NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERKEBUN BERSAMA

Ara berbalik badan dengan cepat, membuat jarak di antara mereka hanya tersisa beberapa senti saja, tubuh nya yang kecil, membuat Ara harus mendongak, menatap mata Lucian dengan tatapan menantang yang sama sekali tidak gentar.

"Di rumah ini, aku bosnya, Ian, kontrak bisnis kita bilang kamu menumpang di sini, jadi bekerja adalah harga mati untuk membayar sewanya," ucap Ara, tersenyum manis dengan binar mata bulatnya yang polos, namun auranya terasa menekan.

Lucian menatap lekat senyuman itu, menyadari bahwa di balik wajah cantik nan polos di depannya, ada jiwa keras yang tidak akan pernah mau tunduk pada siapa pun.

"Baiklah. Mari kita lihat seberapa kuat kamu bisa mempekerjakan ku, Istriku," ucap Lucian, tersenyum miring.

Ara mendengus mendengar panggilan yang diucapkan Lucian dengan nada menantang itu, dia membalikkan badan, mengambil sebuah cangkul besi yang sudah agak karatan dari sudut dapur, lalu menyodorkannya tepat ke dada bidang Lucian.

"Pegang ini. Awas saja kalau sampai patah lagi seperti kapak tadi," ancam Ara sambil melangkah mendahului Lucian menuju kebun belakang.

Lucian menerima cangkul itu dengan satu tangan nya, baginya, bobot alat pertanian ini tidak ada apa-apanya dibanding pedang militer yang biasa dia tebas di medan perang.

Putra sulung Lucas Alistair yang biasa nya selalu di layani itu, kini sedang mengekor di belakang Ara, memperhatikan rambut gadis itu yang dikepang asal-asalan namun bergerak lincah seiring langkah kakinya.

Begitu sampai di kebun, Ara menunjuk ke sudut lahan dekat pohon mawar liar tempat Lucian terkapar kemarin.

"Tanah di sebelah sana agak keras, tolong gemburkan sedikit, aku mau memindahkan beberapa bibit wortel baru ke sana," ucap Ara, melihat Lucian.

Lucian berjalan ke area yang ditunjuk, mengangkat cangkulnya, lalu mulai menghentakkan nya ke tanah.

Bakk

Cangkul itu tertanam terlalu dalam ke dalam tanah, membuat tanah di sekitarnya terciprat ke mana-mana.

"Ian! Kamu mau membuat lubang kubur atau menggembur kan tanah?! Pelan-pelan sedikit!" teriak Ara, dari kejauhan, yang sedang menyiapkan bibit wortel.

"Tanah ini terlalu lembek untuk ukuran cangkul sekecil ini, Nona kubis," ucap Lucian menghela napas, menarik cangkulnya dengan sekali sentakan kuat.

"Sini, biar ku contohkan. Lihat tanganku, jangan pakai seluruh tenaga mu, cukup gunakan ayunan yang pas," ucap Ara berjalan menghampiri Lucian dengan langkah kesal, lalu merebut cangkul dari tangan pria itu.

Ara mengayunkan cangkul itu dengan gerakan luwes dan rapi, membuat tanah keras itu langsung gembur dalam beberapa kali ketukan.

"Nah, coba sekarang," ucap Ara, mengembalikan cangkulnya ke tangan Lucian.

Lucian memperhatikan sisa gerakan Ara, lalu mencoba mengikutinya, kali ini, ketukannya jauh lebih pas dan tidak menghancurkan tanah secara berlebihan seperti tadi.

"Bagaimana? Sudah benar?" tanya Lucian, melihat istri kecil nya.

"Hmm, lumayan. Ternyata kamu tidak sebodoh yang kukira," jawab Ara memperhatikan hasil cangkulan Lucian sambil menopang dagu.

Lucian mendengus pelan, terus melanjutkan pekerjaannya mencangkul tanah dengan ritme yang lebih stabil.

"Aku seorang prajurit, Nona kubis, aku cukup cepat untuk belajar," jawab Lucian, sombong.

"Oh, prajurit ya?" ulang Ara, sambil mulai menanam bibit wortel di tanah yang sudah digemburkan Lucian.

"Pantas saja tubuhmu penuh luka cakar dan racun mahal. Prajurit dari kota mana yang sampai dikejar pembunuh bayaran ke perbatasan terpencil begini?" tanya Ara, melirik Lucian.

Gerakan tangan Lucian sempat terhenti sedetik mendengar pertanyaan jebakan pertanyaan dari Ara, namun dia dengan cepat melanjutkan cangkulan nya tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

"Hanya prajurit bayaran rendahan, musuhku hanya orang-orang yang tidak suka kalah taruhan di kota," jawab Lucian, membual.

Ara tersenyum miring, tahu betul kalau pria di depannya ini sedang berbohong besar. Pakaian beludru mahal dan aura dominan seperti itu jelas bukan milik prajurit bayaran rendahan.

"Ah, begitu rupanya. Sayang sekali ya, prajurit hebat sepertimu sekarang malah berakhir menjadi kuli kebun di rumah gadis desa," ucap Ara, tertawa kecil.

Lucian menghentikan cangkulnya, lalu menancapkan alat itu ke tanah dan bersandar pada gagangnya sambil menatap Ara yang sedang berjongkok.

"Menjadi kuli di sini jauh lebih aman daripada berada di luar sana saat ini. Lagipula, makanannya tidak buruk," jawab Lucian, merasa betah di tempat istri nya.

"Tentu saja aman, selama kamu tidak mengundang masalah datang ke rumahku, Suamiku," ucap Ara mendongak, menatap mata emas Lucian yang berkilat di bawah terik matahari pagi dengan senyuman polosnya.

Sementara itu di kediaman Alistair, Jasmine terlihat mondar-mandir, dengan gelisah.

"Sayang tenang lah, Lucian pasti baik-baik saja," ucap Lucas, merangkul pinggang istri nya.

"Bagiamana aku bisa tenang Lucas, Lucian tidak ada kabar, seharusnya dia sudah sampai disini dari kemarin," ucap Jasmine, khawatir.

Lucas menghela napas panjang, lalu mengecup pelipis istrinya dengan lembut untuk memberikan ketenangan.

Cup

"Lucian memimpin seluruh garis depan militer bukan karena keberuntungan, Sayang, insting bertarung dan penciumannya jauh lebih tajam dari siapa pun," ucap Lucas, lembut.

"Aku tahu dia kuat, Lucas! Tapi mata-mata kita bilang musuh menggunakan racun kalajengking dalam penyergapan itu! Kamu tahu sendiri apa efek racun itu pada tubuh Serigala Lucian," ucap Jasmine, dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar ucapan istri nya, rahang Lucas langsung mengeras seketika, ekspresi wajah sang Alpha yang tadinya tenang kini berubah menjadi sangat dingin dan mematikan, aura membunuh yang kuat terpancar dari tubuhnya, membuat suasana di dalam ruangan megah itu mendadak terasa mencekam.

"Mereka benar-benar bosan hidup," desis Lucas, mengepalkan tangannya hingga urat-urat di lengannya menonjol tegang.

"Itu sebabnya aku tidak bisa tenang sebelum melihat anak itu pulang dengan selamat. Patrik juga belum memberikan laporan sama sekali sejak mereka pergi menyusul ke perbatasan," ucap Jasmine memegang dada suaminya, mencoba meredam emosi pria itu yang mulai tersulut.

"Patrik bersamanya, dia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Lucian," ucap Lucas, mencoba meyakinkan istrinya sekaligus menenangkan batinnya sendiri.

"Aku punya firasat lain, Lucas. Insting seorang ibu tidak pernah salah, sesuatu yang besar sedang terjadi pada putra kita di luar sana," ucap Jasmine menggelengkan kepala, menghapus air mata yang hampir menetes di pipinya.

Lucas terdiam, menatap ke arah jendela besar yang langsung menghadap ke arah hutan perbatasan utara, dia juga merasakan getaran aneh di dalam darahnya.

"Aku akan mengirim pasukan tambahan untuk memperluas area pencarian," ucap Lucas akhirnya, mengambil keputusan tegas.

"Jika sampai malam ini Patrik belum membawa Lucian kembali, aku sendiri yang akan turun tangan ke perbatasan!" lanjut Lucas, tidak akan membiarkan Putra sulung nya bernasib sama seperti dirinya dulu.

"Tolong bawa Putra kita pulang dengan selamat, Lucas, aku tidak peduli dengan urusan politik sialan di ibu kota, aku hanya ingin putra sulungku kembali," ucap Jasmine, sedikit merasa lega mendengar keputusan suaminya.

"Aku berjanji, Sayang, sekarang istirahatlah di kamar, biarkan aku mengurus perintah pasukannya," ucap Lucas sambil mengecup dahi Jasmine lama, sebelum akhirnya melangkah keluar dari ruangan dengan aura pemimpin yang siap menghancurkan siapa saja yang berani mengusik keluarganya.

1
ryuka
araaa kanu mending jujurr 🤭🤭🤭🤭
kaylla salsabella
hayooo kok dia " nya mau di jodohkan🤣🤣
kaylla salsabella
cara nya gimana🤔🤔
kaylla salsabella
pasti si raja
kaylla salsabella
ayo mine cepat sehat mine
kaylla salsabella
makin seru
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 panik kan... kan🤣🤣🤣🤣
Ayu Oktaviani
jumpa lagi thor ,aq mmpir di karya baru mu,😘
Gaishan Ahzar
payah c Lucian lemah jg...bukanya buru2 nyari bukti kelakuan c Michelle malah makin kejebak kan jdinya,,
ryuka
ayoo Iaann kamu harus semangat nyari laki2 itu.. kakek juga mantan raja tapi malh ga bijak iikkhhh
kaylla salsabella
itu lady lady gagak gak kapok"
kaylla salsabella
nah lo
kaylla salsabella
wah pasti bakal kalang kabut nih si Ian
Gesang
lanjuuuut👍
kaylla salsabella
akhirnya nyampe juga
Pa Muhsid
eh tor baru inget di bab ini nasib Lucius kakaknya jasmine gimana yang berburu sampai di ujung negeri
kaylla salsabella: mungkin sudah nikah sama nona pemburu
total 1 replies
Wahyuningsih
klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu... upnya yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
IG : hofi03_skrniii: siap cantik, stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
Wahyuningsih
mampus
MomRea
kuli kebun dan nona kubis 😄😄😄
IG : hofi03_skrniii: couple goals 💅🏻
total 1 replies
ryuka
yaahhh kepisah sonl ian sma ara 🤭🤭🤭🤭
IG : hofi03_skrniii: konflik tipis-tipis dulu ahh😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!