Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 18
" Sudah selesai.. " teriak Dina.
" Ehhh... Ada apa dengan pipi kalian memerah gitu sakit kah? " Tanya Dina.
Padahal gara-gara dia wajah mereka berdua memerah karena ngomong nya terlalu keras.
" Gak papa ayok pulang nanti kak Rudi nunggu terlalu lama. " Ucap Bayu sambil menarik tangan Dina.
" Kalian ngapain saling tatap gitu. " Teriak Dina
" Hey.. sayangku suaramu terlalu keras ini bukan pasar. " Ucap Bayu sambil menutup mulut Dina.
Kamipun. Sontak tertawa, Dina tidak melihat kondisi sedang di mana suaranya selalu nyaring.
Kamipun kembali ke villa.
Malam ini kita mau BBQ bareng.
Malam pun tiba, mari berpesta.
Semua sedang mempersiapkan bahan-bahan buat BBQ.
" bayu kamu tolong ambilkan panggangan di gudang. " Ucap kak Rudi.
Kami memotong daging, membersihkan sayuran, persiapan pun selesai.
" Ngomong-ngomong bagaimana kalau kita BBQ nya di tepi pantai kan seru. " Usul Dina.
" Bener juga, terus kita buat api unggun. Lengkap sudah, sekalian aku mau bawa gitar. " Ucap Bayu semangat .
" .... Ok, aku punya tempat yang bagus buat kalian. " Jawab Mori.
Kamipun siap-siap membawa alat-alat, dan mengikuti Mori, apakah dia ke tempat waktu itu?. Pikirku.
Tiba-tiba saja jantung ku berdebar sangat cepat, kenapa saat aku mengingat ke situ jantungku hampir copot.
Pipi Rianna memerah, jantungnya berdegup kencang, seiring arah yang memang menuju tempat Mori menyatakan cinta.
" Wahh.. jauh amat Mor, gak salah ini, pesta belum mulai dah lapar duluan. " Ucap Bayu.
Dina pun merengek, kakinya pegel lah, bawaannya berat. Ada-ada saja.
Sedangkan Mori dia tidak memperdulikan ocehan teman-temannya, dia terus berjalan.
" Berisik sekali kalian.. kita dah sampai. "
Ucap Mori.
" Wahhh.. " Dina maupun bayu terkagum-kagum, mata mereka berdua berbinar-binar.
" Tutup mulut kalian jangan sampai lalat masuk. " Ucap Mori.
" Jahat bangat.. " ucap Dina.
Akhirnya kamipun mempersiapkan barang-barang yang sudah kami bawa, membuat api unggun, mempersiapkan panggangan.
" Ann kamu panggang dagingnya, aku mau berlomba nih. " Ucap Dina semangat
Akhirnya pestapun di mulai, aku dan ka Rudi, yang memanggang dagingnya sedangkan Mori, Dina, Bayu. Mereka sedang berebut.
" Hoii.. itu dagingku. " Teriak mori.
" Siapa cepat dia dapat. " Ucap Bayu dan Dina.
Ciaatt.... Trangg... Ciaatt... Trangg..
Mereka saling berebut sampai dagingnya pada berjatuhan.
" Kalian kaya orang kelaparan saja, makan pelan- pelan gak bakal habis. " Ucapku kesal..
Mereka trus saja berebut, tak terkendali.
PLAKKK... daging terlempar kepadaku.
" Waaa.. panas pipiku.. huhuhu. " Baru kali ini pesta BBQ, daging nya pada berterbangan..
PPPRAAANNNGGGG.......
Tiba-tiba saja alat pemanggangngan nya rubuh. Seketika itu juga hening.
Yang tadinya mereka pada berebut, sekarang mereka semua pada membatu, mata mereka molotot tidak berkedip, mulut mereka penuh dengan daging.
" Kalian ini!! Dah jatuh gitu, baru pada diem. " Ucap ka Rudi kesal.
Akupun sontak tertawa.
" Pfftt... Hahaha.. kalian ini begitu bersemangat sampai panggangan nya ambruk gitu. " Ucap ku sambil ketawa.
Akupun tertawa sampai sakit perut, sedangkan mereka berdua masih saja bengong.
Kak Rudi wajahnya tampak marah. kak Rudi terus bergumam sambil membenarkan panggangan yang sudah ambruk.
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat