NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Dua hari berikutnya dihabiskan Ryden untuk benar-benar beristirahat, memulihkan stamina yang terkuras habis setelah dua pertarungan berat secara berturut-turut. Elira dengan telaten merawatnya di penginapan kecil dekat alun-alun, membawakan makanan hangat dan memastikan Ryden tidak memaksakan diri untuk berlatih terlalu dini.

"Kau harus lebih menjaga diri," omel Elira suatu pagi, menyodorkan semangkuk sup ikan hangat ke tangan Ryden yang masih berbaring lemas di ranjang penginapan. "Aku sempat sangat khawatir melihatmu ambruk seperti itu."

"Maaf membuatmu khawatir," Ryden tersenyum tipis, menerima sup itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar. "Aku memang belum terbiasa menghadapi dua pertarungan berat berturut-turut seperti ini."

Selama masa pemulihan itu, Ryden menghabiskan banyak waktu memeriksa layar Sistemnya, mempelajari lebih dalam tentang progres skill keempat yang kini sudah mencapai tiga puluh satu persen. Ia juga mulai berlatih ringan mengendalikan Haki Observasi bersama Elira sebagai partner latihan sederhana—meski gadis itu tidak memiliki kekuatan bertarung, kehadirannya membantu Ryden melatih kepekaan terhadap kehadiran orang lain di sekitarnya.

Kabar tentang pertarungan melawan Feyd Cross ternyata menyebar cepat di kota kecil Tarma, membuat Ryden dan Elira mendadak menjadi buah bibir di kalangan penduduk. Beberapa nelayan bahkan menawarkan diri membantu mempercepat perbaikan kapal mereka sebagai bentuk terima kasih karena telah melindungi kota dari kekacauan yang lebih besar.

"Kapal kalian sudah selesai diperbaiki," Pak Doran mengabarkan pada hari ketiga, wajahnya sumringah bangga menunjukkan hasil kerjanya. "Bahkan kubuat sedikit lebih kokoh dari sebelumnya, mengingat apa yang kalian hadapi belakangan ini."

Ryden mengucapkan terima kasih tulus, membayar sisa biaya perbaikan dengan sebagian hasil rampasan dari kapal Groth yang sempat mereka singgahi sebelum meninggalkan area pertarungan beberapa hari lalu. Malam sebelum keberangkatan mereka, Ryden dan Elira duduk berdua di dermaga, menatap langit malam yang dipenuhi bintang, mendiskusikan arah perjalanan selanjutnya.

"Setelah ini, kau mau ke mana?" tanya Elira, memeluk lututnya sambil menatap Ryden penuh perhatian.

Ryden terdiam sejenak, mempertimbangkan berbagai pilihan yang berputar di benaknya. Insiden dengan Feyd Cross memberinya kesadaran baru—reputasinya sebagai Sang Peretak sudah menyebar cukup jauh, bahkan menarik perhatian pemburu hadiah dari Grand Line sekalipun. Ini berarti waktu yang ia miliki untuk berkeliling East Blue dengan tenang mungkin sudah semakin sempit.

"Aku sedang mempertimbangkan untuk mulai menuju Grand Line," jawab Ryden akhirnya, suaranya penuh pertimbangan. "Reputasiku sudah cukup besar untuk menarik perhatian dari sana. Mungkin lebih baik aku menghadapinya secara langsung daripada terus dikejar-kejar di sini."

Mata Elira sedikit melebar mendengar rencana itu. "Grand Line? Bukankah itu tempat yang sangat berbahaya? Aku pernah dengar cerita tentang lautan itu dari penduduk lokal—monster laut, ombak tak terduga, dan bajak laut yang jauh lebih kuat dari yang pernah kita hadapi."

"Aku tahu risikonya," Ryden mengangguk pelan, matanya menatap horizon gelap di kejauhan. "Tapi aku juga tahu, cepat atau lambat aku harus ke sana jika ingin benar-benar menguasai kekuatanku sepenuhnya, dan menemukan jawaban tentang skill keempat Rift Rift no Mi yang masih menjadi misteri."

"Kalau begitu," Elira menarik napas dalam, tekad terpancar jelas di matanya, "aku akan ikut denganmu. Aku sudah memutuskan sejak pertarungan melawan Groth kemarin—aku tidak ingin lagi hanya bersembunyi ketakutan setiap kali ada bahaya. Aku ingin belajar bertahan hidup dengan caraku sendiri di dunia ini, dan aku pikir, perjalanan bersamamu adalah cara terbaik untuk melakukannya."

Ryden menatap Elira lama, sedikit terkejut namun juga merasakan kehangatan yang tak terduga dari tekad gadis itu. "Grand Line bukan tempat main-main, Elira. Kau yakin?"

"Aku yakin," jawabnya mantap, senyum kecil namun penuh keyakinan terukir di wajahnya. "Lagipula, bukankah kau bilang kita berdua mungkin memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang kita kira? Aku ingin mencari tahu kesamaan itu bersamamu, apa pun risikonya."

Angin malam berhembus lembut, membawa aroma garam laut yang khas. Ryden akhirnya mengangguk, sebuah keputusan besar baru saja terbentuk antara mereka berdua—sebuah keputusan yang akan membawa perjalanan mereka menuju babak yang jauh lebih besar dan berbahaya dari apa pun yang pernah mereka hadapi sebelumnya.

"Baiklah," ucap Ryden akhirnya. "Besok pagi, kita berlayar menuju Reverse Mountain, gerbang menuju Grand Line."

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!