NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:265
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya Ketahuan

Dewi Rosita, nama yang cukup familiar bagi Amanda. Nama yang selama dua hari ini sangat ingin ia temui. Namun, keadaan tak memperbolehkannya untuk bertemu dengan beliau. Akibat terbentur oleh peraturan yang melarangnya untuk masuk ke dalam lingkungan rumahnya.

"Jadi, kamu anaknya bu Rosita." ucap Amanda, yang akhirnya membuat Raisa terdiam seketika, seolah sudah ketahuan.

"Duh, ketahuan deh." balas Raisa tersenyum menatap Amanda. Kali ini, ia benar-benar tak bisa mengelak lagi.

"Padahal kita sudah sering bertemu disekolah ya, tapi bu Amanda baru tahu kalau kamu anak dari direktur yayasan sekolah." Amanda akhirnya tahu siapa mama Raisa.

"Hehe, iya maaf, bu. Soalnya saya memang sengaja menyembunyikannya demi kehidupan sekolahku." jujur Raisa pada akhirnya.

"Kalian sedang membicarakan soal apa?" tanya Aqila saat mendengar obrolan keduanya.

"Bukan apa-apa kok, ini cuma soal sekolah aja." Raisa terlihat enggan untuk menjelaskan dan justru kembali melanjutkan makan.

"Kami sedang membicarakan soal Bu Rosita." Amanda yang akhirnya menjawabnya.

"Tante Ros? Kenapa dengan dia?" panggilan yang cukup akrab dari Aqila.

"Sebenarnya saya ingin bertemu dengan beliau." Amanda kembali menjawab.

"Anda ingin bertemu dengan mama saya?" Reihan yang sebelumya diam, ikut memberikan suaranya.

"Benar, karena saya ingin membicarakan soal masalah yang terjadi disekolahan." ujar Amanda, yang akhirnya menatap ke arah Reihan.

"Memangnya sekolah ada masalah apa sampai kamu harus mendatangi tante Ros?" Aqila kembali ikut campur.

"Saya ingin membahas soal kasus perundungan yang semakin parah disekolah. Karena sudah banyak anak yang menjadi korbannya, salah satunya murid yang saat ini sedang dirawat dirumah sakit Mutiara Medika." Amanda menjelaskan alasannya ingin bertemu bu Rosita.

"Wow, parah juga." seru Aqila tak menyangka.

"Sepertinya ini juga pernah dibicarakan sama Raisa sebelumnya." ucap Reihan yang mengingat hal ini pernah dikatakan oleh sang adik.

Amanda melirik ke arah Raisa. Barulah ia paham mengapa berita ini bisa sampai ditelinga direktur yayasan, meski pihak sekolah tidak melaporkannya pada beliau. Entah mengapa ia menjadi lega, setidaknya tanpa perlu ia bicara dan mendatangi direktur yayasan, mungkin kasus masalah yang terjadi disekolah akan di usut dengan tuntas, terlebih ada Raisa yang bisa menjadi saksinya.

"Saya turut prihatin dengan apa yang terjadi pada murid anda yang sedang dirawat, semoga keadaanya semakin membaik dan saya juga berharap masalahnya bisa cepat selesai." ucap Reihan dengan tulus memberi semangat.

"Terimakasih atas perhatiannya, pak dokter." balas Amanda tersenyum merasa berterimakasih.

Ini adalah pertemuan kedua antara Amanda dan Reihan. Sebelumnya mereka pernah bertemu secara tidak sengaja dirumah sakit dan tak pernah menyangka akan kembali bertemu, hingga makan disatu meja yang sama seperti ini. Walau Amanda tak yakin apakah Reihan masih mengingatnya.

Interaksi tipis antara Amanda dan Reihan lakukan, entah mengapa membuat Aqila jadi tak suka.

"Bu Amanda tadi bilang pernah datang kerumah kami, kan? Kenapa malah tidak bisa masuk?" Raisa menyela obrolan.

"Katanya sih karena bu Amanda belum membuat janji sama mama kamu." balas Amanda.

"Emang rumah kita seketat itu ya, kak?" Raisa bertanya pada kakaknya dengan ekspresi bingung.

"Mungkin pak Agus hanya berhati-hati sama orang yang baru dikenal." Reihan mencoba mencari penjelasan yang bijak.

"Hem... nanti kalau aku ketemu sama pak Agus lagi, aku bakal marahin dia karena tidak memberikan izin bu Amanda lewat." gerutu Raisa.

"Tidak apa, beliau melakukan itu juga untuk kebaikan." Amanda mencoba membela security yang bernama pak Agus itu. "Dan, sepertinya juga, bu Amanda tidak perlu lagi mendatangi rumah kamu, untuk bertemu bu Rosita." ujarnya lagi.

"Eh, kenapa begitu? Kan, bu Amanda belum sampai ketemu sama mama?" Raisa bertanya bingung.

"Sebenarnya hal yang ingin ibu minta pada beliau adalah dengan mengadakan komite disiplin dan sekarang sudah beliau lakukan, jadi menurutku ini sudah cukup, jadi tidak perlu mendatangi beliau lagi."

Amanda merasa tugasnya sudah selesai, dan untuk sekarang ia akan serahkan sepenuhnya pada bu Rosita, selaku direktur yayasan sekolah. Amanda hanya berharap beliau bisa menegakkan keadilan bagi para korban.

"Tidak bisa! Bu Amanda harus bertemu sama mama." tiba-tiba Raisa setengah berteriak, membuat Amanda jadi bingung.

"Kan beritanya sudah sampai ditelinga beliau? Jadi, untuk apa bu Amanda bertemu dengan mama kamu?" Amanda menatap Raisa dengan tatapan meminta penjelasan.

"Duh, mama saya lagi pusing memikirkan masalah ini, bu. Soalnya mama Karina dan Sofia tuh nggak mau mereka dikeluarkan dari sekolah, makanya rapatnya ditunda dulu sampai mama selesai menyelidikinya lagi." keluh Raisa yang ikut merasa kesal dengan situasi sekolah.

Amanda sudah bisa memprediksi rapat tidak akan berjalan mudah. Tapi, ia tak bisa membayangkan bahwa hal ini bisa sampai membuat bu Rosita pusing dengan tekanan yang dilakukan oleh orang tua Karina dan Sofia.

"Jadi, bu Amanda harus berbicara sama mama, siapa tahu bu Amanda bisa membantu mama buat membereskan masalah ini?" kata Raisa.

"Tapi, bu Amanda bahkan sudah tidak mengajar disekolah itu lagi, jadi apa yang bisa bu Amanda bantu untuk mama kamu?"

Amanda tak memiliki kuasa untuk bisa membantu, yang bisa ia lakukan bahkan untuk membantu muridnya yang menjadi korban perundungan justru bergantung sepenuhnya pada direktur yayasan sekolah, yang semoga beliau bisa menegakkan keadilan bagi para korban. Jadi, ia sendiri bingung harus membantu dalam hal apa lagi. Jika, direktur yayasan sendiri merasa buntu, bagaimana dengan dia yang tak memiliki kuasa?

"Lho? Kamu sudah berhenti jadi guru?" Aqila kembali berkomentar mendengar Amanda yang tak lagi mengajar.

"Iya, karena saya sudah diberhentikan." jawab Amanda tak ada yang ditutupin.

"Diberhentikan? Kamu membuat masalah, samapai diberhentikan?" nada yang cukup dingin.

Reihan menegur Aqila agar berbicara lebih sopan pada Amanda. Dan, Aqila pun tak jadi bertanya kembali, walau dia penasaran.

"Sebaiknya kita keluar dulu dari restauran, karena tidak enak jika kita mengobrol lebih lama disini." Reihan mengajak semuanya untuk keluar, mengingat mereka sudah menyelesaikan makanan masing-masing.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!