NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Air mata Laras terus mengalir. Ia tahu, jika benar-benar dipecat hari ini, semua rencana yang telah ia susun dengan susah payah akan berakhir sia-sia. Dengan napas bergetar, Laras kembali merendahkan harga dirinya.

Perlahan, ia berlutut di hadapan Carolin.

"Nyonya..." Suaranya bergetar hebat.

"Saya mohon ... jangan pecat saya. Saya benar-benar membutuhkan pekerjaan ini. Demi apa pun, saya tidak pernah berniat merebut suami Nyonya."

Carolin menatap wanita yang bersimpuh di hadapannya tanpa sedikit pun rasa iba. Tatapannya justru dipenuhi kebencian.

"Berhenti berpura-pura!" Bentaknya.

"Kamu pikir dengan menangis aku akan percaya?"

Laras menggeleng kuat-kuat. "Saya tidak berpura-pura. Saya bersumpah. Saya tidak pernah memiliki niat buruk. Tolong ... beri saya kesempatan."

Carolin mendengus sinis. "Kesempatan? Aku sudah memberimu kesempatan. Tapi semakin hari kamu justru semakin dekat dengan suamiku. Itu cukup!"

Carolin mencengkeram lengan Laras dengan kasar.

"Nyonya ... sakit..."

"Ayo keluar!" Carolin menyeret Laras menuju pintu utama.

Laras berusaha melepaskan diri, tetapi tenaganya kalah jauh.

"Nyonya ... tolong ... saya mohon... saya tidak bersalah. Saya tidak pernah menggoda Tuan Evan. Saya hanya bekerja."

Air matanya jatuh tanpa henti. Para pelayan yang melihat kejadian itu saling berpandangan cemas. Namun, tidak ada satu pun yang berani menghentikan Carolin.

Pintu utama dibuka dengan keras.

Carolin mendorong tubuh Laras keluar.

"Pergi dari rumahku!"

Karena kehilangan keseimbangan, tubuh Laras terhuyung ke depan.

"Hah!"

Namun, bukannya jatuh ke lantai, tubuhnya justru menabrak seseorang yang baru saja hendak masuk. Dua lengan yang kokoh refleks menahan tubuh Laras agar tidak terjatuh. Laras mengangkat wajahnya perlahan. Matanya yang dipenuhi air mata bertemu dengan sepasang mata yang begitu dikenalnya.

"T-Tuan..."

Evan membelalak. "Laras?"

Ia menatap wajah Laras yang pucat, kedua matanya sembab, bahkan pergelangan tangannya memerah bekas cengkeraman.

"Ada apa ini?"

Belum sempat Laras menjawab, Carolin sudah muncul di ambang pintu.

"Mas, kamu datang tepat waktu. Aku sudah memecat perempuan ini."

Evan langsung mengernyit. "Memecat?"

"Iya, dia harus pergi dari rumah ini."

Evan menatap Laras yang masih gemetar dalam pelukannya.

"Laras ... apa yang sebenarnya terjadi?"

Laras buru-buru menggeleng.

"Tidak ... tidak ada apa-apa, Tuan. Nyonya hanya salah paham. Saya sudah menjelaskan berkali-kali. Saya juga sudah bersumpah kalau saya tidak pernah berniat merebut Tuan. Tapi..."

Suaranya kembali tercekat oleh tangis.

"Saya tetap diminta pergi."

Melihat Laras menangis ketakutan, rahang Evan mengeras. Tatapannya perlahan beralih kepada Carolin. Sorot matanya yang biasanya tenang kini berubah dingin.

"Carolin ... apa maksud semua ini?"

Suasana di depan rumah mendadak membeku. Para pelayan hanya bisa menahan napas.

"Laras, berhenti berpura-pura!" Suara Carolin menggema di halaman rumah. Jari telunjuknya menunjuk tepat ke arah Laras yang masih berdiri di belakang tubuh Evan.

"Air mata itu tidak akan membuatku percaya! Kamu sengaja mencari simpati! Kamu pikir aku bodoh?"

Laras menggeleng pelan.

"Nyonya, saya sungguh ti—"

"Cukup!" Bentakan Evan memotong ucapan keduanya.

Suasana mendadak sunyi. Evan menatap Carolin dengan rahang mengeras.

"Berhenti berteriak. Masih ada pelayan di sini."

Carolin tertawa sinis. "Kenapa? Kamu malu? Atau takut perempuan kesayanganmu itu ketakutan?"

"Car..." suara Evan mulai meninggi. "Jaga ucapanmu."

"Jaga ucapan?" Carolin melangkah mendekat dengan tatapan penuh amarah.

"Justru kamu yang harus sadar! Hari ini dia mencuri perhatian semua orang. Dia membuat Aurora lebih memilih dia. Dia membuat para pelayan memujinya. Bahkan di rumah sakit semua orang mengira kalian pasangan suami istri! Kamu pikir aku tidak tahu?!"

Semua orang yang berada di halaman rumah langsung terdiam. Tak seorang pun berani menyela.

Carolin menunjuk Laras lagi.

"Hari ini dia mendekatimu pelan-pelan. Besok? Besok dia akan berani naik ke ranjangmu dan menggoda kamu, Mas!"

Plak!

Suara tamparan menggema di halaman. Kepala Carolin langsung berpaling ke samping, dia mematung. Begitu pula para pelayan yang menyaksikan kejadian itu. Tak ada yang menyangka Evan akan mengangkat tangan.

Carolin memegang pipinya yang mulai memerah. Perlahan ia menoleh kembali.

Matanya membelalak menatap suaminya.

"Kamu ... Kamu menampar aku?"

Evan masih berdiri di tempat. Dadanya naik turun menahan emosi. Tatapannya dingin, jauh berbeda dari biasanya.

"Ucapanmu sudah keterlaluan. Kamu boleh marah kepadaku. Kamu boleh membenciku. Tapi jangan pernah menghina orang lain tanpa bukti. Laras tidak pantas menerima tuduhan seperti itu."

Air mata Carolin mulai menggenang. Bukan karena rasa sakit di pipinya. Melainkan karena untuk pertama kalinya sejak mereka menikah. Suaminya memilih membela perempuan lain di hadapan banyak orang.

Sementara di belakang Evan, Laras menundukkan wajah. Ia tampak gemetar, seolah masih syok dengan apa yang baru saja terjadi. Namun, jauh di balik sorot matanya yang tertutup helaian rambut. Tersimpan secercah kepuasan. Retakan dalam rumah tangga Evan dan Carolin, semakin hari semakin melebar.

"Mas, lihat perempuan itu! Dia itu pelakor!" Teriak Carolin frustrasi.

"Cukup, Car! Kamu keterlaluan, kalau masih seperti ini, kita bercerai saja." Kata Evan kemudian yang membuat Laras dan beberapa pelayan syok bukan hanya Carolin saja.

"Mas..."

1
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
mimief
gemes amet Thor aku
kasih tau Ama dunia ini orang jadi ibu palsu
pencitraan aja
tapi emang.. jadi keinget dulu ada artis China yg nyari ibu pengganti buat ngelahirin ank ank nya karena dia ga mau badannya berubah
hadeeeh🫣🥹🥹.
ya..pas udah lahir,ga ada sama sekali ikatan batin nya sama anknya
akhirnya ga Deket...dan kyk orang asing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!