NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Kompetisi Dua Jenius dan Persiapan Turnamen

​Pintu perak Menara Waktu tertutup perlahan, mengisolasi Ye Chen dan Su Yue'er dari Hujan Roh yang terus mengguyur pelataran Sekte Bintang Jatuh.

​Begitu mereka melangkah masuk ke lantai pertama menara, Su Yue'er langsung berjalan ke sudut ruangan yang memancarkan aura paling dingin. Ia duduk bersila, mengabaikan Ye Chen sepenuhnya. Udara di sekitarnya seketika membeku, menciptakan lapisan es yang membentuk teratai biru di bawah tubuhnya.

​Ye Chen mendengus pelan, memilih sudut yang berlawanan. Ia menancapkan Pedang Bintang Merah ke lantai, dan seketika itu juga, api keemasan meledak mengelilinginya, menahan hawa dingin yang dipancarkan oleh adik seperguruannya itu.

​«Bocah, jangan lengah,» suara Tetua Yan bergema di benak Ye Chen. «Gadis itu adalah monster. Fisik Dewa Es-nya menyerap energi spiritual seperti lubang hitam. Jika kau tidak berlatih sepuluh kali lebih keras dari sebelumnya, kau akan tertinggal jauh dan benar-benar menjadi 'pelayan' baginya!»

​"Aku tahu, Tetua Yan," gumam Ye Chen, matanya berkilat penuh tekad. "Aku adalah Murid Utama. Aku tidak akan membiarkan Guru kecewa. Jika dia monster, maka aku akan berlatih hingga melampaui monster!"

​Di dalam Menara Waktu, satu hari di luar setara dengan sepuluh hari di dalam. Mereka memiliki waktu satu bulan di dunia luar, yang berarti mereka memiliki tiga ratus hari penuh untuk berkultivasi di dalam menara ini! Kompetisi gila antara Es dan Api secara resmi dimulai.

​Di dalam Aula Utama Sekte.

​Lin Xuan duduk santai di takhtanya. Ia tidak mempedulikan persaingan murid-muridnya; sebaliknya, itu justru yang ia harapkan. Persaingan akan menghasilkan kemajuan pesat, dan kemajuan pesat berarti hujan umpan balik kultivasi baginya.

​"Sistem, keluarkan Jubah Ketua Sekte Abadi dan Pedang Pemutus Karma," perintah Lin Xuan.

​[Mengeluarkan hadiah pencapaian...]

​Sebuah cahaya keemasan menyelimuti tubuh Lin Xuan. Jubah Ilusi Surgawi versi percobaan yang selama ini ia pakai hancur menjadi titik-titik cahaya, langsung digantikan oleh pakaian yang jauh lebih agung.

​Jubah baru ini berwarna putih salju yang terbuat dari Sutra Awan Ilahi, ditenun dengan benang emas yang membentuk formasi pertahanan tak kasat mata. Di bagian punggungnya, terukir rasi bintang yang seolah bergerak mengikuti pergerakan kosmos.

​[Jubah Ketua Sekte Abadi (Pasif):]

[1. Ilusi Sempurna: Secara otomatis menyembunyikan atau memalsukan tingkat kultivasi pemakai. Tidak ada entitas di bawah Ranah Dewa yang bisa menembusnya.]

[2. Pertahanan Absolut: Mampu menahan tiga serangan fatal dari ahli di alam yang satu tingkat lebih tinggi dari pemakai, mereset setiap 24 jam.]

[3. Aura Keagungan: Memberikan tekanan psikologis pasif (Fear/Awe) kepada siapa pun yang memandang Tuan Rumah.]

​"Luar biasa..." gumam Lin Xuan sambil merapikan lengan bajunya. Sekarang ia tidak perlu lagi khawatir jubah trial-nya kedaluwarsa.

​Selanjutnya, sebuah pedang panjang tanpa sarung melayang di depannya. Pedang itu tampak sangat sederhana, terbuat dari material yang menyerupai kayu hitam kuno yang hangus. Bilahnya tidak memantulkan cahaya, dan sama sekali tidak memancarkan ketajaman fisik.

​Namun, saat Lin Xuan memegang gagangnya, ia merasa jiwanya terhubung dengan jaring tak kasat mata yang mengikat seluruh alam semesta.

​[Pedang Pemutus Karma (Item Khusus):]

[Fungsi: Pedang ini tidak menebas daging, melainkan menebas benang karma dan takdir. Jika seseorang dibunuh dengan pedang ini, seluruh jejak eksistensinya di masa lalu, masa kini, dan reinkarnasinya di masa depan akan terhapus. Sangat efektif untuk melawan musuh yang memiliki teknik kebangkitan jiwa atau jimat pelindung nyawa.]

​Lin Xuan menarik napas dingin. "Ini bukan senjata penyerang biasa. Ini adalah tombol delete untuk menghapus manusia dari server kehidupan!"

​Ia menyimpan pedang mengerikan itu ke dalam Dantian-nya, membiarkannya dipelihara oleh energi Jiwa Baru Lahir miliknya. Setelah merasa aman, Lin Xuan teringat pada satu fasilitas lagi yang belum ia bangun.

​"Sistem, bangun Kolam Pemandian Darah Naga di gunung belakang!"

​GEMURUH!

​Area di balik Aula Utama, yang terhubung langsung dengan sumber Vena Spiritual Kelas Surga, terbelah perlahan. Sebuah kolam pemandian batu yang sangat luas terbentuk. Di tengah kolam, patung sembilan kepala naga menyemburkan cairan kental berwarna merah keemasan yang mendidih.

​Cairan itu bukanlah darah naga asli, melainkan esensi langit dan bumi yang telah dikondensasikan sistem meniru kemurnian garis keturunan naga purba. Panasnya cukup untuk melelehkan baja, dan energi pembentuk tulangnya sangat brutal.

​Lin Xuan menggunakan indera spiritualnya untuk mengirimkan pesan telepati menembus Menara Waktu.

​"Chen'er, Yue'er. Jika kalian telah mencapai kemacetan kultivasi, keluarlah sejenak. Guru telah membuka Kolam Darah Naga di gunung belakang. Rendam tubuh kalian di sana untuk menempa fisik abadi. Ingat, hanya yang memiliki kemauan baja yang bisa bertahan dari rasa sakitnya."

​Di dalam Menara Waktu, Ye Chen dan Su Yue'er membuka mata mereka secara bersamaan. Kilatan kompetitif kembali memercik di udara. Siapa pun yang bisa bertahan lebih lama di Kolam Darah Naga, dialah yang lebih unggul!

​Waktu berlalu layaknya panah yang melesat.

​Satu bulan di dunia luar mungkin terasa singkat bagi para kultivator yang sering melakukan mediasi tertutup selama bertahun-tahun. Di berbagai penjuru Benua Langit Surgawi, ratusan sekte sibuk mempersiapkan murid-murid terbaik mereka. Jimat dibagikan, senjata pusaka diwariskan, dan pil penembus batas ditelan. Semua demi kejayaan di Turnamen Seratus Sekte.

​Di Gunung Bintang Jatuh, satu bulan berarti tiga ratus hari penderitaan dan penempaan ekstrem bagi dua murid Lin Xuan.

​Mereka berlatih seperti orang gila. Saat energi Qi mereka habis, mereka pergi ke Kolam Darah Naga. Saat tubuh mereka hancur dan melepuh akibat energi brutal naga, mereka menyeret tubuh mereka ke Paviliun Alkimia Surgawi untuk memakan pil penyembuh, lalu kembali masuk ke Menara Waktu.

​Siklus ini berulang puluhan kali.

​Hingga akhirnya, di pagi hari pada hari ketiga puluh.

​KREEEK...

​Pintu perak Menara Waktu perlahan terbuka. Kabut debu menyapu keluar dari dalam, membawa dua aliran aura yang langsung membengkokkan hukum alam di pelataran sekte.

​Di sebelah kiri, Su Yue'er melangkah keluar. Tubuhnya melayang beberapa inci dari tanah. Gaun biru esnya berkibar tanpa angin. Setiap tempat yang dilewatinya langsung tertutup oleh lapisan es tipis yang membiaskan cahaya pelangi. Auranya tidak lagi berada di Ranah Pembangunan Yayasan.

​Ia telah menembus kemacetan, membentuk Inti Emas elemen Es murni di dalam Dantian-nya! Ranah Inti Emas Tingkat 2!

​Di sebelah kanan, Ye Chen melangkah keluar dengan langkah berat yang membuat bumi bergetar. Kulitnya kini memancarkan kilau perunggu samar—bukti bahwa fisiknya telah menyerap esensi Kolam Darah Naga hingga batas maksimal. Api yang keluar dari napasnya membakar ruang hampa.

​Ye Chen juga tidak mau kalah. Di dalam Dantian-nya, sebuah Inti Emas elemen Api bersinar terang benderang. Ranah Inti Emas Tingkat 2!

​Dua ahli Inti Emas yang bahkan belum genap berusia enam belas tahun! Jika berita ini tersebar ke dunia luar, seluruh Ketua Sekte di Benua Langit Surgawi akan memuntahkan darah karena putus asa! Rata-rata jenius terbaik dari sekte papan atas paling hebat hanya berada di tahap akhir Pembangunan Yayasan saat mengikuti turnamen.

​"Sangat lambat," ejek Su Yue'er dingin tanpa menoleh pada Ye Chen. "Aku menembus Inti Emas tiga hari lebih cepat darimu di dalam menara."

​"Cih," Ye Chen mengusap hidungnya. "Cepat bukan berarti kuat. Fisik Api Surgawi milikku dan fondasi Darah Naga-ku akan menghancurkan Inti Emas rapuhmu dalam tiga pukulan."

​Sebelum mereka bisa mulai berdebat lagi, sebuah tepuk tangan pelan terdengar dari atas tangga Aula Utama.

​Lin Xuan berdiri di sana, memandang kedua muridnya dengan senyum puas. Berkat terobosan ganda mereka, umpan balik sistem telah mendorong tingkat kultivasi Lin Xuan dengan liar. Saat ini, Lin Xuan berada di Puncak Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul), selangkah lagi menuju Ranah Transformasi Dewa!

​"Kalian tidak mengecewakanku," ucap Lin Xuan, suaranya dipenuhi Otoritas yang membuat Ye Chen dan Su Yue'er langsung menunduk hormat. "Fondasi kalian kokoh. Namun, menyimpan pedang tajam di dalam sarung selamanya adalah sebuah kesia-siaan."

​Lin Xuan mengangkat kepalanya, menatap ke ufuk timur di mana matahari baru saja terbit.

​"Hari ini adalah pembukaan Turnamen Seratus Sekte di Puncak Kuali Naga," lanjut Lin Xuan. "Sekte-sekte fana itu mungkin telah melupakan nama Bintang Jatuh. Mereka berpikir bahwa mengirim selembar dekrit konyol cukup untuk memerintah kita."

​Lin Xuan menjentikkan lengan bajunya. Ia telah menggunakan sisa Poin Sektenya malam sebelumnya untuk membeli sebuah kendaraan dari Toko Sekte Tingkat Menengah.

​WUUUUUUSSSHH!

​Langit di atas Gunung Bintang Jatuh tiba-tiba terbelah. Lautan awan berputar liar saat sebuah bayangan raksasa turun dari lapisan atmosfer.

​Mata Ye Chen dan Su Yue'er melebar. Bahkan Tetua Yan di dalam cincin pun ternganga.

​Sebuah kapal raksasa sepanjang tiga ratus meter, terbuat dari Kayu Ilahi yang memancarkan cahaya keemasan, perlahan turun melayang di udara. Layarnya terbuat dari sutra awan bercahaya, dan di moncong kapal, terukir kepala naga yang seolah hidup. Meriam-meriam Qi yang dapat menghancurkan gunung terpasang berjejer di sisi lambung kapal.

​[Kapal Awan Penakluk Surga ]

[Tingkat: Artefak Terbang Kelas Surga Tingkat Puncak.]

[Kecepatan: Seratus ribu mil per hari. Mampu menahan serangan dari ahli Ranah Jiwa Baru Lahir.]

​"Ayo naik," perintah Lin Xuan santai, seolah kapal perang udara seharga sebuah negara itu hanyalah kereta kuda biasa baginya.

​Ye Chen dan Su Yue'er melompat naik ke dek kapal, diikuti oleh Xiao Hei yang berlari riang sambil menggigit tulang naga mainannya. Lin Xuan mendarat di haluan kapal, jubah putihnya berkibar heroik ditiup angin ketinggian.

​"Kita berangkat menuju Puncak Kuali Naga. Mari kita beritahu dunia fana... bahwa Sekte Bintang Jatuh telah kembali."

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!