NovelToon NovelToon
Mencintai Sahabatku

Mencintai Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 5
Nama Author: yati ayung

Naima jatuh cinta kepada Vino, mereka tidak mengetahui bahwa mereka memiliki ayah yang sama. Naima lahir karna kekhilafan seorang tuan besar 19 tahun silam. sejak lahir Naima hanya tau bahwa ayahnya sudah meninggal.

Naima memiliki 2 sahabat bernama Ana dan Alan, namun sayangnya Ana harus pindah ke belanda mengikuti orang tuanya yang di pindah tugaskan. Alan menjadi satu-satunya sahabat yang selalu ada buat Naima.

peristiwa 19 tahun itu terungkap ketika Vino dan Naima mempertemukan kedua orang tua mereka.

Untuk memisahkan Vino dengan Naima, Lastri menikahkan Naima dengan Alan. Akankah Alan mampu mempertahankan pernikahannya yang tercipta tanpa cinta?

bagaimana kisahnya?
let's chek it out..! jangan lupa tinggalkan like and vote untuk karya pertamaku.. kritik dan saran dari kalian sangat penting untuk selalu memperbaiki karya ini.

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yati ayung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Terbongkar

***

Kali ini Vino sudah yakin untuk melamar pujaan hatinya. Dia merasa sudah mapan untuk menikah. Soal kuliah Naima yang harus beberapa tahun lagi Dia bisa melanjutkan kuliahnya setelah menikah. Vino sangat antusias mempertemukan kedua orang tuanya dengan ibu Naima. Siang ini Vino dan Naima janjian makan siang bersama.

"Nanti malam aku akan kerumah ibumu dengan keluarga ku Nai." Vino menggenggam tangan Naima dengan penuh antusias

"kok mendadak banget, aku belum bilang ibu Vin" jawab Naima

"nggak apa-apa Nai, kita kesana bareng aja. Aku khawatirnya kalau bilang dulu ke ibu kita mau kesana, ntar ibu kerepotan menyiapkan ini itu... jadi aku pikir kita kesananya nggak usah bilang dulu, ya biar santai aja" Vino menjelaskan dengan seksama kepada Naima

"Tapi Vin, ibu aku nggak ada persiapan apa-apa" protes Naima

"Gini aja, kamu telpon ibu bilang kita mau kesana, gimana" Vino memberi solusi

"Oke deh!"

Naima menelpon sang ibu untuk memberi tahu kedatangan nya dan keluarga Vino nanti malam, ibu pun mengiyakan, karna ibu belum mengetahui siapa keluarga Vino Yang sesuangguhnya.

"Ibu seneng banget denger kita mau kesana" Naima memegang tangan Vino

"Aku udah nggak sabar Nai, buat menikah sama kamu, hidup se atap sama kamu. Kamu adalah satu-satunya perempuan yang merubah sudut pandang aku tentang apapun" kata-kata Vino membuat Naima berbunga, hatinya meleh laksana cokelat panas.

"I love you Naima" Vino mencium punggung tangan Naima dengan hangat

"I love you too vino Indrawan baskoro"

Siang itu menjadi makan siang romantis bagi kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta ini.

***

Malam itu semua keluarga Vino sudah tak sabar menemui ibu Naima. Selain Sinta yang penasaran dengan Lastri nama dari ibu nya Naima, juga Vino yang tak sabar menyampaikan maksud untum mempersunting sang pujaan hati.

"Mama dan papa udah nggak sabar bertemu inu mu Nai" Sinta mengelus dagu sang calon menantu

"Iya Tante, Naima juga nggak sabar, tapi Naima tegang banget tante harusnya Naima di rumah menyambut kedatangan kalian" Naima tersenyum menundukan kepala di depan sinta

"Nggak apa-apa Nai, kami sengaja nggak mau merepotkan ibu mu, makanya kami minta Vino untuk kesana bareng sama kamu aja" ucap Sinta

"Terimakasih tante"

Naima memang di terima dengan hangat di keluarga Vino, Arya dan Sinta sudah berubah menjadi orang tua yang Humble dan bijak sejak menyadari kesalahan-kesalahan di masalalu. Merekapun bersiap berangkat dengan mengendarai satu mobil. Arya dan Vino duduk di depan, Sinta dan Naima di belakang. tak hentinya Sinta memegang tangan Naima

"Andai benar kalau ibu nya Naima adalah Lastri yang dulu, aku ingin menebus kesalahanku dengan cara menyayangi anak nya sepenuh hati. Biar bagaimanapun, aku dan Arya pernah salah memperlakukan Lastri" Sinta berbicara dalam hatinya sambil menatap Naima calon menantu nya.

Setelah beberapa jam akhirnya mereka sampai ke ke rumah ibunya Naima.

"Bu,, Assalamu'alaikum.." Naima mengetuk pintu kemudian Dito membuka

"Kakak, apa kabar kak, Dito kangen sama kakak" Dito langsung memeluk kakaknya, dia sudah lama merindukan sang kakak

"Dito, kakak baik-baik aja, kakak juga kangeeen banget sama kamu.. Eemm ibu mana?... eh tante, Vino, om kenalin ini adik aku Dito"

Mereka berkenalan kemudian masuk

"Bentar Dito panggil ibu, silahkan duduk semuanya" Dito memanggil sang ibu

Sementara Arya merasa gusar berada di rumah ini, dia khawatir Lastri akan marah seperti tempo hari.

"Dito tamunya udah datang?"

Lastri keluar dari kamarnya dan sangat sangat terkejut ketika Sinta dan Arya menoleh ke belakang. untuk sesaat ketiganya terpaku lidah mereka kelu tak mampu mengucapkan sepatah katapun, hingga Vino memecah kebisuan.

"Ibu apa kabar, kenalkan ini orang tua Vino, bu" Vino mencium tangan Lastri dengan ramah.

"Lastri!" Sinta menyebut nama itu dengan nada Lirih, air mata tak mampu di tahan lagi. Vino dan Naima bingung dengan apa yang sudah terjadi

"Bu, ibu kenal dengan mereka?" Naima bertanya heran melihat Sinta dan Lastri sama-sama samamengeluarkan air mata.

"Nyonya Sinta, Tuan Arya.." Lastri terpaksa menyalami keduanya, Lastri tak ingin anaknya curiga atas sikapnya. Tanpa Mereka duga Sinta menghamburkan tubuhnya memeluk Lastri.

"Lastri saya minta maaf Las, saya sudah kejam sama kamu. Selama ini saya mencari kamu Las, saya ingin menebus kesalahan saya sama kamu"

Sinta terus menangis di pelukan Lastri. Lastri mengurai pelukannya, jauh di dasar hatinya dia mengakui bahwa Sinta orang yang sangat baik, sikap yang di tunjukannya dulu adalah hal yang yang wajar. Lastri pun mengakui apa yang di lakukan Arya padanya adalah bukan kesengajaan. Arya melakukannya di bawah kesadarannya.

"Sudah nyonya, saya sudah memaafkan nyonya. Tolong jangan menangis karna saya nyonya, nyonya tidak bersalah" Lastri berbicara dengan sangat lembut. Kemudian Arya mendekat

"Lastri, saya tau kesalahan saya tak termaafkan, tapi sumpah demi Tuhan saya benar-bebar tidak sadar waktu itu"

Melihat orang tua mereka larut dalam tangisan, Vino dan Naima bingung.

"Ada apa sih ma, pa? kalian sudah saling kenal?" tanya Vino

"Lastri dulu pernah kerja sama keluarga kita saat kamu berumur 2 tahun Vin, Lastri mama usir karna kesalah fahaman"

Sinta menjelaskan kronologinya tanpa memberi tahu kejadian yang sebenarnya.

"Iya nak Vino, dulu ibu yang ngasuh kamu" Lastri mengelus pipi Vino

"Ya ampun, dunia sempit banget, aku nggak nyangka kalau kalian sudah saling mengenal" Vino mendekat ke orang tua nya..

"Jadi Vino ini kakak Naima" ucap Lastri dalam hati, dengan susah payah Lastri menahan gugup, ia tak ingin anak kesayangannya tau kalau dirinya sangat ketakutan malam itu.

Mereka larut dalam obrolan yang hangat kala itu, hingga tiba saat Arya mengungkap maksud kedatangan mereka ke rumah Lastri

"Begini Lastri, maksud kedatangan kami kemari adalah untuk..." Arya memotong perkataannya

"Ada apa tuan?" tanya Lastri

"Kami ingin melamar Naima untuk menjadi istri dari anak kami Vino, Las.." Sinta melanjutkan omongan Arya

Uhuk uhuk

Lastri batuk-batuk mendengar perkataan sang mantan majikan.

"Kenapa bu.. ini minum dulu" Naima memberi minum untuk menenangkan ibu nya.

"Saa.. s.. saaya.." Lastri terbata-bata berbicara

"Bagaimana bu" tanya Naima

"Ibu.. i..iibuu" Lastri bingung harus berkata apa

"Bagaimana Lastri, apa kau setuju?" tanya Arya

Lastri bingung, bagaimana mungkin ia menikahkan putrinya dengan Vino, mereka saudara satu ayah. Tidak mungkin mereka menikah. Tapi bagaimana ia menjelaskan kepada mereka, Lastri takut kalau Arya tau Naima anaknya, Arya akan memisahkan mereka berdua.

"Bu, gimana keputusan ibu" Naima membuyarkan lamunannya.

"Ibu nggak bisa ijinin kamu menikah dengan Vino Nai" dengan berurai airmata Lastri mengungkapkan penolakannya dan semua terkejut atas perkataan Lastri

"Kenapa bu, apa ibu tidak percaya bahwa saya sangat mencintai Anak ibu?" Vino protes meminta alasan kenapa Lastri menolak lamarannya.

"Apa kau masih marah pada kami Las.." Sinta menambahi

"Sayaa.. sayaa tidak ingin kuliah Naima terganggu, dia masih muda,"

"Tapi Naima mencintai Vino bu, Naima udah yakin kalau Vino lelaki yang baik buat Naima" Naima menangis atas sikap sang ibu

"Nggak Nai, ibu tau apa yang terbaik buat kamu. Ibu melakukan ini karna ibu sayang sama kamu" dengan berurai air mata Lastri mengelus pipi Naima, dan Naima lari ke kamarnya.

"Ibu jahat..!"

mendengar Naima berkata demikian, hati Lastri sakit, bagai di tusuk pisau yang tajam dia tak mampu menahan kesedihannya, ini pertma kalinya anak semata wayangnya mengatai dirinya jahat.

"Sudah Vin, ayo kita pulang" Arya bangkit, dia merasa telah di hina dengan sikap Lastri

"Tapi pa, Vino.." kata-kata vino terpotong

"Ayo Vin, lamaranmu sudah di tolak. Ini penghinaan untuk keluarga kita. Kita sudah jauh-jauh datang kemari tapi malah begini perlakuan ibunya Naima"

Sinta menarik tangan Arya dan Vino keluar. Aaat hendak masuk mobil Sinta kembali masuk dan berbicara empat mata dengan Lastri.

"Lastri saya tidak terima anak saya di perlakukan seperti ini, kamu ingat baik-baik, saya akan cabut beasiswa Naima di kampusnya. Saya tidak sudi anak saya mendekati anakmu itu, kau sangat sombong"

jiwa angkuh Sinta kembali muncul mendapat perlakuan yang memalukan harga dirinya. mendengar ancaman Sinta sontak Lastri menoleh

"Nyonya, kalau anda tau yang sejujurnya, nyonya juga akan melakukan hal sama nyonya" Lastri menatap dengan tajam

"Apa maksud kamu Las" Sinta penasaran

"Saat anda mengusir saya dari rumah itu, saya hamil nyonya, anda tau Naima anak siapa? Tuan Arya adalah ayah biologis Naima nyonya" dengan suara bergetar Lastri memberi tahu yang sebenarnya ke Sinta.

Bagai di sambar petir dari seluruh penjuru, Hati Sinta hancur lebur, bingung, merasa terkhianati, sedih campur aduk, namun disisi lain Sinta juga kasihan ke Alastri.

"Tidak mungkin Las, kau pasti berbohong" Sinta mengguncang tubuh Lastri

" Itu benar nyonya" Lastri tersedu-sedu menceritakan kejadian sebenarnya

"Saya mohon nyonya jangan bicara pada tuan Arya, saya tidak mau tuan Arya mengambil Naima dari saya nyonya" Sinta bingung harus berbuat apa, naluri perempuan nya sakit mendengar perjalanan Lastri sejak di usir oleh dirinya. Hingga Arya datang menemuinya di dalam

"Lama amat sih ma, ayo pulang ini udah malam" Ajak Arya

Lastri memeluk Sinta dan berbisik

"Tolong rahasiakan ini nyonya saya mohon"

Sinta tersentak dan terpaksa mengangguk agar Arya tidak curiga.

Akhirnya Sinta dan keluarga nya pulang. Selama di perjalanan tidak sepatah katapun yang terucap dari bibir Sinta

"ma, kok diem aja sih, kenapa?" Arya memegang tangan sang istri

"Nggak apa-apa pa," Sinta menoleh ke arah jendela

"Tadi bicara apa sama Lastri, lama amat" tanya Arya

"Enggak, itu pa, mama fikir juga alasan Lastri menolak lamaran kita ada benarnya, biar Naima fokus ke kuliahnya dulu" Sinta bingung menjelaskan apa yang telah terjadi

"ma, Vino pengen cepat nikah sama Naima ma, mama kenapa nggak bujuk bu Lastri agar menyetujui pernikahan kami" Vino memukul setir mobil yang sedang di kemudiaknnya

"Sayang, mama nggak bisa memaksa bu Lastri, dia berhak menentukan. Kalau kamu sayang sama Naima, kamu dukung dong agar Naima fokus ke kuliahnya. ya" Sinta mencoba menenangkan anaknya

"Karna kamu tak mungkin menikah dengan Naima Vin, kalian saudara sedarah" Sinta bicara dalam hati

Sinta terisak mengingat apa yang sebenarnya, melihat istrinya terisak Arya memeluk sang istri, dia berpikir Sinta sedih karna lamaran mereka di tolak oleh Lastri

"Sudah sayang sudah, kita tunggu aja semoga lambat laun semua nya berubah" Arya menempelkan kepala sayang istri di dekapannya

"maafin Vino pa, ma, Vino udah bikin kalian malu" vino menoleh ke jok belakang.

"Nggak apa-apa sayang" kata Sinta

Semua terdiam dengan fikiran masing-masing, hingga tak terasa mereka sudah sampai di rumah mewah milik mereka. Ketiga nya masuk dengan saling terdiam, semuanya langsung ke kamar masing-masing.

#maafkeun ya readers, tulisanku banyak typo nya 😂😂😂

1
Rajwa Alfiyah
Luar biasa
Arini Hidayati
semangat thor
Arini Hidayati
nela siapanya vino thor...
Author_Gesreck: kalo baca dari awal, pasti tau bun. Nela teman kuliah Vino yang naksir Vino
total 1 replies
Arini Hidayati
next thor
Arini Hidayati
lanjut thor
fbrn
Dito jangan sampe jahat
miss lie
🥰
miss lie
🥰🥰🥰
Arini Hidayati
lanjut thor
Author_Gesreck
makasih supportnya kaka
fbrn
lanjut kak penasaran banget semangat 🔥
Arini Hidayati
lanjut thor
Arini Hidayati
lanjut...
Arini Hidayati
next thor
Yuma Akane
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L
FB on???
Author_Gesreck: always on
total 1 replies
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L
🤣🤣🤣🤣🤣
pelukis_senja
sampai disini dl ya author cantik....tetap semangat menulisnya yaa....lope2 dah🥰
Author_Gesreck: thnkyou kakak... aku terhura udah di kunjungi
total 1 replies
pelukis_senja
sabar yaaa Alan😋
ᴇʟꜱʜᴀᴅᴀʏ-②①L: kyk ga da cwe lain
total 1 replies
pelukis_senja
modus biar bisa cari kesempatan dalam dana umum ini mah🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!