NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi Atau Cinta

Ketika seseorang terlalu terobsesi dengan sesuatu, maka dia tak akan puas sebelum mendapatkannya atau benar-benar terkalahkan egonya.

Jika berhasil mendapatkan apa yang selama ini menjadi obsesinya, itu akan menjadi sebuah reward dan kepuasan dirinya sendiri. Seperti Dian yang terobsesi dengan Alex, bahkan belum tentu ada cinta di hatinya untuk Alex.

Cinta itu ikhlas, cinta itu tulus, cinta itu saling, cinta itu berbagi. Ya...cinta itu berbagi, berbagi suka, duka, berbagi pemahaman dan pengertian. Pastilah ada nafsu di dalam cinta tapi tidak ada cinta di dalam nafsu belaka.

Hai readers! Bagaimana dengan cinta versi kalian? Silahkan penuhi kolom komentar dengan coretan kalian.

Dian berjalan mengendap-endap membuntuti Alex dan Meli. Mereka terus melajukan langkahnya ke basement yang tak lain dan tak bukan adalah lahan parkir rumah sakit itu.

Tak sengaja Alex melihat bayangan Dian dari convex miror di sudut basement. Ratu obsesi itu terlihat waspada menguntitnya dari belakang.

Tanpa pikir panjang Alex segera merangkul mesra Meli sambil terus berjalan. Meli menoleh ke arah Alex dengan muka bingungnya. Dian masih terus membuntuti mereka dengan kesal.

Alex berbisik agar Meli mangikuti rencananya. Meli hanya mengangguk mengiyakan isyarat dari Alex. Setelah sampai di motornya, Dian masih mengawasi mereka dibalik pilar. Alex yang mengetahui hal itu segera mendekatkan wajahnya ke Meli dan mencium lembut bibir gadis itu.

Dian sangat marah dan kesal melihat kemesraan mereka. Obsesinya telah patah begitu saja setelah perjuangan panjangnya. Gadis centil itu mengepalkan tangannya dan menghentakkan kakinya kesal.

Sementara itu Meli masih terbelalak sambil memegangi bibirnya. Alex menahan tawa melihat ekpresi Meli yang lucu dan canggung.

“Sory aku nggak maksud kurang ajar, tapi aku harus lakuin itu buat patahin obsesi Dian. Coba lihat hasilnya, ratu obsesi itu akhirnya pergi setelah melihatku menciummu.” Ucap Alex sambil menunjuk ke arah Dian yang berjalan cepat meninggalkan tempat persembunyiannya.

“Berhasil sih berhasil tapi nggak nyium tiba-tiba juga kali, bikin jantungan aja.” Gerutu Meli manyun.

“Iya deh maaf, anggap aja itu hadiah buat kamu karna udah bantuin aku.” Seloroh Alex mengangkat alisnya.

“Hadiah apaan, dasar cowok aneh.” Sahut Meli.

“Yaudah yuk cari makan, buruan naik!” ajak Alex menunggangi motornya.

“Haah? Terus motorku gimana? Helmnya juga cuma satu doang,” ucap Meli bingung.

“ Motornya biar disini aja, nanti ambil helm di motormu dulu takutnya Dian masih ngawasi kita.” Jelas Alex.

Alex mengajak Meli makan di warung Mak Inem. Meli terlihat nyaman dan menikmati makanannya meskipun hanya makanan warung sederhana. Sembari makan mereka ngobrol kesana kemari dan bersendau gurau. Keduanya terlihat semakin akrab sekarang, mereka juga bertukar nomer hp.

“Btw... thanks ya Lex tempo hari udah bantuin aku,” ucap Meli tersenyum.

“Oh nggak masalah, aku emang nggak bisa liat cowok yang kasar sama cewek.” Jawab Alex santai.

“Waktu masih pacaran sih dia nggak pernah kasar gitu, huh mungkin karna tempo hari kusiram mukanya di kafe hahaha.” Celetuk Meli.

“Hmmm mungkin cowokmu masih marah aja tuh, lagian kenapa disiram sih?” tanya Alex penasaran.

“Eitsss dia bukan cowokku lagi ya, dia cuma MANTAN!” tegas Meli kesal.

“Hahaha iya iya mantan, tapi kenapa kesel gitu sih?” sahut Alex.

“Dulu aku bener-bener cinta sama Anton. Aku pun ngerasa kalau Anton juga cinta. Aku juga salah satu anggota dari Star Band, begitu juga dengan dia. Udah banyak hal yang kulalui bersama mereka. Mereka yang ku anggap sahabat terbaik, dan dia yang ku anggap cinta sejatiku."

"Suatu saat aku mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan permanen pada mataku. Aku hanya bisa melihat lagi jika ada pendonor mata untukku. Aku terpuruk saat itu, bagiku dunia seperti akan berakhir. Seperti tak cukup penderitaan untukku."

"Dia yang ku cinta, mereka yang ku anggap sahabat terbaik, yang selalu kunanti kehadirannya seakan tak tau atau mungkin tak mau tau. Jangankan menjengukku, bahkan untuk berkabar lewat ponsel saja tidak mereka lakukan. Yang lebih menyakitkan lagi, disaat aku membutuhkan dukungan, mereka justru meninggalkanku."

"Anton memutuskan hubungan kami, begitu juga dengan Star band. Aku didepak begitu saja dari Star Band. Dan pada akhirnya mereka tau kalau aku udah bisa melihat lagi. Dengan sikap palsunya, mereka memintaku ke kafe untuk bertemu mereka."

"Dengan gampangnya mereka memintaku kembali, begitu juga dengan Anton. Tuhan rupanya berencana menyadarkanku tentang arti cinta dan sahabat yang sebenarnya melalui kecelakaan maut itu. Lalu apa aku salah sedikit mempermalukannya? Bahkan itu tak sebanding dengan luka yang mereka ukir untukku,” curhat Meli meneteskan air mata.

Situasi menjadi hening, tak ada satu patah kata pun keluar dari mulut Alex. Dia tertegun mendengar curahan hati Meli yang begitu menyedihkan. Alex menatap iba gadis itu dan mengulurkan selembar tisu. Dia menyandarkan kepala Meli di bahunya dan mencoba menenangkannya.

“Jangan menangis, yang lalu biarlah berlalu. Bukankah harusnya kamu bersyukur dengan rencana Tuhan untukmu. Tuhan memberimu musibah yang merenggut penglihatanmu untuk menguji kesetiaan mereka. Lalu Tuhan juga mengirimkan seseorang yang benar-benar baik padamu untuk mendonorkan mata untukmu.”ucap Alex menenangkan.

“Yaaa... dia gadis yang sangat baik.” Ucap Meli tersenyum mengenang pendonor matanya.

Alex menatap mata Meli sejenak lalu mengajaknya ke rumah sakit untuk mengambil motor. Meli merasa ringan sekarang. Seperti bebannya telah hilang begitu saja.

“Thanks ya Lex, udah mau jadi pendengar yang baik. Sory aku malah curhat hehe.” Celetuk Meli sambil menancapkan kunci motornya.

“Sama-sama, udah jangan nangis lagi.” Ucap alex lembut.

“Ya udah aku balik dulu deh, bye Lex.” Pamit Meli tersenyum dan mulai melajukan motornya.

“Bye Mel...” ucap Alex melambaikan tangannya.

Sejak hari itu mereka sering komunikasi. Kekosongan hati Alex perlahan mulai terisi oleh bayang-bayang Meli. Luka di hati Meli juga mulai membaik dengan kehadiran Alex di hidupnya.

Suatu hari Mars dan Venus berencana berkumpul di rumah Alex. Venus mengusulkan untuk mengajak Meli juga. Chika mengambil ponsel dari tasnya lalu menelfon Meli.

“Halo Mel, sibuk nggak nih?” tanya Chika melalui ponselnya.

“ Hai Chika aku nggak sibuk kok. Kamu udah sembuh? Udah boleh pulang belum? Aku jemput ya?” cerocos Meli semangat.

“Haiiiissshh macam wartawan kamu Mel, aku udah pulang kok kemarin. Nih kita lagi ngumpul di rumah Alex, kamu sini juga ya biar tambah rame.” Pinta Chika.

“Tapi...”

“Nggak ada tapi-tapian, pokoknya nih aku shareloc terus kamu kesini titik!” sela Chika memaksa.

“Yaudah deh aku kesana, tunggu ya bye.” Jawab Meli pasrah.

Beberapa menit kemudian Meli tiba di rumah Alex. Venus berlari ke teras untuk menyambut Meli. Lalu mereka mengajak Meli bergabung dengan yang lain. Alex tersenyum menatap Meli. Hal itu membuat gadis cantik itu salah tingkah.

“Hai Meli...” seru Mars serentak.

“Hai semua..” sapa Meli ramah.

“Wah siapa ini...” tanya mamah Alex tersenyum dengan membawa toples cemilan.

“Halo tante, saya Meli,” ucap Meli mengulurkan tangan.

“Ow Meli ya, saya mamahnya Alex.” Jawab mamah Alex ramah menyambut uluran tangan Meli.

“Sini ajalah tante ngobrol sama kita-kita, kan udah lama nggak ngobrol.” Ajak Mhocan .

“Iya iya tante temenin bentar ya,” mamah Alex mengiyakan.

Mereka membicarakan banyak hal. Mulai dari topik yang receh sampai topik yang sedikit berbobot. Sesekali Alex dan Meli saling mencuri pandang. Sepertinya mereka mulai tertarik satu sama lain.

“Oh ya Mel sory ya kita cuma bisa telfon kamu aja waktu itu, sebenernya nih kita udah sampai ke sana tapi bibi bilang kamu lagi nggak mau ketemu siapa-siapa.” Ucap Pia.

“Nggak papa kok, makasih ya kalian udah suport aku waktu itu.” Kata Meli tersenyum.

“Harus dong! Kita kan temen jadi harus saling suport dalam kondisi apapun,” sahut Chika tersenyum.

“Kalau boleh tau siapa pendonor yang berhati mulia itu Mel? Aku bersyukur banget masih ada orang sebaik itu.” Ucap Mhocan terharu .

“ Ya.. pendonor itu memang sangat baik, bahkan jutaan kata trima kasih dariku tak sebanding dengan kebaikannya. Dia adalah sepupuku dan teman kita, CACA!” jawab Meli terharu.

Sontak saja hal itu membuat semua yang ada dirungan itu terkejut bukan main. Detak jantung Alex menjadi tak beraturan mendengar pernyataan Meli.

Suasana menjadi hening dan air mata mereka menggenang di kelopak mata. Meli yang menyadarinya mulai bertanya-tanya tapi tak ada satu pun dari mereka yang menjawabnya. Venus memeluknya dengan berurai air mata, Alex mencoba menenangkan mamahnya yang mulai tak sanggup membendung air matanya.

Meli masih tak mengerti mengapa semuanya menangis. Dia menoleh ke arah Alex yang juga terlihat berkaca-kaca.

“Hei... kenapa kalian menangis?” tanya Meli melepaskan pelukan Venus.

“Ayolah tolong katakan sesuatu,” pinta Meli menatap Chika.

“Sory Mel kita bener-bener kaget, aku bener-bener nggak nyangka Caca melakukan hal baik sebesar itu.” Jawab Chika terisak.

“Setelah aku tau kalau Caca yang mendonorkan matanya, aku terpukul dan sedih. Aku terus menyalahkan diri sendiri kenapa aku masih terus merepotkan Caca bahkan di saat terakhirnya."

"Tak mudah bagiku untuk menerima kenyataan itu, tapi paman dan bibi selalu mengingatkanku untuk tetap tersenyum seperti yang Caca mau. Lalu aku sadar, jika aku terus bersedih dan menyalahkan diri sendiri itu berarti sama saja aku nggak menghargai pengorbanan Caca.” Ucap Meli berlinang air mata.

“Sudahlah, semua yang dilakukan Caca pasti yang terbaik untuk semua. Sekarang ada Caca di dalam diri Meli. Baik Caca ataupu Meli, semua adalah keluarga untuk mamah dan kalian. Sekarang hapus air mata kalian dan tersenyumlah untuk Caca.” Ucap mamah Alex tersenyum dan mengusap air matanya.

Mereka mengusap air mata lalu tersenyum haru. Mamah Alex memeluk Meli dengan penuh kasih sayang. Suasana mulai mencair, mereka bersendau gurau bahagia. Alex menggandeng tangan Meli lalu berpamitan kepada yang lain untuk pergi ke danau bersama Meli. Mereka tersenyum dan berharap semoga Meli adalah orang yang tepat untuk mengisi kekosongan hati Alex.

Alex melajukan motornya ke danau, perasaannya sungguh berkecamuk. Di satu sisi dia mulai menaruh perasaan untuk Meli, tapi di sisi lain dia bingung apakah perasaan ini hanya karna tatapan dan senyuman Caca dalam diri Meli. Apapun itu dia tidak ingin menyakiti hati Meli ke depannya. Dia tidak ingin menjadikan Meli sebagai pelariannya saja.

Begitu juga dengan Meli, dia tak tau apakah ketertarikannya pada Alex adalah cinta atau hanya simpati karena Alex membantu menyembuhkan luka hatinya. Diperjalanan mereka tak bergeming sama sekali. Mereka terlarut di dalam pikiran dan perasaan masing-masing.

Tatapan mata itu adalah cintamu.

Senyum indah itu adalah kasihmu.

Bagaimana bisa aku melewatkan itu.

Segenggam rindu kian menyiksaku.

Kasih...

Apa yang kau lakukan padaku.

Kau titipkan cintamu padanya.

Kau titipkan kasihmu padanya.

Kini hatiku menderu-deru.

Mengharapkan cintanya.

Menginginkan hatinya.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!