Dari tidak terbiasa sampai akhirnya menjadi sangat terbiasa..
Oh ya ampun aku terpesona dengan ketampanan nya dan akhirnya aku bisa mendapatkan nya. Tetapi, kenapa dia memutuskan hubungan secara sepihak begini. Tidak bisa di biarkan!aku akan membuatnya menyesal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Kami pun akhir nya sampai di depan kantor yang ternyata sudah penuh dengan ketua kelas dan wakil kelas berbaris dengan rapi nya.
Risa sempat melihat dari kejauhan ada Risti yang melihat dan seperti mengawasi Risa. Risa mengerti, Risti bersikap seperti itu pasti lah karena dia tidak suka Risky dekat seperti ini dengan nya.
"Lebih baik aku menjauh saja dari Risky, aku tak ingin mencari masalah dengan nya" gumam Risa di dalam hati nya sembari mencari barisan yang lumayan berjarak dari Risky. Tetapi baru saja beberapa langkah Risa menjauh, Risky langsung menarik tangan nya dan menahan Risa.
"Mau kemana?" tanya Risky yang membuat Risa menjadi bingung bagaimana harus bersikap.
"Mau baris di situ" jawab Risa sembari mengalihkan pandangan yang sesekali memperhatikan Risti yang terlihat begitu kesal dari kejauhan.
"Di sini aja" ucap Risky menahan dan terus saja memegang tangan Risa hingga membuat Risa tak bisa menolak dan mengurungkan niat nya untuk baris berjauhan dengan Risky.
Sesekali mata Risa memperhatikan tangan Risky yang terus saja tak melepaskan tangan nya dari memegang tangan Risa..
Sesekali juga Risa melirik pada Risti yang masih saja berdiri dan mengawasi mereka. Terlihat Risti begitu tidak menyukai apa yang di lakukan Risky itu pada nya.
"Kenapa rasa nya begitu berat untuk melepaskan tangan Risky ini" batin Risa sembari tertunduk.
"ky.." ucap Risa dengan pelan dan mungkin yang Risky saja yang mendengar suara nya.
"Iya?" tanya Risky yang kini memperhatikan Risa dengan menunduk dan mereka saling bertatapan untuk waktu beberapa saat.
"Kamu tidak lihat kah? di sana Risti menatap ku dengan seperti itu dia pasti akan semakin merasa kesal dengan ku sekarang" ucap Risa sembari tertunduk dan menatap ke hal yang lain.
Setelah mendengar ucapan Risa. Risky pun dengan segera melepaskan tangan nya yang sedari tadi dia pegang untuk menahan Risa agar tetap bersama nya. Risky mulai menjaga jarak dan menjauh dari Risa hingga membuat Risa hanya diam saja.
"Dia bukan milik mu, dia memang tak ada rasa dengan mu Risa" batin Risa yang kini sudah terasa tidak karuan. Risa tak bisa lagi kembali fokus mendengar kan, karena sibuk untuk menangkan hati nya.
Bahkan dari awal pembahasan hingga akhir Risa tidak sama sekali mendengarkan apa saja arahan yang di berikan tadi.
Risa terus saja terdiam dan melamun.
Hingga barisan sudah bubar pun sampai-sampai dia tidak menyadari nya.
"Risa" teriak Risky yang langsung membuat Risa tersadar.
"Hah?" ucap Risa ketika menyadari sudah tidak ada orang yang berbaris di depan kantor ini lagi.
"Kamu dari tadi gak dengerin arahan nya ya?" tanya nya yang kini melangkah mendekat pada Risa.
"Dengar kok" jawab Risa sembari mendorong pelan tubuh Risky agar menjauh dari nya, dengan segera Risa pun berjalan lebih dulu meninggalkan Risky.
"Kenapa sih dia" ucap Risky yang mungkin masih bisa di dengar oleh Risa yang berjalan semakin cepat meninggalkan Risky.
Saat ini ingin sekali rasa nya Risa berteriak dan mengatakan apa yang dia rasa kan tepat di depan wajah Risky itu.
"Berhenti untuk berpura-pura baik pada ku, jangan memberi ku harapan lagi jika kamu tak pernah bisa memberikan rasa mu pada ku" gumam Risa sembari terus berjalan menuju kelas dan berusaha menahan rasa sakit yang begitu mendalam di hati nya.
"Kamu gapapa sa, kamu pasti bisa lupain dia" batin Risa menghibur diri nya.
Aku buru-buru melangkah dan berjalan lebih dulu meninggalkan nya tadi kini telah sampai di kelas. Karena Risa yang lebih dulu datang akhir nya Risa lah yang di sambut dengan banyak nya pertanyaan dari teman-teman sekelas nya yang sudah lama menunggu.
"Gimana, apa aja tadi arahan nya?"
"Kita dapat kartu gak?"
"Apa udah boleh pulang sekarang?"
"Tempat duduk nya besok di mana aja?"
"Mapel ulangan nya di bagi gak?"
Begitu lah satu persatu pertanyaan dari mereka yang membuat Risa terdiam bingung. Bagaimana Risa bisa menjawab pertanyaan mereka itu, sedangkan saat arahan tadi saja Risa tidak tahu apa saja arahan dan pembahasan nya.
"Ini lah akibat nya kalau kamu terlalu memikirkan hubungan mu dengan mantan" batin Risa menghela nafas dan mengontrol diri nya agar tetap bisa merasa tenang.
( cinta dan benar2 cinta )
berarti kamu benci (bener2 cinta ) sama aku tp tulus ga kira2 ?
lanjut yaa semangat