NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja

Pewaris Makam Para Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia di mana status ditentukan oleh kekuatan roh bela diri, Lin Xiao dianggap sebagai sampah tak berguna karena hanya memiliki roh berupa sebuah makam kuno yang hancur.

Dikhianati oleh klannya sendiri, dirundung habis-habisan oleh sepupunya, dan secara terbuka dihina oleh tunangannya yang sombong, Lin Xiao mencapai titik terendah.

Namun, di saat kematian mendekat, rahasia makam itu bangkit. Alih-alih sebuah sampah, makam itu ternyata adalah Makam Para Raja, gudang tersembunyi yang menyimpan sisa-sisa jiwa, ingatan, dan teknik tak terkalahkan dari ratusan kaisar dan raja bela diri kuno yang pernah mendominasi dunia.

Didorong oleh dendam membara, Lin Xiao berlatih secara diam-diam menggunakan warisan terlarang tersebut.

Dari pemuda yang diremehkan, dia tumbuh menjadi sosok dingin yang kejam terhadap musuh, siap menghadapi seluruh klan dan sekte demi melindungi ayahnya yang lemah, serta mendaki puncak kekuatan bela diri sebagai Pewaris Makam Para Raja yang sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Wajah Lin Mang langsung memerah karena merasa sangat diremehkan oleh orang yang selama ini menjadi bahan tertawaan klan.

"Bocah keparat, kau benar-benar mencari mati!" raung Lin Mang dengan marah.

Wush.

Aura kultivasi tahap Pembentukan Dasar tingkat keempat meledak dari tubuh besar Lin Mang.

Pria berotot itu memegang gada besinya dengan kedua tangan dan berlari menerjang ke arah Lin Xiao bagaikan banteng yang mengamuk.

"Mati kau!" teriak Lin Mang sambil mengayunkan gada berdurinya ke arah kepala Lin Xiao dengan kekuatan penuh.

Angin yang sangat tajam menyertai ayunan senjata berat itu, cukup untuk menghancurkan batu karang menjadi debu.

Semua penonton menahan napas mereka, beberapa orang bahkan menutup mata karena tidak ingin melihat kepala Lin Xiao pecah berantakan.

Di balkon VIP, Lin Jian dan Su Yuxin sudah tersenyum lebar menantikan pemandangan darah yang akan segera tercipta.

Trang.

Suara benturan logam yang sangat keras dan memekakkan telinga bergema di seluruh penjuru alun-alun.

Namun, pemandangan yang tersaji di atas arena membuat semua orang terpaku kaku seperti patung es.

Lin Xiao tidak bergeser satu inci pun dari tempatnya berdiri.

Dia hanya mengangkat tangan kirinya ke atas kepala, menangkis gada besi berduri itu dengan telapak tangannya yang kosong.

Gada besi besar yang diayunkan dengan kekuatan penuh itu berhenti seketika saat menabrak telapak tangan Lin Xiao.

Tidak ada darah yang menetes, kulit Lin Xiao bahkan tidak tergores sedikit pun oleh duri-duri tajam tersebut.

"B-bagaimana mungkin?" gagap Lin Mang dengan mata membelalak hampir keluar dari kelopaknya.

"Hanya dengn tangan kosong menahan gada besiku?"

Lin Xiao menatap wajah panik lawannya dengan senyum yang sangat mengerikan.

"Hanya segini kekuatan dari tingkat keempat milikmu?" bisik Lin Xiao dengan nada yang menusuk langsung ke relung jiwa Lin Mang.

"Kau bahkan tidak bisa membuatku merasakan gatal."

Krak.

Lin Xiao meremas ujung gada besi itu dengan jari-jarinya.

Suara logam yang melengkung dan hancur terdengar mengerikan saat gada besi itu remuk di bawah cengkeraman Lin Xiao seperti tanah liat yang lunak.

Lin Mang melepaskan gagang senjatanya dan melangkah mundur dengan kaki gemetar karena ketakutan yang tak tertahankan.

Insting bertahannya menjerit agar dia segera melarikan diri dari monster yang menyamar menjadi manusia di depannya ini.

"S-saya menyera..." teriak Lin Mang dengan panik mencoba mengakhiri pertandingan.

Namun sebelum kata terakhir itu keluar dari mulutnya, Lin Xiao sudah melesat maju dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap oleh mata.

Wush.

Tangan kanan Lin Xiao terayun ke depan dalam bentuk tamparan yang terlihat sangat sederhana dan santai.

Bugh.

Tamparan itu mendarat telak di dada bidang Lin Mang.

Suara dentuman yang dihasilkan dari tamparan itu terdengar seperti meriam yang ditembakkan dari jarak dekat.

Krak.

Seluruh tulang rusuk Lin Mang hancur berkeping-keping secara bersamaan, amblas ke dalam rongga dadanya sendiri.

Darah segar seketika menyembur dari mulut dan hidung pemuda besar itu.

Tubuh raksasa Lin Mang terlempar ke udara sejauh puluhan meter, melewati batas arena batu dan melayang menuju deretan kursi penonton.

Bruk.

Tubuh tak bernyawa itu jatuh menghantam tanah dengan sangat keras, meninggalkan jejak darah yang panjang di lantai alun-alun.

Kesunyian yang sangat mencekam dan mengerikan turun menyelimuti seluruh area Turnamen Klan Lin.

Ribuan pasang mata menatap bergantian antara mayat Lin Mang yang hancur dan sosok Lin Xiao yang masih berdiri santai di atas arena.

Tidak ada energi spiritual yang digunakan, tidak ada teknik bela diri yang rumit, dan tidak ada senjata yang dicabut.

Hanya dengan kekuatan fisik murni dan satu tamparan tangan kosong, seorang jenius tingkat keempat terbunuh secara instan.

'Pembantaian yang sangat indah, Nak.' puji Kaisar Pedang Haus Darah sambil tertawa terbahak-bahak di dalam kepala Lin Xiao.

'Tubuh tulang besimu benar-benar membuat daging manusia biasa terlihat seperti bubur.'

Lin Xiao mengabaikan pujian dari sang kaisar dan perlahan menoleh ke arah balkon VIP tempat faksi musuh berkumpul.

Dia mengangkat tangannya dan menunjuk tepat ke arah Lin Jian yang sedang gemetar di kursinya.

"Satu anjingmu sudah mati." ucap Lin Xiao dengan suara yang menggema ke seluruh alun-alun, memecah kesunyian yang mencekam.

"Kirimkan anjingmu yang lain, atau turunlah sendiri ke arena jika kau punya nyali."

Wajah Lin Jian berubah menjadi sepucat kain kafan.

Lin Zhen mencengkeram lengan kursinya hingga kayu mahal itu retak berantakan.

Di samping mereka, Su Yuxin dan Utusan Chu Yang ternganga lebar tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.

Sampah yang mereka hina beberapa menit yang lalu, baru saja menunjukkan kekuatan fisik yang melampaui akal sehat manusia.

"Apa yang kalian tunggu?" tantang Lin Xiao sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

"Turnamen ini baru saja dimulai, jangan membuatku bosan terlalu cepat."

Tetua Lin Mo yang bertugas sebagai wasit menelan ludah dengan susah payah sebelum akhirnya mengangkat tangannya ke udara.

"P-pemenang pertandingan kelima belas... Lin Xiao!" teriak sang instruktur dengan suara yang sedikit bergetar.

Badai pembantaian yang sebenarnya telah resmi dimulai di jantung Klan Lin.

1
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Akhirnya update /Drool/
Reed
Lanjutkan Kak /Smile/
Reed
Wah /Hunger/
Reed
Kok belum up Kak /Whimper/
Jujun Adnin
lanjut
Cecilia
gagal jdi yg pertama
Yui: hentikan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
Kak Seto Kangen Band
Ckckck... gak sabar nunggu adegan insect.
Yui: ini cerita biasa doang sensei/Facepalm/
total 1 replies
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Blep
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌 : Its Canon Event
total 4 replies
Reed
Sasuga /Determined//Determined//Determined/
Yui: apa yang kalian lakukan kak/Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!