NovelToon NovelToon
My Lovely Fat Wife

My Lovely Fat Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Sudah Terbit / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mahdania

(Sudah tersedia versi buku cetak)

Kevin Bramasta, pria berusia 30 tahun. Bertubuh tinggi, berkulit putih bersih dengan penampilan maskulinnya yang membuat perempuan mana saja yang melihatnya akan jatuh cinta padanya.
Bagaimana tidak? Selain tampan, dia juga seorang pengusaha muda di bidang properti.

Sungguh pria idaman.

Namun, siapa sangka? Nasib percintaannya tak semulus kulit wajahnya yang tampan.
Demi menghindari sebuah perjodohan dari orangtuanya, dia sampai menjadikan Melika Santoso--perempuan berusia 21 tahun, berkulit putih dengan tinggi badan 160cm, bertubuh gemuk dengan berat badan sekitar 95 kilogram, yang memiliki hobi makan sebagai kekasihnya. Bahkan harus terjebak ke dalam sebuah pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahdania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Acara ijab qobul telah selesai. Kevin dan Melika memasuki kamar hotelnya, Kevin pun langsung mengempaskan tubuhnya di atas tempat tidur.

Baru saja acara ijab qobul dan prosesi lainnya selesai.

"Mau minum, Mas?" tanya Melika.

Tak ada sahutan dari Kevin.

Melika mendekat ke arah Kevin dan ternyata Kevin tengah memejamkan matanya. Melika pun membuka sepatu yang Kevin kenakan dan melihat ke arah dahi Kevin yang terlihat berkeringat. Entah mengapa Kevin terlihat begitu berkeringat, padahal AC di kamar sudah menyala.

Melika melihat baju pengantin Kevin, mungkin jika kancingnya di buka sedikit, Kevin tak akan terlalu merasa kepanasan. Pikir Melika.

"Aku buka kancing bajunya, ya , Mas," ucap Melika.

"Hem..." Kevin berdehem.

Melika pun terkejut, dia pikir Kevin sudah tertidur, Namun, nyatanya Kevin justru menyahut ucapannya.

"Mas!" panggil Melika.

Kembali tak ada sahutan dari Kevin, sepertinya tadi Kevin tengah mengigau. Melika menghela napas pelan. Dia melepas kancing pakaian yang Kevin kenakan agar Kevin tak terlalu merasa sesak. Setelah itu, Melika pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.

Tubuhnya sangat lengket karena berkeringat, meski di ruangan AC, tetapi tubuh Melika tetap berkeringat, di tambah lagi dengan memakai kebaya yang membuat tubuh besarnya tambah tak nyaman.

Masih ada cukup waktu menuju acara resepsi pernikahan nanti malam. Melika pun merendam tubuhnya di bathtub, sungguh nyaman rasanya. Baru prosesi ijab qobul saja sudah lelah rasanya, apalagi nanti saat resepsi pernikahan, pikir Melika.

Melika sudah bisa membayangkan akan remuk seluruh tubuhnya saat nanti menyapa para tamu.

***

Tiga puluh menit sudah Melika berendam di bathtub dengan mata yang terpejam. Tiba-tiba saja Kevin masuk ke kamar mandi untuk membuang air kecil.

"Ya ampun!" Kevin terkejut saat tiba-tiba pandangannya melihat ke arah bathtub dan ada Melika tengah memejamkan matanya.

"Huh, aku pikir--"

"Lho, Mas. Ngapain di sini?" tanya Melika terkejut.

"Ha? I-itu, aku habis buang air kecil," ucap Kevin gugup. Ini adalah pertama kalinya dia melihat seorang wanita tengah mandi.

"Terus? Ngapain masih di sini? Sana Mas, keluar!" ucap Melika. Melika benar-benar tak siap menghadapi Kevin dalam keadaan seperti itu.

"Ha? I-iya, oke," ucap Kevin gugup dan bergegas keluar dari kamar mandi, tak lupa dia menutup pintu kamar mandi.

"Huh, ya Tuhan." Kevin memegang dadanya, jantungnya berdegup kencang akibat melihat bagian dada Melika.

'Astaga! Sadar, Vin,' gumam Kevin seraya menepuk pipinya. Dia bergegas naik ke atas tempat tidur dan menutup tubuhnya dengan selimut.

Tak lama Melika keluar dengan menggunakan bathroobs mandinya. Dia memegangi tali bathroobs dengan terus memperhatikan Kevin. Sungguh dia takut Kevin melihatnya.

Dugh!

"Aw!"

"Kenapa? Ada apa?" Kevin terperanjat saat mendengar suara benturan.

"Aduh, kakiku sakit," ucap Melika seraya memegang kakinya, dia tampak kesakitan. Karena terlalu fokus melihat ke arah Kevin, sehingga Melika tak fokus melihat jalan dan kaki Melika sampai terbentur ke sofa.

"Duh, lagian gimana, sih? Kenapa bisa ceroboh gini?" tanya Kevin.

"Aku nggak sengaja, aku nggak fokus lihat jalan," ucap Melika.

Kevin mengerutkan dahinya.

"Jadi, lihat apa saja dari tadi?" tanya Kevin.

'Lihat, Mas,' batin Melika.

Kevin pun membantu Melika duduk di atas sofa. Setelah itu, dia pergi mengambil koper Melika dan mengambil baju untuk Melika.

"Keringkan dulu rambut kamu. Habis itu, pakai bajunya," ucap Kevin seraya memberikan baju Melika. Belum sempat Melika mengucapkan terima kasih, Kevin sudah lebih dulu masuk ke kamar mandi. Melika pun segera memakai bajunya.

***

Pukul 18.30 Wib.

Di kamarnya, Kevin tengah memainkan ponselnya seraya menunggu Melika selesai bersiap di kamar lain. Masih ada waktu tiga puluh menit lagi, atau tepatnya pukul tujuh malam nanti, acara resepsi pernikahan akan di gelar. Kevin pun sudah tampan dengan stelan jasnya. Kevin bangun dari duduknya saat terdengar suara ketukan pintu, dia pun bergegas membukakan pintu.

"Yuk, turun!" ajak sang papa.

"Ha? Masih setengah jam lagi, Pa," ucap Kevin seraya melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Iya, kita jemput Melika dulu," ucap papa.

Kevin menyimpan ponselnya dan pergi mengikuti sang papa menuju kamar ganti Melika. Sesampainya di kamar ganti Melika, Kevin tak di perbolehkan masuk oleh sang mama mertua, yang tak lain adalah mama Melika.

"Kenapa, Ma? Sudah sah, bukan?" tanya Kevin bingung.

Mama Melika tersenyum dan mengangguk.

"Biar surprise nantinya. Lagi pula, Melika sebentar lagi keluar, kok," ucap Mama Melika.

Kevin tersenyum tipis dan mengangguk.Dia pun menunggu di luar pintu.

Selang beberapa menit.

"Mas!"

Kevin melihat ke arah Melika, saat terdengar suara Melika memanggilnya.

Kevin terdiam sejenak dengan pandangannya yang tak lepas dari Melika. Dia memperhatikan penampilan Melika dari ujung gaun panjang Melika yang menutupi kaki Melika, hingga ujung rambut Melika.

'Apa perasaan aku saja, ya? Dia cantik sekali,' batin Kevin.

Kevin melihat Melika dengan tatapan kagum. Dia akui, tubuh Melika memang tak sesempurna para model profesional di luar sana. Namun, Melika memiliki wajah yang cantik dengan senyum yang manis dan menawan.

Kevin pun menghampiri Melika dan meminta Melika untuk menggandeng tangannya.

Seraya di temani orangtua masing-masing Kevin dan Melika turun menuju ballroom. Masih ada waktu beberapa menit lagi menuju mulainya acara resepsi.

Begitu sampai di depan pintu ballroom, satu persatu urutan acara di lewati

hingga sampailah Kevin dan Melika di pelaminan.

Keduanya begitu serasi meski ada beberapa pasang mata yang melihat tak percaya karena Kevin bisa memperistri Melika.

Kevin adalah pria mapan dengan bisnisnya di dunia properti yang bisa di bilang cukup sukses, selain itu Kevin pun memiliki wajah yang tampan. Sudah pasti Kevin bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dan seksi dari Melika. Namun, begitulah jodoh, tak ada yang mengetahuinya selain Tuhan, Sang Maha Mengetahui Segalanya

.

***

Waktu berlalu, satu persatu prosesi foto sudah di lewati. Saatnya Kevin dan Melika menyalami para tamu. Kevin terkejut saat tiba-tiba melihat Prischa sudah berdiri di hadapannya dengan membawa kotak kado berwarna merah maroon yang berukuran tak terlalu besar di tangannya.

"Selamat, ya. Semoga kalian bahagia," ucap Prischa seraya menyunggingkan senyum kecil. Dia menjabat tangan Kevin dan menarik Kevin ke pelukannya.

"Aku bahagia untukmu," bisik Prischa.

Mata Prischa memerah. Ada rasa sakit yang Prischa rasakan saat melihat Kevin bersanding dengan Melika. Meski begitu, dia menyadari cinta tak harus memiliki.

Melika yang menyadari Prischa adalah wanita yang pernah dia lihat saat bersama Kevin beberapa waktu yang lalu pun mendadak menjadi gelisah. Melika tahu, Prischa adalah masa lalu Kevin. Apalagi jika melihat paras cantik dan bentuk tubuh Prischa yang seksi, membuat Melika yang memiliki tingkat percaya diri tinggi pun seketika menjadi tak percaya diri. Pasalnya, kini Kevin adalah suaminya, tentu saja dia takut Kevin akan berpaling pada masa lalunya.

Tak lama Prischa pun pergi dari hadapan Kevin dan Melika.

Kevin melihat kado yang di berikan oleh Prischa, rasanya dia mengenal kotak kado itu. Kotak kado yang pernah dia berikan pada Prischa saat Kevin dan Prischa dekat dulu.

1
_Rumi_
Luar biasa
Driana
the best
faris dibah
bagus ceritanya thor👍👍👍👍
faris dibah
melvin awas jangan ngerjain kakaku kevin😅
faris dibah
cepet sadar melika
faris dibah
mas kevin y esmosi mulu tapi ttp perhatian sabar ia 😁😁
faris dibah
aaaaaaaah melika hamil gx sih ia lah pasti gamis 😘😘😘
faris dibah
kevin egois dah
faris dibah
prischa lagi prischa lagi😫😫
faris dibah
love you thor semangat
faris dibah
sukurin puas pisan 😅😅
faris dibah
aduh melika jangan gebrag meja mulu nanti belah jadi dua tau🤣🤣🤣
faris dibah
kevin bikin kecawa aja lah 🙃🙃🙃jangan plinplan dong vin kasian melika😊
faris dibah
secandu y ia kevin sampe berkali sama gentong omooooo🤣
faris dibah
puas
faris dibah
asoy 😄☺
faris dibah
modus mas kevin y oooy inget gx malika gentong aing badak lah eeeh malah ketagihan 🤣
faris dibah
👍👍👍👍👍keren kevin tegas ama mantan y jempol 4 lah 🤣
faris dibah
ya ampun mas kevin bikin ngakak aja
faris dibah
uhuuuuuy jadi belah duren ya😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!