NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Di bangku taman belakang sekolah, dua siswi duduk bersisian tampak sibuk dengan pikiran masing‑masing. Mereka adalah Mia dan Chelsea. Wajah Chelsea tampak mengeras menahan amarah sejak pagi tadi, terus menggerutu kesal menyebut nama Sara.

“Kenapa sih anak baru itu bisa sedekat itu dengan Raven?”

Belum sempat ia menenangkan diri, Rina tiba‑tiba berlari mendekat dengan napas terengah‑engah hingga dadanya naik turun. Wajahnya berseri seolah membawa kabar paling penting sedunia.

“Chel! Mia! Coba tebak apa yang baru saja kulihat dan kudapatkan!” seru Rina sambil melambaikan tangan dengan semangat.

Chelsea menoleh dengan wajah masih tak bersahabat. “Rin, jangan bikin kepalaku makin pusing. Aku sudah cukup kesal sejak tadi lho!”

“Iya benar, kalau tidak penting lebih baik jangan dibahas sekarang,” timpal Mia ikut menambahkan.

“Tapi ini benar‑benar penting! Bahkan bisa jadi senjata ampuh buat kita!” seru Rina makin bersemangat. “Nih, lihat sendiri! Tadi aku tak sengaja melihat si anak baru itu berjalan menuju rooftop. Dan ternyata… dia diam‑diam bertemu Pak Leon! Guru olahraga baru kita lho! Mereka terlihat sangat akrab! Sayangnya aku tak bisa mendengar jelas apa yang dibicarakan!”

Rina segera menyodorkan layar ponselnya tepat di hadapan keduanya.

Chelsea seketika merebutnya dengan cepat. Matanya menatap tajam ke arah foto yang terlihat sangat jelas. Perlahan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum penuh kelicikan.

“Sangat bagus, Rin! Kamu ternyata berguna juga! Dengan foto ini aku akan menghancurkan si gadis tak tahu diri itu!” serunya penuh percaya diri.

“Apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya Rina penasaran. “Melaporkannya ke Kepala Sekolah?”

Chelsea menggeleng pelan sambil tersenyum penuh rencana. “Kalian akan segera tahu.”

Rina dan Mia saling berpandangan lalu ikut tersenyum lebar. Meski belum tahu pasti, mereka yakin satu hal: hal ini pasti tak akan membawa kebaikan bagi Sara si murid baru.

*

*

*

 

Sementara itu di rooftop, percakapan antara Sara dan Leon pun berakhir.

“Kalau begitu, aku pamit dulu ya, Kak! Mau ke kantin,” ucap Sara pelan.

“Baiklah, Nona. Silakan dan tetap berhati‑hati. Saya akan menyusul agar tidak menimbulkan kecurigaan,” jawab Leon sopan.

Sara mengangguk pelan lalu segera berbalik menuju tangga turun.

Ia langsung bergegas ke kantin tempat Dewi dan Bima sudah menunggunya sejak tadi. Begitu melihat kedatangannya, Dewi segera melambaikan tangan riang.

“Ini dia yang di tunggu-tunggu! Akhirnya datang juga! Lama sekali, kamu habis dari mana saja? Hampir saja mangkuk baksomu dihabiskan Bima!” seru Dewi sambil menepuk bangku kosong di sebelahnya.

“Hahaha… maaf ya, Dewi! Tadi ada urusan mendadak,” jawab Sara sambil tersenyum lalu segera duduk. “Yang mana pesananku?”

“Ini nih! Cepat makan, nanti keburu dingin,” tunjuk Bima pada mangkuk bakso berkuah masih mengepul hangat di hadapan Sara.

“Wah, terlihat sangat lezat! Aromanya saja sudah bikin perutku makin keroncongan,” seru Sara dengan mata berbinar tak sabar.

“Pasti enak sekali! Dijamin sekali coba kamu bakal ketagihan,” tambah Dewi sambil masih mengunyah sisa bakso di mulutnya.

Tak jauh dari situ, di sudut lain kantin, Raven duduk bersama ketiga sahabatnya: Arga, Andra, dan Alden. Mereka asyik bercanda sambil makan, namun Raven sesekali melirik diam‑diam ke arah Sara yang tampak lahap menyantap makanannya, sesekali mengusap keringat di dahi karena rasa pedas yang berlebih.

“Sara,” panggil Dewi tiba‑tiba. “Nanti sepulang sekolah kita mampir ke kafe baru yang ada di ujung jalan dekat perempatan sana mau enggak? Mau ya! aku traktir deh!”

Sara terdiam sejenak, lalu tersenyum cerah. “Boleh deh! Aku penasaran makanan apa lagi yang enak di kota ini.”

“Asyik! Kamu ikut juga kan, Bim?” tanya Dewi menoleh ke samping.

“Tentu saja ikut! Mana mungkin aku biarkan kalian pergi berdua saja? Siapa nanti yang menjaga kalian kalau ada yang berani mengganggu?” jawab Bima dengan dada dibusungkan bangga.

“Dasar mulut manis! Padahal cuma mau makan gratis kan?” goda Dewi tertawa lepas.

“Hehe… tahu saja! Kapan lagi coba makan enak tanpa bayar!” sahut Bima santai lalu ikut tertawa.

Sara pun tersenyum melihat tingkah kedua sahabat barunya itu. Ia segera mengambil ponselnya untuk mengetik pesan singkat pada Raven.

Di meja seberang, ponsel Raven bergetar pelan. Ia segera mengambilnya, dan tanpa sadar senyum tipis terukir di bibirnya begitu melihat nama pengirimnya.

“Raven, nanti pulang sekolah kamu langsung pulang saja ya, jangan tunggu aku. Aku mau ke kafe bareng Dewi dan Bima. Kemungkinan malam ini aku tak kembali ke ke mansiomu, aku menginap di apartemenku sendiri.”

Raven membalas cepat: “Kalau Mommy bertanya ke mana kau pergi bagaimana? Aku tak mau dimarahi gara‑gara kau ya!”

Alden yang duduk di sebelahnya menyenggol lengan Arga pelan sambil berbisik heran. “Hy lihat si Bos! Kenapa senyum‑senyum sendiri sambil memegang ponsel? Apa dia kesambet sesuatu?”

“Benar juga, biasanya dia sedingin es,” timpal Andra ikut melirik penasaran.

Tak lama pesan balasan Sara masuk: “Katakan saja aku pulang ke apartemen, gampang kan?”

“Baiklah. Tapi kirimkan alamat lengkap apartemenmu padaku,” balas Raven.

“Untuk apa? Aku tak sembarangan memberi alamat pada orang lain!”

“Aku suamimu! Apa kau lupa?”

“Ih tahu kok! Tepatnya suami dadakan saja!”

“Tetap saja meski dadakan, kita sudah sah menjadi suami istri.”

“Terserah saja! Aku malas berdebat denganmu!”

“Baiklah, nanti aku kirimkan alamatnya. Puas kau sekarang?”

“Nah begitu baru istri yang penurut,” tulis Raven lagi bercanda.

Belum sempat Sara membalas, bel istirahat pun berbunyi nyaring memecah keramaian kantin. Semua siswa segera bergegas bangkit menuju ruang kelas masing‑masing.

Bersambung…

 

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!