NovelToon NovelToon
Tak Berniat Mengkhianati Sahabatku

Tak Berniat Mengkhianati Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Judul sebelumnya: Obsesi Sahabat Suami.

Regan Han Sebastian dikirim Dady-nya dari Singapura ke Indonesia untuk belajar bisnis di bawah bimbingan Alvero Halim Winata, sahabat sekaligus orang yang paling ia hormati.

Semua berjalan sesuai rencana... hingga Alvero mulai selalu melibatkan kehadiran Regan dalam rumah tangganya.

Kehangatan sebuah keluarga. Tawa seorang anak kecil. Dan perhatian sederhana dari seorang wanita bernama Veyra Alettha, istri dari Alvero.

Regan berusaha menjaga jarak, saat ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan kepada siapapun. Ia bahkan memilih kembali ke Singapura demi melupakan semuanya.

Namun saat kembali ke Indonesia, yang pulang bukan lagi Regan yang sama.

Ia membawa perasaan yang tak pernah ia inginkan.

Perasaan yang perlahan berubah menjadi pengkhianatan terhadap satu-satunya sahabat yang paling ia hormati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Mulai Goyah

"Om, aku udah kenyang. Sekayang temenin aku main yuk!" Renzio turun dari pangkuan Regan.

Tangan kecilnya menggenggam jari telunjuk Regan. Menariknya ke sudut ruang tamu, ke sebuah tempat khusus Renzio bermain.

Ruangan itu tidak sepenuhnya tertutup. Hanya dibatasi partisipasi setengah dinding dan rak-rak rendah berisi mainan.

Dari sofa keluarga, aktivitas Renzio masih terlihat jelas.

Anak itu masuk lebih dulu. Tapi genggamannya tak melepas jemari Regan.

"Om, ayok main tembak-tembakan." Renzio berlari ke arah rak mainan, mengambil dua pistol mainan.

"Ayok! Siapa takut." Regan menerima pistol yang Renzio berikan.

Setelah Regan duduk, Renzio berdiri cukup jauh darinya. "Angkat tangan!" Suara anak itu kembali terdengar.

Regan langsung mengangkat kedua tangannya. "Saya tidak bersalah."

"Simpan tembakannya. Kamu melakukan kejahatan!" Renzio maju mendekat Regan.

Dengan patuh, Regan menaruh pistol mainan di depannya.

Tangan Renzio menarik pelatuk pada pistol mainannya. Yang mengeluarkan bunyi khas pistol mainan.

"Dorr!!"

"Arghhh..." Regan pura-pura meringis kesakitan. Tangannya memegangi dada. "Ampun Tuan Muda. Saya akan jadi orang baik."

Lalu, tubuh Regan berbaring di sana. Matanya terpejam, dan ekspresinya dibuat sekolah kesakitan.

Tak lama, ia kembali terbangun. "Rawrrr... aku jadi monster!" Regan mendekat ke arah Renzio. Membuat anak itu berlari.

"Tolong! Ada mostell!" Suaranya memenuhi arena bermain.

"Zio, tembak monsternya!" Veyra ikut menimpali dari atas sofa. Sejak tadi, ia terus memperhatikan mereka bermain.

"Siap, Mama!" Renzio memberikan hormat.

Anak itu kembali mengarahkan pistol ke Regan.

"Mostel, lihat aku! DOL!"

"TIDAKKK! MONSTERNYA KENA TEMBAK!"

Regan refleks berteriak, suara kerasnya hampir memenuhi satu ruang tengah. Membuat Serena dan Veyra menatapnya.

"Regan, kamu gak perlu teriak. Sakit kuping, Tante." Serena mengusap telinganya.

"Lagi mendalami peran, Mah." Sahut Veyra sambil tertawa.

"Zio, Zio. Om kena omel Oma sama Mama," Regan membisikkannya ke telinga Renzio. Membuat anak itu ikut tertawa.

"Ayo lagi, Om!" Pinta Renzio.

Suara tembakan mainan, tawa Renzio, teriakan Regan. Semu jadi satu.

Di sofa, Veyra masih makan Zuppa Soup. Serena memperhatikannya.

"Regan ini hafal banget makanan favoritmu." Ucapan Serena membuat Veyra menatapnya.

"Bukan cuma aku. Mama, Mbak Rini sama Bi Alin juga, kayaknya Regan tahu makanan favoritnya." Jawab Veyra yang masih memegang sendok.

"Curiga dia nyatet diem-diem." Serena terkekeh kecil.

"Kalau nyatet sih nggak." Veyra menelan makanannya. "Cuma dia emang perhatiana aja. Terus suka banget kayaknya bawain makanan," lanjut Veyra sambil menyendok lagi.

"Om Egan kalah! Zio menang!" Suara Renzio bercampur dengan obrolan mereka. Sesekali ia tertawa lepas. Entah untuk menertawakan Regan yang pura-pura kejang, atau hal random lain yang dilakukan Regan di sana.

Veyra dan Serena melihat anak itu tertawa lepas. Membuat mereka tersenyum lebar tanpa sadar.

"Zio aktif banget. Padahal Alvero waktu kecil gak seaktif itu."

"Serius?" Mata Veyra sedikit melotot.

Serena mengangguk sambil mengaduk minumannya. "Serius. Alvero lebih suka mewarnai. Main puzzle. Atau nyusun balok."

"Zio mana betah main yang kayak gitu. Dia sukanya main aksi, tembak-tembakkan sama balap mobil."

Setelah makanannya habis, Veyra berdiri sambil mengelus perut buncitnya. Ia mendekat ke arena bermain Renzio, lalu ikut masuk.

"Mama, ayok main bareng." Anak itu menarik pelan tangan Veyra.

Permainan kini beralih ke balap mobil.

"Vey, kalau kamu menang. Aku beliin apa yang kamu mau." Regan menoleh sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Serius? Kalau aku minta tiket liburan gimana?" Tanya Veyra dengan mata berbinar.

Regan mengangguk. "Serius! Mau liburan ke berapa Negara pun aku beliin. Sekalian aku tanggung biaya makan dan penginapan." Seketika mata Regan jatuh ke perut Veyra. Melihat gerakan halus di sana.

"Vey, boleh ngelus bentar, gak?" tanya Regan tanpa ragu.

"Hah?" Veyra mengernyit. "Kamu elus perut aku?" Ulang Veyra.

Regan hanya mengangguk sekali. Tanpa bersuara lagi.

Veyra membuang napas pendek. "Yaudah."

Tangan Regan sedikit gemetar saat mendarat di perut Veyra. Napasnya ikut tertahan.

Sementara Veyra membeku seperkian detik. Rasanya terlalu aneh, tapi tidak mempermasalahkannya.

Tangan Veyra akhirnya memegang punggung tangan Regan. "Udah ya. Dia lagi bobo."

Regan menelan ludah keras. "Oke! Hey, nanti aku punya member baru buat main di sini."

Renzio kembali menghampiri mereka sambil memberikan remote mobil-mobilan.

"Ayo kita mulai!" Renzio bersemangat. Ia mulai menekan tombol di remote.

Di susul mobil Veyra sama Regan yang melesat, melaju di sekitar area sana. Mobil Renzio melaju tanpa arah. Mobil Regan melaju terkendali. Sementara mobil Veyra menabrak pistol mainan Renzio, membuat mobilnya terbalik.

Tawa dan teriakan tidak jelas dari mereka seolah menguasi ruangan.

"Om Egan culang!"

"Nggak! Mama kamu yang curang, Zio."

"Nggak ya! Kamu aja yang curang, Regan."

Di tengah asik-asiknya bermain, Regan mulai terus melirik jam di tangannya. Bukan karena takut telat pulang. Tapi takut Alvero pulang saat dirinya masih di sana.

"Zio, bentar lagi Om pulang dulu, ya."

Renzio hanya menoleh, seolah tidak peduli dengan ucapan Regan.

Tak lama, suara samar pintu terbuka pelan. Langkah kaki semakin dekat.

Dari ruang tamu, Alvero muncul dengan sorot lelah. Namun wajahnya masih tersenyum, apalagi saat melihat Renzio tertawa lepas.

"Al, kamu udah pulang?" Tanya Serena, ia yang sadar lebih dulu.

Dari area bermain, Veyra bangun perlahan. "Mas, mau mandi dulu atau aku temenin makan?"

"Aku istirahat dulu sebentar," jawabnya sambil memeluk tubuh Veyra.

Sementara Regan, perasaannya mendadak gelisah. Pikirannya mendadak tidak fokus. Ia mendekati Renzio, memegang kedua pundaknya pelan.

"Zio, sekarang Om Pulang dulu. Nanti kita lanjut main lagi. Oke!"

"Besok?"

Regan diam sebentar. "Hmm, Om gak janji besok bisa datang lagi. Tapi kalau Om ada waktu, Om pasti kesini. Nemenin Zio main lagi."

"Jangan bohong ya, Om. See you."

Regan hanya tersenyum. Lalu ia berdiri dan keluar dari area bermain.

"Tante, aku pamit pulang dulu."

"Loh, kenapa buru-buru?" Tanya Serena heran.

Regan melirik Alvero sekilas. "Udah malam," jawabnya.

Serena terkekeh. "Alasan macam apa? Biasanya juga nginep."

"Lagi ada sedikit urusan." Regan menatap Veyra yang tengah membuka jas suaminya. "Pak Al, Veyra. Aku pulang dulu."

"Oke, hati-hati ya." Balas Veyra.

Regan melangkah pergi, tapi sebelum dirinya benar-benar masuk ke ruang tamu. Suara Renzio kebali terdengar. "Dadahh Om Egan." Ia melambaikan tangan.

Regan membalasnya sebentar. "See you," katanya sambil pergi.

Renzio langsung mematung di sana. Suasana yang barusan begitu ribut, sekarang mendadak senyap.

Pandangan Alvero masih ke arah ruang tamu. Lalu beralih ke Renzio, dan baru menyadari kalau anak itu masih ingin bermain.

Alvero tersenyum, ia bangun dari duduknya. Mendekati Renzio yang seolah kebingungan.

"Zio, sekarang Papa yang nemenin kamu main. Ayok!"

"Ayok!" Jawab Renzio yang masih penuh semangat. Ia memberikan pistol mainan ke Alvero.

"Papa angkat tangan! Zio tembak. DOL!"

"Yahh, Papa kena. Papa kalah."

Bukannya bereaksi seperti Regan. Alvero justru hanya memberi jawaban. Bukan karena dia tidak ingin menemani Renzio bermain. Tapi tubuhnya sudah lelah karena bekerja dan meeting dengan beberapa klient.

Renzio tak bereaksi untuk sesaat. Suasana di sana jatuh hening. Anak itu membuang napas pelan. Lalu mendekati Alvero.

"Udahan aja mainnya. Papa gak kaya Om Egan." Ia mengambil pistol mainan dari tangan Alvero. "Om Egan mainnya semangat," lanjut Renzio.

Uacapan anak itu, membuat dada Alvero mendadak terasa di tekan benda berat. Rasanya sesak. Tapi entah untuk apa, yang jelas perasannya mulai goyah. Mulai merasa kalau hukuman Regan terlalu berlebihan. Sampai membuat mereka seolah ikut menjaga jarak dan berubah formal.

Renzio menyimpan pistol mainan itu kembali ke asalnya.

"Zio mau bobo aja," katanya sambil keluar melewati Alvero yang masih duduk di sana.

"Mama, Mbak mana?" Tanya Renzio.

Veyra yang tengah memainkan ponselnya langsung menoleh. "Loh, udahan mainnya? Hm, Mbak Rini lagi di dapur sama Bi Alin."

"Zio udah ngantuk," jawabnya sambil berlari kecil ke arah dapur.

Dan tak butuh waktu lama, Mbak Rini menggendong Renzio menuju kamarnya. ​

1
Laila Sarifah
Pleaseee jgn sampai lengan vey, Regan itu sebenarnya suka sama kamu😭
james
kira-kira Veyra kenapa yah/Doge/
james
ah Veyra yang tergoda atau Regan /Sly/
Addb_Rh
Veyra... ingatlah trs suamimu.. jan ingat pria lain.. ya...? 🥲
Lenny Utami
go regan🤭
Lenny Utami
holang kaya ini mahj
Addb_Rh
Ini si, gmn pinternya ngendaliin perasaan aja. Btw, congrats Gan. akhirnya bisa ya ngeyakinin kerja sama sama mereka
Agatha soul
tanggung jawab lhoo
Its me
sikap veyra bisa mancing Regan nih
hati-hati lidah tak bertulang vey
mama Al
untung Alvero ga marah.
kebanyakan suami kan ga suka istrinya dekat dengan pria lain walaupun sahabatnya sendiri
arsyila putri
regan Regan kok bisa sih
Laila Sarifah
Kamu udah mulai ada rasa ya Gan sama Veyra?
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ooooo.. regan memang begitu toh. mudah akrab ke siapa aja
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
di sini aku mulai curiga regan suka sama veyra
SANG
Lanjut👍👍👍💪👍👍👍👍💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Like iklan plus komen 💪👍
SANG
Semangat ya thor 💪👍
SANG
Apaan tuh
SANG
Tuh, disana
SANG
Aku kasih suka ya Thor 💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!