Ariestya reyvand seorang gadis sholeha yg tidak pernah mengenal lelaki manapun kecuali ayah dan keluarganya tiba tiba harus melaksanakan taaruf dgn orang yg baru saja hadir dlm kehidupannya ialah sesosok lelaki tampan dan sholeh yg bernama Arkhana pratama afriansyah
Di pertemukan karena insiden habis bensin
yg akhirnya menjadi cinta sejati.namun di sela sela kebahagian mereka dlm rumah tangga arkha sang suami tercinta dari tya harus pergi berlayar ke negri seberang demi sebuah pekerjaan yg membuat mereka ldran...dan disinilah cinta mereka di uji.akankah cinta akan tetap abadi selamanya???
bagaimana kelanjutan cerita mereka lanjut baca yuk..kisah mereka di
Bismillah cinta
by:evidayanti ali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evidayanti ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH 18.
Mohon maaf gys...lama menunggu hehe...lgi pokus ke cerita adeknya Arkha sih...
hehe maafin yah...
Ya sudah tanpa berlama lama lagi.langsung...
LEST GOO...
...🌹Happy Reading 🌹...
Tidak sesuai dengan janjinya, Arkha malah tidak bisa pulang menemui Aries sang istri dikarenakan jadwal kerjanya yang terus saja padat.
Hari ini, tepatnya setelah 2 hari setelah Arkha mengucapkan janjinya pada sang istri.
"Maafin aku ya sayang...tapi abang janji minggu depan, abang pulang ya.." ujarnya saat panggilan sudah tersambung.
" Hem...ya sudahlah bang, gak usah janji janji terus, Arues gak mau bang Arkha selalu janji tapi gak bisa tepatin juga.Biar aja, ntar kalo bang Arkha sudah ada waktu baru deh pulang kesini." jawabnya di sebrang sana.
Tidak ada percakapan diantara mereka yang menjadi sebuah kenangan romanc, karena biar bagaimanapun Aries mengiklaskan ia tetaplah tidak mau jika sang suami terus berjanji tanpa bisa menepati.
***
2 bulan kemudian....
" Huek...."
" Kamu gak papah Al...?" tanyanya menautkan alisnya bingung melihat gadis itu yang terus mual muntah sejak tadi.
" Em...gak papa, Tapi bang, kayaknya...aku hamil deh."
" HAMIL...??, Maksud kamu apa Alya...?" tanyanya, menekankan kata "hamil".
" Iya.Soalnya aku udah telat 3 minggu ini.Bisa jadikan dia nya langsung menjadi bayi." ujarnya dan hal itu justru membuat Arkha frustasi.
" Hem...aku mau gugurkan anak itu...!" pintanya masih dengan nada lembut.
" Maksud kamu apa bang...? dia ini darah daging kamu!." bentaknya pada laki laki dihadapannya ini.
" Pikir Al...pikir, aku gak mungkin bisa nerima dia..."
" Apa karena istri kamu itu...? hem...aku heran sama kamu bang, berpura pura baik didepan gadis polos itu dan nyatanya kamu tetaplah Arkha lelaki brengs*k yang aku kenal." ujarnya, berjalan menjauhi Arkha.
" Oh ya...satu lagi, aku tidak akan pernah menggugurkan bayi ini.Aku gak perlu kamu bang...jadi terserah kamu." ujarnya merasa menang dan pergi meninggalkan Arkha disana.
" Cih...apa yang akan kamu perbuat sekarang...? Hem...seorang Arkha...gak akan pernah bisa lolos dari gemgamanku." ujarnya, berdecih remeh pada Arkha.
3 hari setelahnya
Mau tidak mau Arkha menikahi Alya secara siri, dan hal ini sama sekali tidak ada yang mengetahui nya.Dengan rapih Arkha maupun Alya menutupinya bahkan pada Irsyan sahabatnya sekalipun.
Kehidupan seorang Arkha mulai hancur dari kedamaian, ia mulai jarang ada waktu untuk menelpon Aries sang istri sah nya.
Yang ia tau kerja kerja dan kerja, Alya seakan makin menyiksanya tanpa tau hari libur lagi dengan alasan masa depan untuk anak yang ada dirahimnya.
Sebulan berlalu, tentu hal ini jauh dari ekspestasi Arkha sebelumnya.Aries mengunjungi nya ke Kuala Lumpur, karena memang khawatir dengan keadaan suaminya.
" Apa ma...? Bang Arkha gak pernah pulang...? terus bang Arkha dimana sekarang...?" tanyanya pada sang mertua.
Setelah mendapatkan kabar tentang keberadaan Arkha dari Kinara, Aries pun segera ke tempat tujuannya sendiri.
Meski sangat sulit, terlebih Aries adalah orang asing dinegara ini.Akhirnya ia sampai juga di depan rumah Alya.
Tok...tok...
" Iya,siapa...?" tanyanya saat membuka pintu dan....
" Aa...Aries..." tanyanya terbata kaget melihat sang istrilah yang bertamu ke rumahnya dengan Alya.
" Sayang...." panggil manja Alya menghampiri mereka dan segera memeluk Arkha dari belakang.
" Em...Anda siapa ya...?" tanyanya menatap gadis itu.
Namun tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut gadis ini, ia bungkam dan hanya ada air mata yang mewakili rasa sakit yang ia rasakan.
" Maaf...mengganggu." ujarnya kemudian pergi berlari dari tempat itu.
" Apaan sih, lepasin Alya...!" bentaknya melepaskan pelukan itu, dan segera pergi menyusul Aries.
" Ris...maafin aku Ris...kamu dimana...?" tanyanya khawatir, dan dilanda kebingungan.
" Aries....aku minta maaf...maaf, Maafin aku Ries..." ujarnya pilu namun tak ayal itu membuatnya emosi juga, ia pun membanting stir mobilnya.
" Ahk..." kesalnya, dengan sualnya ia gak bisa mengejar Aries.Di beberapa menit kemudian ia pun tancap gas menuju rumah orang tuanya.
" Assalamualaikum ma...pa, A.. Aries mana...?" tanyanya tergesa gesa dengan napas yang memburu.
PLAK
" Apa yang sudah kamu lakukan, benar benar sudah keterlaluan...!Apakah pernah aku mengajarimu untuk bermain serong...?" tanyanya menatap tajam pada putranya.
" Gak anak gak ayah sama aja kelakuan..." ujarnya yang sudah tidak dapat membendung kekesalan nya.
" Maksud papa apa...?" tanyanya menatap sang ayah yang masih enggan menatapnya lagi.
" Aku bukan ayah mu Arkha...bukan." ujarnya dan menekankan kata bukan.Pada saat yang sama Asya muncul dari rumah.
" Kak Ilham...! kak ngomong apa sih...?" tanyanya menatap keduanya bergantian.
" Sudah saatnya dia tau Sya, sampai kapan kita akan menutupi ini coba..."
" Maksudnya ini gimana...? ma...pa..Arkga gak ngerti.Mama tolong jelaskan pada Arkha.." ujarnya penasaran yang memang yidak tahu menahu soal itu.
" Sudahlah Arkha, lupakan saja omongan papa kamu, sekarang kamu kejar Aries saja, dia lebih penting sekarang!." ujar sang mama yang kemudian masuk ke dalam rumah menyusul sang suami.
" Kak Il....kak..." ujarnya mengejar langkah suaminya.
Arkha sendiri jadi frustasi antara mau ngehar Aries atau mamanya.dan akhirnya...
" Ma...ini lebih penting bagi Arkha, tolong ma jelaskan, apa maksud ucapan papa tadi...?" tanyanya menarik tangan sang mama agar berhenti dari langkahnya.
***
Sementara Aries kini bingung bagaimana caranya ia bisa pulang, karena negara memang sangat asing baginya, ia tidak mengenali seorang pun disini.
Hanya suami dan keluarga, namun...apa boleh buat suaminya kini berkhianat padanya.Dengan kata nekat makanya Aries pergi dari rumah kediaman keluarga Arkha.
Dan sekarang kebingungan melandanya, ia resah harus bagaimana ia berbuat.Bingung bagaimana caranya ia bisa pulang ke indonesia.
Akhirnya ia memutuskan untuk duduk dulu mengistirahatkan diri, pada saat yang sama seorang wanita menghampiri nya.
" Nak kemana...?" tanyanya menatap gadis itu.
Melihat Aries yang terlihat linglung, akhirnya ia pun membawa Aries duduk di sebuah cafe.Mereka pun makan sambil bercerita tentang mau kemana tujuan Aries.
Alhamdulillah Aries dipertemukan dengan orang baik.Jadi wanita yang bernama Ela ini pun membawa Aries pergi ke daerah desa di Kuala Lumpur.
Karenakan terlali buru buru yang membuatnya lupa bawa paspor, visa bahkan hanphone nta semua masih berada di rumah mertuanya.
Kini Aries hanya harus menuruti semua ucapan Ela agar ia bisa kembali ke indonesia.
SementaraArkha kini terus berusaha membujuk sang mama agar memberitahu pada dirinya apa rahasia yang sebenarnya ditutup tutupi keluarga ini.
" Sudahlah Arkha...lupakan apa kata papa kamu, itu semua gak benar adanya.Kamu itu anak mama dan papa kamu.Mama kamu Asya dan papa kamu kak Ilham dan mama mohon....jangan kamu terus desak mama Ar...mama bingung mau jawab apa..." lirihnya, yang kini sudah terisak.Ada rasa bersalah tersendiri baginya menutupi kebenaran dari anaknya ini.
Namun...jika ia jujur pun, dapatkah Arkha menerimanya...?Asya benar benar bingung apa yang harus ia katakan.
Bersambung
Tinggalkan jejak kalian yah 💕💕
Jangan lupa mampir di ceritaku juga, ya, kak. Judulnya Wafa dan Hijabnya