NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Menyiksaku

Sistem Kekayaan Menyiksaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.

Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.

Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).

“Lima puluh juta. Satu jam."

"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 27

Aroma kuah kaldu sapi yang gurih, beradu dengan wangi daun bawang dan bawang goreng, menyeruak menyambut kedatangan keluarga Hendarso di sebuah warung tenda sederhana di pinggir jalan raya.

Kontras dengan kemewahan restoran kolonial yang baru saja mereka tinggalkan, tempat ini hanya menyediakan bangku bakso plastik warna hijau dan meja kayu yang dilapisi spanduk iklan teh botol.

Baskoro duduk dengan pandangan agak kosong, masih berusaha mencerna badai informasi yang menimpa kakaknya, Budi Hendarso.

Sementara itu, Freya dengan hati-hati duduk di samping ayahnya, sesekali merapikan roknya agar tidak terkena debu jalanan.

Di seberang mereka, Satria duduk dengan tegap.

Setelan jas hitam tujuh ratus ribu rupiahnya tampak sangat mencolok di bawah tenda warung soto mie itu, membuat sang abang penjual berkali-kali meliriknya dengan tatapan segan, mengira Satria adalah seorang pengacara elit yang sedang menyamar untuk melakukan investigasi kuliner.

"Abang! Soto mie tiga porsi! Dagingnya banyakin, risolnya dipotong kecil-kecil, jangan pakai drama!" seru Satria dengan lantang, mengangkat tangannya penuh semangat.

"Siap, Mas!" sahut si abang penjual dari balik rombongnya.

Freya menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap Satria dengan mata indahnya yang menyipit penuh selidik.

"Mas Satria... jujur ya sama aku. Kok bisa pas banget sih? Baru juga kamu ngomong soal kontrak Om Budi bakal dibatalkan, eh semenit kemudian HP-nya langsung bunyi dan perusahaannya beneran hancur dibilang kena sikat sama... siapa tadi namanya? Satria Corporation?"

Satria yang sedang menuangkan kecap manis ke dalam mangkuknya langsung memasang wajah paling bodoh yang ia kuasai.

Ia mengedipkan matanya polos.

"Lah, Mbak Freya, namanya juga efek kebetulan."

"Di kosan gua dulu, kalau gua lagi bokek terus ngomong 'duh pengen dapet duit kaget', besoknya emang gak dapet duit sih, tapi jemuran tetangga ilang."

"Itu namanya sinkronisasi semesta alam. Lagian, mana mungkin mas-mas supir ugal-ugalan kayak gua punya hubungan sama raksasa saham?"

Ting!

Sebuah getaran halus kembali terasa di paha Satria, memicu suara sistem yang hanya terdengar di dalam batok kepalanya.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN - EVALUASI PENYAMARAN]

Tingkat Kecurigaan Target (Freya): 65% (Kategori Kuning/Waspada).

Tindakan Pengguna: Pengalihan isu menggunakan analogi jemuran tetangga dinilai cukup absurd, namun berhasil menurunkan indikator kecurigaan sebesar 15%.

Peringatan Baru: Detektor intelijen Satria Corporation mendeteksi pergerakan dari Bos Rentenir, 'Goliath Sitorus'. Karena Budi Hendarso dipastikan bangkrut dan tidak bisa menyetor komisi, Goliath mempercepat eksekusi penculikan Freya menjadi malam ini pukul 21.00 WIB.

Misi Defensif Aktif: Lindungi Freya tanpa merusak jas tujuh ratus ribu Anda (Kain jas tersebut mudah robek di bagian ketiak jika digunakan untuk gerakan karate ekstrem).

Satria hampir saja menyemburkan kuah soto mie yang baru saja ia seruput.

'Heh! Sistem posesif amat sama jas murah gua! Lagian nama rentenirnya kenapa musti Goliath sih? Sekalian aja musuhnya Daud!'

Omel Satria dalam hati sembari mengunyah risol dengan bertenaga.

Baskoro mengembuskan napas panjang, memecah kecurigaan Freya.

"Sudahlah, Freya. Mau itu kebetulan atau bukan, yang jelas Budi sudah menerima tuai dari perbuatannya sendiri."

"Tapi... Papa sekarang justru makin pusing. Kalau Budi bangkrut, dia pasti tidak akan bisa membantu mencicil utang Papa ke Bos Goliath."

"Waktu kita tinggal tiga hari lagi, dan utang itu jumlahnya lima puluh miliar rupiah."

Tangan Baskoro gemetar saat memegang sendok.

"Jika uang itu tidak ada... Goliath pasti akan membawa pasukan premannya ke rumah kita."

Freya langsung terdiam, rasa hangat yang sempat muncul di hatinya setelah melihat kejatuhan pamannya kini kembali digantikan oleh rasa takut yang mencekam.

Ia melirik ke arah Satria, seolah mencari pegangan di tengah badai yang siap menggulung keluarganya.

Satria meletakkan sendoknya dengan pelan. Wajah jenakanya mendadak menyusut, digantikan oleh ekspresi yang sangat tenang dan penuh keyakinan.

"Pak Baskoro, Mbak Freya... selesaikan dulu soto mienya sampai habis."

"Saya udah bilang kan kemarin, selama Saya masih berdiri di sini sebagai pengawal resmi, jangankan Bos Goliath, mau satu kompi preman bertato datang bawa parang juga bakal gua buat pulang sambil nangis nyari emaknya."

"Tapi mereka itu kejam, Satria..." bisik Baskoro cemas.

"Orang kejam itu biasanya cuma menang di suara keras dan badan besar, Pak."

"Di dunia finansial modern, orang yang paling berbahaya adalah orang yang mengendalikan arus kas dari balik layar," jawab Satria dengan senyuman misterius yang membuat Freya kembali tertegun.

Malam harinya, pukul 20.45 WIB.

Suasana di sekitar rumah kediaman Hendarso tampak sangat sepi.

Angin malam berembus dingin, menggoyang dedaunan pohon mangga di depan halaman.

Di dalam ruang tamu yang temaram, Baskoro sudah tertidur di kamarnya karena kelelahan fisik dan mental, sementara Freya duduk di sofa sambil memeluk bantal, ditemani oleh Satria yang masih setia mengenakan setelan jas hitamnya yang kini jahitannya sudah mulai terasa agak longgar karena dipakai bergerak seharian.

DUM! DUM! DUM!

Pintu gerbang depan tiba-tiba dihantam dengan kekuatan luar biasa hingga engsel besinya mengeluarkan suara derit yang memilukan.

"Baskoro! Freya! Keluar kalian!"

Suara teriakan parau dan kasar itu memecah keheningan malam.

Dari balik jendela kaca, terlihat sorot lampu dari tiga mobil jip hitam besar yang diparkir melintang di depan rumah.

Lebih dari sepuluh orang pria berbadan tegap dengan jaket kulit, membawa balok kayu dan senjata tajam, mulai merangsek masuk ke dalam halaman.

Di barisan paling depan, berdiri seorang pria paruh baya bertubuh raksasa dengan kumis tebal dan bekas luka bakar di lehernya.

Dialah Goliath Sitorus, sang bos rentenir yang terkenal kejam di seantero Jakarta.

"Freya! Bos Goliath datang menjemput calon pengantinnya! Keluar sekarang atau rumah ini kami ratakan dengan tanah!"

Bentak sang tangan kanan Goliath, pria yang kemarin hidungnya dipukul pakai sandal jepit Satria, yang kini hidungnya tampak diperban putih.

Freya langsung berdiri dengan tubuh gemetar hebat, wajahnya pucat pasi memandang gerombolan preman di luar.

"M-Mas Satria... mereka beneran datang! Banyak banget... Gimana ini?!"

Satria berdiri dari sofa dengan sangat tenang. Ia mengancingkan satu-satunya kancing jas hitamnya, memastikan penampilannya tetap rapi sesuai prosedur operasional standar penyamaran elitnya.

"Mbak Freya, tetap di dalam rumah, kunci pintunya dari dalam."

"Jangan keluar sampai gua bilang 'soto mie selesai'," perintah Satria dengan nada suara yang sangat dingin dan tidak menerima bantahan.

"Tapi, Mas—"

"Kunci pintunya, Freya," potong Satria pelan, namun penuh penekanan.

Freya tertegun melihat perubahan drastis pada aura Satria.

Pria yang biasanya penuh candaan dan bersarung longgar itu kini memancarkan aura dominasi yang begitu kuat, seolah-olah sepuluh preman di luar sana hanyalah kumpulan semut kecil yang tidak ada artinya.

Dengan tangan bergetar, Freya mengangguk dan segera mengunci pintu kayu ruang tamu dari dalam.

Satria melangkah keluar ke beranda rumah, menutup pintu di belakangnya.

Ia berdiri di atas undakan semen, menatap datar ke arah Goliath dan belasan anak buahnya yang kini sudah mengepung halaman rumput yang sempit.

"Oh, jadi ini curut bersarung yang kemarin berani memukul anak buahku pakai sandal jepit?" gertak Goliath Sitorus, suaranya berat berwibawa, melangkah maju dengan keangkuhan seorang penguasa jalanan.

"Hei, anak muda. Hari ini lu udah lepas sarung rupanya. Pakai jas segala, mau mati dengan gaya, hah?!"

Satria menarik napas pendek, merasakan ketatnya kain jas di bagian bahunya. Ia menyengir tipis, menatap Goliath tepat di manik matanya.

"Bos Goliath yang terhormat... jas ini harganya tujuh ratus ribu rupiah, dibeli pakai keringat murni pengawal magang."

"Jadi gua mohon dengan sangat, kalau kalian mau maju, satu-satu aja ya. Gua males kalau baju baru gua ini robek gara-gara kena keringat preman yang jarang mandi kayak kalian."

"Kurang ajar! Habisi dia! Bawa kepalanya ke hadapanku!" raung Goliath, memberikan perintah eksekusi.

Belasan preman itu langsung berteriak liar, mengayunkan balok kayu mereka dan merangsek maju secara bersamaan ke arah Satria.

Malam itu, di bawah pendar lampu jalanan yang remang-remang, sang Sultan yang sedang menyamar sebagai pengawal berjas siap melepaskan badai fisik pertamanya, membuktikan bahwa kekuatan Sistem Total Reversal tidak hanya berlaku di atas papan ketik bursa saham, tetapi juga di atas aspal jalanan yang keras.

1
herupratama_
denda nya banyak banget.. itu mah bukan denda tapi pemerasan🤭🤣
BaekTae Byun
masa saldonya kaga nambah nambah
BaekTae Byun
setiap misi nya ngga ada hadiah uang trs kalo uang nya habis gmna
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
boleh tuh
miilieaa
semangat yaa author
Gege
masih menjalankan misi tanpa ada hadiah ini Thor.. apa sistemnya korslet apa bijimane ini?
Dav Nana: uang yang masuk kesaldo mc, harusnya hadiah dari sistem nya, dia sistem yang kelebihan uang tentu aja hanya bisa memberi uang saja sebagai hadiah, kurang inisiatif beli barang lain nih sistem nya haha
total 1 replies
Gege
piyee kalimat Iki Thor... ga jelas banged..trus biaya denda ini dikasih siapa? kalo MC ga Nerima duitnya..
Dav Nana: uang dendanya dialokasikan buat pasang kaca film kak, biar dari luar gak keliatan daster bu miminya haha, jadi sama aja MC nya rugi karena yang untung kan perusahaan nya dapat keuntungan pemasangan kaca film geratis dari mc
total 1 replies
Gege
menjalankan misi tapi ga dapat hadiah Thor... 🤣
Gege
gaasss 10k kata di luncurkan...bawa santai ringan kocak...jangan dikit dikit mafia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!