NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara
Popularitas:400.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Semua Perbincangan Itu Didengar Nayra

     Nayra memarkirkan motornya di depan kafe bernuansa alam itu. Hatinya mendadak punya tekad kuat untuk mengetahui dengan siapa sebenarnya Ardana di dalam kafe itu?

     Kaki Nayra sudah menapaki teras kafe, ia mulai mencari sosok Ardana di mana. Tepat di meja ujung paling kanan, Nayra melihat dengan jelas suaminya berada di sana bersama salah satu rekan kerjanya. Kemudian di depan Ardana, duduk salah satu perempuan. Nayra menduga kalau perempuan itu adalah Tiana, perempuan yang diakui Ardana sebagai pasien gangguan psikis atau mental.

     Wajah perempuan itu kurang jelas, namun Nayra bisa melihat bahwa perempuan itu terlihat cantik dan modis, tidak terlihat seperti seseorang yang mengalami gangguan psikis seperti yang dikatakan Ardana padanya.

     "Apa aku harus mendekat?" gumamnya sambil berpikir dan mencari cara.

     Nayra kini sudah duduk selisih dua meja dari meja yang diduduki Ardana dan rekannya serta perempuan itu. Ia menajamkan pendengarannya ke arah meja itu. Untung saja tadi dari rumah, Nayra memakai jaket yang memiliki kuncung di kepalanya, sehingga kini ia bisa menyamarkan diri dengan menutupi kepala dengan kuncung jaket, dan mulut di tutup dengan ujung pashmina yang masih lebar, sehingga menyerupai cadar.

     "Kondisi Mbak Tiana saat ini dalam keadaan lebih baik. Tapi, saya harap lakukan kontrol dan cek setiap dua minggu sekali sesuai jadwal ke RSAU." Pria di samping Ardana berbicara, sepertinya dia seorang dokter.

     "Baik dokter. Tapi, apa boleh saya bergadang sampai malam? Rasanya saya masih belum bisa melepaskan kebiasaan saya yang satu itu?"

     "Jangan dong Tia, kamu dengar kan apa kata dokter Arka barusan. Kondisi kamu saat ini sedang lebih baik. Kalau kamu begadang, maka tingkat stres kamu akan meningkat. Kamu bisa kalap dan lupa akan diri kamu sendiri," cegah Ardana tegas tapi terdengar sangat lembut.

     "Benar apa yang dikatakan Letnan Arda, Mbak Tia jangan lagi bergadang kalau memang ingin betul-betul sembuh. Ok, pertemuan kita hari ini selesai. Saya akan kasih kamu obat penenang apabila kamu sedang mengalami tingkat stres yang tinggi." Dokter Arka yang masih tentara juga, memberikan sebuah resep obat penenang untuk Tiana.

     Tiana menerima secarik resep itu, lalu memasukkan ke dalam saku jasnya. "Terimakasih dokter," ucap Tiana.

     "Sama-sama. Jangan lupa jadwal terapinya tidak boleh terlewat. Kalau terlewat, maka Mbak Tia harus mulai dari awal lagi," peringat dokter Arka sambil berpamitan lebih dulu dari kafe itu.

     Nayra bisa mendengar semua percakapan di meja itu. Kini, setelah dokter Arka pergi, hanya ada Ardana dan Tiana di sana.

     Setelah dokter Arka pergi, Tiana tiba-tiba berdiri dan pindah tempat duduk di samping Ardana. Tangannya dengan cepat merayap ke atas meja menyentuh jemari Ardana.

     "Tia, jangan begini. Nanti orang-orang melihat." Ardana terdengar risih karena takut terlihat orang-orang.

     "Aku hanya ingin bersandar di bahumu, Mas. Setiap aku bisa bertemu kamu dan bersandar di bahu kamu, aku merasa nyaman dan tenang," ungkap Tiana sambil bersandar di bahu Ardana tanpa segan.

     Ardana tidak bisa mencegah, dia selalu teringat pesan rekannya dokter Arka tadi, bahwa untuk kesembuhan Tiana salah satunya lewat sikap yang lembut dan diikuti apa maunya.

     "Mas, gimana dong dengan hubungan kita. Aku pastikan sembuh jika kita kembali bersama, dan kamu menikah denganku," rengek Tiana sambil merapatkan tubuhnya di samping Ardana.

     Nayra terkejut, hampir saja ia berteriak. Untung dengan cepat tangannya sigap menutup mulut.

     "Dengar Tiana Sayang, biarkan hubungan kita seperti ini dulu. Kamu tahu aku sudah menikah, dan pernikahan kami kuat secara negara dan kedinasan. Terlebih pernikahan ini memiliki restu yang kuat dari kedua orang tua kami. Jadi, Mas nggak bisa janjikan akan seperti apa hubungan kita nanti."

     "Mas Arda tega banget. Lihat aku, aku seperti ini karena Mas Arda. Mas lebih memilih perempuan yang dijodohkan orang tua Mas. Mas Arda tidak memikirkan perasaanku," tukas Tiana. Wajahnya berubah merah.

     Ardana buru-buru meraih tangan Tiana, ia was-was kalau Tiana emosinya tidak terkontrol, maka Tiana akan kembali stres.

     "Ok, ok. Tenangkan pikiran kamu, ya. Coba dengarkan Mas sebentar. Kamu harus tenang dan jangan selalu emosi," bujuk Ardana lembut. Dia benar-benar menjaga perasaan Tiana, sebab kalau tidak begitu Tiana akan mudah down.

     Nayra menghela napas dalam, dadanya terasa sesak. Ardana sangat beda dalam memperlakukannya. Kepada Tiana, dia begitu lembut dan penuh kemesraan dan kasih sayang. Sementara padanya, dingin dan datar tanpa kemesraan.

     "Mas, bisa mungkin Mas ajukan cerai saja dengan alasan bahwa istri Mas Arda tidak bisa memberikan keturunan."

     Ardana tersentak, begitu juga Nayra. Berani sekali Tiana bicara seperti itu. Lalu apa respon Ardana, di sini Nayra ingin tahu.

     "Nggak gitu juga Tia Sayang, Mas nggak bisa ambil keputusan yang gegabah. Permintaan cerai karena istri belum bisa hamil, perlu bukti kuat. Harus benar-benar ada pemeriksaan dan bukti dari dokter kalau istri tidak bisa memberikan keturunan," terang Ardana sembari perlahan melepaskan tubuh Tiana yang bersandar di bahunya.

     "Hahhhh...Mas Arda bukannya tidak mencintai dia, tapi kenapa seperti berat menceraikannya. Apa Mas sekarang mulai mencintainya?" telisik Tiana curiga.

     "Lagipula sudah tiga tahun dan dia belum hamil-hamil, ini suatu bukti kalau istri Mas Arda tidak bisa memberikan keturunan," lanjut Tiana ngotot.

     "Mas itu bilang aku belahan jiwa, Sayang, dan lain-lain, tapi apa buktinya? Menceraikan istri yang tidak dicintai saja susahnya minta ampun?" racau Tiana tanpa jeda. Membuat Ardana pusing kepala.

     Ardana kalang kabut harus memberi alasan apa? Kalau bukan karena saran dokter Arka, saat ini dia pasti sudah katakan kalau semua kata-kata itu hanya agar Tiana cepat sembuh dan tidak down lagi.

     "Tia, tenang dulu. Duduk dulu yang rapi. Jangan tegang begini. Kalau kamu tidak tenang, Mas khawatir kamu kambuh lagi. Untuk itu kamu harus ikuti saran dokter Arka. Kamu paham, bukan?"

     "Lagian, kenapa Mas Arda dulu malah menerima perjodohan itu? Bukannya setia menunggu aku?" Tiana kembali mengungkit perjodohan Ardana dan Nayra.

     Ardana terdiam untuk beberapa saat, ia benar-benar bingung harus mengatakan apa. Namun, Ardana harus katakan alasan kenapa dia akhirnya menerima perjodohan itu.

     "Saat itu, Mas sangat bingung. Mas juga sempat menolak permintaan Mama. Tapi, kamu begitu sulit dihubungi, bahkan komunikasi kita hilang begitu saja. Mas didesak terus, apalagi Mama dan Papa terang-terangan tidak setuju Mas menikah dengan kamu karena kamu seorang pramugari. Mas bingung dan jenuh karena kamu hilang kontak. Akhirnya Mas terpaksa memutuskan menerima perjodohan itu," jelas Ardana apa adanya.

     "Mas, maafkan aku. Karena saat itu karir aku tengah melesat. Aku terpaksa memutuskan kontak, karena aku ingin fokus dengan karir aku. Aku pikir kamu akan setia, tapi setelah dua tahun, aku justru mendengar kabar pernikahanmu. Aku sangat kecewa," balas Tiana sedih.

     "Sekarang aku kembali, Mas. Apa kamu tidak kasihan melihat aku begini dan sewaktu-waktu stres dan bahkan bisa saja aku bunuh diri. Itu semua karena kamu. Kalau kamu tidak ingin aku seperti itu, cari cara agar kamu bisa cerai dengan istrimu," lanjut Tiana lagi.

     Nayra perlahan berdiri, dia sudah tidak tahan lagi berada di sana dan mendengar semua ocehan dan perdebatan Ardana dengan Tiana. Nayra keluar dari meja. Namun, tidak diduga, kaki kirinya tersangkut kaki meja sehingga dia terjerembab dan jatuh.

     "Aduhhh...."

     Ardana dan Tiana terkejut, lalu dengan sigap Ardana menghampiri Nayra yang terjerembab.

     "Dek, kamu kenapa?" sapa Ardana, dia menyebut Adik karena Nayra terlihat seperti seorang anak kuliahan.

     "Mas Arda...."

     Ardana terkejut, kala menyadari kalau suara itu ternyata suara Nayra.

     Nayra segera bangkit sebelum Ardana sampai membantunya. Nayra berlalu dari tempat itu dengan air mata membasahi pipi.

     "Nayra...." panggil Ardana. Nayra tidak peduli, ia terus berlari keluar kafe.

Jangan lupa dukungan dan follow ya!

1
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up Thor?
Ita rahmawati
ini mau lanjut LG GK sih Thor 🤦
Lina Zascia Amandia: Nanti ada lanjutannya dua bab ya. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Agustin
sebaiknya cerai sj bt kebaikan semua, nayra yakinlah pasti akan mendapatkan pria yg lbh baik dan mencintaimu,ga usah mengharap org yg ga mencintai akan lbh menyakitkan
Lina Zascia Amandia: Udah tamat Kak.. Baca sampai tamat ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
mie_moet
lha kok tama bisa2nya mau bantu meluruskan kan nanti jadina salah paham berkepanjangan🙄
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Lina Zascia Amandia: Makasih byk Kak...
total 1 replies
Ellya Muchdiana
ceritanya. bagus tidak bertele tele
Lina Zascia Amandia: Mksh byk Kak...
total 1 replies
yeni kusmiyati
jangan sombong nay ,batas kesabaran juga ada batasnya ,ardana sudah berusaha minta maaf Dan memeperbaikinkeadaan ,jangan terlalunkeras kepala
dora
ih ko gitu sih istri lg sakit jg
Ellya Muchdiana
si Ardha kebanyakan mikirin perempuan gila tuh si Tiana, sampai lupa ulang tahun mamanya dan isterinya pergi entah kemana
Ellya Muchdiana
masa perwira AU mau sama perempuan dengan gangguan mental,,, mikir Ardhana,,, isteri di rumah lebih dari baik dari perempuan masa lalu dengan gangguan mental,,,
Anifa
ribet banget
Anifa
oon banget
Anifa
dikit2 mewek dikit2 mewek klo mau pergi ya pergi aja karakter penulis nya banget, dikit2 mewek 🤮🥴
Lina Zascia Amandia: Ihhh Kakak sok tahu. Datang sini ke Lembang biar ketemu sy, dan lihat apakah sy suka nangis, ohhh no. Ini hanya kisah novel Kakak.
total 1 replies
Anifa
prett lah bacot ae, dikit dikit mewek 🤮🤮🤮🤮🥴🥴🥴🥴
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk..... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anifa
kirain dh pergi eh ternyata masih stresss nungguin Arda kek cacing 🤮
yeni kusmiyati
semangat thor
kimiatie
hadir Thor
Lina Zascia Amandia: Mksh Kak, lanjut sampai tamat ya.
total 1 replies
Pustanty
Halahh ardan, omonganmu basi.
tau ulet keket habis keguguran
lgi bilang gak sudi
kmrn² lupa ma istri...
Pustanty
ceritanya ngadi2 bgt.. sekelas dokter kejiwaan ko bisa disetir sm. pasien...
Lina Zascia Amandia: Hehhehe.... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Tamirah
Seorang istri yang merasakan sikap suami lain dari biasanya itu pun bukan hanya beberapa hari saja,namun lebih dr beberapa bulan jelas sdh gak normal alias ada perselingkuhan.
jadi istri jangan pasrah cari bukti yg lain yg suami gak bisa mengelak lagi,toh sdh kedapatan pakaian suami bau parfum lain . Kalau sdh dpt bukti langsung minta cerai , kalau gak mau yg balik gugat cerai,buat apa dipertahankan rumah tangga yg sdh gak sehat.walau ini cerita halu tapi didunia nyata banyak sekali peristiwa spt Ini.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, jumpa lagi dgn Kakak Tamirah. Udah kgn karya sy disambangi Kakak. Selamat dtg ya Kak, semoga betah sampai tamat... 🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!