NovelToon NovelToon
My Pet Husband

My Pet Husband

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:93.5k
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Daniella Tan dan Jonathan Gu melakukan pernikahan kontrak untuk menutup berita perselingkuhan Daniella dengan seorang pria beristri.

“Dimana rumahmu?”

“Aku tidak punya rumah.”

“Punya mobil?”

“Tidak punya.”

“Apa pekerjaanmu?”

“Tidak bekerja.”

“Kamu punya apa?”

“Tidak punya.”

Daniella frustasi, dia salah menikahi seorang pria. Meskipun hanya pernikahan pura-pura, seharusnya memilih pria mapan untuk membalas komentar jahat para netizen yang menghujatnya sebagai pelakor.

Namun, kini dia memiliki suami pengangguran yang selalu mengikutinya bagaikan hewan peliharaan. Bagaimana nasib Daniella setelah menikah dengan Jonathan, suami peliharaannya?

Ig : Age_Nairie
Jangan Lupa Like, Love, Vote dan Komentarnya.😊
Age sangat menerima kritik dan saran 🙏 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Via Mimpi

Daniella melebarkan matanya, dengan lantang Jonathan menciumnya. Menyesap bagaikan kopi nikmat di sore hari. Menerobos masuk untuk mengexplore lebih dalam, agar rasa kopi lebih terasa. Rintikan gerimis semakin cepat, menandakan hujan semakin lebat. Air melaju deras membuat laju jantung Daniella ikut terpacu lebih cepat.

Suasana yang dingin, langit yang mendung, membuat perasaan menjadi lebih rapuh, galau dan lelah. Seketika Daniella terpaku, lupa untuk memberontak atas ciuman tanpa persetujuan yang dilakukan oleh Jonathan.

Jonathan menarik pinggang istrinya, mengeratkan pelukannya dan menahan tengkuk istrinya untuk semakin memperdalam ciuman mereka. Daniella seperti terhipnotis yang membuatnya mengikuti alur yang dibuat oleh suaminya. Kopi, roti panggang ditambah dengan madu dihidangkan malam hari. Manis, pahit dan nikmat, membuat malam yang mendung kelabu menjadi cerah ceria. Seperti kondisi Daniella dan Jonathan saat ini, mengusir kepengapan dari hari-hari yang kelabu.

Berita tertangkapnya Evan perlahan pergi sejenak dari memori otak Daniella, takjub dengan ciuman intens yang diberikan oleh Jonathan. Hal baru, yang belum pernah dia coba sebelumnya dan membuatnya ikut terlarut oleh buaian yang diberikan oleh Nathan. Ya, Nathan yang sedang menguasai tubuh Jonathan kini.

...I try not to analyze...

...Kuberusaha tak menganalisa...

...But didn't he blow my mind this time...

...Tapi bukankah dia membuatku takjub kali ini...

...Didn't he blow my mind?...

...Bukankah dia membuatku takjub?...

Sebuah lagu dari Roxette dengan judul milk and toast and honey seolah sesuai dengan kondisi yang sedang dialami oleh Daniella dan Jonathan. Derasnya hujan membasahi dua tubuh yang berdiri di halte bus.

Atap halte bus tidak mampu menahan derasnya hujan. Hujan angin membuat arah hujan tidak turun secara simetris sehingga dua orang yang sedang berciuman, basah seketika.

Perlahan ciuman mereka terlepas, setelah mengalami durasi yang panjang. Daniella tidak sanggup untuk menatap Jonathan, dia menundukkan kepalanya, mencoba menetralisir yang terjadi.

Tangan Nathan terangkat, menjepit dagu Daniella dengan jarinya untuk mendongak menatapnya. “Dirimu hanya milikku, jangan pernah berpikir untuk berlari pada pria lain,” bisik Nathan.

Dirinya belum puas dengan ciuman panas yang baru terlepas beberapa detik. Nathan mendekatkan kembali wajah mereka, untuk menambah durasi ciuman panas yang baru saja terlepas. Namun, suara klakson menggema di telinga keduanya. Sebuah mobil berhenti di depan halte. “Ayo, kita pulang,” ucap Jonathan.

Hey, apa yang kau lakukan? Aku belum selesai! Protes Nathan.

Jonathan tidak peduli teriakan Nathan dalam jiwanya, dia menarik lengan Daniella dan mereka masuk ke dalam mobil. Duduk di kursi belakang. Loading, otak Daniella belum mencerna keadaan. Jonathan hanya diam di kursinya, dia pun tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Mobil perlahan melaju ke arah rumah mereka. Mobil yang berhenti tepat di depan mereka adalah mobil Jonathan yang berstatus mobil dinas. Jonathan membuka jaketnya, dia melampirkan ke pundak Daniella.

Daniella menoleh ke arah Jonathan, dia melepas kembali jaket yang disampirkan oleh Jonathan. “Aku akan semakin masuk angin jika menggunakan jaket basahmu.”

“Oh.” Hanya kata ‘Oh’ yang keluar dari mulut Jonathan, mereka kembali terdiam, tak ada obrolan lagi.

Jonathan mengedipkan matanya, merutuki dirinya yang tidak bisa mengontrol Nathan. Sudah cukup lama Nathan terkubur dalam jiwanya. Namun, akhir-akhir ini sisi gelapnya kembali hadir. Frustasi, depresi, gejolak yang ada dalam diri Jonathan.

Mungkin, dia tidak akan merasa frustasi jika salah satu kepribadian dirinya yang lain sedang tampil tetapi membuat Jonathan melupakan apa yang telah dilakukan oleh Nathan ataupun Jojo. Namun, itu semua hanyalah tinggal angan. Setiap dua kepribadian dirinya yang sedang tampil, dia hanya akan berperan sebagai penonton yang tidak bisa berbuat apapun.

Tidak ada yang bicara hingga mereka sampai di rumah. Mereka langsung masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.

Jonathan masuk ke dalam kamar mendahului Daniella. Sedangkan Daniella singgah ke dapur untuk melepas dahaganya.

Setelah puas menenggak dua gelas air mineral, Daniella beranjak menuju kamarnya. Sebelum masuk ke dalam kamar, kakinya terhenti di depan kamar kedua yang selalu terkunci. Daniella menyerengitkan dahinya, dia lupa menanyakan kepada Jonathan kenapa hanya kamar itu yang terkunci.

Daniella merebahkan tubuhnya ke atas kasur setelah usai membersihkan diri. Dia menyentuh bibirnya sendiri, mengingat kembali ciuman mereka. Tatapan Jonathan, eratnya pelukannya dan juga … ciuman penuh dengan godaan.

Dia menarik bantal yang menjadi penyangga kepalanya dan menutup wajahnya dengan bantal. Ketiga! Itu adalah ciuman ketiga mereka. Dua ciuman sebelumnya hanyalah sebuah kecupan singkat tetapi berbeda dengan ciuman ketiga mereka yang membuat Daniella sulit melupakannya.

Masih tidak percaya atas apa yang terjadi, pintu kamarnya diketuk dari luar. Daniella memejamkan matanya, tidak berniat membuka pintu. Dia yakin yang mengetuk pintu adalah suaminya.

Membiarkan pintu terus diketuk, berharap Jonathan menghentikan ketukannya dan berpikir Daniella telah tidur. Namun, pintu terus terketuk tanpa ada tanda-tanda berhenti mengetuk.

Semakin lama membuat Daniella kesal, dia bangkit dari tidurnya dan membuka pintu itu. Tangan Jonathan yang mengepal hampir saja mengenai wajah Daniella. Beruntung Jonathan bisa menghentikan gerakan tangannya.

“Ada apa?” tanya Daniella memegang daun pintu. Dia menatap Jonathan, berpikir lelaki di depannya akan meminta maaf karena telah berani menciumnya tanpa persetujuan.

Jonathan terdiam, Daniella semakin mengerutkan dahinya.

“Apa kau sedang berpikir bagaimana caranya meminta maaf?” batin Daniella.

Jonathan mengerjapkan matanya sekali. “Malam ini kita belum makan. Apa kau tidak mau memasak?” tanya Jonathan dengan wajah polos.

Daniella hanya bisa mengerutkan keningnya, ucapan yang keluar dari mulut Jonathan tidak sesuai dengan harapannya. “Aku mau beristirahat. Jika kau lapar, masaklah sendiri.”

“Aku tidak bisa memasak,” jawab Jonathan datar.

“Kalau begitu, maka pesanlah. Kau ‘kan punya ponsel, bisa memesan makanan secara online!”

“Tidak mau, aku mau kau yang memasak,” ucap Jonathan memelas. Matanya sendu bagai anjing peliharaan yang memelas, rambut ikal sedikit gondrong sangat menggemaskan.

Daniella menggelengkan kepalanya sekilas, dia tidak mau menuruti keinginan Jonathan. Dia yakin, Jonathan bukan pria idiot yang tidak bisa memesan makanan secara online. Dia harus bisa tega terhadap Jonathan. “Aku tidak akan memasak untukmu.”

“Lalu, aku makan apa?”

“Pikirkan saja sendiri!”

“Aku ingin makanan dari masakanmu.”

“Kalau begitu bermimpilah, aku akan kirimkan makanan via mimpi!” dengus Daniella. Lagi-lagi Jonathan hanya terdiam menampilkan wajah yang memelas. “Pergilah dari kamarku!” lanjutnya.

“Aku tidak akan pergi sebelum kau memasak untukku.” Jonathan terlalu lapar sehingga dirinya bersikeras meminta Daniella memasak untuknya.

“Terserah kau saja!” Daniella langsung membanting pintu dan melemparkan dirinya ke atas kasur, dia tidak peduli dengan Jonathan.

Daniella mulai mengantuk, ingin sekali dirinya mengecek ponselnya. Namun, matanya tak bersahabat. Perlahan mata Daniella tertutup dan mulai terlelap dalam mimpinya. Di tengah malam, Daniella terbangun, rasa haus tiba-tiba menghampirinya.

Daniella bangun dari tidurnya, dengan mata yang belum terbuka sempurna, dia paksakan dirinya melangkah keluar menuju dapur. Dia membuka pintu, dirinya hampir terjatuh karena tersandung sesuatu. Namun, dia masih bisa menstabilkan berdirinya.

Daniella menoleh dan mencari sesuatu yang membuat dirinya tersandung, seketika dia menghela napasnya dalam. Memijat keningnya sendiri, dia melihat Jonathan yang tertidur dalam posisi berjongkok di depan kamarnya.

1
Muriyani Mukoco
bagus ceritanya.. sukses selalu tuk karyanya
Age Nairie: Terima kasih, Kak.
total 1 replies
Endang Sulistia
merinding thor
Endang Sulistia
Daniela bodoh
Endang Sulistia
Luar biasa
Endang Sulistia
mampir
Age Nairie: Terima kasih, Kak. Semoga suka 🙏🥰
total 1 replies
Soleh Jihan
bgus
Dev..
dari judul ku kira ceritanya genre romance comedy..eh ternyata ada romance thriller😱 tapi keren banget ceritanya thor..gk bertele" dan seru🤗
Age Nairie: Terima kasih, Kak. 🙏🥰
total 1 replies
safaana
kirain udah gol malam pertama ternyata jarinya yg bekerja
safaana
Thor knpa laki nya planga plongo gitu
Age Nairie: dilanjut, Kak. nanti ketemu jawaban karakter Jonathan sesungguhnya 😁
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak, telah mampir 🙏🥰😘
total 1 replies
Triny Hadon
thor massa tinggi j 1,88 M😭😭🥲
Erlin
Alhamdulillah ketemu lagi mereka.
Age Nairie: Terima kasih, Kak, telah mampir 🙏😘🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
cerita sebagus ini..
belum banyak yang mampir/Frown/
Age Nairie: Terima kasih telah mampir, Kak. 🙏🥰😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Ran Aulia
terimakasih kak Author , ceritanya buagus 👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Daniella hebat 😍😍😍😍😍
Age Nairie: Terima kasih, Kak. 🥰🥰🥰😘
total 1 replies
a dream
ceritanya menegangkan tp akhirnya happy ending jadi ikut bahagia dgn keluarga kecil jonathan
Age Nairie: Terima kasih Kak 🥰😘
total 1 replies
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
ceritanya bagus 👍👍
Age Nairie: makasih Kak 🥰😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Tini Laesabtini
Aduh Jonathan psikopat ya thor.... Saking melindungi Daniella sampe segitunya.... Hutang budi taruhan nyawa
Helmi Sintya Junaedi
mantap thooor,,, yuk bikin yg baru.... ak tunggu y😍
Age Nairie: Terima kasih Kak supportnya 🙏🥰🥰🥰😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Arini Hidayati
next thorr
Age Nairie: siap Kak 😊🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!