NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

permintaan konyol James.

"maafkan aku Neta... Maaf..."

James terlihat sangat menyesal dan Neta dapat dengan jelas melihat itu dari sorot mata James yang berulang kali menatap ke arahnya, helaan nafas Neta terasa berat, dia tahu jika James sedang tidak baik baik saja.

Mereka saling terdiam untuk beberapa saat sebelum memulai obrolannya, Neta yang merasa kasian segera membeli pelan rambut James yang tampak kusut dan berantakan.

"apa ada yang terjadi...?" tanya Neta dengan suara pelan.

James masih diam, dia bingung dengan jawaban apa yang akan dia lontarkan mendapati pertanyaan Neta yang seakan dia terjebak dengan segala jawabannya.

"jika ada yang membuatmu tidak baik baik saja, katakan sama aku."

Neta masih berharap James mau mengatakan apa yang menjadi janggalan di dalam hatinya sampai berbuat jauh seperti tadi, sampai menyakiti Neta.

"bolehkan aku tidur di sini Neta...?"

kedua alis Neta mengeryit sempurna mendengar permintaan laki laki tampan yang kini ada di sampingnya.

Neta sedikit menjauh menatap ke arah wajah tampan James yang tampak kacau dan kusut, dia ingin memastikan jika laki laki di sampingnya adalah sahabat kecilnya yang dulu sangat manja dengan Neta.

"hmm... Sebaiknya kamu katakan apa yang sedang terjadi, jika ada yang bisa aku bantu maka aku...."

James menggelengkan kepalanya cepat, di dalam hati James berharap dia tidak menolak ke ingin nan nya.

"aku hanya ingin menginap di sini malam ini, aku kangen masa masa kita dulu dekat. Aku sering tidur sama kamu dan begitu juga sebaliknya, aku rasa semakin lama kita sudah jarang berinteraksi seperti dulu."

Suara James terdengar pelan, Neta merasa ada sedikit rasa rindu di dalamnya.

"oh... Jadi kamu kangen masa masa kita dekat seperti dulu...? Bukannya kita masih sama seperti dulu James...? Aku selalu meluangkan waktuku untuk kamu, selama kamu membutuhkanku. Tapi bukannya kamu terlalu sibuk dengan rutinitas dan semua urusanmu dengan Clara, bukannya Clara adalah prioritas mu sejak kamu dekat dengannya...?"

James yang mendengar ucapan Neta seakan tertampar kenyataan, memang benar jika selama ini James tampak semakin menjauh dari Neta. seakan hubungan persahabatan mereka tampak semakin asing, di kantor mereka terlihat seperti bawahan dan atasan sisanya James hanya memperhatikan Clara.

"benarkah...?" tanya James pura pura lupa ingatan.

Neta mendengus kesal mendengar ucapan James, dengan kesal Neta segera mendorong James.

Merasakan dorongan pelan dari Neta, perlahan James menjauhkan dirinya. dia melihat Neta berdiri dan berjalan menjauh darinya menuju ke arah dapur.

"aku lapar, kamu mau aku bikinkan nasi goreng...? Kebetulan di rice cooker masih ada nasi sisa...?"

James berdiri, dia berjalan mengikuti Neta. Mini bar yang terlihat kecil di dapur minimalis milik Neta, memudah kan James menatap gerakkan lincah Neta yang sedang menyiapkan bahan bahan untuk dia masak.

Bau khas bumbu yang di tumis seketika tercium menusuk indra penciuman milik James, Neta terlihat beberapa kali mengelap dahinya yang terlihat basah oleh keringat.

James yang melihat sahabatnya tampak tidak nyaman segera mengambilkan beberapa lembar tisu, dia berdiri dan berjalan ke samping Neta yang tengah memasak.

Sentuhan tisu dari tangan James di dahi Neta membuat Neta ber jenggit kaget, dia melihat James yang tersenyum menatap ke arahnya.

"thank's James." lirih Neta.

nasi goreng dengan telur mata sapi dan beberapa potong sayuran tampak menggugah selera makan James, bau nasi yang di goreng seketika menggugah kontraksi di lambung James yang dari tadi belum terisi.

Neta tersenyum melihat wajah James yang sekaja tidak sabar ingin mencicipi nasi goreng di depan mejanya.

"makanlah..." pinta Neta berharap James memakan nasi goreng yang sudah dia buat.

tanpa menunggu lama James segera menggambil sendok dan garpu untuk dirinya dan juga Neta, mereka dengan perlahan menikmati makan malam sederhana yang Neta buat.

"katanya kamu ke rumah Clara James...? Kenapa tiba tiba kamu ada di apartemenku..?"

James terdiam sesaat, dia memutar otak untuk memikirkan jawaban yang masuk akal agar Neta percaya dengan ucapannya.

"hmm... Aku tadi sudah ke rumah Clara, dan kamu tahu neta...? Siapa yang aku temui di sana...? Evan...? Kamu masih ingat Evan bukan...? Teman kita waktu SMA dulu...?'

Neta memutar ingatannya, dia mengingat siapa Evan yang James maksut.

"oh... Iya aku ingat, dia dulu pernah menyatakan perasaannya sama aku waktu di toilet."

Evan yang terkejut dengan penuturan Neta menatapnya intens, dia tidak percaya ternyata Evan dulu pernah mengatakan perasaannya ke Neta.

Padahal dulu James pernah menghalangi Evan agar Evan tidak pernah bisa dekat dengan Neta.

"benarkah...?" tanya James terlihat terkejut.

"ya... Kejadian itu aku ingat sampai sekarang, dia sengaja menungguku keluar dari toilet wanita. Dan kamu tahu gara gara kekonyolan Evan menyatakan perasaannya di toilet, aku sampai malu setengah mati sama salah satu adik kelas yang melihat kami di sana."

Neta tersenyum mengingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, berbeda dengan James yang diam dan tampak kesal.

"kenapa kamu enggak bilang jika Evan pernah menyatakan perasaannya sama kamu...?"

pandangan mata Neta melihat ke arah James, dia tahu jika James tampak kesal setelah mendengar ceritanya.

"aku takut kamu akan mengancam Evan dengan segala ke protektifan mu sama aku dulu, aku tidak ingin membuat Evan menjauhiku karena ulah kamu."

James masih diam, dia mengarahkan pandangan matanya menatap Neta yang menikmati nasi goreng yang masih tersisa setengah di piring Neta.

"karena aku ingin menjaga kamu Neta, aku tidak ingin melihat kamu kecewa ataupun sedih. Jika kamu sedih maka aku juga akan ikut sedih, jika kamu senang maka aku juga akan merasa senang."

Neta mengangkat kepalanya, dia melihat keseriusan di wajah tampan James.

"hmm... Aku tahu kamu melakukan nya karena kamu sudah berjanji dengan mama dan papa akan selalu menjagaku bukan...?"

Neta tersenyum melihat James yang masih datar dengan wajahnya.

"hmm..." jawab James yang bingung dengan perasaannya sendiri.

"setelah ini kamu bisa pulang, aku lihat kamu sudah baik baik saja."

Neta yang sudah menyelesaikan makannya segera akan berdiri, tapi gerakkannya terhenti saat merasakan tangan James yang memegang pergelangan tangan Neta.

"aku akan tidur di sini malam ini, bukankah kita dulu sering tidur bersama...? kita malah sering tidur satu ranjang waktu di rumahmu, jadi aku ingin tidur sama kamu Neta. Aku rindu masa masa kita dekat waktu dulu, aku mohon."

Entah kenapa Neta terdiam, dia bingung dengan apa yang akan dia jawab mendengar permohonan James yang terdengar tidak masuk akal.

"tapi James, waktu itu kita masih kecil. Sekarang kamu lihat, kita sudah sama sama dewasa. Apakah tidak canggung bagi kamu jika kamu dan aku tidur bersama dalam satu ranjang ..?"

Neta berharap James mengurungkan niatnya, dan Neta juga berharap jika James tidak akan meneruskan keinginannya untuk tidur satu ranjang dengan Neta.

"aku tidak akan macam macam Neta, aku hanya ingin tidur di sini sama kamu. Aku mohon... please .. Boleh ya..."

Rengekan James membuat Neta tidak bisa menolak permintaan laki laki yang berusia dua puluh lima tahun yang saat ini ada di depannya, dia menatap James lekat.

"huh.... Oke, hanya malam ini dan tidak ada malam malam berikutnya."

Jawab Neta membuat senyum di kedua bibir James terulas, Neta memilih pergi dari depan James. Entah kenapa jantungnya terasa tidak baik baik saja, perasaannya semakin tidak karuan melihat James yang tersenyum sangat manis ke arahnya.

"kenapa perasaanku semakin tidak nyaman..? dan ini kenapa jantungku berdetak dengan cepat, apa aku sedang sakit atau aku hanya bingung menghadapi situasi yang terjadi mendengar permintaan James ya..." batin Neta berkecamuk dengan perasaannya sendiri.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!