Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05
Melati segera membereskan rumah, dia yang menggantikan semua pekerjaan bi Ira di rumah ini. Hari ini tubuh nya sangat lelah, bu Arum tidak membiarkan diri nya beristirahat walau cuma sejenak.
"Melati, cepat cuci semua pakaian ini!" Bu Arum berkata dengan ketus.
Bu Arum melemparkan setumpuk pakaian kepada Melati, pakaian milik nya dan juga milik suami nya. Selama ini, bi Ira yang mencuci semua pakaian di rumah ini.
"Ya Allah, apakah ini adalah sikap keluarga suami ku yang sebenar nya?" Melati bertanya pada diri nya sendiri.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, Melati beristirahat di dalam kamar nya. Dia membuka ponsel nya, dan melihat ada pesan dari dokter Silvi.
[Bagai mana Mel? Apakah kau setuju dengan saran ku?] Tanya Silvi.
[Iya Sil, aku turutin saran dari mu!] Balas Melati.
[Bagai mana reaksi mereka?] Tanya Silvi lagi.
[Nanti lah saat ketemu aku ceritakan semua nya!] Balas Melati lagi.
Melati tersenyum membaca pesan dari sahabat nya, baru satu hari sikap mereka sudah berubah seratus delapan puluh derajat. Padahal Melati juga sudah banyak berkorban untuk mereka, tidak hanya waktu, tenaga tapi juga materi.
******
Rayan pulang dari kantor nya, seperti biasa nya Melati langsung menyambut kedatangan sang suami. Tapi saat baru membuka pintu, Rayan melemparkan tas kerja nya dengan kasar.
"Ambil ini!" Bentak Rayan.
Melati mengambil tas kerja Rayan, lalu membawa nya masuk ke dalam kamar. Sikap Rayan sudah berbeda, dia bahkan tidak mengizinkan Melati mencium tangan nya.
Melati bergegas pergi ke dapur, dia menyiapkan minuman untuk sang suami. Tapi baru saja dia tiba di dapur, Rayan sudah berteriak memanggil nama nya.
"Melati, mana minuman untuk ku!" Teriak Rayan dengan suara menggelegar.
"Tunggu mas, sedang aku bikin kan!" Jawab Melati.
Melati datang tergopoh- gopoh menemui Rayan, sambil membawa segelas minuman dingin.
"Ini mas!" Melati menyerahkan gelas itu.
"Lelet banget!" Umpat Rayan.
Rayan lalu meneguk minuman yang di berikan oleh Melati, tapi batu saja gelas itu menyentuh bibir nya. Dia langsung memuntahkan minuman itu dari mulut nya.
"Cih, minuman apaan ini? Membuat minuman saja kau tidak becus!" Bentak Rayan.
Rayan lalu melemparkan gelas itu ke lantai, sehingga gelas itu hancur berkeping - keping. Melati terkejut dengan apa yang barusan di lakukan oleh Rayan, selama ini minuman itu lah yang di buat oleh Melati.
"Mas, ini minuman ini sama seperti sebelum nya!" Melati berkata pada Rayan.
"Dasar wanita tak berguna, menyesal aku menikahi mu!" Bentak Rayan lagi.
Setelah mengatakan itu, Rayan segera berlalu dari hadapan Melati. Sebutin cairan bening, lolos begitu saja dari kelopak mata nya tanpa bisa Melati tahan lagi. Melati berjongkok, dia mulai memunguti serpihan gelas yang berserakan di lantai.
"Aaawww!" Melati meringis kesakitan saat sebuah pecahan kaca menancap di tangan nya.
Hari ini Melati tidak lagi mengenali Rayan dan keluarga nya, perlahan mereka semua mulai menunjuk kan sikap asli nya.
Malam ini Melati tetap bersikap seperti biasa nya, melayani keluarga suami nya dengan baik. Waktu makan malam telah tiba, Melati sudah menata hasil masakan nya di atas meja. Semua orang sudah berkumpul di meja makan, Melati pun mulai duduk di kursi yang biasa nya dia tempati selama ini.
"Melati, siapa yang mengizin kan mu untuk duduk di sana!" Bentak bu Arum.
"Ini sudah waktu nya makan malam, aku juga akan makan!" Jawab Melati.
"Seorang pembantu tidak pantas makan bersama di meja majikan nya, kau makan nya nanti saja. Tunggu setelah kami selesai makan!" Bu Arum berkata dengan ketus.
"Apa maksud ibu?" Tanya Melati heran.
"Melati, kau tidak dengar ucapan ibu ku!" Cepat pergi dari sini, kami tidak sudi makan satu meja dengan wanita tidak berguna seperti mu!" Bentak Rayan dengan kasar.
"Tapi mas,,,,!"
Cukup Melati, jangan membuat ku kehilangan selera makan ku. Cepat pergi!!!" Usir Rayan lagi.
Melati pun pergi dari sana, sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh di hadapan mereka semua. Melati masih mendengar Bu Arum menghina diri nya.
"Rayan, coba saja kalau kau pelihara ayam selama 5 tahun ini. Pasti dia sudah punya banyak keturunan, tapi kau menikahi wanita mandul yang tidak bisa memberi mu anak!" Bu Arum berkata dengan suara pedas.
Melati pergi ke belakang, di sana dia tidak bisa lagi menahan air mata nya. Dia menangis karena perlakuan buruk Rayan dan keluarga nya.
"Mas Rayan, kenapa kau setega ini pada ku? Andaikan saja kau tahu, bahwa bukan aku yang mandul tapi diri mu. Aku hanya melindungi harga diri mu, tapi ini balasan yang aku terima!" Guman Melati sambil terisak.
Kini Melati tahu alasan Silvi menyarankan pada diri nya, agar mengatakan pada semua orang bahwa diri nya yang mandul. Dengan kejadian ini, Melati bisa melihat seperti apa wajah asli keluarga ini.
Sementara itu, di meja makan mereka menikmati makan malam tanpa Melati malam ini. ini adalah untuk kali pertama nya selama 5 tahun ini, Melati tidak ikut makam bersama dengan mereka.
"Ray, kapan kau akan membawa calon istri mu pada Ibu?" Tanya Bu Arum.
"Tunggu dulu Bu, Rayan masih sibuk saat ini!" Jawab Rayan.
"Jangan lama - lama Ray, kau tidak boleh menunda lagi. jelas - jelas bahwa Melati tidak bisa memberikan keturunan untuk kita, ibu ingin kau segera menikah lagi!" Ucap Bu Arum.
"Bagai mana dengan Melati Bu?" Tanya Rayan.
"Dia harus mau menjadi pelayan di rumah ini, jika dia menolak maka kau ceraikan saja dia. Toh, memelihara wanita itu selama 5 tahun tidak ada guna nya. Hanya menghabiskan waktu dan uang saja!" Ucap bu Arum lagi.
"Baik lah bu, secepat nya aku akan membawa calon menantu ibu ke rumah ini. Menantu yang bisa memberikan ibu cucu!" Ujar Rayan sambil tersenyum.
Tidak terasa mereka sudah selesai makan malam, pak Ilham dan Rayan segera meninggal kan meja makan.
"Melati,,,, Melati cepat ke sini!" Bu Arum memanggil Melati sambil berteriak.
Melati segera menemui ibu mertua nya, dia berjalan dengan tergopoh - gopoh.
"Iya bu!" Jawab Melati sambil mendekat.
"Bereskan meja makan ini, jangan lupa bersihkan semua nya!" Bu Arum memberi perintah pada Melati.
"Iya bu!" Jawab Melati dengan kepala tertunduk.
Bu Arum meninggal kan meja makan setelah memberi perintah pada Melati, wanita itu sangat puas bisa memperlakukan Melati dengan sangat buruk.
Melati melihat ke meja makan, tidak ada lagi makanan yang tersisa. Mereka menghabiskan semua nya, padahal jelas- jelas mereka tahu bahwa saat ini Melagi belum makan sama sekali. Melati hanya bisa menghela nafas berat.
terus sehat dan semangat 😍💪