya....

...Setiap jengkal dari diri Marco memancarkan aura seorang pria yang terbiasa memimpin, memerintah, dan ditakuti....

...Pria asal Italia itu tidak perlu berteriak untuk membuat satu ruangan gemetar, tatapan matanya yang setajam elang sudah cukup untuk melakukannya....

...Di belakang Marco, melangkah seorang wanita yang sifatnya berbanding terbalik dengan Marco....

...Helena Martinez, sang istri yang berusia 40 tahun....

...Wanita asal Kolombia itu tampak sangat cantik dan anggun dalam balutan gaun midi sutra berwarna krem yang rapi tanpa lipatan seujung kuku pun....

...Wajahnya memancarkan kelembutan yang menenangkan, matanya hangat, namun gurat kecemasan tidak bisa disembunyikan dari wajah ayunya saat tatapannya jatuh pada sang putri tercinta....

..."Larissa Moretti."...

...Suara Marco terdengar rendah, berat, dan penuh akan amarah yang tertahan....

...Getaran suaranya membuat Kepala Polisi Bogota yang mengekor di belakangnya langsung membungkuk hormat dengan peluh yang bercucuran di pelipis....

...Larissa mendongak, lalu memberikan senyuman paling ceria yang dia miliki....

..."Halo, Papa! Wah, Papa kelihatan sangat tampan malam-malam begini. Jas baru, ya?"...

..."Diam, Larissa!" gertak Marco, membuat Bianca di sebelah Larissa tersentak kaget dan Rodriguez refleks menyusutkan tubuh tambunnya ke kursi....

...Marco berjalan mendekat, sepasang matanya menatap tajam ke arah putrinya yang seolah tidak punya urat takut....

..."Satu kelab malam hancur total. Anak seorang pengusaha properti terancam buta sebelah karena matanya tersiram alkohol kadar tinggi. Dua puluh orang luka-luka, dan namamu berada di urutan paling atas sebagai pemicu utama. Apa kamu sudah kehilangan akal sehatmu?!"...

..."Tapi Papa, pria bernama Mateo itu bertingkah menjijikkan! Dia mencoba menyentuhku dengan tangan kotornya yang bau alkohol murahan," bela Larissa, mengedikkan bahunya dengan santai....

..."Aku hanya membantunya mencuci muka agar dia lebih waras. Siapa sangka temannya langsung mengamuk?"...

..."Dan kamu!" Marco berbalik dengan cepat, menunjuk Rodriguez dengan jarinya yang kokoh....

..."Aku membayarmu mahal untuk menjaga putriku, bukan untuk menjadi kasur lantai yang pingsan hanya karena hantaman satu botol! Kamu dipecat, Rodriguez. Keluar dari hadapanku sebelum aku membuat dahimu yang bengkak itu pindah ke belakang!"...

...Rodriguez tidak membuang waktu. Dia langsung berdiri, membungkuk berkali-kali pada Marco, dan berlari pincang keluar dari kantor polisi tanpa berani menatap ke belakang lagi....

..."Sayang... Tenanglah. Ingat tekanan darahmu," suara lembut Helena mengalir bagai air es di tengah padang pasir....

...Wanita itu melangkah maju, meletakkan tangan lembutnya di bahu sang suami, memberikan remasan menenangkan yang perlahan membuat napas Marco yang memburu kembali teratur....

...Helena kemudian beralih duduk di sebelah Larissa....

...Dia tidak memarahi putrinya, melainkan langsung meraih tangan kanan Larissa....

...Di sana, di antara kulit seputih susu yang mulus, terdapat goresan kecil berwarna merah, mungkin akibat gesekan pecahan kaca botol saat keributan terjadi....

...Helena mengeluarkan sebotol kecil antiseptik dan kapas dari tas tangan rapinya....

..."Aww, Mama, perih," keluh Larissa manja saat Helena menepuk luka itu dengan kapas....

..."Makanya, jangan buat rusuh lagi, Sayang," bisik Helena lembut, matanya menatap Larissa dengan pandangan penuh kasih sayang sekaligus teguran halus....

..."Mama tahu kamu hanya membela diri, tapi tindakanmu terlalu berbahaya. Bagaimana kalau pria-pria itu membawa senjata api? Mama tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi padamu nak."...

...Helena meniup luka kecil itu dengan sabar, lalu memasang plester bermotif bunga dengan sangat rapi....

...Marco yang berdiri di dekat mereka hanya bisa menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya yang terasa pening....

...Menghadapi musuh bisnis yang paling licik sekalipun di dunia perdagangan internasional, Marco tidak pernah merasa sefrustrasi ini....

...Tapi menghadapi Larissa?...

...Putrinya sendiri adalah satu-satunya makhluk di bumi yang bisa membuat wibawanya sebagai pria Italia yang tegas runtuh menjadi abu dalam hitungan detik....

...Sifat bar-bar Larissa benar-benar sudah di luar kendali....

..."Kekacauan ini adalah yang terakhir, Larissa. Papa tidak akan membiarkanmu berkeliaran bebas lagi tanpa pengawasan yang benar," kata Marco dengan nada suara yang tidak menerima bantahan sedikit pun....

...Larissa cemberut, meniup poni rambutnya. "Papa mau menyewa pengawal baru lagi? Paling-paling dalam tiga hari mereka sudah mengundurkan diri karena tidak kuat menemaniku belanja, atau berakhir pingsan seperti Rodriguez."...

..."Tidak untuk kali ini," Marco tersenyum tipis, sebuah senyuman dingin yang membuat bulu kuduk Kepala Polisi yang berdiri di sudut ruangan meremang....

..."Pengawal-pengawal sebelumnya terlalu lembek. Mereka memperlakukanmu seperti nona muda yang rapuh, sehingga kamu bisa menyetir mereka sesukamu. Kamu tidak butuh pelayan berjas, Larissa. Kamu butuh pawang. Kamu butuh seseorang yang kejam, berdarah dingin, dan tidak akan berkedip bahkan jika kamu mengancam akan membakar kantor polisi ini."...

...Helena mendongak, menatap suaminya dengan sedikit cemas....

..."Marco, apa tidak terlalu berlebihan? Larissa masih muda..."...

..."Tidak, Helena. Sifat lembutmu justru membuatnya makin manja," potong Marco tegas, meski tatapannya pada istrinya tetap melunak....

..."Dia butuh didisiplinkan. Seseorang yang bisa mengurungnya di kamar jika dia membangkang. Seseorang yang memiliki reputasi yang bahkan membuat para kriminal di kota ini berpikir dua kali sebelum mendekatinya."...

...Larissa melipat tangannya di dada, menatap ayahnya dengan tatapan menantang yang ceria....

..."Oh ya? Coba saja cari, Papa. Mari kita lihat seberapa lama 'pawang kejam' pilihan Papa itu bisa bertahan menghadapi aku."...

...Marco tidak membalas tantangan putrinya dengan kata-kata....

...Dia berbalik, memberi isyarat kepada Kepala Polisi bahwa urusan administrasi pembebasan Larissa sudah selesai diurus oleh tim pengacaranya....

...Mereka kemudian berjalan keluar dari kantor polisi menuju iring-iringan mobil limosin hitam yang sudah menunggu di lobi depan....

...Sepanjang perjalanan pulang menembus jalanan Bogota yang sepi, Marco hanya terdiam, menatap keluar jendela kaca mobil yang gelap....

...Pikirannya sudah melayang jauh, menyusun sebuah rencana....

...Dia tahu, agensi keamanan biasa di Kolombia tidak akan mampu menangani keliaran putrinya....

...Dia butuh sesuatu yang lebih... ekstrem. Sesuatu yang bergerak di zona abu-abu....

...Setibanya di mansion mewah keluarga Moretti, setelah memastikan Helena membawa Larissa masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat, Marco melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadinya....

...Dia mengunci pintu dari dalam, menyalakan lampu meja yang temaram, lalu duduk di balik meja kayu ek besar....

...Marco membuka laci rahasia di bawah mejanya, mengeluarkan sebuah ponsel khusus yang memiliki keamanan tinggi yang hanya dia gunakan untuk urusan darurat tingkat tinggi....

...Dia mencari sebuah nomor kontak tanpa nama, hanya ditandai dengan sebuah simbol mawar hitam kecil....

...Nomor itu tersambung ke jaringan agensi keamanan bayangan paling rahasia dan elite di seluruh Amerika Latin, sebuah tempat di mana para mantan tentara bayaran dan pembunuh profesional termahal menyewakan jasa mereka....

...Marco menempelkan ponsel itu ke telinganya. Setelah beberapa kali nada sambung, panggilan itu diangkat....

...Tidak ada suara salam dari seberang sana, hanya keheningan yang dingin dan berat....

...Marco menarik napas dalam-dalam, rahangnya mengeras, dan suaranya terdengar begitu berwibawa sekaligus penuh keputusasaan seorang ayah yang ingin melindungi putrinya dengan cara paling ekstrem....

..."Ini Marco Moretti," ucapnya dingin ke arah pengeras suara....

..."Aku punya tugas khusus. Aku butuh pengawal pribadi untuk putriku. Batalkan semua kriteria tentang kesopanan atau kepatuhan."...

...Marco menjeda kalimatnya sejenak, membayangkan wajah ceria Larissa yang hobi bikin rusuh, sebelum akhirnya melanjutkan dengan nada yang pasti....

..."Kirimkan pria paling berbahaya yang kalian miliki."...

...***...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!